Sejarah Bulu Tangkis

Deskripsi: Sejarah olahraga bulu tangkis, teknik dasar permainan, peraturan dan ukuran lapangan.


Bulu tangkis yang dikenal juga dengan sebutan badminton adalah olahraga yang dimainkan dengan menggunakan raket dan kok yang terbuat dari bulu angsa.

Permainan ini dilakukan dengan cara menangkis dan melakukan pergerakan agar kok dapat memantul ke arah lawan.

Permainan ini sudah populer sejak dahulu dan sering dimainkan oleh semua kalangan. Tujuan permainan ini adalah melatih ketangkasan, gerak dan respon dari pemainnya.

Pihak yang lebih dahulu mengumpulkan poin sejumlah 21 akan memenangkan permainan.

Permainan Bulu Tangkis

Sejarah Bulu Tangkis

Olahraga yang dimainkan dengan menggunakan kok dan raket ini mulai berkembang sekitar 200 tahun lalu di daerah Mesir Kuno. Sebelumnya permainan ini dikenal dengan nama jianzi yang berasal dari Tionghoa. Dahulu cara memainkannya hanya menggunakan bola tanpa raket.

Permainan jianzi mengharuskan pemainnya mempertahankan bola selama mungkin agar tidak jatuh ke tanah. Seiring perkembangannya, permainan ini mulai dimainkan di Inggris dengan menggunakan alat bantu pemukul yang terbuat dari tongkat atau dayung.

Permainan badminton pertama kali ditemukan oleh petugas tentara Britania di Pune India pada abad ke-19. Saat itu mereka menambahkan peralatan jaring sebagai net dan memainkannya dengan sisi berlawanan.

Mulai sejak saat itulah, permainan ini semakin berkembang dan mulai dikenal oleh banyak masyarakat pada umumnya. Bahkan saat ini sudah terdapat organisasi khusus yang mengatur tentang aturan dan tata cara permainannya.

Teknik Bulu Tangkis

Dalam permainan badminton, terdapat beberapa macam teknik yang perlu dikuasai. Hal tersebut perlu dipelajari sebagai modal dasar untuk dapat memainkannya dengan baik.

Berikut penjelasan beberapa tekniknya.

1. Footwork

Fungsi gerakan ini adalah menyangga tubuh agar bisa ditempatkan pada posisi yang tepat untuk melakukan pukulan yang efektif dan tepat sasaran.

Dengan begitu pemain bisa melakukan serangan yang tepat dan terarah. Gerakan dan kecepatan kaki harus teratur agar bisa diarahkan dengan baik.

2. Underhand

Untuk melakukan teknik yang satu ini, pemain harus lincah dan terampil, jika tidak bisa saja mengalami cedera. Teknik ini dilakukan saat berlari kemudian membuka langkah yang lebar. Letakkan kaki kanan di depan kaki kiri agar dapat menjangkau kok sebelum terjatuh.

Saat menjangkau kok, siku harus tetap dalam posisi bengkok dengan mempertahankan posisi tubuh yang seimbang. Fungsi teknik ini adalah mengembalikan pukulan pendek yang diberikan oleh lawan.

Ini merupakan teknik pertahanan yang perlu dipelajari karena biasanya digunakan saat pemain dalam posisi tertekan. Teknik ini mampu menyelamatkan kok agar bisa kembali melambung tinggi dan menghalangi lawan mencetak poin.

3. Netting

Ini merupakan teknik pukulan pendek yang dilakukan tepat di depan net serta diarahkan ke net lawan agar memasuki areanya.

Mekanisme gerakan ini adalah memukul kok dengan tenaga yang cukup kecil sehingga dapat bergulir mendekati jaring dan mampu melewati net dan masuk ke dalam area lawan. Keseimbangan tubuh dan kontrol kekuatan sangat diperlukan untuk melakukan gerakan ini.

4. Servis

Pukulan ini biasa dilakukan untuk mengawali permainan badminton. Servis pertama harus dilakukan dengan kekuatan yang besar agar mencapai area lawan.

Ini merupakan teknik yang harus dilatih secara rutin karena membutuhkan keakuratan dan pengendalian tenaga yang sesuai.

5. Cara Memegang Raket

Kualitas pemain bisa dilihat dari bagaimana tekniknya saat memegang raket. Ini menjadi pusat dari kendali gerakan saat bermain. Teknik ini akan mempengaruhi kualitas dan hasil pukulan yang dilakukan.

Setiap pemain mungkin akan memiliki gaya memegang raket yang berbeda sesuai dengan kenyamanannya. Umumnya raket dipegang di bagian bawahnya yang dilapisi dengan bantalan.

