Alat-Alat Laboratorium Biologi

Laboratorium biologi adalah tempat orang belajar tentang berbagai aspek biologis. Dengan ruangan ini, orang bisa mengetahui sel jaringan tumbuhan dan hewan melalui alat-alat laboratorium biologi.

Dengan peralatan yang memadai, orang bisa mempelajari tulang dan struktur tubuh melalui rangka manusia, memvisualisasikan organ penting seperti jantung melalui model biologis dan mempelajari berbagai sistem organ melalui bagan pendidikan.

Alat-alat Laboratorium Biologi

Alat-Alat Laboratorium Biologi

Peralatan yang ada di daftar ini adalah peralatan dasar yang akan Anda temukan di laboratorium biologi manapun.

Peralatan ini diperlukan untuk studi dasar biologi seperti memvisualisasikan sel dan organel, menyiapkan sampel sel atau cairan untuk pengujian, membedah spesimen, atau mencampur bahan kimia.

Jadi, apa saja sih peralatan laboratorium biologi dasar yang perlu Anda kenali?

1. Mikroskop

Ahli biologi menggunakan mikroskop dengan kekuatan yang berbeda untuk melihat organisme dan sampel lebih dekat. Alat laboratorium satu ini sangat bertenaga tinggi, mahal, dan sensitif karena bisa melihat bagian terkecil dari satu sel tampak jelas.

Jenis mikroskop yang sering sekali ada di sebuah laboratorium biologi adalah mikroskop elektron. Alat ini menggunakan berkas elektron dengan membawa detail sel terbaik ke dalam fokus dan memungkinkan molekul besar untuk terlihat.

Ukuran terkecil yang dapat Anda lihat dengan mata telanjang menggunakan jenis mikroskop ini adalah 0,2 mm, yang setara dengan 200 mikrometer. Nah, ukuran 200 mikrometer ini setara dengan satu tonjolan pada sidik jari Anda.

Dibandingkan dengan mikroskop cahaya yang mampu memperbesar 1.000 kali, mikroskop elektron dapat memperbesar objek 200.000 kali. Sementara untuk jenis mikroskop cahaya biasanya memperbesar sel hingga 1.000 kali lipat.

Alat ini menggunakan sinar cahaya terpendek yang memungkinkan resolusi tertinggi, sehingga dapat melihat benda sekecil 0,2 mikrometer dengan lebarnya 0,0002 mm.

2. Sphygmomanometer

Alat satu ini sering disebut dengan tensimeter yang digunakan untuk mengukur perbedaan tekanan antara tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik nadi.

Tekanan darah sistolik adalah tingkat di pembuluh darah saat jantung berdetak. Sebaliknya, tekanan darah diastolik adalah tingkat saat jantung beristirahat di antara detak jantung.

Kedua pengukuran biasanya dinyatakan sebagai nilai sistolik di atas nilai diastolik, dengan pembacaan 120 di atas 80 atau 120/80 mmHg menjadi nilai normal.

Hasil pembacaan di atas 140/90 Hg menunjukkan tekanan darah tinggi di mana orang tersebut perlu mengambil langkah untuk mengurangi nilai tersebut.

3. Kacamata Pengaman

Kacamata pengaman melindungi Anda dari iritasi mata yang mungkin timbul dari bahan kimia atau asap yang ada selama melakukan riset.

Jika terjadi percikan bahan kimia atau asam yang tidak disengaja, maka kacamata juga melindungi Anda dari kebutaan mata.

4. Celemek

Celemek laboratorium dipakai untuk melindungi tubuh dari percikan bahan kimia dan asam. Selain itu, celemek juga membantu melindungi pakaian saat riset maupun bekerja di lab.

5. Sarung Tangan Lateks

Sarung tangan lateks sangat berguna dalam menangani bahan asam, atau spesimen apapun untuk mencegah kontak langsung bahan tersebut dengan tangan dan kulit.

6. Pembakar Bunsen

Pembakar bunsen adalah sumber panas. Alat ini berbentuk silinder yang terpasang pada saluran gas. Ketika saluran gas dibuka, percikan menyalakan api di pembakar bunsen, yang kemudian digunakan untuk memanaskan larutan.

Terkadang larutan perlu direbus untuk melepaskan gas atau untuk melarutkan zat padat ke dalam larutan.

7. Tabung Reaksi

Tabung reaksi biasanya berupa pipa silinder yang terbuat dari kaca, dengan bukaan melingkar di satu sisi dan dasar bulat di sisi lain. Alat ini biasanya hadir dalam berbagai ukuran tetapi ukuran standar yang paling umum adalah 18 x 150 mm.

