Pola Aliran Sungai

Deskripsi: Pengertian pola aliran sungai, macam pola aliran dan jenis-jenis sungai.


Bagaimana sebuah sungai bisa mengalir sampai menyebabkan erosi? Seperti apa pola aliran sungai yang ada di permukaan bumi?

Sebagai salah satu komponen ekosistem, sungai mengalir dengan pola yang berbeda-beda. Kumpulan air ini akan mengalir terus menerus dari hulu sampai ke hilir.

Meski dalam jumlah kecil, pergerakan air di permukaan bumi berpotensi menyebabkan erosi. Hal ini karena tekanan air yang akan membentuk cekungan yang akhirnya membentuk pola tertentu.

Nah, apa yang dimaksud pola aliran sungai dan apa saja jenis-jenisnya? Simak ulasannya di bawah ini ya.

Pengertian Pola Aliran Sungai

pola aliran sungai

www.bola.com

Pola aliran sungai merupakan kumpulan sungai dengan pola tertentu yang menggambarkan kondisi dan karakteristik genetik sungai tersebut.

Ada banyak faktor yang menyebabkan pola aliran ini begitu bervariasi, di antaranya adalah jenis tanah, morfologi, batuan sungai, struktur geologi, dan erosi.

Pola aliran akan terbentuk dengan sendirinya dan bercabang-cabang seiring berjalannya waktu. Hal ini menyesuaikan dengan sungai dan faktor lingkungannya.

Jenis-Jenis Pola Aliran Sungai

Pola aliran ini umumnya terdiri dari lima jenis yaitu, pola dendritik, rektangular, trellis, radial, dan radial sentripetal.

1. Pola Dendritik

Pola aliran dendritik memiliki ciri khas berupa cabang-cabang sungai berpenampang. Pola aliran ini dikendalikan oleh litologi yang homogen.

Pada umumnya, aliran ini memiliki kerapatan yang cukup tinggi karena ditutupi oleh berbagai jenis batuan.

Tekstur sungai sendiri merupakan panjang sungai per satuan luas yang telah ditentukan. Contoh sungai yang bertekstur rapat adalah yang mengalir di atas batuan yang kurang resisten terhadap erosi.

Sedangkan jika mengalir di atas batuan yang resisten, tekstur sungainya akan lebih renggang. Oleh karena itu, resistensi batuan sangat mempengaruhi tingkat kerapatan tekstur sungai.

2. Pola Aliran Trellis

Pola aliran trellis bentuknya menyerupai pagar yang dikendalikan oleh struktur geologi antiklin dan sinklin.

Sungai dengan pola aliran seperti ini memiliki karakteristik aliran air yang sejajar. Selain itu, alirannya juga tegak lurus mengikuti kemiringan lereng terhadap aliran induk sungai.

Selain itu, saluran induk juga searah dengan sumbu lipatan geologi di sekitarnya. Aliran sungai ini bisa disebut sebagai kombinasi antara jenis sungai subsekuen dan konsekuen.

Tidak hanya itu, pola sungai ini juga banyak terbentuk pada sabuk lipatan pegunungan.

3. Pola Aliran Rektangular

Pola aliran sungai ini lebih banyak ditemukan di tempat yang memiliki batuan beku. Umumnya, alur sungai ini lurus mengikuti struktur patahan di sekitarnya. Hal ini ditandai dengan bentuk sungai yang tegak lurus mengikuti polanya.

Di wilayah dengan batuan yang resisten terhadap erosi, pola aliran ini juga banyak ditemukan. Bentuk erosi cenderung seragam namun dikendalikan oleh sudut yang tegak lurus.

Sungai dengan aliran seperti ini banyak bisa dilihat di kawasan sesar.

4. Pola Aliran Radial

Pola aliran radial memiliki arah yang menyebar secara radial di ketinggian tertentu dan mengalir ke tempat di bawahnya. Sekilas, bentuknya menyerupai puncak intrusi magma atau gunung berapi pada umumnya.

Sungai dengan pola ini mengalir mengikuti kontur permukaan bumi yang cenderung cembung. Tak heran jika pola ini disebut-sebut sebagai asal mula sungai konsekuen.

Pola aliran radial banyak ditemukan pada bentangan alam laccolith dan kubak.

5. Pola Aliran Radial Sentripetal

Pola aliran sungai ini merupakan kebalikan dari pola aliran radial. Sungai dengan pola ini mengalir ke tempat yang cenderung cekung. Pola aliran ini dapat berkembang menjadi pola aliran lain, misalnya pola annular.

Selain itu, keberadaannya berpotensi memunculkan sungai obsekuen, sungai resekuen, dan sungai subsekuen.

6. Pola Aliran Paralel

Pola aliran ini bisa ditemukan di tempat yang sangat luas dengan kemiringan yang cukup curam. Bahkan kemiringannya berpotensi membentuk gradien sungai menjadi lebih besar.

Hal ini menyebabkan sungai mengalir ke daerah terendah melalui jalur yang hampir tegak lurus. Pola ini bisa ditemukan di daerah pantai dengan lereng asli dan kemiringannya ke arah lautan.

