Pakaian Adat Kalimantan Selatan yang Wajib Diketahui

Jika di Kalimantan Tengah mayoritas dihuni oleh suku Dayak, maka berbeda dengan Kalimantan Selatan.

Mayoritas penghuninya adalah suku Banjar yang hampir mencapai 74% dari total penduduk. Salah satu ikon utama adalah pakaian adat Kalimantan Selatan.

Berikut ini penjelasan lengkapnya!

4 Macam Pakaian Adat Kalimantan Selatan

Suku Banjar memang terkenal akan adat istiadat dan kebudayaannya. Salah satu sumbangsih terbesar dan terkenal hingga saat ini adalah baju adatnya.

Terdapat beberapa yang khas dan wajib untuk diketahui, simak beberapa poin di bawah ini!

1. Baamar Galung Modifikasi

Baamar Galung Modifikasi

tambahpinter.com

Seperti yang Anda lihat dari gambar di atas, baju ini sudah sering dipakai pada saat upacara pernikahan.

Namun zaman dahulu bentuknya tidak seperti itu, seiring perkembangan zaman desainnya dimodifikasi agar tetap mengikuti tren dan mode yang terkini.

Berdasarkan pemaparan di atas, tak heran jika hingga sekarang baju baamar galung masih digemari oleh banyak orang, karena walaupun bentuknya berbeda dengan yang lama tidak mengurangi aturan baku dan mengingkari adat yang berlaku.

Untuk pengantin perempuan Islam biasanya memakai versi panjangnya agar tetap sesuai dengan  syariat, ditambah dengan jilbab atau mahkota untuk mempercantik penampilan.

Walaupun sudah dimodifikasi, namun tetap tidak meninggalkan roncean mawar dan melati.

2. Banjar Baamar Galung Pancaran Matahari

Baamar Galung Pancaran Matahari

pinterest.com

Nah kalau yang ini adalah versi aslinya, yang belum ada modifikasi dan desainnya sudah ada sejak abad ke 17 M. Sama seperti sebelumnya, pakaian adat ini juga sering digunakan pada upacara pernikahan.

Perpaduan antara budaya Hindu dan Jawa membuatnya semakin menawan dan sangat populer di kalangan masyarakat Banjar. Untuk budaya Hindu dapat dilihat pada dekorasi mahkota dengan motif naga dan kelabang.

Sedangkan untuk budaya Jawa yaitu pemakaian bunga melati dan mawar. Pengantin perempuan akan mengenakan baju koko berlengan pendek, ditambah dengan hiasan manik-manik berbentuk rumbai.

Tak ketinggalan juga kidal berbentuk segi lima yang fungsinya untuk menutup dada.

Pengantin pria memakai kemeja berlengan panjang dan renda di bagian dada. Terlihat lebih menawan jika dipadukan dengan jas tanpa kancing dan celana panjang.

Motif halilipan pada kain juga bisa dipakai di bagian pinggang, tali yang  mengikatnya disebut wenang.

Tak heran jika disebut sebagai pancaran matahari, karena ketenarannya yang tidak ada akhir.

Baju ini juga sangat cocok dikenakan untuk pesta pernikahan yang dilaksanakan pada malam hari, karena warnanya yang cerah mampu membuat sang pemakai menjadi lebih bersinar.

3. Bagajah Gamuling Baular Lulut

Bagajah Gamuling Baular Lulut

pariwisataindonesia.id

Pakaian adat Kalimantan Selatan selanjutnya adalah bagajah gemuling baular lulut. Namanya sangat unik dan bisa dikenakan ketika upacara adat, acara pemerintahan hingga pernikahan. Desain untuk laki-laki dan perempuan sengaja dibuat berbeda.

Untuk laki-laki sengaja tidak memakai baju, namun di beberapa daerah mengenakan lengan pendek. Tak ketinggalan hiasan manik-manik yang membuat baju terlihat berkilau dan memberikan kesan elegan dan mewah.

Baju baamur gemuling sengaja tidak diberikan kerah agar bisa dipadukan dengan celana panjang atau pendek. Biasanya terdapat aksesoris tambahan seperti kalung samban, kain dengan motif kelapang, ikat pinggang dan penutup kepala.

Pada umumnya, penutup kepala berbentuk melingkar seperti ular. Sedangkan untuk perempuan biasanya memakai kemben agar menutupi bagian dada, bisa juga ditambahkan selendang. Ikat pinggang dan hiasan kepala berupa konde menjadi sesuatu yang wajib.

