Klasifikasi Makhluk Hidup

Seperti diketahui, bahwa makhluk hidup yang eksis di muka bumi terdiri dari beragam jenis, ciri, dan sifat. Oleh sebab itulah kenapa klasifikasi makhluk hidup sangat diperlukan.

Tujuan utamanya tentu untuk mempermudah dalam mengenali, membandingkan, serta mempelajari makhluk hidup.

klasifikasi makhluk hidup berdasarkan kingdom

Apa yang Dimaksud Klasifikasi pada Makhluk Hidup?

Klasifikasi merupakan kegiatan memilah dan kemudian mengelompokkan makhluk hidup ke dalam unit atau golongan tertentu.

Proses pengelompokkan dilakukan dengan berdasarkan pada persamaan maupun perbedaan ciri-ciri, seperti fisik yang terdapat pada makhluk hidup.

Kegiatan mengelompokkan makhluk hidup bukanlah suatu hal mudah, karena dibutuhkan ketelitian tinggi dalam menentukan parameter untuk digunakan sebagai karakteristik atau pembeda.

Dengan kata lain, diperlukan usaha observasi tingkat lanjut pada beberapa jenis organisme. Di bawah ini adalah beberapa parameter yang biasanya digunakan untuk mengelompokkan makhluk hidup:

  • Berdasarkan habitat (tempat tinggal makhluk hidup).
  • Ukuran dan bentuk
  • Morfologi atau anatomi
  • Manfaat makhluk hidup tersebut

Sedangkan bidang ilmu yang mempelajari tentang pengklasifikasian makhluk hidup dalam takson atau tingkatan berbeda-beda disebut Taksonomi, dan pelopornya adalah Carolus Linnaeus, dan di kemudian hari ia lalu mendapatkan julukan sebagai “Bapak Taksonomi Dunia”.

Tujuan Klasifikasi

Berikut ini adalah tujuan pengelompokkan makhluk hidup secara umum:

  • Mendeskripsikan cir-ciri dari suatu jenis makhluk hidup, sehingga dapat dibedakan dengan makhluk hidup yang berasal dari jenis lain.
  • Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan pada persamaan, serta perbedaan ciri fisik.
  • Mengetahui hubungan kekerabatan di antara berbagai jenis makhluk hidup.
  • Memberikan nama kepada makhluk hidup yang baru ditemukan.

Tahapan Klasifikasi

Proses klasifikasi terdiri atas beberapa tahapan, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Mengamati Sifat Makhluk Hidup

Proses identifikasi dengan cara melakukan pengamatan tingkah laku, anatomi, bentuk morfoli, hingga fisiologi atau fungsi faal pada tubuh organisme.

  • Klasifikasi Berdasarkan Ciri

Aktivitas mengelompokkan makhluk hidup dengan berdasarkan pada sifat dan ciri, baik itu dari persamaan, maupun perbedaan yang telah diamati secara mendalam.

  • Pemberian Nama

Setelah dikelompokkan, tahap selanjutnya adalah dengan memberikan nama kepada spesies yang ditemukan supaya lebih mudah untuk dikenali.

Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

Sistem Klasifikasi 2 Kingdom

Organisme dikelompokkan dalam dua dunia besar, yaitu:

1. Dunia Tumbuhan (Kingdom Plantae)

Tumbuhan adalah makhluk hidup yang memiliki ciri khas, berupa dinding sel, material dasarnya selulosa, dan mempunyai zat hijau daun (klorofil).

Keberadaan klorofil membuat tumbuhan bisa memproduksi makanan sendiri melalui proses fotosintesis.

Contoh:

  • Tumbuhan lumut
  • Ganggang
  • Tumbuhan paku

Bakteri dan jamur juga dimasukkan dalam golongan ini meskipun tidak mempunyai klorofil.

2. Dunia Hewan (Kingdom Animalia)

Jenis hewan di dunia ada banyak sekali, mulai dari ukuran paling kecil dan nyaris tidak terlihat, hingga yang paling besar. Dari hewan yang hidup bebas, atau jadi parasit untuk organisme lain, dari yang hidup di perairan maupun daratan.

Berbeda dengan tumbuhan, hewan merupakan makhluk hidup yang bisa bergerak bebas, serta tidak mempunyai klorofil, maupun dinding sel.

Organisme yang dikategorikan dalam dunia hewan meliputi:

  • Hewan bersel satu / Protozoa
  • Hewan berpori / Porifera
  • Hewan bertulang belakang / Chordata
  • Hewan Lunak / Mollusca
  • Hewan berongga / Coelenterata
  • Hewan beruas / Arthropoda
  • Hewan berduri / Echinodermata
  • Cacing / Vermes

Sistem Klasifikasi 3 Kingdom

Pada sistem klasifikasi makhluk hidup 3 Kingdom yang diprakarsai Ernst Haeckel (1866), jamur dipisahkan dari Dunia Tumbuhan.

