Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Deskripsi: Sejarah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Lokasi, Kehidupan Flora & Fauna.


Salah satu kawasan konservasi yang banyak dikunjungi wisatawan dan terkenal di Provinsi Jawa Timur ini bernama Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Lokasinya membentang di 4 kabupaten sekaligus.

TNBTS banyak dimanfaatkan untuk budidaya perkebunan hingga wisata.

Salah satu destinasi paling populer bagi wisatawan adalah Gunung Bromo. Gunung berapi aktif ini tepar berada dalam 1 wilayah yang sama dengan Gunung Semeru.

Mereka membentuk jajaran gunung berapi dalam 1 garis lurus yang menarik.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Lokasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Nama TNBTS berasal dari Pegunungan Tengger yang membelah 4 kabupaten sekaligus. Pegunungan ini ada di 4 daerah administratif yaitu Kabupaten Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang.

TNBTS membentang sekitar 20 – 30 km dari timur ke barat dan sekitar 40 km di bagian utara ke selatan.

Secara astronomis TNBTS membentang dari 7o 51’ – 8o 11’ LS dan 112o 47’ – 113o 10’ BT. Wilayahnya sangat luas dengan kondisi topografi dan perekonomian masyarakat yang berbeda. Taman nasional ini terbuka untuk umum dan bahkan merupakan pusat ekonomi perkebunan di 4 kabupaten tersebut.

Akses menuju ke TNBTS ini bisa dimulai dari Malang, Pasuruan, Lumajang, atau Probolinggo. Bagi Anda yang suka suasana santai, Anda bisa datang lewat Probolinggo.

Tapi jika ingin memacu adrenalin, Anda bisa masuk lewat Malang, Lumajang, atau Pasuruan.

Sejarah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Taman nasional ini memiliki sejarah yang cukup panjang. Keberadaan Gunung Semeru dan Gunung Bromo sudah sejak lama menyita perhatian pemerintah kolonial.

Konon Gunung Bromo bahkan menjadi primadona wisata sejak era kolonial. Begitu juga dengan Semeru yang jadi objek penelitian.

Sebelum menjadi taman nasional, wilayah Pegunungan Tengger telah berstatus cagar alam. Selain itu, kawasan ini juga sudah lama dikelola sebagai hutan wisata, hutan produksi, dan hutan lindung. Tapi status sebagai TNBTS baru keluar pada tanggal 14 Oktober tahun 1982.

Keputusan resmi mengenai status kawasan Tengger barulah muncul pada tahun 1992. Sepuluh tahun sejak diganti namanya, pemerintah Indonesia kemudian meresmikan kawasan ini sebagai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Nama kawasan ini diambil dari 2 gunung yang ada di areanya yaitu Gunung Bromo dan Semeru (gunung tertinggi di Pulau Jawa). Kemudian Tengger adalah nama pegunungan di mana 2 puncaknya yaitu Semeru dan Bromo berada.

Luas wilayahnya mencapai 50.276,3 hektar. Karena wilayah yang begitu luas dan ada dalam lingkup administrasi 4 kabupaten yang berbeda, TNBTS dikelola oleh 12 sub bagian resort PTN. Masing-masing memiliki otoritas untuk mengelola zonanya sesuai dengan ketentuan Balai TNBTS langsung.

Kawasan ini berada di wilayah beriklim tropis dengan curah hujan rata-rata sekitar 6600 mm per tahun. Ketinggian tempat justru yang membuat persebaran floranya begitu unik.

Mulai dari hutan lebat, savana, hingga lautan pasir yang membentang di Bromo.

Kondisi Topografi Wilayah

Karena berada di wilayah pegunungan, tentu saja TNBTS memiliki kondisi topografi yang beragam. Mulai dari perbukitan kecil dan landai hingga lereng-lereng curam khas gunung berapi.

Ketinggian area ini membentang mulai dari 750 mdpl – 3676 mdpl (Puncak Gunung Semeru).

Kondisi morfologi TNBTS adalah daerah gunung berapi. Anda bisa menemukan berbagai jenis bentang lahan khas gunung berapi seperti sungai aliran lahar, daerah berpasir, daerah bebatuan, pegunungan dengan punggung terjal, dan juga jenis tanah vulkanik yang berwarna hitam legam.

Kondisi Biodiversitas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Sebagian besar masyarakat pasti lebih paham dengan destinasi wisata di Bromo atau track pendakian di Semeru. Padahal TNBTS memiliki biodiversitas flora dan fauna yang sangat beragam.