Terdapat mahkota yang menghiasi konde, lengkap dengan kembang goyang dan kuncup bunga melati. Bawahan baju perempuan adalah kain panjang yang bermotif halilipan.

Baju baamur gemuling tidak hanya menampilkan kesan cantik tapi juga segar dan lebih hidup.

4. Babaju Kun Galung Pacinan

Babaju Kun Galung Pacinan

selasar.com

Kalau yang satu ini adalah perpaduan antara budaya Timur Tengah dan China sehingga membentuk desain yang unik dan mempesona.

Pertama kali dipopulerkan oleh pengantin pada abad ke-19 M. Warna dan detailnya membuatnya nampak berbeda dibanding pakaian adat yang lain.

Perpaduan budaya bisa dilihat dari sang pria yang selalu memakai kopiah alpe dengan baju gamis yang disebut-sebut mirip dengan para pedagang Gujarat ketika menyebarkan agama Islam ke Indonesia.

Kopiah alpe juga dililitkan surban, atau bisa dengan tanjak laksamana.

Jika dikenakan pada waktu acara pernikahan, maka pengantin pria akan dipakaikan roncean bunga melati di lehernya. Sedangkan untuk perempuan lebih sering memakai kebaya berlengan panjang dengan gaya cheongsam.

Tak banyak penjahit yang bisa menciptakan sedemikian rupa pakaian adat ini karena terdapat payet-payet dengan pola bunga teratai yang cukup sulit untuk dikerjakan. Payet tersebut tidak hanya di atasannya saja tapi rok panjang bawahan juga.

Belum lagi harus mengulum motif baju yang hampir mirip dengan tirai bambu, inilah salah satu bentuk budaya China yang masuk ke dalam baju adat ini.

Bagian kepala perempuan biasanya dikenakan mahlita yang indah dengan permata yang berkilau.

Tusuk konde yang dikenakan berbentuk huruf lam Arab dan burung Hong. Semua desain dan aksesoris babaju kun galung pacinan membuat pengantin perempuan bisa tampil dengan sangat mempesona.

Perlu Anda ketahui bahwasanya pakaian dari Kalimantan Selatan ini masih terus dijaga dan dilestarikan hingga sekarang. Hal ini dibuktikan dengan masih sering dikenakan oleh masyarakat di setiap acara kebudayaan dan pernikahan.

Keunikan Pakaian Adat Kalimantan Selatan

Pakaian Adat Kalimantan Selatan

Setelah mengetahui keempat jenis pakaian adat Kalimantan Selatan di atas, selanjutnya Anda juga harus tahu apa saja sih keunikan yang terkandung di dalamnya?

1. Perpaduan Budaya

Pertama, seperti yang sudah dijelaskan di atas beberapa pakaian adat berasal dari perpaduan budaya yang khas yaitu China, Timur Tengah dan masih banyak lagi yang lainnya. Tentunya masing-masing memiliki makna yang tidak bisa dianggap remeh.

2. Warna yang Mencolok

Jika diperhatikan, semua warna pada pakaian tradisional Kalimantan Selatan ini berwarna terang, kuning dan keemasan. Siapapun yang melihatnya akan terpesona dan memberikan kesan yang mewah.

3. Kaya akan Makna

Masing-masing baju, motif dan aksesoris yang sudah didesain sedemikian rupa tentu memberikan makna yang bagus. Contohnya adalah penutup dada, itu artinya bahwa perempuan harus bisa menjaga tubuhnya, harga diri dan kehormatannya.

4. Mengikuti Perkembangan Zaman

Seperti yang sudah Anda ketahui bahwasanya muncul baju kebaya panjang atau baamur galung yang sudah dimodifikasi di atas sebagai tanda bahwa budaya tidak akan tergerus oleh zaman.

Justru sebaliknya, ia akan mengikuti tren masa kini tanpa kehilangan makna sebenarnya.

Masih banyak lagi keunikan lainnya yang dimiliki. Namun yang jelas pakaian adat daerah Kalimantan Selatan ini wajib untuk dicoba, dijaga dan dilestarikan.

Tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat setempat saja, tapi juga seluruh rakyat Indonesia.

Saat ini era modernisasi sedang berada di puncaknya. Beberapa anak muda justru meninggalkan pakaian adat dan beralih ke modern.

Namun hal tersebut tidak akan berlaku bagi pakaian adat Kalimantan Selatan jika bisa menyesuaikan tanpa meninggalkan unsur aslinya. Mari jaga dan apresiasi kebudayaan Indonesia.

Baca juga: Sejarah Kesultanan Banjar

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close