Proses Pembentukan Tanah

Kebanyakan orang mungkin belum memahami bagaimana proses pembentukan tanah karena ini merupakan proses alami yang jarang disaksikan langsung.

Tanah merupakan bagian terluar dari permukaan bumi yang tersusun atas mineral dan bebatuan.

Tanah memiliki peranan yang penting dalam mendukung kehidupan tumbuhan guna menyediakan unsur air dan hara. Selain itu tanah juga menjadi habitat para mikroorganisme.

Di balik manfaatnya yang berlimpah, ternyata perlu proses yang panjang untuk dapat membentuk tanah.

proses pembentukan tanah

Proses Pembentukan Tanah

Proses pembentukan tanah tidak terjadi begitu saja, melainkan harus melewati beberapa tahap yang memakan waktu cukup lama.

Tanah merupakan sumber daya yang berharga sehingga harus dikelola dengan hati-hati. Jika tanah mengalami kerusakan, sama saja kita telah merusak lingkungan, habitat tanaman serta ketahanan sistem pangan.

Terdapat 4 tahapan dalam proses ini, simak uraiannya sebagai berikut.

1. Pelapukan Batuan

Proses pelapukan batuan akan membuat batuan menjadi hancur secara kimiawi, biologis dan fisik.

Proses ini akan berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama dan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti suhu, tekanan dalam batu dan cuaca. Berikut beberapa jenis proses pelapukan yang terjadi:

  • Pelapukan fisik akan membuat material batuan menjadi hancur sehingga membentuk partikel yang lebih kecil namun tidak mempengaruhi struktur kimiawinya. Proses ini dapat terjadi karena dipengaruhi oleh faktor cuaca yang ekstrim.
  • Pelapukan kimiawi akan mengubah struktur kimiawi yang ada di dalam batuan. Proses ini umumnya dipengaruhi oleh hujan asam sehingga menyebabkan kondensasi metana dan sulfur sehingga mampu menciptakan efek korosif pada batuan.
  • Pelapukan biologis terjadi akibat pengaruh adanya aktivitas makhluk hidup atau faktor alami lainnya. Proses pelapukan ini akan menyempurnakan butiran batuan sesuai dengan sifat tanah sehingga dapat menyatu dengan baik.

2. Pelunakan Struktur Tanah

Ketika batuan telah berubah menjadi partikel yang lebih kecil, lama kelamaan batu akan perlahan terkikis hingga mengalami pelunakan. Proses inilah yang disebut dengan proses pelunakan struktur tanah.

Udara dan air akan sangat berpengaruh dalam proses pengikisan batuan kecil ini dengan cara melewati bagian celah batuan tersebut.

Dalam proses pelunakan tersebut, akan terbentuk rongga kecil dalam batian. Rongga tersebut nantinya akan dijadikan sebagai tempat hidup bagi mikroorganisme seperti mikroba dan lumut.

3. Tumbuhnya Tanaman Perintis

Batuan yang sudah melewati proses pelunakan lama kelamaan akan ditumbuhi oleh tanaman perintis.

Umumnya tanaman ini memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan lumut. Tanaman tersebut akan membentuk sebuah akar yang bisa masuk melalui celah batuan.

Tanaman perintis dapat tumbuh akibat adanya unsur air yang melimpah pada bagian dalam batuan lunak. Tanaman perintis nantinya akan menghasilkan asam humus yang akan mengalir ke bagian celah batuan.

Asam humus tersebut akan membuat batuan menjadi lunak dan mengalami pelapukan sempurna hingga membentuk tekstur tanah.

Proses ini dikenal juga dengan sebutan pelapukan biologis.

4. Penyuburan Tanah

Batuan yang telah mengalami proses pelapukan sempurna akan mendapatkan bahan organis dan berbagai organisme yang tumbuh di bagian atasnya.

Lama kelamaan tanah akan mengalami proses penggemburan sehingga bisa menghasilkan unsur air dan hara.

Proses tersebut akan membuat tanah menjadi lebih subur sehingga dapat ditumbuhi oleh berbagai macam organisme.

Faktor yang Mempengaruhi Proses Pembentukan Tanah

Proses pembentukan tanah disebut juga dengan pedogenesis merupakan proses evolusi tanah yang terjadi di bawah pengaruh berbagai faktor yang membawa serangkaian perubahan.

Setiap proses yang terjadi akan membentuk lapisan tanah yang lama kelamaan akan membentuk komposisi yang tepat sehingga membentuk tanah.

Simak beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan tanah sebagai berikut.