Kondisi topografi yang beragam juga menyebabkan persebaran flora yang beragam juga.

1. Persebaran Flora

Menurut hasil penelitian, TNBTS memiliki setidaknya 1.025 spesies flora. Pada bagian zona inti setidaknya ada beberapa famili tanaman yang mendominasi seperti moraceae, araliaceae, meliaceae, apocynaceae, dan euphorbiaceae.

Pada daratan yang lebih tinggi didominasi oleh tanaman belukar. Spesies tanaman yang muncul seperti Liana, Solanaceae, Rubiaceae, Zingiberaceae, dan Verbenaceae. TNBTS juga memiliki 158 spesies anggrek. Di antaranya ada 40 jenis yang masuk kategori anggrek langka.

Salah satu ikon flora yang paling terkenal di TNBTS adalah bunga edelweiss. Bunga ini tumbuh di dataran tinggi. TNBTS pun mendapat julukan sebagai Land of Edelweiss.

Ada 3 jenis edelweiss yang tumbuh yaitu longofilia, viscida, dan javanica.

2. Persebaran Fauna

TNBTS (2015) telah mengklasifikasikan 38 spesies satwa liar yang mendapatkan perlindungan hukum dan hidup di sana. Jumlah spesies tersebut terdiri dari 11 spesies mamalia, 24 spesies aves, 2 spesies insektisida, dan 1 spesies reptil.

  • Kategori mamalia yang hidup di TNBTS adalah Manis javanica, lutung jawa, macan tutul Jawa, Laricus sp, Muntiacus muntjak, dan Hystrix brachyura.
  • Kategori aves yang paling menonjol adalah elang Jawa, Falco mauccentis, Pavo muticus, Halcyon cyanopventris, Haliastur indus, Pericrocotus miniatus, dan Parus major.
  • Kategori reptil yang ada di TNBTS adalah jenis ular kobra Jawa, ular air, ular sendok Jawa, ular luwuk, ular tanah, dan juga bunglon.
  • Kategori insektisida terdiri dari beberapa jenis kupu-kupu seperti sayap biru, raja, jeruk, dan kupu besar.

Kehidupan Masyarakat Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Kondisi kehidupan masyarakat di TNBTS sangat unik. Mereka ini mayoritas terdiri dari suku asli penghuni pegunungan tersebut. Masyarakat asli wilayah ini bahkan juga disebut suku Tengger. Mereka mayoritas beragama Hindu dan biasa melakukan ritual di Gunung Bromo atau Semeru.

Dua gunung tersebut dianggap suci dan keramat bagi umat Hindu. Bahkan Gunung Semeru dianggap sebagai jelmaan Gunung Mahameru yang ada di kahyangan atau tempat tinggal dewa.

Kaum adat suku Tengger ini memegang teguh 5 watak baik yaitu:

  • Prasaja = jujur
  • Prayoga = bijaksana
  • Pranata = patuh pada pimpinan
  • Prasetya = setia
  • Prayitna = hati-hati/waspada

Mayoritas masyarakat Tengger hidup dari sektor pertanian dan perkebunan. Komoditas tanaman pangan seperti buah dan sayur menjadi andalan mereka untuk ditanam di pegunungan.

Selain itu, mereka juga bergantung pada sektor wisata dengan menyediakan berbagai jasa untuk wisatawan.

Lokasi Wisata Favorit

TNBTS memiliki banyak sekali spot wisata. Mulai dari wisata alam, wisata fotogenik, hingga jalur pendakian yang ekstrim. Apa saja daftar spot wisata di TNBTS yang layak Anda kunjungi?

  • Gunung Bromo
  • Lautan pasir Gunung Bromo
  • Bukit Teletubbies Bromo
  • Pura Luhur Punten
  • Penanjakan I Gunung Bromo (spot untuk melihat sunrise)
  • Gunung Widodaren
  • Gunung Batok
  • Bukit Cinta Bromo
  • Gunung Semeru
  • Air Terjun Madakaripura (konon dipercaya sebagai tempat peristirahatan terakhir Patih Gajah Mada)
  • Ranu Pani Semeru
  • Ranu Kumbolo (Semeru)
  • Ranu Regulo (Semeru)
  • Kebun Teh Kertowono
  • Air Terjun Coban Sewu

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah surga yang banyak diminati oleh wisatawan. Bahkan keindahan Gunung Bromo sudah lama menjadi daya tarik wisatawan mancanegara.

Tapi selain wisata, TNBTS juga dikelola untuk tujuan kelestarian ekosistem, pendidikan, dan penelitian.

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close