Hal tersebut dikarenakan dinding sel jamur tidak tersusun dari selulosa, namun klitin. Di samping itu, jamur juga tidak mempunyai klorofil.

Berikut ini adalah pengelompokkan makhluk hidup pada sistem 3 Kingdom:

1. Dunia Jamur (Kingdom Fungi)

Melingkupi semua organisme yang mana mendapat makanan secara heterotrof dengan proses penyerapan makanan dengan nama Absorpsi.

Dengan kata lain, jamur memperoleh makanan dari makhluk hidup jenis lain (Parasit) atau menyerap dari makhluk hidup yang sudah mati (Saprofit).

Ciri-ciri jamur:

  • Multiseluler
  • Eukariotik
  • Dinding sel terbuat dari material kitin
  • Tidak mempunyai pigmen fotosintetik, melainkan heterotrofik

2. Dunia Tumbuhan (Kingdom Plantae)

Meliputi semua organisme yang mampu memproduksi makanan sendiri (Autotrof) melalui proses fotosintesis.

Ciri-ciri kerajaan tumbuhan:

  • Multiseluler
  • Eukariotik
  • Dinding sel dari selulosa
  • Mengandung pigmen fotosintesis

3. Dunia Hewan (Kingdom Animalia)

Segala organisme yang mendapatkan makanan dengan cara heterotrof (memakan organisme lain). Sama dengan sistem Klasifikasi 2 Kingdom, organisme yang masuk dalam Dunia Hewan, diantaranya adalah Protozoa dan Chordata.

Sistem Klasifikasi 4 Kingdom

Klasifikasi makhluk hidup 4 Kingdom berkembang setelah inti sel (nukleus) ditemukan. Pada sistem ini, organisme yang tidak memiliki selaput dimasukkan dalam kategori Kingdom Monera (organisme prokariotik).

1. Kingdom Monera

Terdiri dari organisme tanpa membran inti atau selaput.

Contoh:

  • Bakteri
  • Alga hijau biru

2. Kingdom Fungi

Semua jenis jamur.

3. Kingdom Plantae

Segala organisme yang dapat melakukan fotosintesis.

Contoh:

  • Tumbuhan paku
  • Tumbuhan lumut
  • Tumbuhan biji

4. Kingdom Animalia

Seluruh jenis hewan mulai Protozoa sampai Chordata.

Sistem Klasifikasi 5 Kingdom

R.H. Whittaker mengelompokkan makhluk hidup menjadi 5 dunia besar, yaitu:

1. Kingdom Monera

Terdiri dari kelompok ganggang biru hijau dan bakteri. Meskipun jika dilihat dari mikroskop sebagian besar bakteri tampak memiliki bentuk serta ukuran sama, namun bukti biologi molekuler menemukan perbedaan di ARN ribosom.

  • Eubacteria >> Kelompok bakteri penghasil gas metana yang berasal dari karbon sederhana.
  • Archaebacteria >> kelompok bakteri yang bisa hidup dalam lingkungan ekstrim, seperti sumber air panas, dsb.

2. Kingdom Protista

Terdiri dari kelompok organisme bersel tunggal dan memiliki membran inti. Kingdom Protista dibagi atas 3 bagian, yakni protista tumbuhan, protista jamur, dan protista hewan.

Sebagian besar protista hidup di perairan karena tidak memiliki proteksi.

3. Kingdom Fungi

Organisme yang membran intinya juga berperan menjadi dekomposer di lingkungan, dan bersel banyak. Jamur mendapat makanan dengan saprofit dan parasit.

4. Kingdom Plantae

Organisme tanpa membran inti yang dapat memproduksi makanan sendiri, serta punya sel banyak. Umumnya makhluk hidup dari Kingdom Plantae hidup di daratan, dan berkembang biak secara kawin maupun tidak kawin.

5. Kingdom Animalia

Kelompok ini mengacu pada organisme yang memangsa makhluk hidup lain dalam memenuhi kebutuhan makanannya.

Sistem Klasifikasi 6 Kingdom

Klasifikasi 6 Kingdom dikembangkan dengan berdasarkan pada data evolusi genetik serta molekuler yang digagas oleh Carl Woese. Pada klasifikasi ini, makhluk hidup dikelompokkan menjadi 6 bagian, yaitu:

1. Kingdom Eubacteria

2. Kingdom Archaebacteria

3. Kingdom Protista

4. Kingdom Fungi

5. Kingdom Plantae

6. Kingdom Animalia

Klasifikasi makhluk hidup dari saat pertama kali ditemukan hingga saat ini sudah mengalami beberapa kali perkembangan, dan terakhir adalah 6 Kingdom.

Namun, proses klasifikasi atau pengelompokkan akan terus berlangsung seiring dengan penemuan spesies-spesies baru.

Baca juga: 3 Jenis Lumut dan Manfaatnya Bagi Kehidupan

  • Add Your Comment

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close