Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Cara Budidaya Tanaman Anggrek Mudah dan Menguntungkan

Budidaya Bunga Anggrek Hijau Cantik

Bunga anggrek hijau. Image via pixabay.com

Budidaya tanaman anggrek – Saat ini banyak sekali orang yang sengaja menanam bunga anggrek untuk dijadikan tanaman hias. Tidak cuma sekedar tanaman hias, budidaya tanaman anggrek juga bisa kamu jadikan peluang bisnis lho. Buat kamu para pecinta anggrek pastinya tidak mau ketinggalan juga kan?

Tanaman anggrek (famili orchidaceae) adalah tanaman yang secara alami hidup pada ranting tanaman lain, tanaman anggrek tumbuh liar pada hutam diwilayah tropika yang memiliki cuah hujan tinggi. Namun dalam pertumbuhannya anggrek dapat ditumbuhkan dalam pot yang diisi dengan media tertentu.

Tanaman anggrek dapat hidup pada media tanam seperti pot ada beberapa faktor yang mempengaruhi, seperti faktor lingkungan, sinar matahari, suhu dan kelembaban serta pemeliharaan meliputi pemupukan, penyiraman serta pengendalian.

Tanaman Anggrek dan Pola Pertumbuhan

Tanaman anggrek putih

Image via captainkimo.com

Pada perkembangannya, budidaya tanaman anggrek dibagi menjadi 2 jenis untuk dikembangbiakkan, yaitu anggrek epiphyt dan anggrek terrestris atau anggrek tanah. Anggrek epiphyt adalah tanaman anggrek yang hidup pada menempel pada tanaman lain namun tidak menggangu tanaman tersebut, sedangkan anggrek terrestris adalah tanaman anggrek yang hidup pada tanah humus yang subur.

Sedangkan pola pertumbuhan tanaman anggrek terbagi menjadi 2 tipe yaitu simpodial dan monopodial. Anggrek tipe simpodial adalah tanaman anggrek yang tidak memiliki batang utama, bunga anggrek ke luar dari ujung batang dan berbunga kembali dari anak tanaman yang tumbuh.

Kecuali pada tanaman anggrek jenis Dendrobium sp. dapat mengeluarkan tangkai bunga baru di sisi-sisi batangnya. Contoh dari anggrek tipe simpodial antara lain dendrobium sp., oncidium sp., cattleya sp. dan cymbidium sp. Anggrek tipe simpodial pada umumnya bersifat epifit.

Anggrek tipe monopodial merupakan tanaman anggrek yang bercirikan titik tumbuh terdapat di ujung batang. Pertumbuhannnya lurus ke atas pada satu batang dan tangkai bunga muncul dari sisi batang di antara dua ketiak daun. Tanaman anggrek tipe monopodial antara lain arachnis sp., vanda sp., renanthera sp., phalaenopsis sp., dan aranthera sp.

Calena major anggrek bebek terbang

Image via danglingmouse.com

Budidaya Tanaman Anggrek

Dalam budidaya anggrek kamu perlu mengetahui media yang tepat untuk menanam bunga anggrek yang baik sesuai dengan jenis tanaman anggrek yang akan kamu tanam. Budidaya tanaman anggrek sebenarnya tidaklah rumit, tanaman anggrek bisa hidup menempel pada tanaman lain.

Agar lebih maksimal untuk mengembangbiakkan tanaman anggrek, kamu perlu menyiapkan media tanam yang baik dan perlakuan khusus untuk perawatannya. Berikut teknis budidayanya.

Persiapan Awal Sebelum Penanaman

Persiapan awal yang perlu kamu lakukan adalah mempersiapkan tempat / lingkungan untuk membudidayakan anggrek, mempersiapkan media tanam untuk tanaman anggrek, dan penyiapan bibit tanaman anggrek.

1. Lingkungan Budidaya Anggrek

kebun tanaman anggrek

Image via www.orchidsasia.com

Lokasi yang bagus untuk pengembangbiakan tanaman anggrek  yaitu lokasi yang mempunyai intensitas sinar matahari yang cukup baik, kualitas pertumbuhan tanaman anggrek sangat terpengaruh dengan intensitas sinar matahari yang didapat.

Kadar kebutuhan cahaya matahari dari setiap jenis tanaman anggrek berbeda-beda, intensitas cahaya yang dibutuhkan tanaman anggrek terbagi menjadi 3 jenis kebutuhan.

