Proses Pembentukan Urine

Deskripsi: Anatomi sistem perkemihan, fungsi ginjal serta proses pembentukan urine pada Manusia.


Urine merupakan sisa hasil metabolisme yang telah melalui proses sekresi pada ginjal. Setelah itu dikeluarkan melalui saluran kemih dari dalam tubuh. Proses pembentukan urine terdiri dari beberapa langkah, pada area sistem perkemihan tubuh manusia.

Biasanya, urine mengandung zat-zat yang sudah tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh. Maka urine harus dikeluarkan karena mengandung racun.

Proses pembentukan urine di dalam tubuh manusia ini melibatkan berbagai bagian.

Anatomi Sistem Perkemihan pada Manusia

Gambar Anatomi Sistem Perkemihan pada Manusia

kemdikbud.go.id

Sistem perkemihan pada tubuh manusia meliputi berbagai macam organ di dalamnya, di antaranya yaitu ginjal, uretra dan yang terakhir di saluran air kencing.

Apabila ada yang mengalami masalah di bagian urologi, maka proses pembentukan pada urine pun akan ikut kenali.

Berikut ini beberapa organ tubuh yang bekerja dalam proses pembentukan urine.

1. Ginjal

anatomi ginjal

Salah satu organ penting dan berperan penting dalam proses pembentukan pada urine adalah ginjal. Letak ginjal berada di bawah tulang rusuk dan dekat dengan punggung bagian tengah. Fungsi dari ginjal ini di antaranya yaitu:

  • Membuang limbah serta cairan dalam tubuh yang jumlahnya berlebihan.
  • Menyeimbangkan kadar elektrolit dan air di dalam tubuh.
  • Melepas hormon yang tugasnya yaitu mengontrol produksi sel darah merah.
  • Membantu menjaga kesehatan tulang dengan cara mengontrol fosfor dan juga kalsium.

Nantinya ginjal akan mengeluarkan urea melalui unit penyaringan kecil dari darah, yang disebut dengan nefron. Nefron ini terdiri dari bola yang terbentuk dari kapiler darah yang kecil dengan tabung kecil.

Urea pun akan membentuk urine ketika melewati nefron dan mengarah ke tubulus ginjal, bersama dengan limbah dan air yang lainnya.

2. Ureter

Dua buah tabung kecil yang berperan dalam membawa urine ke kandung kemih dari ginjal disebut dengan ureter. Otot yang ada di dinding ureter akan mengendur dan mengencang supaya urine tersebut turun ke area ginjal.

Apabila urine dibiarkan atau naik begitu saja maka bisa terjadi infeksi pada ginjal. Urine dalam jumlah yang tidak banyak akan dialirkan ke kandung kemih dari ureter setiap 10-15 detik sekali.

3. Kandung Kemih

Organ yang berongga dan membentuk segitiga disebut dengan kandung kemih. Organ ini berada di perut bagian bawah. Organ kandung kemih ditahan oleh ligamen yang melekat pada organ lainnya seperti tulang panggul.

Dinding pada kandung kemih juga akan mengendur serta mengencang supaya urine bisa tersimpan di dalamnya. Biasanya terdapat 200-300 ml urine yang tersimpan di dalam kandung kemih, pada kandung kemih yang sehat dalam waktu 2-5 jam lamanya.

Maka, penting sekali menjaga kesehatan kandung kemih supaya proses pembentukan pada urine tidak terganggu, dan proses buang air kecil Anda juga berjalan dengan lancar.

4. Uretra

Urine yang diproduksi oleh ginjal serta urine yang dipindahkan ke kandung kemih dari ureter, nantinya akan dikeluarkan melalui uretra.

Organ yang satu ini disebut dengan saluran air kencing yang tugasnya adalah menghubungkan kandung kemih pada saluran kemih, yang terdapat di ujung penis pada pria dan vagina pada wanita.

Panjang uretra secara normal yaitu sekitar 20 cm pada pria. Sedangkan pada wanita, panjang normalnya adalah 4 cm saja. Antara uretra dengan kandung kemih telah dilengkapi dengan cincin otot, yang berfungsi sebagai tempat untuk menjaga supaya urine tidak bocor.

Proses Pembentukan Urine pada Manusia

Proses Pembentukan Urine

utakatikotak.com

Terdapat tiga tahapan dalam proses pembentukan urine pada manusia, yang terdiri dari filtrasi, reabsorpsi dan yang terakhir augmentasi atau disebut juga dengan sekresi.