1. Waktu

Waktu merupakan faktor yang memiliki peranan penting dalam pembentukan tanah karena memang proses ini akan memakan waktu yang lama sampai terbentuk dengan sempurna.

Waktu dikategorikan sebagai variabel abstrak yang dapat membawa perubahan secara tiba-tiba yang dapat menunjukkan bahwa proses evolusi tanah dapat terjadi tanpa adanya masukan dari luar.

Pengaruh faktor waktu terhadap profil tanah dapat dilihat dari komposisi tanah di mana bisa terjadi penumpukan lempung dan kapur pada bagian sub lapisan karena adanya translokasi ke bawah.

Kandungan humus pada cakrawala tanah juga mungkin akan berbeda dengan penuaan.

2. Materi Induk

Bahan induk merupakan materi padat awal yang digunakan untuk membentuk tanah. Bahan induk termasuk dalam zat terkonsolidasi seperti partikel endapan air, bahan organik, bebatuan atau abu vulkanik.

Komposisi bahan induk akan mempengaruhi pembentukan tanah karena nantinya akan menentukan komposisi tanah itu sendiri.

Contohnya batuan yang mengandung besi biasanya akan menghasilkan tanah yang kaya zat besi dan memiliki ph yang lebih tinggi serta warna yang lebih gelap.

Bahan induk umumnya dikumpulkan melalui beberapa media seperti air, gunung berapi dan angin. Pengaruh bahan induk dapat diamati pada tanah yang sering menunjukkan teksturnya.

Perubahan yang dibawa oleh bahan induk bisa berpengaruh secara tiba-tiba pada pembentukan tanah dan bisa berlangsung untuk waktu yang cukup lama.

3. Organisme

Pembentukan tanah juga bisa dipengaruhi oleh populasi manusia, hewan penghuni, tumbuhan dan organisme yang lainnya.

Efek yang disebabkan oleh vegetasi umumnya akan membuat tanah cenderung lebih asam dan mengandung sedikit humus.

Selain itu manusia juga bisa menjadi salah satu yang berpengaruh dalam pembentukan tanah dengan kegiatan modifikasi bahan organik dengan pertanian atau irigasi.

Hewan serta mikroorganisme juga dapat mempengaruhi kandungan organik tanah dan teksturnya karena aktivitas metabolisme dan fisik yang dilakukannya.

4. Iklim

Iklim merupakan faktor yang paling mempengaruhi pembentukan tanah. Pembentukan tanah yang memakan waktu cukup lama membutuhkan iklim sebagai faktor pendukungnya.

Perubahan iklim yang ekstrim dapat mempengaruhi pembentukan tanah secara signifikan.

Beberapa perubahan iklim yang bisa mempengaruhinya antara lain seperti suhu, pola badai, curah hujan dan matahari. Pengaruh iklim pada pembentukan tanah terjadi melalui aliran air dan energi matahari.

Air adalah media siklus hidup yang digunakan oleh berbagai organisme tanah. Sedangkan sinar matahari dapat mempengaruhi konsentrasi air yang ada di bawah permukaan tanah.

Pengaruh iklim terhadap pembentukan tanah dapat terlihat jelas pada kasus tanah gurun yang umumnya terdapat di sekitar daerah ekuator dengan energi matahari serta air yang cukup tinggi.

Di daerah yang memiliki iklim sedang dan lembab, akan menghasilkan tanah tropis dengan kelembaban yang cukup tinggi.

5. Topografi

Faktor topografi yang dapat mempengaruhi pembentukan tanah meliputi struktur geologi, konfigurasi, ketinggian di atas permukaan laut dan kemiringan lereng.

Posisi bahan induk selama proses pembentukan mempengaruhi siklus transpirasi, hidrologi dan beberapa proses sejenisnya.

Hal tersebut membuat profil tanah pada lereng cembung umumnya akan lebih dangkal dengan sub lapisan yang berbeda jika dibandingkan dengan tanah yang ada pada bagian atas lereng cekung.

Namun bahan organik tanah yang terdapat pada lereng rendah akan cenderung lebih tinggi karena aliran permukaannya.

Topografi termasuk dalam faktor yang rentan mengalami perubahan dari waktu ke waktu karena kondisinya dapat berubah akibat gempa bumi maupun erosi tanah.

Hal ini jugalah yang akan mempengaruhi pembentukan tanah untuk masa yang akan datang.

Setiap faktor tentu akan mempengaruhi proses pembentukan tanah karena dasarnya saling berpengaruh satu dengan yang lainnya.

Untuk itulah proses pembentukan ini harus terjadi secara bertahap dan membutuhkan waktu yang lama.

  • Add Your Comment

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close