Zaman Neozoikum

Deskripsi: Pengertian Zaman Neozoikum, Ciri-ciri dan Kehidupan, Pembagian Zaman.


Zaman Neozoikum juga disebut sebagai Kenozoikum. Periode Neozoikum berlangsung sejak Mesozoikum berakhir, dan terjadi peristiwa kepunahan massal reptil raksasa, seperti dinosaurus pada akhir era batu kapur, yaitu sekitar 65 juta tahun yang lampau.

Manusia purba muncul untuk pertama kalinya pada era Neozoikum. Kepunahan reptil berukuran besar dibarengi dengan semakin berkembangnya hewan bertubuh kecil, seperti unggas dan mamalia.

Zaman Neozoikum

Pengertian Era Neozoikum

Dari segi etimologi, istilah Neozoikum (Kenozoikum) merujuk pada awal mula atau kehidupan baru yang diperkirakan berlangsung sekitar 65 juta tahun silam. Neozoikum diambil dari bahasa Yunani, Kainos atau Baru, dan Zoe atau Kehidupan, yang berarti Kehidupan Baru.

Zaman Neozoikum adalah sebuah periode baru, dimana kondisi bumi sudah semakin stabil dan terbentuk sempurna. Sementara dari segi geologi, Neozoikum menunjukkan masa akhir dari 3 periode waktu geologi lain, dan pertanda berakhirnya zaman Mesozoikum.

Di akhir periode Neozoikum, terjadi sebuah peristiwa dahsyat berupa jatuhnya asteroid di bumi yang membunuh banyak reptil raksasa. Sementara reptil yang selamat memerlukan waktu lama untuk bereproduksi sehingga tidak dapat bertahan, dan pada akhirnya punah perlahan.

Ciri Ciri Era Neozoikum

  • Kepunahan Reptil Besar

Pada zaman Neozoikum, reptil besar seperti dinosaurus, tyrannosaurus, brontosaurus, pterosaurus, dan berbagai jenis reptil perairan maupun daratan mengalami kepunahan massal hingga 90%. Hal tersebut disebabkan perubahan iklim sangat ekstrem.

Di samping itu, kepunahan hewan raksasa juga disebabkan oleh hantaman meteor di semenanjung Yucatan, Mexico, yang otomatis memberikan dampak besar bagi bumi.

  • Puncak Kehidupan Mamalia

Memasuki era Neozoikum, kehidupan hewan menyusui atau mamalia mengalami perkembangan sangat drastis. Salah satu penyebabnya adalah karena kepunahan predator yang mendominasi wilayah bawah air, dan darat.

Selain itu, keadaan bumi mulai membaik sehingga kondisi iklim semakin teratur. Meskipun di zaman ini tidak terjadi pergeseran lempeng bumi, namun masih terjadi kepunahan pada beberapa spesies tertentu.

  • Terdapat Kehidupan Manusia

Kondisi iklim yang mulai stabil membuat kehidupan manusia dan beberapa jenis hewan berkembang pesat. Apalagi, tidak ada lagi gangguan dari predator besar.

Namun, di era ini bumi pernah mengalami guncangan yang mengakibatkan turunnya suhu udara di bumi.

  • Alam Masih Liar

Keadaan alam masih sangat liar dan cenderung tidak stabil. Hal ini dikarenakan aktivitas vulkanik dan tektonik terjadi berulang-ulang. Peristiwa tersebut menjadi penyebab terbentuknya lembah, perbukitan, serta gunung-gunung.

  • Terjadi Sekitar 60 Juta Tahun Silam

Berakhirnya periode Mesozoikum menjadi awal mula bagi Neozoikum, dan terjadi sekitar 60 juta tahun lalu. Neozoikum juga disebut sebagai zaman terakhir (periode bumi ke-4). Setelah era ini, belum diprediksi akan datangnya zaman baru di masa depan.

  • Migrasi Hewan

Pada periode Neozoikum Tersier, insting alamiah hewan telah terbentuk sempurna untuk menyesuaikan dengan kehidupannya. Contohnya adalah Gajah Purba dengan karakteristik bulu tebal mulai pindah ke kutub yang memiliki hamparan es dan suhu dingin.

  • Iklim Belum Stabil

Fenomena alam global juga terjadi selama periode Neozoikum, dimana kondisi suhu bumi semakin menurun secara ekstrim, sehingga menyebabkan munculnya es melebihi kapasitas normal. Namun, pada akhir periode Kuarter keadaan iklim kembali stabil.

Stabilnya suhu bumi berdampak terhadap perpecahan beberapa benua dan pulau di berbagai kawasan. Selain dipengaruhi iklim, terpecahnya lempeng juga dikarenakan faktor kenaikan air laut ke daratan yang terjadi secara signifikan.