Berikut ini penjelasan masing-masing proses pembentukan yang terjadi pada urine.

1. Filtrasi atau Penyaringan

Proses pembentukan pada urine diawali dengan filtrasi, yang dilakukan dengan bantuan organ ginjal. Ada sekitar 1 juta nefron pada ginjal sebagai tempat pembentukan urine. Sekitar 20%-nya dari jumlah darah akan melewati ginjal untuk kemudian disaring di waktu tertentu.

Hal itu dilakukan supaya tubuh bisa menghilangkan beberapa zat dari sisa metabolisme atau limbah, serta untuk menjaga keseimbangan kadar darah, cairan dan juga pH darah. Proses penyaringan darah juga dilakukan di area organ ginjal tersebut.

Zat sisa metabolisme yang terkandung di dalam darah akan disaring, karena hal itu bisa menjadi racun bagi tubuh. Tahap ini terjadi di badan malphigi yang meliputi kapsul bowman dengan glomerulus.

Hasil dari penyaringannya dinamakan urine primer, yang juga termasuk urea di dalamnya atau hasil dari amonia yang sudah terakumulasi.

2. Reabsorpsi

Proses pembentukan pada urine berikutnya setelah difiltrasi adalah reabsorpsi atau yang disebut dengan penyaringan ulang. Ada 43 galon cairan yang akan melalui proses reabsorpsi ini. Namun, sebagian besar di dalamnya akan dikeluarkan dari tubuh setelah diserap kembali.

Untuk penyerapan cairannya dilakukan di tubulus distal, nefron dan pengumpul. Sedangkan untuk kandungan natrium, air, asam amino dan glukosa akan diserap kembali ke aliran darah kapiler yang mengelilingi tubulus tersebut.

Air pun akan bergerak melalui proses osmosis, yang disebut dengan pergerakan air dari area yang memiliki konsentrasi tinggi ke yang lebih rendah. Hasil dari proses tersebut dinamakan urine sekunder.

Secara umum seluruh glukosa juga akan diserap kembali. Natrium dan beberapa ion lainnya juga akan diserap kembali dengan cara yang tidak lengkap, kemudian akan tertinggal di dalam filtrat dengan jumlah yang besar.

3. Sekresi atau Augmentasi

Tahapan terakhir di dalam proses pembentukan urine adalah sekresi. Beberapa zat akan mengalir secara langsung di sekitar tubulus pengumpul dan distal dari darah, ke tubulus itu sendiri.

Pada tahap ini juga terdapat bagian dari mekanisme tubuh yang fungsinya adalah untuk menjaga pH asam dan basa yang ada di dalam tubuh. Amonia, ion kalium, dan ion kalsium juga akan melewati proses sekresi terlebih dahulu.

Supaya senyawa kimia di dalam darah juga akan selalu dalam keadaan seimbang. Prosesnya dilakukan dengan cara meningkatkan zat seperti kalsium dan kalium pada saat konsentrasinya sedang tinggi.

Penyerapan kembali juga akan ditingkatkan dengan cara mengurangi sekresi pada saat konsentrasinya sedang rendah. Urine yang dibuat di tahap ini akan mengalir ke ginjal bagian tengah yang disebut dengan panggul.

Air pun akan mengalir ke ureter lalu akan tersimpan di dalam kandung kemih. Setelah itu urine akan mengalir ke uretra lalu keluar dari dalam tubuh pada saat buang air kecil.

Proses pembentukan urine ini akan menghasilkan beberapa zat yang terdiri dari:

  • Air
  • Amonia
  • Urea atau limbah yang dibentuk pada saat protein dipecah
  • Kreatinin
  • Urochrome atau darah yang berpigmen yang membuat urine menjadi warna kuning
  • Garam
  • Senyawa lainnya yang dihasilkan oleh empedu dari dalam hati

Itulah sebabnya urine yang kondisinya sehat dan normal akan memiliki warna kuning jernih. Maka waspadai juga ketika urine Anda berubah warna misalnya gelap atau pekat, karena artinya ada sesuatu yang salah di dalam proses pembentukannya.

Untuk menjaga kesehatan organ kandung kemih, sebaiknya mulailah penuhi kebutuhan cairan dengan meminum air putih 6-8 gelas/hari.

Baca juga: Sistem Pencernaan Manusia

Terimakasih sudah berkunjung dan membaca artikel ini.

Klik star berikut untuk memberikan dukungan pada kami 😀

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close