Majas Personifikasi: Pengertian, Ciri dan 100 Contoh Kalimatnya

Majas Personifikasi

image via canva.com/goodminds.id

Secara umum, majas personifikasi adalah suatu gaya bahasa pada karya sastra yang memberikan sifat-sifat insani (manusiawi) pada benda mati atau benda hidup yang bukan manusia seperti hewan dan tumbuhan, sehingga seolah bisa bersikap layaknya manusia.

Loading...

Pada pendapat lain juga dikatakan jika majas personifikasi ialah gaya bahasa yang memberikan suasana atau sifat manusia terhadap benda mati, sehingga benda itu dianggap hidup dan bisa bertingkah laku seperti manusia.

Secara bahasa ‘personifikasi’ berasal dari bahasa Yunani kuno, yakni ‘prosopopoeia’ yang artinya memanusiakan. Penggunaan majas ini kerap ditemukan pada berbagai karya sastra, baik puisi, novel, cerpen dan lain sebagainya.

Ciri-Ciri Majas Personifikasi

Untuk lebih memahami apakah sebuah kalimat menggunakan gaya bahasa personifikasi, berikut adalah ciri-ciri khusus yang bisa Kamu perhatikan.

  1. Gaya bahasa personifikasi menggunakan pilihan kata yang memberikan suasana atau sifat manusia terhadap suatu benda mati.
  2. Gaya bahasa personifikasi membandingkan benda mati atau benda hidup yang bukan manusia, seperti hewan dan tumbuhan sehingga seolah-olah bisa berperilaku layaknya manusia.
  3. Gaya bahasa personifikasi menggambarkan tentang suatu situasi dengan bayangan angan atau citra yang konkret.

Contoh Majas Personifikasi

Berikut ini adalah contoh-contoh kalimat yang menggunakan gaya bahasa personifikasi.

