Resensi Novel Laskar Pelangi

Deskripsi: Resensi dan sinopsi Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.


Resensi Novel Laskar Pelangi

Identitas Buku

  • Judul Buku: Laskar Pelangi
  • Penulis Buku: Andrea Hirata
  • Penerbit Buku: Yogyakarta: Bentang Pustaka
  • Kota Terbit: Yogyakarta
  • Cetakan:
  • Tebal Buku: 529 halaman
  • ISBN: ISBN 979-3062-79-7

Sinopsis Novel Laskar Pelangi

Resensi novel laskar pelangi karangan Andrea Hirata satu ini menceritakan sebuah ikatan persahabatan yang bersekolah di dalam sebuah keterbatasan ekonomi.

Berawal dari sebuah sekolah yang terancam ditutup oleh kemindikbud, karna tidak tercapainya minimal jumlah murid yang seharusnya.

Jumlah murid saat itu hanya sembilan anak, dan dimana persyaratan setiap sekolah minimum harus ada sepuluh murid baru bisa diizinkan untuk membuka sebuah pendidikan.

Tetapi kesempatan itu tiba-tiba datang, dimana ada seorang murid beserta orangtuanya, yang ingin mendaftarkan anaknya untuk sekolah disana.

Satu-satunya sekolah Muhammadiyah yang berdiri di sebuah desa Gantung, lebih tepatnya di Kabupaten Gantung, Belitung Timur.

Sepuluh anak tersebut berasal dari keluarga kurang mampu dan bersekolah dengan kesederhanaan. Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat mereka meraih cita-citanya.

Mereka mengukir sejarah prestasi yang membuat nama sekolah dan guru disana disanjung dengan baik.

Bu Mus, menjadi sosok seorang guru yang mengabdi di sekolah sederhana. Tokoh siswa diperankan sebagai Ikal, Lintang,Sahara, Mahar, A Kiong,  Syahdan,  Kucai, Borek, Trapan, dan Harun.

Mereka bersekolah di sekolah kecil nan sederhana selama 9 tahun. Yakni mulai dari kelas 1 SD hingga kelas 3 SMP.

Diceritakan juga bagaimana perjuangan para siswa untuk bisa sampai di sekolah. Contohnya saja tokoh Lintang harus menempuh jarak 80km dengan menggayuh sepeda.

Dalam kondisi yang serba terbatas, mereka tetap semangat mengeyam pendidikan. Bukan di gedung sekolah tembok yang megah, melainkan gubuk reot yang hampir roboh.

Bu Mus memberikan sebuah sebutan kepada sepuluh muridnya. Dijulukilah sekolah mereka dengan nama laskar Pelangi. Sang Laskar Pelangi pun mengharumkan nama sekolah kecil mereka dengan memenangkan perlombaan cerdas cermat.

Unsur Intrinsik Novel Laskar Pelangi

Bagaimana, tidak sabar mengetahui watak para tokoh di resensi novel laskar pelangi? Kira – kira siapa saja tokoh yang akan Anda idolakan, ya?

Mari langsung saja kita bahas unsur intrinsik novel larkar pelangi berikut ini.

1. Tema

Novel laskar pelangi ini menceritakan perjuangan dan semangat para siswa. Keterbatasan bukan halangan untuk tetap semangat bersekolah dan mengejar cita-cita.

Suka, duka, kekonyolan dan haru biru turut mewarnai jalannya cerita di novel ini.

2. Penokohan

Berikut adalah penjelasan penokohan dalam Novel laskar pelangi:

1. Ikal

Ikal adalah tokoh utama dalam novel laskar pelangi. Hal ini dibuktikan adanya kata ganti ‘aku’ untuk penyebutan Ikal. Tokoh ini digambarkan sebagai siswa yang pandai namun belum sepandai tokoh Lintang.

2. Taprani

Tokoh Taprani ini digambarkan sebagai sosok yang selalu tampil rapi dan pintar. Ia sangat menghormati ibunya.

3. Sahara

Sahara adalah murid perempuan pertama yang ada di sekolah SD Muhammadiyah. Tokoh ini digambarkan sebagai gadis dengan perawakan ramping dan mengenakan jilbab.