  1. Kebutuhan pertama tanaman anggrek yang harus terkena sinar matahari secara langsung. Jenis tanaman anggrek yang cocok untuk dibudidayakan pada tempat terbuka adalah tanaman anggrek vanda, anggrek arachnis dan anggrek renanthera.
  2. Kebutuhan jenis kedua adalah jenis anggrek yang bisa tumbuh baik di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Jenis tanaman anggrek yang cocok untuk kondisi ini adalah anggrek ancedium, anggrek dendrobium atau anggrek cattleya.
  3. Kebutuhan cahaya jenis ketiga adalah tanaman anggrek yang tidak suka terkena sinar matahari, sehingga kamu perlu menyiapkan tempat teduh untuk membudidadayakn tanaman anggrek jenis ini. Tanaman anggrek tipe ketiga ini diantaranya jenis anggrek paphiopedilum dan anggrek phalaenopsis.

Untuk membudidayakan tanaman anggrek pada kebutuhan jenis kedua dan ketiga kamu harus memiliki tempat yang khusus yang sudah dirancang sedemikian rupa agar bisa memaksimalkan pertumbuhan anggrek yang Anda tanam. Desain tempat bisa dibuat taman yang pada atapnya tertutupi jaring peneduh (paranet).

2. Menyiapakan Media Tanam yang Baik

Untuk menanam tanaman anggrek ada 2 cara yang bisa kamu lakukan. Kamu bisa menaman anggrek pada media pot atau ditempelkan pada pohon, kedua opsi ini bisa kamu jadikan pilihan untuk membudidayakannya. Baiknya media tanam yang kamu pilih menyesuaikan jenis dari tipe anggrek itu sendiri.

a). Media Tanam Anggrek Pada Pot

Persiapkan wadah / pot yang sesuai dengan karakteristik tanaman anggrek. Pemilihan pot yang biasa digunakan berukuran kecil dan transparan seperti pot plastik, bisa juga menggunakan pot tanah dan pot dari kayu.

Rekomendasi dari aku sebaiknya menggunakan pot tanah liat yang dipinngirnya terdapat lubang-lubang kecil dengan diameter sekitar 2 cm, dengan begitu kamu lebih bisa memantau perkembangan akar dan lebih menyehatkan untuk tanaman anggrek.

Kelemahan dari pot tanah liat lebih cepat berlumut pada dinding potnya, kamu harus sering memberiskannya, opsi lain kamu pergunakan pot transparan bisa dari platik, pot plastik tidak mudah ditumbuhi lumut dan kamu bisa memantau perkembangan akar tanaman.

Untuk media tanam pertumbuhan akar tanaman anggrek yang bisa kamu gunakan diantaranya pecahan genteng atau batu bata merah, sabut kelapa, batu bara, arang dan bisa menggunakan serutan kayu dan kayu pakis.

– Media tanam anggrek dari pecahan genteng / batu bata

media tanam anggrek batu bata

Image via 100gambarbunga.blogspot.com

Pecahan genteng / batu bata kelebihannya adalah baik untuk melekatnya akar anggrek, pengatur kelembapan sekitar akar, dan tempat menyimpan air serta larutan unsur hara. Kelebihan lain media ini tidak mudah melapuk serta mempunyai drainase dan aerasi yang cukup baik.

Penempatan kedua media ini diletakkan didasar pot dengan mengisi 1/3 bagian dari volume pot. Pecahan batu bata mempunyai daya serap lebih besar dari pecahan genteng. Namun pecahan batu bata lebih cepat ditumbuhi lumut jika dibandungkan dengan pecahan genteng. Jika media tanam sudah ditumbuhi lumut sebaiknya segera diganti dengan media tanam baru.

– Media tanam anggrek dari sabut kelapa

media tanam anggrek sabut kelapa

Image via santosogreen.blogspot.com

Media tanam anggrek dari sabut kelapa kelebihannya mempunyai daya penyimpanan air yang sangat baik dan mengandung unsur hara yang diperlukan tanaman anggrek. Penggunaan sabut kelapa pilihlah yang sudah berusia tua, kemudia dipotong-potong menyesuaikan ukuran pot bunga.

