Majas Simile: Pengertian, Kata Penghubung, dan Contohnya

Majas Simile

image via canva.com/goodminds.id

Dalam pembagian majas secara kelompok besar, majas perbandingan merupakan salah satu jenis yang kerap kali digunakan dalam komunikasi sehari-hari.

Loading...

Seperti majas simile yang termasuk dalam subjenis majas perbandingan, dimana simile merupakan majas pertautan yang membandingkan dua hal yang secara hakiki memang berbeda, akan tetapi dianggap memiliki segi yang serupa dan dinyatakan secara eksplisit menggunakan kata laksana, bagai, seperti dan lain sebagainya.

Perbandingan eksplisit pada majas simile ini bisa diartikan sebagai pemberian makna terhadap sesuatu yang dibandingkan secara langsung menggunakan kata yang merupakan perumpamaan.

Kata hubung yang umum digunakan pada majas simile antara lain adalah:

  • Laksana
  • Seperti
  • Bagaikan
  • Semisal
  • Serupa, dan lain sebagainya.

Contoh Majas Simile

Di bawah ini adalah contoh penerapan majas simile pada kalimat.

  • Persahabatan kita yang sudah kita jalin sejak kecil ini akan bertahan selamanya dan tak akan pernah tergoyahkan bagaikan rantai kapal yang sangat kuat.
  • Dari dulu sampai sekarang hanya itu-itu saja pengetahuanmu, tidak ada perkembangan sama sekali. Makanya sering-seringlah bergaul dan perbanyak kenalan serta temanmu, jangan dirumah saja terus bagaikan katak dalam tempurung.
  • Aku dan Anis selalu bertengkar setiap hari seperti anjing dan kucing.
  • Kata-kata yang keluar dari mulutmu benar-benar tajam dan menyakitkan hatiku bagaikan disayat pisau belati. Aku membutuhkan senyumanmu dalam hari-hariku bagaikan pagi hari yang membutuhkan mentari.
  • Gadis remaja yang masih belia sama laksana bunga mawar yang baru mekar.
  • Masalah kehancuran yang terjadi pada keluarga Nida bagaikan duri dalam daging bagi Nida.
  • Ia seperti kebakaran jenggot saat kebohongannya selama ini terbongkar.
  • Sikap dan pikiranmu selalu berubah-ubah bagaikan air di daun talas.
  • Arum selalu menuruti apapun yang dikatakan oleh orang tuanya seperti seekor kerbau yang dicocok hidungnya.
  • Semua perkara yang menimpa Ayah tak pernah diduga sebelumnya, ini menjadi beban bagaikan duri dalam daging.
  • Dia sangat berharga dan berarti dalam bagiku. Bukan hanya sebatas sahabat tapi dia laksana pelita dalam gelapnya kehidupan yang ku lalui.
  • Sejak kau berdiam diri dirumah terus kulitmu menjadi sangat putih seperti dilumuri susu.
  • Aku tidak percaya diri dengan jidat lebarku ini sudah seperti lapangan bola saja lebarnya.
  • Anak mereka sangat banyak sama halnya seperti pemain klub sepak bola.
  • Rumah orang tua Rian sangat besar dan mewah bagaikan istana.
  • Model itu memiliki postur yang sangat sempurna bagaikan gitar spanyol.
  • Kamu harus segera mengakhiri hubungan kalian dan lupakanlah dia. Kalian berdua bagaikan langit dan bumi, tidak akan pernah bisa bersatu.
  • Bagaimanapun suksesnya dirimu, ingatlah selalu orang-orang yang selalu ada untukmu saat ini. Jangan seperti kacang lupa kulitnya.
  • Semua teman-temanku tidak ada yang mau berada di kelas saat pelajaran fisika karena gurunya sangat ganas seperti monster.
  • Tubuhmu gemuk dan bulat seperti bola pingpong.
  • Suaranya saat berbicara sangat halus bagaikan alunan melodi yang sangat merdu.
  • Seorang satuan pengaman atau satpam haruslah memiliki tubuh yang tegap dan kekar seperti benteng yang kokoh.
  • Ria sangat terganggu saat Dimas tidur. Suara dengkurannya sangat keras dan mengganggu bak suara knalpot motor yang sudah usang dan tua.
  • Aku senang membelai rambut nenekku. Rambutnya sangat halus bagaikan selembut kain sutera.
  • Kami tidak ada yang berani mendekat jika Ganang sedang marah karena saat marah dia bagaikan seekor harimau yang sedang mengamuk.
  • Lusi sangat dijagokan dalam ajang perlombaan tari ini karena saat dia menari tubuhnya bagaikan ombak yang sedang meliuk-liuk.
  • Apa kalian yakin Rita dan Kinar bukan kembar dan bukan saudara sama sekali? Wajah mereka berdua sangat mirip bagaikan pinang yang dibelah dua.
  • Aku tidak sanggup keluar rumah hari ini. Cuacanya sangat dingin bagaikan berada di kutub saja.
  • Jerawat di wajahmu semakin banyak dan merekah saja seperti gunung yang akan meletus.
  • Jalanmu lamban sekali seperti kura-kura yang berjalan.
  • Kelihatannya Meka sangat senang melihat orang lain menderita. Perhatikan saja dia tertawa persis seperti nenek lampir yang sedang tertawa.
  • Paha gadis mungil itu mulus sekali seperti porselen tanpa cacat sedikitpun.
  • Sikatlah gigimu itu. Lihatlah gigimu kuning semua bagaikan emas 24 karat.
  • Wajahnya sangat berseri dan bercahaya bagaikan pantulan sinar matahari di cermin.
  • Makanan di warung pinggiran ini harganya sangat terjangkau tapi rasanya seperti makanan restoran mewah.
  • Tante terlalu memanjakan anak-anaknya, tak heran mereka tumbuh menjadi anak manja yang ingin selalu dilayani bak putri raja.
  • Ia terkenal sebagai orang yang sangat garang laksana singa si raja hutan.
  • Tak ada yang mau menegur dan menasehatinya karena sifat keras kepala yang ia miliki seperti kerasnya batu.
  • Kecepatan pacu motor keluaran baru itu disebut-sebut sebagai yang tercepat bagaikan lari seekor macan.
  • Kopi hitam ini rasanya sangat pahit seperti obat sakit gigi.
  • Kita tinggal di daerah pinggir laut tapi cuacanya dingin seperti tinggal di pegunungan saja.
  • Dulunya ayahku adalah seseorang yang sangat kaku dan dingin seperti es batu yang tak pernah mencair.
  • Kulit wajah Dina lembut dan mulus sekali seperti kulit bayi.
  • Ia tak pantas menjadi seorang penyanyi, suaranya saja seperti bunyi kaleng usang yang terjatuh.
  • Tak disangka-sangka Kris bisa memenangkan kejuaraan itu dan memenangkan hadiah utamanya, ia seperti mendapatkan durian runtuh.
  • Apa yang terjadi dengannya? Wajahnya terlihat sangat lusuh dan gersang bagaikan padang pasir yang tandus.
  • Dimana kau membeli sajadah ini? Bahan dan modelnya sangat bagus dan indah seperti karpet permadani milik Aladin di serial TV dulu.

