Sejarah Suku Jawa dan Kebudayaannya

Pulau Jawa juga memiliki kekayaan budaya yang diperoleh dari Suku Jawa. Banyak sekali kajian di dalamnya yang menarik untuk diketahui lebih dalam.

Mulai dari sejarah, adat istiadat, dan lain sebagainya sangat beraneka ragam. Ingin tahu lebih lengkap? Simak penjelasan di bawah ini yuk!

Mengenal Suku Jawa

kesantunan dan tata krama budaya Jawa

medium.com

Suku Jawa adalah satu etnis suku dengan populasi terbesar di rantau Nusantara, yaitu meliputi Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapore, Suriname, Taiwan, Belanda, Hongkong, bahkan Arab Saudi.

Sebutan ini merupakan label untuk penduduk yang memiliki pandangan hidup kejawen.

Secara geografis, seseorang disebut memiliki suku jenis ini karena tinggal di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta.

Suku dengan populasi terbesar ini memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme. Melihat kebudayaan yang dibentuk berasal dari peninggalan sejarah Majapahit dan Mataram.

Suku ini terkenal dengan sikap lemah lembut, tata krama, dan kesopanan. Masyarakat yang tergolong dalam etmis suku ini tersebar di seluruh wilayah Indonesia karena pada masa Orde Baru terdapat program transmigrasi.

Sehingga banyak masyarakat suku ini yang terpencar ke seluruh daerah.

Sejarah Suku Jawa

sejarah suku Jawa

idntimes.com

Siapa sih yang tidak mengenal suku dengan etnis paling besar di seluruh Indonesia ini?

Beragam adat dan istiadat serta warisan kebudayaan diperoleh dari banyaknya kerajaan yang berdiri di atas tanah Jawa.

Sejarah terbentuknya suku ini juga panjang, berikut ulasannya.

1. Tulisan Kuno India

Peninggalan kuno tulisan India ini menyebutkan kisah bahwa zaman dahulu di Kepulauan Nusantara pernah menyatu dengan Australia dan Asia.

Di dalamnya diceritakan kisah bahwa terdapat bencana alam yang menyebabkan pulau-pulau terpisah.

Dalam tulisan tersebut menyebutkan nama seorang pengembara bernama Aji Saka. Seiring berjalannya waktu, Aji Saka menemukan sebuah pulau bernama Jawa.

Dikatakan pula bahwa Aji Saka inilah seseorang yang pertama kali datang dan disebut nenek moyang oleh generasinya.

2. Menurut Sejarawan

Von Hein Geldern mengatakan bahwa kehadiran suku ini karena adanya migrasi penduduk Tiongkok Selatan atau Tunan di Indonesia.

Proses migrasi ini dilakukan secara masif dan bertahap menggunakan perahu.

Proses perpindahan penduduk ini berlaku sejak zaman Neolitikum atau kurang lebih pada 2000 sebelum masehi hingga zaman perunggu di tahun 500 sebelum masehi.

Masyarakat Yunan tergolong dalam masyarakat Austronesia.

Dr. H. Kern melakukan penelitian tentang sejarah suku ini, kemudian diperoleh hasil bahwa bahasa Indonesia memiliki kemiripan dengan bahasa di daerah lainnya.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa bahasa Indonesia berasal dari sumber yang sama, yaitu Austronesia.

3. Menurut Arkeolog

Arkeolog adalah ilmu yang mempelajari tentang peninggalan sejarah khususnya berhubungan dengan material. Menurut arkeolog, lahirnya suku ini berasal dari asal-usul masyarakat Indonesia itu sendiri.

Masyarakat Jawa diidentifikasi berasal dari penduduk pribumi sendiri. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya fosil manusia purba Homor Erectus dan Pithecanthropus Erectus.

Seorang ahli anatomi bernama Eugene Dubois mengatakan bahwa fosil tersebut diberi nama manusia Jawa.

Ditemukannya fosil di tahun 1981 tersebut diteliti kemudian diperoleh hasil bahwa DNA yang terdapat didalamnya memiliki kesamaan.

Tentunya terdapat perbedaan, namun tidak ditemukan perbedaan yang signifikan.

Ditemukannya kedua fosil serta kemiripan DNA dengan manusia zaman sekarang tentu memberi pengetahuan bahwa nenek moyang Jawa berasal dari pribumi sendiri.

Sehingga masyarakat Jawa berasal dari wilayahnya sendiri.

Kebudayaan Suku Jawa

Suku terbesar yang ada di Indonesia ini tidak hanya memiliki populasi terbanyak saja, namun juga seimbang dengan kebudayaannya.

Banyak sekali kebudayaan Jawa yang menarik untuk diketahui dan bervariasi. Berikut merupakan kebudayaan yang ada di Indonesia.

