Ini Ucapan Selamat Hari Puisi Nasional yang Cocok Dipasang Jadi Status dan Caption

Ucapan Selamat Hari Puisi Nasional

image source : http://batutimes.com

Selamat Hari Puisi Nasional – Hari ibu mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Pun, dengan perayaan hari istimewa lain semisal hari raya keagamaan, hari batik, dan sebagainya.

Namun, apakah Anda mengetahui tentang hari puisi nasional? Bagi seseorang yang bukan penggiat sastra, hari puisi nasional mungkin terdengar asing.

Bahkan, Kamu belum pernah mengetahuinya. Nah, hari spesial yang jatuh pada tanggal 28 April ini merupakan tanggal meninggalnya sosok penyair kenamaan tanah air yaitu Chairil Anwar.

Lahir di tahun 1922, beliau meninggal di usia yang masih sangat muda yaitu 26 tahun. Pecinta tulisan-tulisan sastra pasti ingin berkontribusi dengan memberi ucapan selamat hari puisi Nasional setiap tahunnya.

Hal ini dilakukan untuk mengenang tulisan-tulisan Chairil Anwar serta meningkatkan semangat generasi muda untuk memiliki gairah berkarya layaknya Chairil Anwar.

Ucapan Selamat Hari Puisi Nasional

Apakah Kamu sedang mencari inspirasi kata-kata ucapan selamat hari puisi nasional? Berikut rangkumannya untukmu (cocok sebagai status atau caption di timeline medsosmu):

1. Ucapan Selamat Hari Puisi Nasional : Senjata Ampuh berekspresi

“Selamat Hari Puisi Nasional, ingatlah bahwa Sastra kini menjadi senjata ampuh untuk berekspresi bebas sebagai insan manusia.” – iSuryanagara20

2. Ucapan Selamat Hari Puisi Nasional : Jangan Takut

“Berpuisilah tanpa takut dibilang sok bijak tanpa takut dibilang galau tanpa takut dibilang patah hati teruslah berkarya tanpa takut dibenci karena hujan yang membawa kesuburan pun terkadang masih dimaki” – Anonym

3. Ucapan Selamat Hari Puisi Nasional : Romantis

“Selamat Hari Puisi Nasional. Sepasang matamu masih menjadi dua bait terbaik dari seluruh puisiku.” – usmanarrumy

4. Ucapan Selamat Hari Puisi Nasional : Chairil Anwar

“Ada yang berubah ada yang bertahan karena zaman tak bisa dilawan, yang pasti kepercayaan harus diperjuangkan” Chairil Anwar

5. Ucapan Selamat Hari Puisi Nasional : Petarung Sejati

“Galaunya cukup dalam puisi-puisi, di sisi hidup yang lain kita tetap petarung sejati!” -dsuperboy

6. Ucapan Selamat Hari Puisi Nasional : Tak Perlu Dipahami

“Berpuisilah, Karena dengan berpuisi, Manusia yang lain mampu mengerti. Bahwa semua perasaan yang ada, tak selalu perlu dipahami.” – rninra

7. Ucapan Selamat Hari Puisi Nasional : Puisi

Merdeka itu, ngopi!

Meredam sepi

Tumbuh inspirasi

Menjela puisi – SRDewi9

8. Ucapan Selamat Hari Puisi Nasional : Tetap Berkarya

“Selamat hari puisi Nasional. Yuk, terus berkarya dalam dunia aksara! Cintailah pena.”

9. Ucapan Selamat Hari Puisi Nasional : Dua hal

“Dua hal yang membuatmu jadi penulis hebat. Pena dan penat!”

10. Ucapan Selamat Hari Puisi Nasional : Boy Chandra

“Selamat Hari Puisi Nasional. Terima kasih sudah menyediakan sedikit ruang di dadamu untuk ditumbuhi puisi.” – Boycandra

11. Ucapan Selamat Hari Puisi Nasional : Tidak Berani

“Selamat Hari Puisi Nasional. Mari mengenang pujangga Chairil Anwar yang tidak memiliki keberanian mengungkap cinta pada Sri Ayati.”

