Proses Metamorfosis Kupu-Kupu

Pernah terpesona dengan hewan lucu yang memiliki sayap indah? Salah satunya kupu-kupu yang sering diburu banyak orang ini. Tahukah Anda, wujud cantik si kupu-kupu tidak terjadi begitu saja. Ada proses panjang yang harus dilalui oleh kupu-kupu.

Mulai dari larva hingga pada akhirnya menjelma menjadi sosok hewan bersayap yang tampil lebih menawan. Singkatnya, itulah gambaran proses metamorfosis kupu-kupu.

Nah untuk mengetahui lebih lengkap mengenai metamorfosis, mari kita simak ulasan di bawah ini. Mulai dari penjelasan apa itu metamorfosis, tahapan serta gambar metamorfosis kupu-kupu akan diulas secara tuntas.

Metamorfosis Kupu-kupu

Apa itu Proses Metamorfosis?

Singkatnya metamorfosis adalah bentuk perubahan wujud dari hewan. Tidak hanya pada kupu-kupu, ternyata ada hewan lain yang juga mengalami proses metamorfosis. Nyamuk, lalat dan hewan amfibi seperti katak ternyata juga mengalami matamorfosis.

Namun tentunya proses metamorfosis ini tidak serta merubah wujud hewan secara signifikan.

Tidak selalu seperti ulat yang menjadi kupu-kupu, hewan lain mengalami metamorfosis tidak sempurna. Artinya perubahan yang terjadi tidak terlalu signifikan dari tampilan fisiknya.

Mengenal Proses Metamorfosis Sempurna

Metamorfosis sempurna merupakan tahapan perubahan bentuk fisik hewan. Maksudnya bentuk hewan ketika sebelum dan sesudah dewasa akan menemui perbedaan.

Berbeda ketika hewan mengalami metamorfosis tidak sempurna, justru eksoskeleton (rangka luar) akan ada sepanjang hidup.

Hewan yang mengalami metamorfosis sempurna akan mencakup organ tubuh dan fungsinya. Untuk kupu-kupu sendiri mempunyai empat tahapan perubahan pada fisiknya.

Berikut ini ulasannya:

  1. Fase telur
  2. Larva
  3. Kepompong (pupa)
  4. Imago (dewasa).

Dilansir dari sumber Animal Wised dijelaskan bahwa ada titik tertentu unuk perkembangan sempurna, yakni larva menjadi kepompong.

Sementara metamorfosis katak, larva akan menjadi kecebong yang masih berenang di air. Setelah itu kemudian akan menjadi katak kecil hingga akhirnya menjadi katak dewasa.

Tahapan Metamorfosis pada Kupu-Kupu

Setiap hewan memiliki proses perkembangannya masing-masing. Khususnya serangga bernama kupu-kupu yang cantik rupanya ini.

Sayangnya, kedua sayapnya sangat rapuh jika dipegang oleh tangan manusia. Jadi sangat tidak disarankan untuk menangkap kupu-kupu, ya?

Dilansir dari berbagai sumber bahwa kupu-kupu terkenal sebagai penyerbuk makanan. Nah, apakah penasaran dengan proses perkembangan serangga cantik tersebut?

Yuk, simak penjelasan metamorfosis kupu-kupu dan penjelasannya berikut ini:

Metamorfosis Kupu-kupu

pembelajar.net

 1. Telur

Menurut sumber thebutterflysite, setiap jenis kupu-kupu memiliki telur yang berbeda-beda. Beberapa bentuk telur kupu-kupu ada yang kecil, bulat,lonjong atau silinder.

Ketika bermain di kebun atau hutan, tentu akan menemukan telur kupu-kupu yang ada di atas dahan atau daun tanaman.

2. Larva

Telur yang menetas selanjutnya akan menjadi seekor larva kecil. Ketika larva ini menjadi ulat besar, maka mereka akan sering memakan daun.

Dengan ukuran yang kecil itulah ulat ini tidak bisa berpindah ke tanaman lain. Yang mereka lakukan yakni terus memakan daun untuk bisa berkembang ke tahap selanjutnya.

3. Kepompong (Pupa)

Kepompong atau pupa merupakan tahap di mana kupu-kupu menjadi serangga yang paling keren. Ketika ulat dewasa telah membentuk diri menjadi kepompong, terkadang dijadikan benang oleh orang-orang.

Tentu saja karena mempunyai tekstur yang sangat lembut.

Di dalam kempompong, ulat melindungi diri dari hewan lainnya yang ganas. Hingga mereka bisa berkembang dengan baik menjadi kupu-kupu nantinya.

Ada beberapa bagian tubuh ulat di dalam pupa yang mengalami perubahan signifikan. Proses tersebut termasuk daur hidup kupu-kupu yaitu bermula.

Yakni mulai dari telur yang menetas menjadi ulat kecil, ulat dewasa, kepompong, kupu-kupu kecil dan berakhir menjadi kupu-kupu dewasa.

4. Kupu-kupu

Pernah mendengar pepatah mengenai persahabatan bagai kepompong? Sama halnya dengan proses yang terjadi pada serangga bernama kupu-kupu, ternyata membutuhkan perkembangan yang cukup lama.

Ketika kepompong telah menetas, akan muncul kupu-kupu kecil. Nah, Kupu-kupu yang baru menetas memiliki sayap yang sangat rapuh dan harus membiarkan berkembang dengan sendirinya.

Sebenarnya kupu-kupu yang sudah kuat, secara otomatis akan mengalirkan darah ke sayapnya agar bisa terbang tinggi. Tak jarang kupu-kupu kecil ditangkap oleh sebagaian orang untuk aksesoris.

Namun, kupu-kupu yang lincah mampu terbang bebas untuk mencari makanan dan bertahan hidup secara mandiri.

Kesimpulan

Demikian ulasan penjelasan mengenai metamorfosis kupu-kupu. Di atas juga dibahas bagaimana tahapan metamorfosis yang terjadi pada kupu-kupu.

Dengan proses yang panjang dan tentu saja menyakitkan, ternyata hewan seperti ulat bisa tumbuh cantik menjadi seekor kupu-kupu di kemudian hari. Semoga penjelasan di atas cukup mudah untuk dipahami, ya?

  • Add Your Comment

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close