Sejarah Kerajaan Majapahit, Puncak Kejayaan dan Peninggalannya

Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan Hindu Buddha yang dianggap kerajaan terbesar di dalam sejarah Indonesia.

Berdasarkan kitab Negarakertagama, luas kekuasaan Majapahit membentang dari daratan Jawa, Sumatera, Kalimantan, Indonesia Timur, hingga Semenanjung Malaya.

Menurut sejarah, kerajaan yang berpusat di Jawa Timur ini berdiri sekitar tahun 1923 M – 1527 M.

Awal berdirinya Majapahit dimulai ketika Singasari runtuh, dan Kertanegara gugur akibat dari serangan Jayakatwang, yang tidak lain adalah Raja Kediri pada kurun waktu 1292 M.

kerajaan majapahit

Peninggalan Kerajaan Majapahit

Meskipun Majapahit telah runtuh sejak ratusan tahun lalu, namun tidak serta merta membuat eksistensi dan nama besarnya menghilang dari Nusantara.

Hal tersebut diperkuat dengan warisan Majapahit yang menjadi bukti nyata bahwa salah satu kerajaan terbesar tersebut pernah ada.

Berikut ini adalah beberapa peninggalan dari masa kejayaan Majapahit yang paling terkenal:

1. Situs Trowulan

Kawasan purbakala yang berada di Kabupaten Mojokerto ini merupakan situs perkotaan era klasik.

Situs Trowulan berdiri di atas tanah seluas 11 x 9 km, di mana isinya bukan hanya tempat tinggal, namun juga berbagai situs lain, seperti tempat upacara, pasar, sawah, dsb.

2. Candi Cetho

Peninggalan Majapahit yang terletak di Karanganyar ini pertama kali ditemukan di tahun 1842 oleh seorang mantan arkeolog dari Belanda, yaitu Van de Vlies.

Candi Cetho merupakan bangunan bercorak Hindu yang pernah difungsikan sebagai tempat Pemujaan.

3. Candi Sukuh

Menurut riset, Candi Sukuh dibangun sekitar tahun 1437 M, dengan mengusung pola piramida dan warna kemerahan.

Warisan bangunan dari masa kejayaan Majapahit ini juga berada di Karanganyar, dan ditemukan pertama kali oleh Johnson di tahun 1815.

4. Gapura Bajang Ratu

Bangunan ini terletak di Mojokerto. Di dalam kitab Negarakertagama disebutkan, bahwa gapura dengan struktur vertikal ini difungsikan sebagai pintu untuk memasuki bangunan suci.

Ciri khas dari Gapura Bajang Ratu adalah keberadaan relief Sri Tanjung, dan Ramayana.

5. Candi Jabung

Situs candi yang berdiri di Desa Jabung, Probolinggo ini memiliki karakteristik dibangun dari bata merah, dengan ukiran relief di berbagai sisi.

Raja Hayam Wuruk dikabarkan pernah singgah di candi bercorak Hindu dalam perjalanannya mengelilingi Jawa Timur.

6. Candi Pari

Beberapa sumber menyebutkan, bahwa Candi Pari yang terletak di Kecamatan Serpong, Kabupaten Sidoarjo ini dibangun saat masa pemerintahan Prabu Hayam Wuruk, dengan material bata persegi empat seperti yang terdapat pada pura di Bali.

7. Candi Tikus

Seperti beberapa situs sebelumnya, Candi Tikus juga terletak di Mojokerto. Diberi nama Candi Tikus karena ketika ditemukan situs ini sudah menjadi sarang tikus. Bentuk bangunannya sendiri mengusung konsep petirtaan atau pemandian.

Sejarah Kerjaan Majapahit

Awal Mula Terbentuknya Majapahit

Sebelum Kerajaan Majapahit berdiri, Singarasari merupakan kerajaan terkuat di Pulau Jawa.

Hal tersebut pula yang membuat penguasa Mongol dari Dinasti Yuan di Tiongkok, yakni Kubilai Khan mengirim utusan untuk menuntut upeti, namun dipermalukan oleh pihak Singasari.

Karena merasa terhina, akhirnya pemimpin Mongol memutuskan memberangkatkan ekspedisi besar ke Jawa, tanpa mengetahui bahwa Singasari telah diserang oleh Prabu Jayakatwang, dari Kerajaan Kediri.

Sementara itu, menantu Raja Singasari, yaitu Raden Wijaya berhasil melarikan diri.

Setelah tentara Mongol tiba di Jawa, mereka diajak bersekutu oleh Raden Wijaya untuk menyerang Kerajaan Kediri, di mana pada saat itu Raden Wijaya telah diberi ampunan oleh Prabu Jayakatwang dan diberi wilayah yang bernama Hutan Tarik, dan kemudian membangun Desa Majapahit.

Bersama para tentara Mongol, Raden Wijaya berhasil menjatuhkan Jayakatwang.

Namun naas bagi pasukan Mongol, karena Raden Wijaya berbalik menyerang mereka, sehingga terpaksa menarik pulang pasukannya kembali ke Mongol.

Peristiwa tersebut menandai kelahiran Majapahit yang ditetapkan berdasarkan hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja pertama, yaitu tanggal 10 November 1293, dengan nama Kertajasa Jayawardhana.

Selama masa pemerintahannya terjadi pemberontakan namun dapat diatasi.

