Sejarah Bola Voli

Deskripsi: Sejarah Bola Voli, penemu, perkembangannya, tujuan dan aturan mainnya.


Masyarakat dunia hampir seluruhnya mengenal bola voli. Sudah banyak turnamen internasional yang diselenggarakan seperti Piala Dunia Bola Voli Putra, Piala Dunia Bola Voli Putri dan Piala Grand Champions.

Bagaimana sejarah bola voli dari awal hingga menyebar ke seluruh negara?  

sejarah bola voli

Pengertian Bola Voli

Kata ‘voli’ dalam bola voli merupakan serapan dari bahasa Inggris yaitu ‘volley’ yang bermakna melempar bola tanpa menyentuh tanah. Dalam KBBI, bola voli diartikan sebagai bola yang dipukul sehingga melayang sebelum akhirnya menyentuh tanah.

Pengertian tersebut merupakan prinsip utama dari permainan bola voli, karena pemain sebisa mungkin harus menjaga bola tetap bergerak di atas tanah. Berbeda halnya dengan permainan lain seperti bola basket yang harus menggerakkan bola dengan cara memantulkan ke tanah.

Bola voli juga didefinisikan sebagai salah satu cabang olahraga yang terdiri dari 2 tim yang saling mengoper bola di atas lapangan dengan tujuan mencetak angka.

Sejarah Bola Voli

1. Penemu Bola Voli

Sosok berjasa dalam sejarah bola voli dunia adalah William George Morgan yang merupakan penemu olahraga ini pada tanggal 9 Februari 1895.

Dia mengambil jurusan pendidikan jasmani di Young Men’s Christian Association (YMCA) kemudian bekerja sebagai instruktur pendidikan jasmani. YMCA berlokasi di Holyoke, Massachusetts, Amerika Serikat.

Dikatakan bahwa Morgan mendapatkan inspirasi dari James Naismith yang satu sekolah dengannya dan sekaligus menjadi penemu bola basket. Alhasil, Morgan membuat sebuah permainan bola yang awalnya disebut dengan ‘mintonette’.

2. Asal Usul Nama

Adapun asal usul nama ‘mintonette’ adalah dari badminton yang sudah lebih dulu ditemukan pada tahun 1860. Namun pada tahun 1896, Morgan memutuskan untuk mengganti dengan nama ‘volleyball’ karena memang lebih cocok dengan sistem permainan yang dijalankan.

Oleh sebab itu, tidak mengherankan kalau Morgan menyatakan bahwa mintonette atau bola voli merupakan kombinasi antara olahraga badminton, basket dan bola tangan. Pergerakan dalam jenis olahraga itulah sumber inspirasi yang dipilih oleh sang penemu.

Penggantian nama ‘mintonette’ menjadi ‘volleyball’ juga bertepatan dengan debut permainan tersebut di muka umum. Pada saat itu, Morgan diminta oleh eksekutif direktur pendidikan jasmani YMCA untuk menampilkan permainan baru yang dia buat.

Terdapat 2 tim yang bertanding dan tiap tim memiliki 5 member. Pada momen yang juga dihadiri oleh para instruktur pendidikan jasmani, ia menjelaskan dengan detail mengenai prinsip dasar permainan dan bagaimana aturan dalam memainkan voli.

Sejak demonstrasi pertama di stadion YMCA tersebut, bola voli mulai dikenal dan bahkan dimainkan oleh para kaum muda-mudi. Alhasil, sejarah bola voli meluas dan berkembang ke negara lain seperti Kanada pada tahun 1900.

Beberapa tahun kemudian tepatnya pada 1947, induk organisasi bola voli terbentuk dengan nama Federation Internationale de Volleyball (FIVB) di Prancis. Hingga sekarang, FIVB bermarkas di Lausanne, Swiss.

Sejarah Bola Voli di Indonesia

Bola voli mengalami perkembangan dan penyebaran yang cukup cepat. Banyak yang menggandrungi olahraga tersebut sampai banyak bermunculan asosiasi bola voli di tiap-tiap negara dan klub dari berbagai umur.

Sejarah bola voli bisa masuk sampai Indonesia terjadi selama masa penjajahan Belanda. Hanya saja, pihak yang boleh memainkan terbatas untuk orang Belanda dan para bangsawan.

Pelajaran tentang bola voli juga khusus diberikan oleh guru pendidikan jasmani asal Belanda di sekolah-sekolah elit. Sehingga, pribumi biasa tidak memiliki kesempatan untuk mengenal permainan bola voli.

Bola voli baru mulai meluas di kalangan biasa ketika banyak tentara yang mulai tertarik. Mereka biasa memainkan voli di lapangan terbuka milik asrama. Beberapa pertandingan sering diselenggarakan sehingga nama bola voli semakin terdengar oleh masyarakat luas.

