Proses Terjadinya Petir

Saat hujan deras tentu Anda sering melihat munculnya kilatan cahaya terang berwarna putih yang disusul dengan suara gemuruh kencang, itulah yang disebut dengan petir dan gemuruh.

Proses terjadinya petir berlangsung sebagai gejala alam yang menandakan hujan lebat sedang terjadi.

Kilatan cahaya warna putih dikenal dengan petir, sedangkan suara dentuman kencang yang mengikutinya disebut dengan gemuruh.

Petir dan gemuruh datang beriringan dalam waktu yang bisa bersamaan atau berjeda.

proses terjadinya petir

Pengertian Petir

Petir adalah gejala alam yang biasanya terjadi ketika hujan turun atau akan turun.

Petir munculnya berupa kilatan cahaya berwarna putih yang sangat menyilaukan. Petir biasanya datang bersama dengan gemuruh atau suara dentuman kencang yang mengagetkan.

Petir merupakan simbol dari arus listrik alam. Gejala alam ini dianalogikan sebagai sebuah kondensator raksasa.

Di mana lempengan pertama adalah awan yang dianalogikan sebagai lempengan positif maupun negatif.

Lempengan kedua adalah bumi yang dianalogikan sebagai lempeng netral. Bukan hanya di bumi saja, petir juga bisa terjadi di antara awan dengan awan.

Hal tersebut terjadi apabila salah satu awal bermuatan listrik negatif dan yang satunya lagi positif.

Proses Terjadinya Petir

Proses terjadinya petir di bumi adalah sebuah fenomena alam yang pasti terjadi karena dipengaruhi oleh berbagai hal.

Seperti hujan yang terjadi akibat adanya penguapan pada bumi yang naik ke atas awan. Begitu juga dengan petir yang terjadi melalui serangkaian proses.

Petir terjadi akibat adanya perbedaan potensial yang terjadi di antara bumi dan awan atau awan dengan awan yang lainnya.

Untuk lebih jelas tentang prosesnya simak uraiannya sebagai berikut:

  • Proses terjadinya petir berawal dari munculnya muatan pada awan karena pergerakannya yang teratur dan terus menerus. Selama pergerakannya, awan akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga menimbulkan muatan negatif dan positif.
  • Awan yang bermuatan negatif dan positif akan terpisah dan membentuk dua sisi. Satu sisi awan dengan muatan negatif dan sisi lainnya awan dengan muatan positif.
  • Akan terjadi pembuangan muatan negatif karena perbedaan potensial antara bumi dan awan yang cukup besar. Pembuangan muatan tersebut dilakukan untuk mencapai keseimbangan.
  • Pada saat proses pembuangan muatan negatif ini, media yang digunakan adalah udara.
  • Pada saat muatan negatif telah mampu menembus ambang batas isolasi udara, maka akan terjadi ledakan suara besar yang didengar sebagai gemuruh.
  • Setelah itu muncullah kilatan putih yang disebut dengan petir. Perbedaan munculnya kedua elemen ini ditentukan dari kecepatan cahaya dan suara yang merambat.
  • Petir sering terjadi pada musim hujan karena saat hujan udara akan mengandung kadar air yang lebih tinggi, sehingga daya isolasinya pun akan menurun dan arus listrik lebih mudah mengalir.

Dampak Terjadinya Petir

Seperti yang telah diketahui bahwa petir merupakan salah satu gejala alam yang banyak ditakuti oleh orang, terutama anak-anak.

Selain menghasilkan kilatan cahaya yang sangat terang, petir juga memiliki suara yang menggelegar sehingga membuat kaget dan ketakutan.

Petir ditakuti karena mampu memberikan beberapa dampak yang luar biasa. Dalam beberapa kasus orang bisa meninggal karena tersambar petir.

Simak dampak yang bisa disebabkan oleh petir sebagai berikut.

1. Efek Tegangan Tembus Samping

Saat terjadi petir, titik sambaran petir pada sistem proteksi bisa mendapatkan tegangan yang lebih besar terhadap unsur logam yang ada di dekatnya.

Hal tersebut dapat menimbulkan resiko tegangan tembus dari sistem perlindungan petir yang telah dipasang, kemudian menyambar menuju struktur logam lainnya.