Masa Kejayaan Kerajaan Majapahit

Masa perkembangan Majapahit dimulai dengan dinobatkannya Tribhuwana Wijayatunggadewi sebagai ratu Majapahit di tahun 1336, di mana Tribuwana menunjuk Gajah Mada sebagai Mahapatih yang kelak menjadi sangat terkenal karena Sumpah Palapa yang diucapkannya.

Setelah Tribhuwana wafat, pemerintahan diambil alih oleh putranya, yaitu Hayam Wuruk atau Rajasanegara pada tahun 1350 M – 1389.

Di masa kekuasannyalah Majapahit berhasil mencapai puncak kejayaannya dan menguasai banyak wilayah dengan bantuan Patih Gajah Mada.

Namun, sepeninggal Hayam Wuruk dan Gajah Mada, Majapahit berangsur-angsur melemah akibat konflik perebutan tahta, sehingga menyebabkan banyak wilayah yang memerdekakan diri.

Hingga akhirnya terjadilah perang saudara (paregreg), antara Wikramawardhana dan Bhre Wirabumi.

Perang tersebut dimenangkan Wikramawardhana tapi resikonya adalah semakin melemahnya Majapahit.

Di saat bersamaan, pengaruh Islam semakin kuat di Jawa, dan muncul kerajaan baru, yaitu Demak yang kemudian berhasil memberi pengaruh lebih besar dari Majapahit.

Letak Majapahit

Kerajaan Majapahit didirikan di atas Hutan Terik, di tepian sungai Brantas. Sebelum eksisnya Majapahit, Sungai Brantas berfungsi sebagai pintu untuk keluar masuk bagi yang ingin mengakses area utama kerajaan di Jawa Timur, yaitu Singasari dan Kediri.

Raja-Raja Majapahit

Berdasarkan garis keturunannya, penguasa Majapahit merupakan penerus dari Kerajaan Singasari. Berikut di bawah ini adalah daftar raja-raja Majapahit, mulai dari yang pertama hingga terakhir.

1. Raden Wijaya

Raja pertama Majapahit adalah Raden Wijaya yang bergelar Kertarajasa Jayawardana. Ia merupakan menantu Raja Singasari, dan memerintah Majapahit tahun 1293 M – 1309 M.

2. Kalagemet

Setelah Raden Wijaya wafat, tahta diambil alih oleh putra mahkota, yaitu Kalagemet atau Sri Jayanegara.

Namun ia dianggap kurang cakap karena tidak berhasil meredam pemberontakan yang terjadi selama masa pemerintahannya, di tahun 1309 M – 1328 M.

3. Sri Gitarja

Ketika Kalagemet meninggal, pemerintahan digantikan adik perempuannya, yaitu Sri Gitarja yang diberi gelar Tribhuwana Tunggadewi Jayawisnuwardhani. Ia memerintah didampingi oleh seorang patih adidaya, yang tidak lain adalah Gajah Mada.

4. Hayam Wuruk

Sri Rajasanegara dianggap sebagai raja yang berhasil membawa Majapahit mencapai puncak kejayaan, dengan bantuan Gajah Mada. Selama masa kekuasaannya, ia mampu membawa nama Majapahit dikenal hingga negara lain di dunia.

5. Wikramawardhana

Bhre Hyang Wasesa merupakan keponakan dan sekaligus juga menantu Hayam Wuruk. Ia memerintah selama 12 tahun, yakni 1389 M – 1429 M, kemudian mengundurkan diri.

Wikramawardhana menunjuk Suhita yang adalah putrinya untuk menggantikannya.

6. Suhita

Pada masa pemerintahan Dyah Ayu Kencana Wungu, Majapahit mulai melemah akibat konflik internal, dan peperangan antar saudara yang tidak dapat terhindarkan. Ia memerintah dalam rentang waktu tahun 1429 M – 1447 M hingga wafat.

7. Kertawijaya

Sepeninggal Suhita, Majapahit dipimpin oleh Kertawijaya yang bergelar Brawijaya I, mulai tahun 1447 M – 1451 M.

8. Rjasawardhana

Raja dengan gelar Brawijaya II ini juga berkuasa dalam waktu cukup singkat, yaitu tahun 1451 M – 1453 M.

9. Purwarisesa

Selanjutnya Majapahit dipimpin oleh Purwawisesa atau Girishawardhana, yang bergelar Brawijaya III, dan memerintah dalam kurun waktu tahun 1456 M – 1566 M.

10. Bhre Pandansalas

Raja Majapahit satu ini juga dikenal dengan nama Suprabhawa atau Brawijaya IV. Ia memerintah mulai tahun 1466 M hingga 1468 M.

11. Bhre Kertabumi

Brawijaya V atau Bhre Kertabumi berkuasa selama 10 tahun, yaitu 1468 M – 1478 M.

12. Girindrawardhana

Prabu Brawijaya VI memerintah di tahun 1478 M – 1489 M.

13. Patih Udara

Raja yang bergelar Brawijaya VII ini merupakan raja terakhir sebelum keruntuhan Dinasti Majapahit akibat adanya peperangan dengan Pati Unus, dari Kerajaan Demak. Masa pemerintahannya tahun 1489 M – 1527 M.

Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan terbesar yang pernah berjaya di Nusantara. Sejarah kerajaan dengan pusat di timur Pulau Jawa ini tertulis secara terperinci dalam Kitab Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca.

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close