Kelemahan sabut kelapa lebih cepat membusuk dari pada bahan media tanam lainnya. Teknik penggunaannya sebelum dimasukkan kedalam pot direndam dulu ke dalam larutan fungisida.

Media tanam ini jika belum digunakan sebaiknnya disimpan ditempat yang sejuk dan kering karena jika dipergunakan bisa membusuk dan menjadi sumber penyakit tanaman anggrek.

– Media tanam anggrek dari arang

media tanam anggrek dari arang

Image via icnursery.wordpress.com

Kelebihan dari media tanam anggrek dari arang yaitu memiliki kemampuan mengikat air yang cukup baik, namun masih lebih baik sabut kelapa. Kelebihan dari media arang yaitu tidak mudah lapuk, tidak mudah ditumbuhi cendawan dan bakteri.

Arang memiliki sifat buffer yang maksudnya jika terjadi kesalahan pemupukan (kelebihan dosis pupuk) masih bisa ditolerir. Penggunaan media arang untuk budidaya anggrek sebaikanya direndam ke dalam larutan pupuk NPK terlebih dahulu. Selain pupuk NPK, perendaman dicampur dengan larutan fungsida untuk meminimalisir tumbuhnya jamur pada arang.

– Media tanam anggrek dengan serutan kayu

media tanam anggrek serutan kayu pinus

Image via amabilisorchids.wordpress.com

Media tanaman dengan serutan / serpihan kayu lebih banyak digunakan untuk jenis anggrek tanah (terestrial). Kelebihan dari serutan kayu mempunyai drainase dan aerasi yang baik. Namun lemah dalam daya simpan air.

Kelemahan yang terdapat untuk serpihan kayu yaitun minim unsur hara yang baik terutama nitrogen. Serutan kayu cukup lambat pada proses pelapukan karena kayu banyak mengandung senyawa yang sulit terdekomposisi, seperti hemiselulosa, selulosa, dan lignin.

Penggunaan media ini yaitu dengan cara direndam dulu didalam larutan pupuk urea dan TSP. Pencegahan hama dan penyakit pada media tanam jenis ini, saat perendaman dengan pupuk bisa ditambahkan larutan pestisida.

– Media tanam anggrek dengan kayu pakis

media tanam pakis tanaman anggrek

Image via amabilisorchids.wordpress.com

Media tanam anggrek mengguankan kayu pakis, pakis termasuk kedalam tumbuhan paku-pakuan namun tumbuh cukup besar dan memiliki kayu pada batangnya. Tekstur kayu pakis berbeda dengan kayu pohon pada umunya.

Kayu pakis memang sukar melapuk, namun baik dalam pengikatan air pada kayu serta memiliki kemampuan drainase dan aerosi yang baik.

Kayu pakis yang digunakan di dalam pot dipotong dalam bentuk cincangan yang tidak terlalu halus. Potongan yang halus menyebabkan kelembapan tinggi yang bisa menimbulkan penyakit busuk akar.

Untuk menghindari hama dan penyakit yang membuat akar tanaman anggrek menjadi busuk, kayu pakis perlu dicelup ke larutan fungisida, bisa dicampuk dengan insektisida agar tidak menjadi sarang serangga seperti semut. Sebelum digunakan potongan kayu pakis direndam ke dalam larutan pupuk NPK.

b). Media Tanam Anggrek Cara Di Tempel

Tanaman anggrek yang bisa tumbuh dengan cara menempelkan diri pada tanaman lain disebut epifit. Media tanamnya cukup menggunakan pohon saja, ada juga sebagian orang menanam anggrek pada tiang beton atau pada dinding rumahnya.

Dengan perawatan sederhana yaitu dengan penyiraman rutin dan diberi tambahan media seperti potongan kayu pakis dan sabut kelapa anggrek bisa hidup pada tiang beton dan akarnya bisa menjalar menempel pada dinding tiang tersebut.

Namun jika untuk di budidayakan, cara ini tidak disarankan karena lingkungan perkotaan dan jauh dari lingkungan hutan sangat tidak sesuai dengan habitat asli tanaman anggrek. Dengan begitu hasil pertumbuhan anggrek menajadi tidak maksimal dan bunga yang dihasilkan juga tidak selebat dan seindah dengan cara penanaman pada media pot.

