Sejarah Tari Bungong Jeumpa, Gerakan, Pola, Fungsi dan Alat Musik

Deskripsi: Pengertian dan sejarah Tari Bungong Jeumpa, gerakan, pola, fungsi dan alat musik.


Indonesia memang memiliki banyak sekali kesenian yang indah dan mencerminkan kekayaan budaya bangsa ini, salah satunya adalah tari Bungong Jeumpa.

Tarian ini merupakan kesenian khas dari Aceh yang artinya Bunga Cempaka.

Ya, Bungong Jeumpa dalam bahasa Indonesia artinya adalah bunga cempaka. Tarian satu ini amatlah terkenal di Aceh dan banyak sekali digunakan dalam berbagai acara pertunjukan seni di Aceh.

Seperti apa sih sejarah dari gerakan tarian bungong jeumpa ini dan bagaimana gerakannya?

Sejarah Tarian Bungong Jeumpa

Tari Bungong Jeumpa adalah sebuah kesenian yang berasal dari provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Sejarah dari hadirnya tarian Bungong Jeumpa adalah karena amat populer di kerajaan Aceh.

Saat itu, raja Aceh sangat percaya bahasanya tarian ini bisa membawa rezeki yang besar untuk kerajaannya.

Bunga cempaka menjadi salah satu jenis bunga yang amat disukai oleh kerajaan Aceh dan bunga ini menjadi representasi tarian bungong jeumpa.

Setelah tarian ini muncul sebagai ritual mencari rezeki, lahirlah sebuah lagu berjudul bungong jeumpa yang populer sekitar 7 Masehi.

Lagu ini membuat gerakan tarian bungong jeumpa dimodifikasi dengan koreografi yang lebih indah.

Dengan munculnya lagu bungong jeumpa, maka tarian inipun dimodifikasi oleh para seniman Aceh. Lagu bungong jeumpa digunakan sebagai musik utama untuk mengiringi para penari Aceh bergerak dengan lincah dan lihai.

Pola Gerakan Tari Bungong Jeumpa

brainly.co.id

Gerakan Tari Bungong Jeumpa

Beberapa gerakan dari tarian bungong jeumpa sendiri adalah

1. Pancat

Pancat merupakan gerakan untuk menyiapkan tubuh. Untuk memulai gerakan tari, sang penari harus berdiri tegak mempersiapkan tubuhnya.

Sang penari harus menautkan kedua telapak tangannya di depan dada, polanya seperti seseorang yang sedang bertapa, namun posisinya berdiri.

Sambil berdiri dan bertapa, sang penari harus berjalan ke kanan dan kiri, maju dan mundur untuk mengikuti gerakan musik sesuai dengan temponya.

Para penari juga harus memperhatikan ekspresi wajahnya.

Jadi, tidak hanya gerakan tubuhnya saja yang diandalkan oleh sang penari, namun juga mimik wajahnya. Setidaknya, penari harus melakukan gerakan bertapa sambil berdiri dengan hitungan sampai 8 selama 2 kali.

2. Mandhak

Mandhak merupakan gerakan tangan kanan sang penari yang berdiri dan tangan kirinya memegang siku sebelah kanan.

Gerakan mandhak ini dilakukan secara bergantian, jadi terkadang tangan kirinya berdiri dan tangan kanannya memegang siku, begitu seterusnya.

Setelah itu, jari tangan sang penari coba digerak-gerakkan seolah sedang memetik gitar.

Posisi tubuh sang penari ketika melakukan gerakan mandhak juga harus bergeser ke kiri 2 kali dan ke kanan 2 kali. Gerakan mandhak ini dilakukan dalam hitungan 4.

3. Ngrayung

Ngrayung merupakan gerakan jari tangan yang mana sang penari perlu mengacungkan ibu jari agar menempel ke depan dan 4 jari lainnya dirapatkan.

Sang penari harus menghadapkan kedua telapaknya ke arah atas dan bawah.

Sang penari juga harus melakukan gerakan ngrayung ini ke ke kiri 2 kali dan ke kanan 2 kali. Gerakan ngrayung dilakukan dalam hitungan 4 x 8.

4. Lutut

Gerakan lutut mengharuskan kedua tangan sang penari untuk membentuk lingkaran bak bulan. Kemudian, sang penari harus berjalan kaki di tempat.

Ketika melakukan gerakan lutut ini, sang penari harus bisa menjaga kestabilan lututnya ketika harus berjalan di tempat. Gerakan ini dilakukan dalam hitungan 4 x 8.

5. Wirasa

Wirasa merupakan gerakan kedua tangan sang penari yang mengharuskan ia meletakkan tangganya di bahu. Sang penari juga harus berjalan lurus ke depan dengan gerakan turun secara perlahan.