7. Pola Aliran Annular

Pada dasarnya, pola aliran ini merupakan bentuk variasi dari pola aliran radial. Sungai dengan pola aliran ini bisa ditemukan di tempat yang memiliki kaldera stadium dewasa.

Selain itu, ditemukan juga jenis sungai obsekuen, resekuen, subsekuen, dan konsekuen.

8. Pola Aliran Angular

Pla aliran ini terbentuk dari sudut 90 derajat atau yang lebih kecil. Sungai dengan pola aliran ini umumnya mengalir dengan mengikuti garis-garis patahan yang terbentuk secara geologis.

9. Pola Aliran Radial Sentrifugal

Pola aliran ini terbentuk secara radial menurut ketinggian tertentu. Kebanyakan sungai dengan aliran seperti ini bisa ditemukan di daerah pegunungan.

Aliran airnya memiliki sebaran yang merata ke arah lereng.

10. Pola Aliran Pinnate

Jenis pola aliran ini membentuk sudut lancip pada bagian anak sungainya. Sungai dengan aliran seperti ini umumnya ditemukan di perbukitan dengan lereng yang cukup terjal.

Jenis-Jenis Aliran Sungai

Memahami pola aliran sungai tidak bisa lepas dari jenis-jenis aliran sungai. Pada dasarnya, terdapat 12 bentuk aliran sungai yang bisa dipahami. Berikut ulasannya.

A. Sungai Konsekuen Lateral

Sungai ini jenis ini mengalir di permukaan bumi dengan menuruni lereng-lereng. Misalnya pada  pegunungan, dome, block, dan daratan yang baru terangkat.

B. Sungai Konsekuen Longitudinal

Sungai jenis ini mengalir dengan cara sejajar, terutama secara antiklinal. Sungai jenis ini mengalir umumnya mengalir di bagian puncak gelombang pegunungan.

C. Sungai Resekuen

Sungai jenis ini dikenal memiliki kemiringan tipe dip slope. Bentuk sungai resekuen memiliki searah dengan jenis  sungai resekuen lateral. Namun bisa juga terbentuk dari aliran sungai subsekuen walaupun lebih jarang.

D. Sungai Obsekuen

Bentuk sungai ini alirannya menurun dari permukaan patahan. Namun, arahnya berlawanan dengan formasi-formasi patahan itu sendiri.

E. Sungai Insekuen

Bentuk sungai insekuen dikenal terbentuk begitu saja tanpa aliran yang nyata. Sungai ini mengalir tanpa mengikuti lapisan batuan di sekitarnya. Selain itu, pola aliran tidak berhenti begitu saja. Bentuk sungai ini mengikuti aliran jenis dendritis.

F. Sungai Reserve

Bentuk sungai ini pada dasarnya kurang mampu mempertahankan arah alirannya. Terutama saat terjadi pengangkatan. Hal ini membuat arah aliran sungai berubah-ubah dan menyesuaikannya dengan keadaan.

G. Sungai Subsekuen

Sungai ini terbentuk dari jenis sungai konsekuen lateral. Perbedaannya terletak pada erosi mundur yang dialaminya sampai ke puncak lereng.

Sungai jenis ini memperluas lembah dengan erosi yang bergerak ke samping. Tak heran jika akan ditemui aliran baru mengikuti arah patahan yang dialaminya.

H. Sungai Superimposed

Jenis sungai ini umumnya mengalir pada lapisan sedimen datar yang menutupi lapisan batu di bawahnya. Tak jarang sungai ini akan mengikis batuan dengan cara memotong formasi batuan awal.

Aliran sungai ini terbentuk tidak sesuai dengan struktur batuan yang berada di sekitarnya.

I. Sungai Anteseden

Sungai ini mengalir dengan arah yang tidak berubah-ubah karena mengimbangi pengangkatan lapisan yang terjadi. Bentuk sungai ini terjadi hanya ketika pengangkutan lapisan berjalan secara perlahan.

J. Sungai Komposit

Bentuk sungai ini pada umumnya mengalir dari daerah dengan struktur geologi yang bervariasi. Misalnya pada sungai-sungai besar yang banyak ditemukan di tanah air.

K. Sungai Anaklinal

Bentuk sungai ini mengalir lambat pada permukaan. Selain itu, arah pengangkatannya tidak searah dengan arus sungai itu sendiri.

L. Sungai Compound

Jenis sungai ini mengalirkan air dari tempat yang memiliki geomorfologi berlawanan. Alirannya memiliki karakteristik tersendiri karena tidak searah dengan permukaan di sekitarnya.

Memahami pola aliran sungai pada dasarnya penting dilakukan, termasuk ketika mempelajari bentuk-bentuk sungai. Perbedaan ini terjadi karena pola aliran memiliki bentuk dan arah aliran yang tidak sama antara satu sungai dengan yang lainnya.

Baca juga: Air Terjun Tertinggi di Dunia

  • Add Your Comment

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close