4. A Kiong

Tokoh ini diceritakan sebagai satu – satunya siswa keturunan Tionghoa di SD Muhammadiyah. Watak A Kiong ini digambarkan sebagai sosok yang sangat penurut dan mudah percaya, terutama kepada tokoh Mahar.

5. Harun

Harun adalah tokoh yang santun serta murah senyum. Ia baru masuk jenjang sekolah SD saat usianya menginjak 15 tahun karena keterbelakangan mental.

6. Kucai

Kucai adalah ketua kelas yang cerewet namun sangat berbakat menjadi seorang politikus. Meskipun awalnya ia sangat kesulitan mengatur seisi kelas namun pada akhirnya semua bisa teratasi.

7. Lintang

Tokoh Lintang ini digambarkan sebagai sosok siswa yang sangat jenius. Tidak hanya itu saja, ia juga sangat gigih memperjuangkan cita-citanya.

8. Mahar

Tokoh Mahar ini digambarkan sebagai sosok yang mempunyai bakat dalam bidang kesenian. Ia pandai melukis, menyanyi, dan menyelesaikan seni rupa lainnya.

9. Bu Muslimah

Tokoh yang akrab dipanggil sebagai ‘Bu Mus’ ini merupakan figur guru yang sangat berdedikasi mencerdaskan anak bangsa. Beliau sangat sabar dan baik hati kepada murid – muridnya.

10. Pak Harfan

Sosok kepala sekolah ini mempunyai nama lengkap K.A Harfan Efendy Noor. Beliau digambarkan sebagai tokoh yang sangat peduli dan mau memperjuangkan SD Muhammadiyah agar tetap bertahan.

3. Plot atau Alur Cerita

Alur cerita di novel “Laskar Pelangi” menggunakan jenis alur maju. Hal ini dibuktikan dengan penulisan cerita yang menceritakan kisah awal semenjak ikal dan kawan-kawannya bersekolah sampai mereka semua beranjak dewasa.

Meski begitu, banyak cerita yang masih menjadi misteri, dan misteri tersebut berada pada novel sekuel tetralogi Laskar Pelangi lainnya.

4. Latar

Latar tempat yang digunakan dalam novel “Laskar Pelangi” diantaranya yakni:

  • Di Sekolah Dasar Muhammadiyah (Hirata, 6 : 2006)
  • Di bawah Pohon (Hirata, 159 : 2006)
  • Di dalam Gua (Hirata, 396 : 2006)

Selanjutnya, suasana yang terjadi dalam cerita novel laskar pelangi diantaranya; yakni menyenangkan, menegangkan, dan juga mengharukan.

5. Sudut Pandang

Penggunaan sudut pandan dalam novel laskar pelangi adalah sudut pandang pertama, yakni tokoh aku (Ikal) yang menjadi pelaku utama.

6. Gaya Bahasa

Penulis menggunakan gaya bahasa Indonesia yang terpengaruh dengan aksen budaya bahasa Melayu. Selain itu, juga penulis menggunakan beberapa istilah asing di dalam penulisannya.

7. Amanat

Amanat yang dapat dipetik dari isi cerita novel “Laskar Pelangi” diantaranya yakni :

  • Semangat, gigih, jangan mudah menyerah dan putus asa dengan keadaan
  • Bergembira, optimis, jangan mudah pesimis
  • Berjuang dengan gigih
  • Bermimpi dan bercita-citalah yang tinggi

Kesimpulan

Bagaimana, sudah terbayang bagaimana alur cerita resensi novel laskar pelangi? Tidak hanya novelnya yang populer, bahkan film laskar pelangi ini juga sangat diminati masyarakat.

Tidak sekedar menikmati hiburan, setiap alur yang diceritakan dalam novel ini memang serat makna.

Di tengah keterbatasan ternyata masing ada anak-anak yang sangat bersemangat memperjuangkan haknya untuk belajar di sekolah.

Selamat menikmati karya fenomenal yang inspiratif ini, ya?

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close