Untuk dapat mengayunkan raket dengan lebih kuat, pemain harus memfokuskan tenaga pada genggaman dan arah gerakan.

6. Drive

Gerakan ini menghasilkan pukulan yang bersifat cepat dengan posisi mendatar. Teknik ini dilakukan untuk menjaga ritme permainan agar tetap aman. Biasanya pukulan ini digunakan saat permainan ganda.

Tujuan dari gerakan ini adalah menghindari lawan agar tidak bisa menyerang. Dengan melakukan gerakan ini, pemain bisa memaksa lawan untuk mengangkat kok dan terus dalam posisi bertahan.

Pukulan ini membutuhkan kekuatan otot bahu serta pergelangan tangan agar dapat bola bisa melambung dan mudah dipukul.

7. Smash

Dari semua teknik dalam permainan badminton, smash merupakan gerakan yang sangat penting untuk dipelajari. Ini merupakan teknik pukulan yang bersifat keras dan tajam.

Pemain harus membaca peluang dan menentukan waktu yang tepat untuk dapat melakukan teknik ini dengan baik dan tepat.

Tujuan dari gerakan ini adalah memberikan pukulan yang tidak bisa dibalas oleh lawan. Smash dilakukan pada posisi berdiri tegak sambil melompat. Pemain perlu mengontrol kekuatan dengan baik dan tepat agar pukulan bisa tetap sasaran dengan hasil yang memuaskan.

Berikut tipe-tipe pukulan di permainan Bulu Tangkis

Teknik Bulu Tangkis

Lapangan Bulu Tangkis

Permainan bulu tangkis umumnya dimainkan pada lapangan yang berbentuk persegi panjang. Agar permainan bisa berjalan lancar, permainan harus dilakukan pada area khusus yang sudah memiliki garis. Hal tersebut dilakukan untuk membatasi area dari setiap sisi.

Ukuran Panjang Lapangan Bulu Tangkis

Lapangan berbentuk persegi panjang tersebut akan dibagi menjadi dua bagian sama rata yang dipisahkan oleh net yang dibentangkan pada bagian tengah. Selain itu terdapat beberapa aturan lapangan dalam permainan ini, berikut informasinya:

  • Lapangan harus memiliki garis servis tengah, depan, samping dan belakang. Setiap garis memiliki ketebalan sekitar 40 mm.
  • Garis lapangan harus menggunakan warna putih agar kontras dengan warna lapangan.
  • Lapangan terbuat dari permukaan berbahan sintetis yang lunak dan kayu.
  • Sebaiknya tidak menggunakan permukaan lapangan yang berbahan kasar karena meningkatkan resiko cedera.
  • Ukuran lapangan umumnya berukuran 13,4 x 6,1 meter. Dengan tinggi net sekitar 1,55 meter.

Terdapat juga lapangan dengan ukuran mini yang biasa digunakan oleh anak berusia di bawah 9 tahun. Lapangan mini ini berukuran 10 x 4,4 meter. Ukuran lapangan yang digunakan untuk permainan tunggal dan ganda akan berbeda dan harus disesuaikan dengan jumlah pemainnya.

Peraturan Permainan Bulu Tangkis

Setiap permainan memiliki aturan yang berbeda agar prosesnya dapat berjalan dengan lancar dan adil. Sebelum memulai permainan, sebaiknya perhatikan beberapa aturan berikut:

  • Permainan ini bisa dimainkan oleh 2-4 orang.
  • Sistem permainan terdiri dari 2 pilihan yaitu tunggal dan ganda.
  • Pemain harus menggunakan peralatan permainan lengkap seperti raket, kok dan sepatu.
  • Permainan terdiri dari 2 set. Jika hasilnya seri maka akan ada 1 tambahan set.
  • Pemain atau tim yang meraih poin tertinggi akan memenangkan permainan.
  • Permainan diawali dengan servis dari salah satu pemain.
  • Kedua tim harus mengundi siapa yang akan memulai servis pertama kali.
  • Poin akan menjadi milik lawan jika saat memukul bola mengenai net.
  • Pemain boleh mengayunkan raket sesuai dengan tujuan yang diinginkan.
  • Pemain boleh bergerak bebas untuk memukul bola, namun tidak boleh melewati garis lapangan.
  • Servis akan dilakukan oleh pemain yang sama sampai lawan mendapatkan poin selanjutnya.

Permainan bulu tangkis bukan hanya mengasyikkan, namun juga dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Permainan ini mampu melatih ketangkasan dan melatih koordinasi pikiran dan gerak agar berfungsi secara lebih optimal.

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close