3). Menyiap Bibit Tanaman Anggrek

Pembibitan tanaman anggrek bisa menggunakan 2 cara, yaitu dengan cara konvensional dan dengan cara kultur jaringan (kultur in vitro).

a). Pembiakan Anggrek Cara Konsensional

Pembiakan dengan cara lama dibagi lagi menjadi dua jenis yaitu cara vegetatif dan generatif.

– Cara vegetatif

cara vegetatif menanam bunga anggrek

Image via jurustani.com

Cara vegetatif yaitu dengan cara pemisahan atau pemecahan dari rumpun tanaman anggrek kemudian dipindahkan ke media tanam yang lain.

Bibit yang diambil adalah tunas dari tanaman induk yang sudah memiliki akar, tunas tadi menjadi bibit baru untuk di tanam di media tanam yang baru.

– Cara generatif

Cara Generatif yaitu penumpuhan bibit anggrek dari biji anggrek, biji anggrek sangat kecil dan tidak mempunyai endosperm (cadangan makanan). Perkecambahan biji anggrek di alam bebas sangat sulit tanpa bantuan jamur yang bersimbiosis dengan biji tersebut.

Jika kamu melakukan pembibitan dari biji anggrek untuk di budidayakan juga memerlukan waktu cukup lama. Dari biji sampai tumbut bibit kecil memerlukan waktu sekitar 3 bulan. Setelah masuk usia 3 bulan belum langsung dipindahkan ke pot utama tanaman anggrek.

bibit anggrek cara generatif

Image via anissaputriblog.wordpress.com

Bibit anggrek perlu dipindahkan ke pot yang agak besar berdiameter 6 cm – 12 cm. Pada masa ini bibit perlu perawatan rutin seperti pemupukan, penyiraman dan penjagaan dari hama dan serangga karena sangat rentan terhadap gangguan hama dan penyakit.

Setelah bibit anggrek tumbuh lebih besar ditandai munculnya daun-daun dan muncul akar yang mulai menjalar. Kira-kira setelah 3 bulan dari pemindahan pertama, pada usia ini bibit anggrek siap ditanam di pot utama berdiameter sekitar 12 cm – 20 cm.

Pada masa ini tanaman anggrek bisa dijual dan siap dipasarkan.

b). Pembiakan Anggrek Kultur Jaringan (kultur in vitro)

Secara umum, kultur jaringan didefinisikan sebagai cara untuk memperbanyak jenis tanaman dengan mengisolasi bagian tertentu yakni bagian jaringan meristem.  Misalnya mata tunas atau  daun, dapat menumbuhkan bagian tersebut pada media buatan yang aseptik , dibantu dengan zat-zat pengatur tumbuh.

kultur in citro tanaman anggrek

Image via bapeluh.blogspot.com

Keunggulan utama dari kultur jaringan adalah untuk mendapatkan tanaman baru dalam jumlah banyak dalam waktu yang relatif singkat. Dengan metode kultur jaringan bibit yang dihasilkan mempunyai sifat fisiologi dan morfologi sama persis dengan tanaman induknya. Selain itu bibit yang dihasilkan juga bisa sifat unggulan.

4). Perawatan Tanaman Anggrek

Pemindahan Tanaman ke Media Tanam

Sebelum melakukan pemindahan tanaman anggrek, kamu harus menyiapkan media tanam terlebih dahulu. Budidaya tanaman anggrek umunya menggunakan media tanam dengan pot dari tanah liat. Pot media tanam ditaruh diatas rak-rak lokasi budidaya. Selain itu jika kamu ingin menghias tempat budidaya kamu, penenpatan pot bisa kamu gantung dengan media kawat yang dibuat seperti tempat jemuran.

Pot tanaman anggrek sebaiknya memang ditaruh dirak atau menggantung, karena jika pot menempel langsung pada permukaan tanah tanamaman anggrek lebih mudah diganggu hama seperti bekicot dan keong, selain itu drainase aerosi ketika dilakukan penyiraman juga tidak berfungsi maksimal.

Keuntungan lain dari menempatkan tanaman dirak atau digantung yaitu  sinar matahari bisa menembus sela-sela tanaman, sirkulasi udara bisa berjalan lancar. Selain itu pertumbuhan lumut di badan pot bisa dihambat.

Perawatan tanaman anggrek memang banyak memperhatikan kualitas media tanam yang digunakan, kamu perlu runting mengganti media tanam maupun pot jika memang sudah tidak layak. Jika media tanam semisal kayu pakis banyak ditumbuhi lumut, kamu perlu mengganti kayu pakis yang baru.