Pembagian Zaman Neozoikum

Era Neozoikum dibagi atas 3 bagian atau periode waktu, yaitu:

1. Zaman Tersier (Tertiary)

Periode ini terjadi sekitar 60 juta tahun lampau, ditandai dengan mulai aktifnya benua-benua di bumi, seperti memisah, bersatu, hingga munculnya lautan serta pegunungan baru. Di zaman ini, daratan India mulai menyatu dengan Asia sehingga menciptakan Himalaya.

Zaman Tersier dibagi atas 3 jenis, yaitu:

  • Paleosen

Dimulai sejak 66 – 56 juta tahun silam. Pada zaman Paleosen, mamalia berplasenta mulai muncul dan masih eksis sampai sekarang. Paleosen merupakan periode transisi dari musnahnya Kapur Tersier menjadi lingkungan penuh hutan.

Awal Paleosen menjadi fase pemulihan bumi setelah peristiwa pemusnahan, dan daratan mulai membentuk seperti di peta saat ini, dan Afro Eurasia memisah dari Laut Tethys, serta Amerika yang dipisahkan Selat Panama.

  • Eosen

Periode ini dimulai pada 56 – 34 tahun lalu. Di masa awal Eosen, spesies di hutan belantara berhenti berevolusi, dan suhu di bumi berada pada titik 300 0C. Sedangkan pada era Eosen Tengah, terjadi perubahan pada aliran air di samudra.

Hal tersebut berimbas pada pendinginan global sehingga permukaan bumi menjadi lebih dingin. Di akhir Eosen, musim kembali berubah, dan bumi tampak seperti sabana, serta terjadi evolusi pada beberapa jenis rumput.

  • Oligosen

Zaman ini dimulai pada 34 – 23 juta tahun lampau. Oligosen ditandai dengan semakin banyaknya rerumputan di daratan sehingga mempercepat revolusi beberapa spesies tanaman dan hewan di bumi, dan mamalia tumbuh membesar.

2. Zaman Neogen

Periode Neogen dimulai sekitar 23 – 2,6 juta tahun lalu. Neogen dibagi atas 2 era, yaitu:

  • Miosen

Dimulai pada 23 – 5,3 juta tahun silam. Pada periode Miosen, rumput tumbuh dengan semakin luas dan mulai mendominasi daratan. Hutan kelp, berang-berang laut, hingga hewan yang memiliki kuku ganjil berevolusi menjadi beberapa jenis spesies.

Pada zaman Miosen, kera berevolusi jadi 30 spesies, dan terjadi perpecahan antara Laut Tethys (Laut Merah, Laut Hitam, Laut Kaspia, dan Laut Mediterania), sehingga memunculkan Semenanjung Arab. Bumi juga semakin gersang di zaman ini.

  • Pliosen

Terjadi perubahan iklim di bumi, dan terciptalah tanaman serta hewan. Sedangkan laut Mediterania mengering sebab zaman es mengakibatkan turunnya air di laut Australopithecus di Afrika. Periode ini berlangsung sejak 5,3 – 2,58 juta tahun silam.

3. Zaman Kuarter

Zaman Neolitikum era Kuarter sudah dimulai sejak 2,58 tahun lalu hingga saat ini. Ciri khas dari zaman ini adalah terjadinya perubahan iklim drastis dan mengakibatkan kemunculan hewan modern, menggantikan spesies binatang purba yang telah punah.

Periode Kuarter terbagi atas 2 bagian, yaitu:

  • Pleistosen

Zaman ini dimulai sejak 2,58 juta – 11.700 tahun lalu. Era es merupakan salah satu tanda dimulainya periode Pleistosen. Pada zaman es, bumi dilanda suhu dingin ekstrim, dan berbagai hewan, seperti mammoth, dan harimau purba musnah.

Ribuan tahun lalu ekspansi manusia purba dimulai, dan terjadi pemusnahan massal untuk kesekian kalinya, sehingga menyebabkan megafauna serta manusia neanderthal mengalami kemusnahan.

  • Holosen

Periode Holosen berlangsung kira-kira 11.700 tahun silam hingga sekarang. Dengan kata lain, manusia di zaman modern ini hidup di era Holosen, yang sekaligus menjadi awal mula ditulisnya sejarah umat manusia.

Perubahan pola pikir dan gaya hidup manusia menjadi salah satu penyebab kemusnahan dari 322 spesies yang berlangsung sejak era Revolusi Industri. Oleh karena itu, zaman modern juga dikenal dengan Pemusnahan Keenam.

Pada zaman Neozoikum periode Holosen sekarang, faktanya masih ada beberapa hewan dari era prasejarah yang hidup diatas bumi, contohnya adalah, komodo, dan buaya.

Meskipun begitu, populasinya semakin menurun drastis seiring dengan kemajuan zaman dan kehidupan manusia.

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close