Resensi Novel Sepatu Dahlan

Deskripsi: Sinopsis dan Resensi Novel Sepatu Dahlan.


Identitas Buku

  • Judul Buku: Sepatu Dahlan
  • Penulis Buku: Khrisna Pabichara
  • Penerbit Buku: Noura Books
  • Kota Terbit: Jakarta Selatan
  • Cetakan: ke 1
  • Tebal Buku: 369 halaman
  • ISBN: 9786029498240

Resensi Novel Sepatu Dahlan

Sinopsis Novel Sepatu Dahlan

Resensi novel Sepatu Dahlan ini menceritakan tentang masa kecil Dahlan Iskan sebagai salah satu tokoh besar di Indonesia. Dahlan kecil hidup seperti anak-anak lainnya, tetapi dalam kondisi yang serba kekurangan materi.

Namun tentu saja hal tersebut tidak membuatnya putus asa untuk meraih cita-cita. Pada novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama. Alur yang digunakan maju mundur yang menceritakan tokoh Dahlan dari masa kecil hingga dewasa.

Hari itu, Dahlan yang memiliki nama lain Pak Yu Shi Gan menjalani operasi liver di rumah sakit. Dia menerima donor liver dari seorang pemuda yang katanya berusia 25 tahun.

Dia teringat kembali oleh keluarganya yang meninggal karena mengalami sakit yang sama, dan terlambat berobat karena kemiskinan.

Di ruang operasi, dia memanggil ibunya sangat kencang. Lalu pada bab selanjutnya mulai menceritakan masa kecilnya Dahlan di sebuah kampung cukup terpencil bernama Kebon Dalem, Magetan.

Di sana, keluarga Dahlan merupakan warga asli yang miskin. Sementara tanah berhektar-hektar tersebut milik warga pendatang, salah satunya bernama Mandor Komar.

Tahun 1962 usia Dahlan sudah remaja dan mulai bersekolah. Di kampungnya, anak-anak remaja meskipun miskin tentu wajib sekolah. Mereka akhirnya menerima ijazah sekolah.

Bagi Dahlan yang mendapatkan nilai rapor merah sangat sedih, karena merasa sudah mengecewakan orang tuanya.

Dahlan kecil tidak pernah ada waktu buat belajar. Setiap harinya setelah bangun, ia menunaikan shalat Subuh lalu bersiap berangkat ke sekolah. Sepulangnya dari sekolah, Dahlan kecil bermain, mencabut rumput serta angon domba.

Dahlan tidak mungkin belajar dalam kondisi gelap. Saat itu Dahlan ingin sekali melanjutkan sekolah ke SMP Magetan, karena teman-temannya mendaftar ke sana.

Namun, sang bapak tidak setuju dengan idenya. Malah bapak menginginkan Dahlan melanjutkan ke Tsanawiyah atau Pesantren Takeran, karena biayanya murah.

Akhirnya Dahlan mengalah menuruti harapan bapaknya untuk belajar di Pesantren Takeran. Lebih mengejutkan lagi, ternyata keluarga besar ibunya Dahlan berasal dari pesantren tersebut.

Kedua kakak perempuannya juga menamatkan sekolah di sana. Sementara bapaknya yang berasal dari Ponorogo, malah diasuh dan dibesarkan di pesantren tersebut.

Dahlan masih mengharapkan dibelikan sepatu yang bagus oleh orang tuanya. Kemudian dia menyadari kembali bahwa kemiskinan mengajari banyak hal. Zaman dulu, harga sepatu yang bagus memang masih sangat mahal. Jadi para murid atau santri yang belajar pasti nyeker.

Sejak berada di pesantren, kehidupan Dahlan mulai berubah menjadi lebih penyabar, pantang menyerah, dan serius untuk belajar. Di sana, Dahlan juga memiliki sahabat bernama Arif, Imran, Kadir, Komariyah, dan Fadli.

Mereka mengukir prestasi dalam setiap mata pelajaran. Dahlan yang menyukai bola volley, bergabung dengan tim volley. Akhirnya, dia berhasil membuktikan kepada kedua orang tuanya bisa menjadi juara.

Unsur Intrinsik Novel Sepatu Dahlan

Bagaimana, Anda tentu ingin mengetahui informasi resensi novel Sepatu Dahlan lebih detail, ya? Yakni, unsur intrinsik yang membahas mengenai karakter tokohnya. Berikut ini ulasan lengkapnya.

Tema

Novel Sepatu Dahlan mempunyai tema utama perjuangan seorang anak yang memiliki banyak keterbatasan. Keadaan yang serba kekurangan menempanya menjadi sosok yang tangguh dan berprestasi.

Penokohan

Berikut adalah penjelasan mengenai penokohan dalam Novel Sepatu Dahlan:

1. Dahlan

Dahlan adalah tokoh utama yang memiliki nama lain Pak Yu Shi Gan ini mempunyai sifat keras kepala, pekerja keras, cerdas, tegas, pandai menulis, jahil, dan cerdik.

2. Mandor Komar

Mandor Komar adalah juragan pemilik tanah di Kampung Kebon Dalem, Magetan.

3. Bapak Iskan

Bapak Iskan adalah ayahnya Dahlan yang memiliki sifat pendiam, tangkas bekerja, ulet, keras, to the point, tegas, disiplin. Perawakannya mata tajam, alis tebal, rambutnya kasar.

4. Ibu

Ibu memiliki watak yang penuh toleransi, sabar, dan penurut. Bekerja sebagai tukang batik.

5. Zain

Zain adalah adiknya Dahlan yang memiliki sifat pendiam dan penurut.

6. Pak Suprapto

Pak Suprapto adalah kepala Sekolah Rakyat memiliki sepatu mengkilap.

7. Mbak Atun

Mbak Atun adalah kakaknya Dahlan yang sudah bekerja sebagai pengajar di Madiun. Dia memiliki sifat yang peduli, penyayang, dan apa adanya.

8. Kadir

Kadir adalah sahabatnya Dahlan sewaktu di SR tetapi bertemu di pesantren. Dia memiliki sifat yang polos, misterius, tertutup, ceplas ceplos, humoris, dan tidak mudah tersinggung.

Kesimpulan

Anda tentu semakin tertarik untuk membaca novel Sepatu Dahlan setelah membaca resensi di atas, bukan? Novel yang menceritakan perjuangan anak kecil untuk meraih cita-cita.

Mulai dari keinginan kecilnya memiliki sepatu dan sepeda, hingga pencapaian prestasi lainnya. Semoga resensi novel Sepatu Dahlan di atas cukup memotivasi Anda menikmati sajian karya positif yang satu ini.

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close