Dinamakan gerakan wirasa karena sang penari harus memberikan rasa di antara gerakan dan iringan lagu bungong jeumpa yang mengiringi.

6. Pandeleng

Pandeleng adalah gerakan yang mengharuskan sang penari untuk memegang bahu kanan dengan tangan kirinya dan tangan kirinya memegang pinggangnya.

Gerakan pandeleng ini perlu dilakukan oleh sang penari secara bergantian.

Tidak lupa, ketika melakukan gerakan pandeleng ini, sang penari harus mengatur sorot matanya dan juga gerakan kepalanya.

Sang penari harus melakukan sinkronisasi yang tepat antara gerakan kaki, kepala, tangan dan juga tatapan matanya.

7. Solah

Solah merupakan gerakan sang penari yang harus menepukkan kedua tangannya ke depan, lalu ke atas kepala dan juga dada.

Untuk melakukan gerakan solah ini, para penari perlu memiliki kepekaan tinggi terhadap iringan lagu agar paham kapan mulai melakukan gerakan ini.

Gerakan solah sendiri dilakukan 4 kali dengan 8 hitungan.

8. Penutup

Terakhir, adalah gerakan penutup ketika para penari hendak mengakhiri panggung.

Sebenarnya, gerakan penutup ini hampir sama dengan gerakan di awal pembukaan di mana sang penari memiliki posisi seperti orang yang sedang bertapa namun dengan posisi berdiri.

Gerakan ini menjadi akhir dari pentas tari bungong jeumpa dan gerakan ini mempunyai arti ucapan terimakasih kepada penonton yang mau menyaksikan pertunjukan tarian bungong jeumpa.

Pola Lantai Tari Bungong Jeumpa

Tidak hanya gerakan saja yang diatur dalam tarian bungong jeumpa, pola lantai para penaripun juga turut diatur dalam kesenian khas Aceh, seperti :

1. Pola Lantai Horizontal

Pada bagian pola ini, sang penari harus bergerak dengan membentuk garis horizontal, memindahkan langkah kaki menuju ke arah kanan dan juga ke arah kiri.

2. Pola Lantai Vertikal

Pada pola ini, maka sang penari harus bergerak dengan pola vertikal. Sang penari harus menggerakkan langkah kaki ke depan dan belakang.

3. Pola Lantai Melingkar

Sesuai dengan namanya, maka pada pola ini, sang penari haruslah membentuk gerakan perpindahan kaki yang melingkar.

4. Pola Lantai Diagonal

Pola yang terakhir, yakni diagonal, maka sang penari diharuskan mempunyai gerakan perpindahan kaki ke arah kiri atau kanan.

Tari Bungong Jeumpa

ngopibareng.id

Fungsi Tarian Bungong Jeumpa

Ada 3 fungsi dari hadirnya tarian kebanggan suku Aceh ini, di antaranya adalah

  1. Menceritakan kisah bagaimana masyarakat Aceh mempunyai keindahan dan semangat yang tinggi dalam hidup.
  2. Menjadi tradisi dari beberapa acara adat seperti upacara pernikahan, khitan, dan acara adat lainnya.
  3. Menjadi sarana promosi kebudayaan Aceh kepada para wisatawan, mulai dari gerakannya yang penuh filosofi, kostumnya yang khas daerah Aceh dan juga berbagai properti yang digunakannya.

Alat Musik yang Mengiringi Tari Bungong Jeumpa

Beberapa alat musik yang mengiringi tarian bungong jeumpa sendiri adalah :

1. Gitar

Gitar merupakan instrumen wajib untuk mengiringi tarian bungong jeumpa. Cara main alat musik ini adalah dengan memetik sinarnya menggunakan jari.

2. Seruling

Alat musik satu ini juga menjadi bagian yang tidak kalah pentingnya pada pertunjukan tarian bungong jeumpa. Suling terbuat dari bambu yang mana cara mainnya adalah dengan ditiup.

3. Drum

Drum merupakan instrumen perkusi yang cara mainnya adalah dengan ditabuh menggunakan telapak tangan. Drum khas Aceh biasanya dibuat dari bahan kulit.

4. Piano

Alat musik terakhir yang mengiringi tarian bungong jeumpa adalah piano. Cara main dari piano adalah dengan menekan tuts-tutsnya agar menghasilkan bunyi yang harmonis.

Apabila Anda sedang berada di Aceh, rasanya sayang sekali jika melewatkan  tari bungong jeumpa ini. Tarian khas Aceh satu ini sangat layak untuk disaksikan dengan iringan lagu bungong jeumpa yang mendayu indah.

Baca juga: Pakaian adat Aceh

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close