  • Pohon bambu di belakang rumah berbisik bisik tertiup angin sore.
  • Sepasang mata boneka itu bersinar tajam menatapku di kegelapan malam.
  • Angin sepoi sepoi membelai lembut bumi dan seluruh isinya agar tertidur lelap.
  • Setiap pagi alarm smartphone bernyanyi membangunkanku dari kesiangan Beduk subuh itu memanggilnya untuk bergegas ke masjid.
  • Longsor itu menegur kita agar menjaga kelestarian alam.
  • Bintang bersembunyi di balik tebalnya awan hitam.
  • Kodok berdendang riang menyambut musim penghujan.
  • CCTV itu menyelamatkannya dari tuduhan perkara.
  • Kebakaran subuh tadi melahap habis pemukiman padat penduduk.
  • Mobil pemadam kebakaran meraung raungmemecah keheningan pagi.
  • Gunung Merapi memuntahkan seluruh isi perutnya sepanjang hari ini.
  • Ombak tinggi menerjang seluruh kapal nelayan.
  • Badai tsunami menyapubersih apapun yang dilaluinya.
  • Kursi goyang itu menidurkan nenekku dengan ayunannya.
  • Gempa menggoyang-goyang seluruh gedung pencakar langit.
  • Lonceng stasiun memberitahupara penumpang untuk bergegas naik kereta.
  • Setiap hari lampu merah di jalanan mengatur para pengguna jalan.
  • Matahari bersinar terik terasa menggigit seluruh kulit tanganku.
  • Anak anak pantai dengan gembira bermain kejar kejaran bersama ombak.
  • Desas desus tentang dirinya sudah terbang menyebar ke seluruh penjuru negeri.
  • Salju turun menyelimuti seluruh isi kota.
  • Hujan lebat kemarin menghanyutkan beberapa rumah.
  • Obat batuk itu menghangatkan
  • Sepeda tua itu selalu setia menemaninya kemana pun ia pergi.
  • Obat candu itu sudah menghabiskan sisa hidupnya di jeruji besi.
  • Bintang malam ini berkedip kedipmenerangi seluruh isi kota.
  • Wajahnya bersinar sinar mendengar beasiswanya di terima.
  • Kuas itu menari lincah di atas kanvas yang di lukisnya.
  • Tanah warisan itu telah menghidupi keluarganya hingga beberapa keturunan.
  • Sepatu usang itu melindungi kakinya dari kerikil tajam.
  • Waktu berjalan terus tanpa menunggu atau menanti siapa pun.
  • Kartu kredit itu membelikan semua barang mewah untuknya sehingga ia terlilit hutang.
  • Suara gemuruh pagi tadi membangunkan semua orang.
  • Siaran televisi telah merusak banyak moral anak anak.
  • Radio tua itu berkoar koar menyampaikan
  • Semangatnya berkobar untuk mendapat promosi tahun ini.
  • Bendera negaraku berkibar dengan gagah beranidi angkasa raya.
  • SMS yang diterimanya, membuat ia melompat
  • Makanan pedas itu membakar
  • Obat pencahar yang diminumnya mengaduk seluruh isi perutnya.
  • Nyawanya hampir melayang tersengat kabel listrik yang menggantung di dahan pohon.
  • Dedaunan kering di jalanan itu melayang layang tertiup angin kencang.
  • Speaker di lapangan parkir itu memanggil pemilik mobil agar memindahkan kendaraannya.
  • Cacing di dalam perutku berteriak meminta makanan.
  • Bangku sekolahnya masih setia menemaninya jika ia gagal lagi ujian kelulusan tahun ini.
  • Jari jemarinya berlompatan lincah di atas keyboard computer.
  • Pameran lukisan itumemanjakan mata para pengunjung.
  • Gemercik air pegunungan  menenangkan suasana di sekelilingnya.
  • Ratapan nenek tua itu memilukan hati setiap orang yang mendengar kisahnya.
  • Atraksi hewan di pertunjukkan itu memukau seluruh penonton.
  • Rumput liar di depan rumahku menghalangi pandangan ke jalanan.
  • Sarung tinju usang itu telah membawanya menjadi juara.
  • Bus antar jemput setiap hari mengantarnya ke sekolah.
  • Iklan rokok memperingati para perokok akan bahaya merokok.
  • Matanya berapi apimenahan amarah Tiang listrik berbaris rapi di sepanjang jalan protokol ibukota.
  • Pesta kembang api berkilauan menyambut pergantian tahun.
  • Rimbunan pohon mangga di taman itu memayungi setiap orang yang kepanasan.
  • Album kenangan itu mengingatkannya akan kisah masa mudanya.
  • Dahan pohon itu berayun ayun terbawa arus sungai.
  • Kepingan uang receh itu berhamburan keluar dari kantong sakunya yang robek.
  • Puntung rokok yang dibuang sembarangan itu membumihanguskan berhektar hektar hutan.
  • Jalanan berlobang itu sudah beberapa kali memakan korban jiwa.
  • Setiap kali makan, sendok dan garpunya selalu
  • Ketukan palu itu sudah memvonisnya
  • Tanggalan di kalender itu memperingatkan utangnya hampir jatuh tempo.
  • Setiap malam, buku cerita itu mendongengkan kisah untuk adikku.
  • Bingkisan kado itu menggelitik tanganku agar segera membukanya.
  • Dasi kupu kupu itu mencekik
  • Daun daun berguguran mendengar berita memilukan itu.
  • Zebra cross menyeberangi para pejalan kaki dengan aman.
  • Rerumputan dan ilalang menari narimengikuti irama angin.
  • Helm itu menjaga keselamatan pekerja dari reruntuhan.
  • Jarum suntik menakuti adikku saat imunisasi Genangan lumpur itu menahan langkahnya sesaat.
  • Air, udara dan tanah memberikan kehidupan untuk seluruh makhluk hidup tanpa pamrih.
  • Bumi memangkusemua bentuk kehidupan tanpa pilih kasih.
  • Kalkulator itu menolong ibu menghitung belanjaannya.
  • Telepon itu berdering terus memanggil
  • Kacamata itu membantu kakek membaca
  • Aroma masakan ibu menggoda seluruh penghuni rumah Botol susu itu menenangkan bayi mungil itu.
  • Langit mendadak muram ketika petir menggelegar menyambar.
  • Kursi roda itu berjalan kemanapun membawa pemiliknya saat pemiliknya inginkan.
  • Setiap hari sisir selalu merapikan rambut kita.
  • Ketika senja datang, perlahan lahan matahari beranjak
  • Tinta itu mengotori seluruh pakaian adik.
  • Kisah menyeramkan di pemakaman itu menakuti warga yang tinggal disekitarnya.
  • Gelang emas itu menggenggam erat pergelangan tangannya.
  • Koran lokal itu menulis kisah perjuangan hidupnya.
  • Janur di kedua sisi jalan sudah berdiri dari pagi menyambut kedatangan tamu undangan.
  • Lilin dan balon warna warni itu memeriahkan pesta ulang tahunnya.
  • Kemarau panjang menghisap kebutuhan air di bumi.
  • Kartu tarot itu meramalkan peruntungan nasibnya Pohon besar itu berhenti bernafas ketika badai menumbangkannya.
  • Pagar beton dan teralis itu menjaga tokonya dari tamu tak di undang.
  • Magnet mencari ribuan paku di sepanjang jalanan ibukota yang ditaburkan oleh oknum yang tak bertanggung jawab.
  • Coretan itu merusak makalah presentasi ayah tadi pagi.
  • Truk itu menumpahkan seluruh muatannya saat terguling.

Jadi bisa disimpulkan jika majas personifikasi adalah majas yang membahasakan benda mati seakan hidup atau dapat berperilaku seperti manusia. Semoga ulasan di atas menambah wawasan Kamu.