Suku Baduy dan Kebudayaannya

Deskripsi: Sejarah dan daerah asal Suku Baduy, karakteristik, bahasa, kebudayaan dan rumah adatnya.


Indonesia terkenal dengan keanekaragaman budaya yang tersebar di seluruh Nusantara. Lebih dari 300 suku dan etnis yang tersebar memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri.

Salah satu suku yang unik di mata dunia adalah Suku Baduy. Jenis suku ini terkenal dengan kehidupannya yang sangat primitif.

Suku yang terletak di wilayah Banten ini mendapat nama tambahan di belakangnya, yaitu Kanekes.

Hal ini karena beberapa penduduk suku mereka tinggal di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Ingin tahu lebih lengkap?

Simak ulasan di bawah ini!

Sejarah Suku Baduy

Suku Baduy

Ridwan Kamil dan suku Baduy, tribunnews.com

Mempelajari jenis suku tentu tidak lengkap jika tidak mengetahui sejarahnya. Suku ini memiliki sejarah panjang yang dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan.

Setiap suku tentu memiliki ciri khas yang berasal dari kejadian masa lalu atau sejarahnya terdahulu.

Asal Kata

Kata “Baduy” sendiri berasal dari Desa Kanekes yang merupakan sebutan untuk kelompok tertentu.

Seorang peneliti Belanda yang mengkaji tentang kelompok masyarakat tersebut membandingkan dan menemukan sebuah persamaan dengan masyarakat Arab Badawi yang memiliki kebiasaan nomaden.

Aktivitas berpindah-pindah tempat untuk masyarakat Baduy ini dipengaruhi karena adanya gunung dan sungai yang terdapat di utara Kanekes.

Sebagian besar masyarakat Baduy lebih suka dipanggil urang Kanekes atau orang Kanekes. Hal ini agar menonjolkan asal usul tempat mereka tinggal.

Asal Usul

Berdasarkan kepercayaan, masyarakat Baduy berasal dari keturunan Batara Cikal yang berhubungan dengan Nabi Adam sebagai orang pertama yang menginjak kaki di Bumi.

Berdasarkan kepercayaan tersebut masyarakat suku ini melakukan aktivitas bertapa untuk menyelaraskan kehidupan dunia.

Sedangkan bagi ahli sejarah, kelompok Baduy Kanekes berhubungan dengan Kerajaan Sunda pada abad ke-16 sebelum terjadinya keruntuhan.

Pusat kerajaan ini berasal di Pakuan Pajajaran atau yang kini disebut Bogor. Pada zaman tersebut, Banten menjadi pelabuhan dagang terbesar.

Adanya pelabuhan ini sangat penting untuk mengangkut berbagai kebutuhan hidup.

Selain itu, adanya sungai Ciujung menjadi jalanan yang dapat dilewati oleh berbagai jenis perahu. Sehingga kelestarian sungai perlu dilestarikan.

Oleh karena itu dibuatlah kelompok untuk menjaga area sungai tersebut.

Hal inilah yang menyebabkan munculnya tentara yang telah dilatih oleh kerajaan untuk menjaga sekaligus mengelola wilayah sungai dan sekitar hutan di Gunung Kendeng.

Di sana muncul pemukiman yang selanjutnya disebut sebagai warga Kanekes.

Cerita tentang sejarah Suku Baduy Kanekes tersebut berasal dari prasasti, catatan perjalanan pelaut Tiongkok dan Portugis, dan cerita rakyat yang bertema “Tatar Sunda”.

Perbedaan sejarah asal-usul munculnya masyarakat Baduy ini juga berhubungan dengan sumber pengetahuan yang digunakan.

Karakteristik Suku Baduy

Baju Suku Baduy Dalam

orang baduy dalam, budayanesia.com

Sama seperti suku-suku pada umumnya di Indonesia, pasti terdapat ciri khas yang membedakan dengan suku lainnya.

Hal ini dapat menjadi daya tarik bagi suku tersebut agar diingat di lingkungan masyarakat.

Adapun 3 karakteristik yang paling terkenal adalah sebagai berikut.

1. Polos

Masyarakat suku yang tinggal di daerah Banten ini memiliki sifat polos karena tidak mengenal aktivitas selain di lingkungannya.

Karena sifatnya yang tidak ingin terkontaminasi dengan aktivitas di luar lingkungannya, maka masyarakat ini memilih untuk hidup primitif.

2. Menggunakan Baju Tanpa Kancing dan Kerah

Semua barang dan aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat ini sangat polos dan dilakukan secara sederhana.

Mulai dari bentuk hingga motif, peralatan mereka menggunakan tema polos yang menonjolkan kesederhanaan.

Setiap peralatan yang dimiliki oleh masyarakat ini lebih mengedepankan terhadap fungsi, melainkan estetika.