Titik puncak perkembangan bola voli di Indonesia adalah terbentuknya organisasi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) pada tanggal 22 Januari 1955 di Jakarta.

Pembentukan tersebut didorong oleh semakin banyaknya klub voli yang bermunculan sehingga membutuhkan wadah pemersatu. Jabatan ketua PBVSI pertama kali diserahkan kepada W.J. Latumenten.

Kemudian pada tanggal 28 – 30 Maret 1955, kongres dan turnamen nasional untuk pertama kalinya diselenggarakan di Jakarta. Sampai sekarang, eksistensi bola voli di Indonesia masih membara dan semakin banyak atlet handal yang berprestasi.

Tujuan Permainan Bola Voli

  • Membuat bola melayang sampai melewati net dan masuk ke area tim lawan tanpa kena block.
  • Mencetak skor dengan memukul bola ke lantai lapangan tim lawan sebanyak mungkin.
  • Mencegah bola agar tidak keluar garis lapangan.
  • Mempertahankan bola tetap berada di atas lantai lapangan sehingga permainan dapat terus berlanjut.
  • Membangun kerjasama dan solidaritas dengan anggota dalam satu tim.
  • Menghormati anggota dari tim lawan sehingga tercipta permainan yang fair.
  • Mendapat kemenangan dan menorehkan prestasi.

Aturan Permainan dan Ukuran Lapangan Bola Voli

1. Aturan Bola Voli

  1. Jumlah pemain tiap tim minimal 4 orang dan maksimal sebanyak 6 orang yang terbagi untuk mengisi posisi spiker, tosser, libero, defender dan server.
  2. Permainan diawali dengan melempar koin sebagai penentu tim yang berhak melakukan server.
  3. Server dianggap sah apabila pemain melakukannya di luar garis lapangan dan bola sukses melewati net ke area lawan.
  4. Pemain diperbolehkan melakukan teknik dasar voli asalkan masih berada di wilayah dalam garis.
  5. Bola dikatakan out apabila posisinya berada di luar garis lapangan.
  6. Bola dikatakan masuk apabila menyentuh area lapangan lawan.
  7. Pemain yang menangkap bola akan dikenai pelanggaran, karena dalam bola voli hanya boleh memukul dan memantulkan bola sepanjang tidak menyentuh permukaan lapangan.
  8. Bagian tubuh mana saja boleh digunakan untuk memukul bola asalkan jangan menendang.
  9. Pemain tidak boleh menyentuh net dan apabila terjadi maka akan dianggap sebagai pelanggaran.
  10. Pergantian pemain dapat dilakukan sesering yang dibutuhkan.

2. Ukuran Lapangan Bola Voli

Panjang lapangan bola voli adalah 18 meter sedangkan lebar lapangan yakni 9 meter. Kemudian, ukuran area untuk servis dan panjang garis serangnya sama-sama 3 meter. Berikut gambar lapangan bola voli:

Ukuran Lapangan Bola Voli

Teknik Dasar dalam Permainan Bola Voli

1. Passing

Dalam bola voli, passing adalah teknik dasar untuk mengendalikan bola selama pertandingan. Beberapa kegunaan passing antara lain menangkis bola, menerima bola, memberikan umpan dan mengembalikan bola ke lawan.

Teknik passing terbagi menjadi 4 jenis yang meliputi passing atas, passing bawah, passing bawah satu tangan dan passing bawah dua tangan.

2. Servis

Pengertian servis dalam bola voli adalah gerakan memukul bola dari luar garis lapangan untuk memulai pertandingan.

Servis harus dilakukan dengan tenaga yang kuat dan cara yang benar agar bola dapat melambung ke area tim lawan. Jenis servis antara lain servis atas, servis bawah, jumping service dan floating service.

3. Smash

Smash adalah teknik yang digunakan untuk menyerang pertahanan lawan dan mencetak skor dalam pertandingan. Oleh sebab itu, smash membutuhkan power yang besar, kontrol yang baik dan akurasi yang tinggi agar bola jatuh tepat di dalam garis lapangan lawan.

Teknik smash terbagi menjadi 3 jenis yaitu open smash, quick smash dan semi smash.

4. Blocking

Definisi blocking dalam permainan voli yakni gerakan yang bertujuan untuk menahan serangan dari tim lawan sehingga mereka gagal mencetak skor.

Pemain yang melakukan blocking harus sedekat mungkin dengan net. Selain itu, pemain harus berada dalam posisi siap lompat sehingga tidak terlambat dalam melakukan blocking.

Sejarah bola voli yang bermula di Amerika Serikat pada tahun 1895 kini sudah menjadi salah satu cabang olahraga populer di dunia.

Bola voli banyak disukai karena olahraga ini mudah dimainkan, perlengkapannya sederhana, dapat dimainkan di area terbuka seperti pantai dan risiko kecelakaan tergolong kecil.

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close