Tujuannya agar akar anggrek tetap sehat. Jika pertumbuhan akar anggrek juga sudah lebat, kamu perlu memindahkan tanaman anggrek ke pot yang baru (repotting) dan ditambah dengan media tanam yang lebih banyak. Hal ini dimaksudkan agar pertumbuhan tanaman anggrek tidak terhambat dan bisa berbunga lebat.

repotting tanaman anggrek yang sudah mulai besar

Repotting tanaman anggrek yang sudah mulai besar. Image via syekhfanismd.lecture.ub.ac.id

Pemupukan Masa Tanam

Pemupukan yang baik dilakukan dengan penyemprotan, pemupukan sebaiknya juga dilakukan pada daun tanaman anggrek. Karena pembuluh daun pada tanaman anggrek bisa menerima 90% asupan nutrisi sedangkan akar hanyak menerima 10%.

Bagi pecinta tanaman anggrek, pupuk yang biasa digunakan bernama dekastar. Dekastar mampu mempercepat tumbuhnya tunas, melebatkan daun, merangsang munculnya bunga dan menyburkan tanaman. Selain dekastar untuk pemupukan anggrek bisa menggunakan NPK.

Pemupukan menggunakan NPK memiliki dosis yang berbeda-beda dari setiap masa pertumbuhan tanaman. Kuantitas pupuk dapat mengatur keseimbangan pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman.

Pada masa fase pertumbuhan vegetatif tanaman anggrek yang masih kecil, perbandingan pemberian pupuk NPK adalah 30:10:10. Fase pertumbuhan vegetatif tanaman angrek  yang berukuran sedang, perbandingan pemberian pupuk NPK adalah 10:10:10.

Sedangkan pada fase pertumbuhan generatif yaitu untuk merangsang tnaman untuk berbunga, perbandingan pemberian pupuk NPK adalah 10:30:30.

pemupukan tanaman anggrek dengan penyemprotan

Image via www.got-bonsai.co.uk

Pemupukan baiknya dilakukan pada pagi hari dan sore hari setiap 3 hari sekali menggunakan penyeprot tanaman (bisa memakai sprayer / nosel), semprotkan pada bagian daun dan akar tanaman anggrek.

Penyiraman

Penyiraman anggrek juga menggunakan teknik menyemprot (spraying), sebenarnya tanaman anggrek tidak suka dengan asupan air yang berlebihan karena akan menjadikan media tanam menjadi becek rentan merusak pertumbuhan akar.

pemupukan tanaman anggrek dengan penyemprotan

Image via id.wikihow.com

Penyemprotan yang baik adalah pada bunga daun dan batang untuk meminimalisir serangan hama dan tumbuhnya penyakit. Bunga anggrek jika rutin disemprot akan mekar dengan segar dan cantik, Penyemprotan bisa dilakukan 2 kali sehari pagi dan siang hari sebelum pemupukan.

Pada musim kemarau, penyiraman bisa dilakukan sampai 3 kali sehari, satunya pada saat malam hari.

Peluang Bisnis

Hiasan taman anggrek pada ruang tamu

Image via www.infoagribisnis.com

Hal istimewa yang dimiliki tanaman anggrek terletak pada penampilannya, kamu perlu menjaga kualitas dan keindahan tanaman anggrek agar mempunyai nilai jual yang tinggi. Ada beberapa hal untuk menjaga kualitas penampilan yaitu waktu pasca panen dan pasca produksi.

Faktor yang mempengaruhi mutu pasca panen anggrek adalah tingkat ketuaan bunga, suhu, pasokan air, perawatan media tanam dan pot serta penanggulangan hama. hal lainnya yang mempengaruhi produksi anggrek pot antara lain kultivar, stadia pertumbuhan, cahaya, medium, pemupukan, temperatur dan lama pengangkutan.

Sebagai hobi yang menyenangkan, bunga anggrek selain untuk menghias pekarangan rumah kamu bisa kamu biakkan dan kamu eksplorasi dengan melakukan perkawinan silang.

Jika pertumbuhan anggrek kamu banyak, sebagian bisa untuk kamu jual. Anda bisa menjualnya dengan range harga mulai dari Rp. 25.000 – Rp. 400.000.