 

Contoh Majas Simile Dalam Puisi

Waktu seperti burung yang tak pernah hinggapan
Menjalani hari-hari rubuh tanpa harapan dan ratapan
Sayap-sayap mu’jizat berkibar dengan lihai

Waktu bagaikan butiran air laut
Dengan lantunan dan tangis angin silir
Berpejam kelopak dan pelesir tanpa akhir

Penjelasan:

Pada bait pertama puisi di atas terdapat majas simile dimana ada kata ‘seperti’ yang membandingkan seekor burung yang tak pernah hinggap di pohon dengan waktu. Yang maknanya ialah waktu tak bisa berhenti.

Kemudian pada baris kedua pada kalimat “Waktu bagaikan butiran air”. Dalam kalimat itu ada kata ‘bagaikan’ yang membandingkan butiran air laut dengan waktu.

Yang mana maknanya adalah seiring berjalannya waktu maka kita akan melalui banyak hal layaknya butiran air di laut yang begitu banyak.

Contoh Majas Simile Pada Pantun

Makan nasi pakai sendok

Ketika jalan terjepit

Terjepit agaimana ketabrak

Penjelasan:

Pantun di atas menggunakan majas simile di bagian isinya. Dimana pada kalimat “terjepit bagaikan ketabrak” membandingkan antara sandal jepit dengan keadaan jika kita tertabrak.

..

Itulah beberapa contoh majas simile baik dalam kalimat, puisi ataupun pantun. Dari sekian banyak contoh di atas, bisa disimpulkan jika perbandingan dalam majas simile bisa dengan kesan persamaan ataupun kiasan yang seakan memberikan makna serupa.

Semoga pembahasan di atas dapat menambah wawasan kita. Selamat belajar .