Pakaian Adat Lampung, Ciri Khas, Nama dan Jenis-Jenis

Deskripsi: Pakaian Adat Lampung – Ciri Khas, Nama dan Jenis-Jenis.


Lampung merupakan salah satu wilayah yang ada di Indonesia, yang memiliki tempat wisata alam ternama seperti Taman Nasional Way Kambas dan Gunung Krakatau.

Selain itu, pakaian adat Lampung juga menjadi salah satu budaya yang dikenal oleh masyarakat Indonesia dari Provinsi Lampung.

Daya tarik lainnya selain seni dan budaya Lampung juga dikenal dengan baik oleh masyarakat secara luas. Lampung dibagi menjadi dua kelompok wilayah yang disebut dengan masyarakat Pepadun dan Saibatin.

Itulah sebabnya, ada dua jenis pakaian adat Lampung yaitu pakaian adat Pepadun dan Saibatin.

Pakaian Adat Lampung

Pakaian Adat Lampung

natgeotimes.com

Pakaian tradisional khas Lampung sangat sederhana, maka untuk membuat pakaian adat ini lebih menarik dan berkelas dibuatlah aksesoris sebagai pelengkapnya.

Aksesoris menjadi hal yang sangat penting pada pakaian adat lampung.

Bukan hanya kesan berkelas saja, tetapi aksesoris ini juga akan memberi kesan eksotis dan mewah pada pakaian adat tersebut.

Namun, aksesoris untuk pakaian adat laki-laki dan perempuan berbeda. Berikut ini ciri khas dari pakaian adat daerah Lampung yang dibedakan melalui aksesorisnya:

1. Aksesoris untuk Pakaian Adat Pria

  • Kalung Papan Jajar

Kalung ini meliputi tiga buah lempengan perahu berukuran kecil yang disusun dengan cara yang berbeda-beda. Makna dari kalung ini adalah proses kehidupan baru yang nantinya akan diteruskan oleh anak cucu.

  • Kalung Buah Jukum

Kalung ini meliputi gantungan yang berupa miniatur dari buah jukum. Filosofis dari kalung ini cukup sederhana, yaitu sebuah doa agar cepat mendapat anak/keturunan.

  • Selempang Pinang

Kalung dengan ukuran yang cukup panjang, meliputi gantungan dengan bentuk bunga atau buah-buahan. Selempang pinang ini bisa dipadukan dengan kalung lainnya yang bentuknya sama.

  • Ikat Pinggang

Nama ikat pinggang dari pakaian adat Lampung adalah bulu serti. Ikat pinggang ini berwarna kuning yang dilengkapi dengan keris yang dinamakan terapang. Terapang merupakan salah satu senjata tradisional khas Lampung.

  • Gelang Burung

Gelang ini dipakai pada kedua tangan yang arti filosofinya adalah kehidupan yang panjang dan kekerabatan yang erat, pada kehidupan setelah menikah.

  • Gelang Kano

Gelang yang diletakkan setelah gelang burung ini juga dikenakan di tangan kanan dan kiri.

Bentuknya serupa dengan bentuk ban dengan makna filosofis yaitu pembatas, atas segala perbuatan buruk yang juga dilakukan dalam kehidupan pernikahan.

  • Gelang Bibit

Gelang yang paling akhir dipakai ini juga dikenakan di tangan kanan dan kiri, dan pemakaiannya setelah gelang kano. Nilai filosofisnya adalah doa untuk memperoleh keturunan.

2. Aksesoris untuk Pakaian Adat Wanita

  • Siger

Siger yang dipakai oleh masyarakat Saibatin mempunyai 7 buah ruji/lekukan, dan bagi masyarakat Pepadun terdapat 9 buah ruji/lekukan.

Siger menjadi simbol mahkota dengan lambang keagungan dari adat budaya yang dimiliki oleh masyarakat Lampung.

  • Seraja Bulan

Merupakan mahkota berukuran kecil yang memiliki 3 buah ruji yang ada di bagian atas siger yang jumlahnya 5 buah.

  • Subang

Merupakan salah satu jenis perhiasan yang dikenakan di bagian ujung telinga dengan bentuk buah kenari, dan memiliki bahan dasar emas.

  • Perhiasan Lengan dan Pinggang

Perhiasan yang dipakai di lengan terdiri dari segala jenis gelang yang meliputi gelang duri, kano, burung dan bibit.

Terdapat selempang pinang di bagian pinang yang digantung secara melintang dari bahu sampai ke pinggang.