12. Ucapan Selamat Hari Puisi Nasional : Sujiwo Tedjo

“Ingin dicintai karen tahta masuklah partai politik. Ingin dicintai karena cinta menulislah puisi.” – Sudjiwotedjo

13. Ucapan Selamat Hari Puisi Nasional : Maha Indah

“Melalui diksi yang indah, kita sadar bahwa ada Dia yang Maha Indah. Selamat Hari Puisi Nasional!”

14. Ucapan Selamat Hari Puisi Nasional : Terus Mencipta Karya

“Selamat Hari Puisi Nasional untuk Kamu pecinta puisi. Teruslah mencipta karya yang indah. Tetaplah tunjukkan cinta pada sastra Indonesia dan menginspirasi!”

Nah, bagi orang yang kurang paham dunia sastra pastinya kurang mengenal sosok Chairil Anwar.

Di hari puisi nasional ini, Anda bisa mencari tahu tentang penyair yang satu ini, berikut fakta menarik mengenai Chairil Anwar di hari puisi nasional :

Fakta Menarik Chairil Anwar, Penyair berdarah Minangkabau

#Chairil Anwar Seorang Nasionalis

Meskipun tidak pernah mengikuti peperangans ecara fisik, Chairil ternyata berjuang melalui puisi-puisinya. Dalam bait puisi berjudul “Siap Sedia”, ia mengungkapkan kebencian pada Jepang yang sedang menjajah Indonesia.

“Kawan, kawan. Mari mengayun pedang ke dunia terang,” tulisnya kala itu. karena karya tersebut, ia didakwa dengan tuduhan pemberontakan.

Puisi lain berjudul “Karawang-Bekasi” juga termasuk nasionalis. Puisi tersebut menceritakan tentang belanda yang kejam membantai ratusan orang Indonesia di Rawagede.

#Pemikat Wanita

Selama hidupnya, Chairil terkenal sedikit flamboyan. Ia tertarik pada beberapa wanita yaitu Karinah Moorjono, Gadis Rasid, Dien Tamaela, Ida, Sri Arjati, dan Sumirat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pamusuk Eneste dalam buku yang berjudul “Mengenal Chairil Anwar”.

#Menggagas Slogan “Boeng Ajo Boeng”

Suatu hari pelukis kenamaan Indonesia yaitu Sudjojono diminta oleh presiden untuk mengajak seniman membuat poster perjuangan. Semula, Sudjojono menyerahkan tugas tersebut pada Balai Pustaka yang menangani rancangan grafik.

Namun, justru Affandi-lah yang diminta untuk membuat poster. Ia meminta Dulla menjadi modelnya. Hingga akhirnya menjadi lukisan gambar lelaki dengan tangan meninju ke atas.

Lalu, diberi teks “Boeng Ajo Boeng” oleh Chairil Anwar.

#Anak Bupati Inderagiri

Ayah Chairil bernama Toeloes yang merupakan Bupati Inderagiri, Riau. Chairil berpisah dengan ayahnya saat umur 19 tahun karena perceraian.

Ia mengikuti ibunya Saleha ke Batavia. Bupati Toeloes meninggal hampir bersamaan dengan Chairil karena adanya tragedi pembantaian.

#Hidup Berkelana

Chairil terkenal lebih menyukai gaya hidup yang bebas dan tidak terikat dengan apapun. Ia lebih gemar kelayapan ke lingkungan seni. Ia tidak suka dengan hidup yang teratur. Terlihat dari ucapan saat berhenti bekerja bersama Bung Hatta.

“Mana bisa tahan kerja dengan Hatta, masuk jam delapan pagi pulang jam dua siang,” ucap Chairil.

Setelah mengenal lebih jauh tentang Chairil Anwar, apakah Kamu jadi menyukai sastra dan puisi?

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close