Tabung reaksi mempunyai fungsi untuk mencampur reagen dalam reaksi biologis apapun. Tabung ini menjadi sangat berguna ketika sejumlah besar sampel perlu diuji untuk penilaian kualitatif dari setiap tes.

8. Alat-Alat Pembedah

Alat pembedah yang hadir di laboratorium biasanya terdiri dari pisau bedah, peniti, gunting, kaca geser, pisau potong kaca, dll. Alat-alat pembedah selalu ada dalam setiap praktik riset biologi apapun.

9. Autoclave

Autoclave digunakan untuk mensterilkan peralatan bedah, instrumen laboratorium, bahan farmasi, dan bahan lainnya. Alat laboratorium biologi ini dapat mensterilkan padatan, cairan, cekungan, dan instrumen dengan berbagai bentuk dan ukuran.

Autoclave mempunyai beragam variasi dalam ukuran, bentuk, dan fungsinya. Autoclave yang sangat dasar mirip dengan panci presto.

Alat ini menggunakan kekuatan uap untuk membunuh bakteri, spora, dan kuman yang kebal terhadap air mendidih dan deterjen yang kuat.

10. Kaca Pembesar

Kaca pembesar digunakan untuk melihat benda kecil dalam berbagai bentuk.

Kacamata pembesar atau lup biasanya mempunyai sebuah pegangan dengan lensa berbentuk lingkaran cembung yang terlihat sangat mirip dengan permen lolipop.

Lensa pada kaca pembesar pada dasarnya adalah lensa cembung yang digunakan untuk menghasilkan gambar yang diperbesar dari suatu objek. Gambar virtual objek yang diperbesar dibuat di belakang lensa pembesar.

Daya pembesaran dari alat ini biasanya berkisar dari dua kali hingga tiga kali ukuran sebenarnya dari benda tersebut.

11. Vaskulum

Vaskulum adalah sebuah tempat wadah yang digunakan oleh ahli botani untuk menjaga sampel lapangan tetap layak dengan menjaga lingkungan agar tetap sejuk dan lembab.

Vaskulum biasanya berbentuk tabung timah pipih yang dibawa secara horizontal dengan tali, sehingga spesimen bisa diletakkan dengan rata dan dilapisi dengan kain yang dibasahi.

12. Root Pressure

Root pressure atau tekanan akar adalah tekanan osmotik di dalam sel akar yang menyebabkan getah untuk naik melalui batang tanaman ke daun.

Nah, penggunaan tekanan akar untuk tanaman adalah membantu dalam membangun kembali rantai molekul air yang berkelanjutan di xilem. Tarikan transpirasional mempertahankan aliran molekul air dari akar ke pucuk.

Ketika nutrisi diserap oleh rambut akar, air bersama dengan mineral meningkatkan tekanan pada xilem. Tekanan ini mendorong air naik ke ketinggian kecil.

Tekanan akar dikaitkan dengan fenomena gutasi, yaitu hilangnya air berupa tetesan cairan dari ujung urat tumbuhan herba tertentu.

13. Atmometer

Atmometer atau evaporimeter adalah instrumen ilmiah yang digunakan untuk mengukur laju penguapan air dari permukaan basah ke atmosfer.

Atmometer kebanyakan digunakan oleh petani dan penanam untuk mengukur tingkat evapotranspirasi (ET) tanaman di lokasi lapangan manapun.

Evapotranspirasi adalah ukuran semua air yang menguap dari permukaan tanah ditambah air yang keluar dari permukaan tanaman.

Berdasarkan jumlah air yang menguap dan keluar, pengguna dapat menyiram tanaman secara bersamaan, yang mengakibatkan penggunaan air lebih sedikit dan kemungkinan meningkatkan hasil panen.

14. Cawan Petri

Cawan petri dibuat sebagai tempat untuk pemisahan. Alat ini dikembangkan untuk kultur mikroorganisme dengan memisahkannya dari kontaminasi udara.

Ya, cawan petri memisahkan antara lingkungan yang terkontaminasi di luar dan yang tidak terkontaminasi di dalam.

Alat-alat laboratorium biologi ini sering sekali digunakan untuk para pelajar, akademisi maupun praktisi untuk melakukan praktikum biologi.

Pastikan Anda mengetahui nama-nama peralatannya, fungsi dan cara penggunaannya agar praktikum Anda berhasil.

Baca juga: Pengertian dan Penerapan Bioteknologi

Terimakasih sudah berkunjung dan membaca artikel ini.

Klik star berikut untuk memberikan dukungan pada kami 😀

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close