  • Perhiasan Leher dan Dada

Ada beberapa jenis perhiasan yang dipakai di dada dan leher untuk pakaian adat Lampung wanita.

Perhiasan itu terdiri dari kalung buah jukum, ringgit dan papanjaran. Makna dari kalung papanjaran adalah simbol baru untuk pengantin.

Nama Pakaian Adat Lampung

Berikut ini nama dari pakaian adat daerah Lampung:

1. Pakaian Adat Pepadun

Pakaian Adat Pepadun

infolpg.com

Masyarakat Pepadun adalah orang-orang asli Lampung yang tinggal di daerah dataran tinggi yang ada di Provinsi Lampung, dan merupakan orang-orang yang tinggal di daerah pedalaman. Pakaian adat pria dan wanita dari Pepadun ini berwarna putih.

Biasanya pakaian adat ini dikenakan di acara pernikahan. Bagian atas baju adat pria mengenakan kemeja berwarna putih, yang disebut dengan khikat akhir. Sedangkan bagian bawahnya menggunakan celana berwarna putih, sesapuran dan sarung tumpal.

Warna putih dan keemasan mendominasi pakaian adat wanitanya. Nama pakaian adat wanitanya yaitu Selappai atau baju tanpa lengan yang diberi hiasan rumbai ringgit, di bagian bawah.

Ada pula bebe yang merupakan sulaman pada pakaiannya dengan bentuk yang mirip dengan bunga teratai.

2. Pakaian Adat Saibatin

Pakaian Adat Saibatin

indonesiakaya.com

Masyarakat Saibatin adalah masyarakat yang tinggal di daerah pesisir yang membentang mulang dari timur sampai barat. Warna pakaian adat Saibatin adalah warna merah dengan aksesoris berwarna emas dan perak.

Jumlah lekukan pada siger yang digunakan oleh wanita masyarakat Saibatin dan Pepadun berbeda, tapi bentuknya sama. Jumlah lekukan pada siger untuk wanita Saibatin ada 7 dan siger untuk wanita Pepadun berjumlah 9.

Hiasan kepala untuk pria dari pakaian adat Saibatin adalah kopiah yang dibuat dari bahan kain tenun. Bentuknya unik karena meruncing ke atas dan mirip dengan tanduk.

Jenis Pakaian Adat Lampung

Berikut ini penjelasan tentang jenis-jenis pakaian adat dari wilayah Lampung:

1. Pakaian Adat Pria

Pakaian adat daerah Lampung yang dipakai oleh pria pada umumnya berkesan simpel dan sederhana. Namun tetap memiliki kesan berwibawa dan juga gagah.

Pakaian adat pria terdiri dari kemeja panjang berwarna putih atau merah, khikat akhir, sarung tumpal, sesapuran, dan celana panjang. Sarung tumpalnya berupa kain sarung yang khas dari Lampung dan cara pembuatannya adalah ditenun dengan benang emas.

Sarungnya dikenakan di bagian luar celana panjang, mulai dari pinggang sampai ke lutut.

2. Pakaian Adat Wanita

Pakaian adat tradisional daerah Lampung untuk wanita hampir sama dengan pakaian yang dikenakan oleh pria. Pakaiannya meliputi sesapuran atau sarung rumpai yang bahannya dibuat dari kain tenun tapis.

Kain tenun tersebut sudah ada sejak abad ke-11, sama dengan khikat akhir dari pakaian adat daerah Lampung tersebut.

Ada pula Sleppai yaitu baju tambahan tanpa lengan dengan hiasan rumbai ringgit yang diletakkan di bagian tepi bawah baju.

Tambahan lainnya yaitu bebe yang merupakan sulaman benang dari bahan satin yang bentuknya mirip dengan bunga teratai yang sedang mengambang.

Aksesoris yang digunakan sebagai pelengkap pakaian adat Lampung ini tujuannya adalah untuk hiasan saja.

Namun, setiap jenisnya memiliki makna dan juga filosofinya masing-masing dengan harapan dan juga doa yang baik.

Hampir setiap pakaian adat memang memiliki ciri khas dan filosofinya masing-masing. Dengan mengetahui apa filosofinya, maka Anda bisa lebih menghargai dan melestarikan adat dan budaya Lampung tersebut.

Dominasi warna pada masing-masing jenis pakaian adat daerah Lampung pun memiliki maknanya sendiri.

Aksesoris yang wajib dikenakan pada pakaian adat pria meliputi penutup kepala, bulu serti, perhiasan yang dikenakan di dada dan leher, serta perhiasan yang dikenakan di tangan.

Baca juga: Kerajaan Tulang Bawang

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close