1. Senjata Tradisional

keris Diponegoro

kebudayaan.kemdikbud.go.id

Sejarah yang panjang berhubungan dengan beragam jenis kerajaan tentu menghasilkan berbagai macam senjata tradisional.

Senjata tradisional suku Jawa yang paling terkenal adalah Keris, yaitu senjata yang identik memiliki kesaktian tertentu.

Keris identik memiliki hubungan dengan dunia mistis, dimana senjata yang disebut sebagai pusaka ini dibuat dan diberi mantra sesuai fungsinya.

Oleh karena itu keris dianggap sebagai senjata tradisional yang harus menjalani ritual tertentu.

2. Seni Musik

seni musik gamelan jawa

travel.tribunnews.com

Musik memang menjadi daya tarik tersendiri bagi suku terbesar di Indonesia ini.

Tidak hanya didengarkan dalam kehidupan sehari-hari, seni musik juga digunakan untuk ritual atau adat istiadat tertentu sebagai pengiring.

Berikut merupakan beberapa alat musik Suku Jawa:

  • Bonang

Alat musik yang membunyikannya dengan cara dipukul ini terbuat dari logam, di antaranya perunggu, kuningan, atau besi. Alat musik tradisional yang dipukul menggunakan pemukul khusus ini berukuran 2 jenis yaitu kecil dan besar.

  • Gamelan

Gamelan biasanya dibunyikan bersama jenis musik lain agar menghasilkan alunan musik yang indah. Istilah gamelan dibuat sesuai artinya, yaitu kesatuan utuh yang diperoleh dari alunan bunyi yang dilakukan secara bersama-sama.

  • Saron

Alat musik ini berasal dari Jawa Tengah dan dibunyikan dengan cara dipukul. Pemukulnya terbuat dari kayu atau tanduk. Bunyi yang dihasilkan dari saron terdiri dari 3 jenis, yaitu beroktaf tinggi, sedang, dan rendah.

3. Wayang Kulit

wayang kesenian Jawa

phinemo.com

Suku Jawa terkenal dengan sebuah pertunjukan yang bernama wayang kulit. Di mana di dalamnya terdapat cerita khas Jawa, mulai dari Mahabarata, Ramayana, dan lain sebagainya.

Cerita dalam wayang kulit juga berubah sesuai dengan perkembangan budaya di Jawa.

4. Budaya Kejawen

adat istiadat di keraton

wikipedia.org

Budaya Jawa identik dengan kejawen, yaitu budaya yang mengajarkan nilai-nilai orang Jawa. Di mana di dalamnya terdapat perilaku, pandangan sosial, adat istiadat, dan lain sebagainya.

Ajaran ini identik dengan nilai spiritual masyarakat Jawa terhadap Sang Pencipta.

5. Bahasa dan Aksara Jawa

aksara jawa

suara.com

Bahasa digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari dengan masyarakat Jawa.

Di dalamnya terdapat beberapa tingkatan untuk berkomunikasi dengan orang sesuai dengan usia. Mulai dari bahasa ngoko, kromo inggil, dan krama madya.

Karma madya atau bahasa Jawa halus digunakan untuk orang-orang dengan usia setara. Sedangkan krama inggil digunakan untuk orang dengan usia yang lebih tua sehingga lebih sopan.

Selain itu, terdapat kebudayaan aksara dalam Jawa yang memiliki pengertian antar hurufnya. Aksara Jawa terdiri dari 20 huruf yang memiliki kesaktian yang sama.

Arti dari 20 huruf tersebut merupakan 2 orang yang diutus oleh Raja bertarung hingga kemudian meninggal dunia.

6. Seni Tari

tari bedhaya ketawang

tintapendidikanindonesia.com

Tari tradisional Jawa digunakan untuk mengiringi adat istiadat memiliki berbagai macam jenis. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai wilayah yang memiliki makna yang berbeda.

Setiap jenis tarian tentu memiliki arti di dalamnya. Berikut merupakan jenis tari di Jawa:

  • Tari gambyong
  • Tari bedhaya ketawang
  • Tari serimpi
  • Tari bondan payung
  • Tari beksan wireng

7. Rumah Adat

Rumah Joglo di Jawa

ruparupa.com

Rumah adat merupakan suatu hal yang tergolong menjadi ciri khas suatu daerah. Rumah khas Jawa yaitu Rumah Joglo.

Bangunan yang digunakan untuk tempat berteduh sekaligus istirahat ini terbuat dari kayu, memiliki atap berjenis tajug, dan memiliki jendela banyak dan besar.

Nah, itulah penjelasan lengkap tentang Suku Jawa di atas dapat menjadi pengetahuan yang dapat bermanfaat untuk studi pembelajaran maupun menambah khazanah ilmu.

Pada dasarnya setiap suku memiliki keunikannya sendiri, sehingga memberikan ciri khas dalam keanekaragaman Indonesia.

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close