Efek tegangan tembus ini dapat berdampak pada tingginya resiko bahaya petir bagi isi dan juga struktur rangka bangunan.

2. Efek Listrik

Petir bisa menimbulkan efek listrik untuk manusia.

Hal tersebut terjadi ketika arus petir telah melalui kabel penyalur atau konduktor menuju ke bagian resistansi elektroda bumi sehingga dapat menimbulkan tegangan jatuh resistif.

Arus yang dihasilkan oleh petir juga dapat menimbulkan tegangan tinggi di sekitar area elektroda bumi yang bisa membahayakan bagi seluruh makhluk hidup.

3. Efek Thermal

Efek thermal merupakan proses pelepasan muatan petir dalam jumlah terbatas pada kenaikan temperatur konduktor yang akan dilalui oleh arus besar yang dihasilkan oleh petir dalam waktu singkat serta pengaruhnya pada sistem perlindungan petir juga akan diabaikan.

Upaya Mengatasi Bahaya Sambaran Petir

Petir merupakan gejala alam yang seringkali membuat banyak orang menjadi ketakutan. Tidak dipungkiri jika memang petir seringkali menimbulkan bahaya dan bahkan bisa mengancam keselamatan manusia.

Untuk itu Anda perlu mengetahui bagaimana upaya yang harus dilakukan agar dapat menghindarkan diri dari bahaya sambaran petir.

Simak informasinya di bawah ini:

  • Ketika ada petir jangan berdiri di alam terbuka, karena petir akan lebih beresiko dan bisa mengenai orang yang berada di luar ruangan.
  • Jangan berlindung pada benda yang terbuat dari logam saat ada petir, karena logam merupakan salah satu bahan tambang yang bersifat konduktor sehingga lebih mudah menghantarkan panas dan listrik. Berlindunglah di bawah elemen lain selain logam agar terhindar dari petir.
  • Bagi orang yang bekerja di bandara atau saat hujan sedang ada di bandara, jangan sekali-kali berlindung di bawah sayap pesawat karena posisi ekor pesawat lebih tinggi sehingga lebih mudah tersambar petir.
  • Saat berlindung di jalan dari petir, jauhi tiang layar atau tiang listrik agar tidak tersambar petir.
  • Salah satu upaya sederhana yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan diri dari petir saat di luar ruangan adalah dengan berjongkok dan merapatkan kedua kaki, kemudian tundukkan kepada serendah mungkin tanpa menyentuh tanah.
  • Ketika turun hujan disertai petir, jangan meneduh di bawah pohon karena resiko tersambar petir lebih tinggi. Ukuran pohon yang tinggi bisa membuat petir lebih mudah tersambar dan merambat ke tubuh manusia.
  • Saat terjadi hujan petir, jangan berteduh secara gerombol. Buatlah jarak antara orang berdiri sekitar 5 meter agar tidak tersambar petir.
  • Petir bukan hanya bisa menyambar saat Anda berada di luar ruangan, namun juga bisa terjadi saat orang berada di dalam ruangan. Jangan menggunakan alat elektronik yang sedang dialiri listrik saat hujan petir.
  • Matikan dan cabut kabel power dari stop kontak listrik agar lebih aman dan meminimalisasi resiko tersambar petir.
  • Jangan menelpon saat hujan petir, karena bisa menyambar melalui sambungan telepon.
  • Ketika petir, jauhi pipa air yang ada di dalam rumah karena listrik yang dihasilkan petir dapat merambat melalui pipa air.
  • Saat berada di dalam ruangan dan kondisi sedang hujan petir, gunakanlah sandal berbahan karet dan gunakanlah kaos kaki. Hal tersebut dilakukan untuk memisahkan tubuh dari sentuhan langsung lantai atau permukaan agar tidak tersambar petir.

Dengan mengetahui proses terjadinya petir dan bagaimana cara mengatasi bahaya sambaran petir, Anda tidak perlu lagi khawatir atau ketakutan.

Hal ini tentu akan membuat Anda merasa lebih tenang saat berada di luar maupun dalam rumah saat hujan petir melanda.

Baca juga: Proses terjadinya pelangi

  • Add Your Comment

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close