Sehingga baju yang dimiliki tidak memiliki kancing atau kerah yang berbahan sesuai sumber daya yang bisa digunakan. Tujuannya satu, yaitu menutupi tubuh saja.

3. Tidak Menggunakan Alas Kaki

Setiap perjalanan yang dilakukan masyarakat ini tidak menggunakan alat transportasi maupun alas kaki.

Padahal jalanan di lingkungannya terdiri dari berbagai jenis, mulai dari tanah yang panas, berduri, kerikil, jalanan terjal, dan lain sebagainya.

Masyarakat ini melakukan perjalanan dengan kaki telanjang alias tanpa alas kaki.

Karena itu kaki mereka lebih lebar dan memiliki tekstur tebal dibandingkan masyarakat pada umumnya.

Selain itu, hal ini juga menyebabkan kulit kaki masyarakat Baduy lebih kusam.

Rumah Adat Suku Baduy

Rumah Adat Suku Baduy

oleholehbanten.com

Masyarakat Baduy sangat dekat dengan alam, terbukti dari berbagai aktivitas hingga peralatan yang digunakan sangat terhubung dengan sumber daya alam.

Sehingga rumah adat Baduy juga menggunakan material dari alam saja.

1. Bahan Pembuatan Rumah Adat Baduy

Meskipun tidak menggunakan material seperti semen, genteng, cat, dan lain sebagainya.

Namun rumah adat yang dibuat oleh suku ini juga sama kuatnya dibandingkan dengan rumah yang dibangun menggunakan material.

Berikut merupakan bahan rumah adatnya:

  • Bambu
  • Kayu
  • Batu kali
  • Serat ijuk
  • Daun pohon kelapa

2. Bangunan Rumah

Rumah adat suku ini memiliki tipe dan jenis yang sama, sehingga tidak memiliki perbedaan antara rumah yang satu dengan yang lainnya.

Adapun rumah adat ini terdairi dari 3 ruangan dengan fungsi yang berbeda. Ruang depan digunakan untuk menerima tamu dan tempat menenun bagi masyarakat perempuan.

Ruangan kedua digunakan untuk tempat tidur atau ruang berkumpulnya keluarga. Terakhir yaitu ruang ketiga digunakan untuk memasak atau menyimpan hasil padi dan ladang.

Bahasa

Dalam berkomunikasi, suku ini menggunakan Bahasa Sunda karena memang berada di lingkungan Jawa Barat.

Namun masyarakat ini juga mengetahui Bahasa Indonesia dan biasanya digunakan ketika wisatawan datang berkunjung ke wilayahnya.

Masyarakat ini tidak mengenyam bangku sekolah karena tidak ingin terkontaminasi dengan budaya luar.

Sehingga aturan yang dimiliki dalam suku bertentangan dengan aturan pemerintah.

Namun keduanya berjalan beriringan dengan adanya komunikasi yang baik di antara keduanya.

Fakta Unik Suku Baduy

Tradisi Suku Baduy

kompas.com

Karena suku ini termasuk jenis masyarakat unik, sehingga fakta-fakta mengejutkan yang tidak dilakukan oleh masyarakat di luar sangat menarik.

Berikut merupakan fakta-fakta unik yang perlu Anda ketahui tentang Suku Baduy:

  1. Menjalankan sistem perjodohan.
  2. Kekayaan dinilai dari kepemilikan jumlah tembikar.
  3. Satu jenis bentuk rumah adat.
  4. Sebutan ketua suku yaitu Pu’un.
  5. Pada saat puasa orang luar dilarang berkunjung selama 3 bulan.
  6. Gotong royong kuat.
  7. Semua peralatan mandi dan makan berasal dari alam.
  8. Rumah adat tidak menggunakan material biasa.
  9. Jenis pakaian Baduy Dalam berbeda dengan Baduy Luar.
  10. Tidak menggunakan alat elektronik.
  11. Berjalan kaki kemanapun berada.
  12. Orang meninggal dikebumikan dalam lubang, tidak dimakamkan.
  13. Memiliki banyak ayam namun tidak dikonsumsi sehari-hari.
  14. Melakukan MCK (mandi cuci kakus) di sungai.
  15. Menggunakan sistem barter.
  16. Tidak bersekolah.
  17. Melakukan panen madu dan durian setiap waktu.
  18. Tidak pernah kehabisan makanan.

Bagaimana? Penjelasan tentang Suku Baduy di atas sangat lengkap, bukan?

Tentunya berbagai informasi di atas dapat menambah pengetahuan sekaligus dapat menjadi daya tarik bagi Anda untuk berkunjung di kampungnya.

Hal ini dapat membantu perilaku Anda ketika berkunjung di sana.

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close