Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango atau biasa disingkat dengan istilah TNGGP merupakan salah satu taman nasional kebanggaan penduduk Jawa Barat.

Taman nasional satu ini diresmikan pada tahun 1980 lalu dan menjadi salah satu taman nasional tertua di Indonesia.

Taman nasional satu ini didirikan dengan tujuan untuk melindungi berbagai jenis tanaman cantik yang ada di dalam kawasan Gunung Pangrango itu sendiri.

Diketahui, luas taman nasional satu ini mencapai 24.270 ha dengan wilayah yang meliputi Puncak Gunung Gede dan Pangrango serta hutan sekitarnya.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Sejarah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Kawasan Gunung Gede dan Pangrango sudah menjadi tempat untuk perkebunan sejak zaman dulu. Berdasarkan informasi yang valid, teh Jepang saja sudah ditanam sejak tahun 1728 di sini. Kemudian pada tahun 1878 dikembangkan pula sejenis teh assam di wilayah perkebunannya.

Pada masa kolonial, pendiri dan direktur Kebun Raya Bogor bernama Reinwardt melakukan pendakian ke Gunung Gede ini. Kemudian ia menyadari bahwa di Gunung Gede ini terdapat banyak sekali vegetasi alam yang begitu eksotik.

Sejak saat ini ada banyak sekali peneliti yang berdatangan ke Kebun Raya Bogor dengan maksud untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Melihat potensi yang ada, pemerintah Hindia Belanda kemudian menetapkan 240 ha bagian atas kebun raya sebagai cagar alam. Ini terjadi pada tahun 1889.

Tahun 1979, pemerintah Republik Indonesia kemudian menetapkan kawasan tersebut sebagai cagar alam yang dilindungi pemerintah.

Satu tahun setelahnya atau tepat pada tanggal 6 Maret 1980, cagar alam ini kemudian diresmikan sebagai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dengan luas 15.196 ha.

Lokasi dan Topografi TNGGP

JIka dilihat secara administratif, kawasan taman nasional satu ini terletak di tiga kabupaten yakni Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur. Ketiganya masuk ke dalam wilayah Provinsi Jawa Barat.

Secara geografis, taman nasional satu ini terletak di 6°46′S 106°56′E.

1. Keadaan Topografi dan vulkanologi

Di dalam kawasan Gunung Gede Pangrango ini terdapat dua buah puncak tinggi Jawa Barat yakni Puncak Pangrango 3019 mdpl dan Puncak Gede 2.958 mdpl. Gunung Pangrango ini memiliki bentuk lebih kerucut dibandingkan Puncak Gede.

Di Puncak Gede terdapat beberapa kawah aktif yakni Kawah Wadon, Kawah Ratu, Kawah Baru dan Kawah Lanang. TItik Puncak Gunung Gede yang telah hancur oleh gerakan vulkanis berada di sisi Kawah Baru. Sisi lainnya pada lokasi ini dikenal masyarakat setempat dengan nama Gunung Gumuruh dengan ketinggian 2.929 mdpl.

Hanya saja Gunung Gumuruh ini sudah punah dan di atasnya kini muncul gunung baru yang dikenal dengan nama Gunung Gede.

Di titik lokasi Gunung Gumuruh ini terdapat lembah eksotik yang dikenal dengan sebutan Alun-alun Suryakancana. Di tempat ini ada banyak bunga edelweis.

2. Iklim

Di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini terdapat dua jenis musim saja. Musim pertama adalah musim kemarau. Musim ini terjadi mulai awal bulan Juni, hingga akhir bulan Oktober. Oleh penduduk setempat dikenal dengan nama “usum halodo”.

Sedangkan musim lainnya adalah musim penghujan “usum ngijih” yang terjadi pada saat bulan November sampai dengan bulan April.

Pada saat musim penghujan tiba, seluruh jenis pendakian dihentikan karena biasanya hujan turun disertai dengan angin kencang.

Jenis Vegetasi di TNGGP

JIka mengikuti pendapat tradisional, masyarakat setempat membagi vegetasi hutan di TNGGP ini menjadi hutan tinggi dan hutan elfin atau hutan lumut.

Kemudian hutan tinggi di kawasan ini dibagi kembali menjadi hutan pegunungan atas dan hutan pegunungan bawah.

1. Hutan Pegunungan Bawah

Jenis hutan pertama yang akan kita temui di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini adalah hutan pegunungan bawah atau dikenal juga dengan nama submontana. Hutan satu ini biasanya berada pada ketinggian 1000-1500 mdpl.

Jika dilihat dari sudut pandang floristiknya, hutan ini masuk ke dalam zona Fago-Lauraceous.

2. Hutan Pegunungan Atas

Jenis hutan lain yang ada di dalam kawasan Gunung Gede Pangrango ini adalah hutan pegunungan atas. Pegunungan satu ini seringkali disebut sebagai Pegunungan Montana. Di kawasan satu ini Anda akan jarang sekali menemukan pohon tinggi.

Hampir semuanya merupakan tanaman perdu.

3. Vegetasi Subalpin

Vegetasi lain yang akan Anda temukan pada kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini adalah subalpin. Kawasan ini berada tepat di atas montana. Di dalamnya terdapat berbagai jenis tanaman kayu yang mengerdil.

Tutupannya juga renggang dan memudahkan jarak pandang.

Keragaman Hayati di TNGGP

Sebagaimana taman nasional pada umumnya, ada banyak sekali jenis flora dan fauna yang bisa Anda temukan di dalam kawasan Gede Pangrango ini.

Secara tidak langsung, inilah yang membuatnya dikenal hingga ke belahan dunia lainnya. Mari kita bahas keragaman tersebut satu per satu.

1. Flora

Keragaman flora di kawasan Gunung Gede Pangrango memang bisa dibandingkan dengan taman nasional lainnya di seluruh dunia. Bagaimana tidak, di dalam kawasan satu ini sudah terbukti ada lebih dari 200 spesies anggrek, 870 spesies bunga, dan 150 spesies tumbuhan paku.

Peneliti Belanda bernama Van Steenis juga mengatakan kalau di kawasan Gunung Gede Pangrango ini juga terdapat 68 spesies tanaman gunung langka. Sembilan di antaranya merupakan tanaman endemik Pulau Jawa sendiri, khususnya Jawa Barat.

Di bagian atas kawasan Gede Pangrango ini juga terdapat berbagai jenis bunga edelweis. Bunga ini juga yang menjadi ikon dari Kawasan Taman Gunung Gede Pangrango.

Bunga satu ini bisa dengan mudah Anda temukan di kawasan Alun-alun Suryakancana.

2. Fauna

Selain berbagai jenis flora yang tumbuh diatasnya, ternyata ada banyak juga jenis fauna yang bisa Anda temukan di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini. Bahkan beberapa di antaranya merupakan kategori fauna langka yang harus dilindungi.

Sebagian besar dari fauna tersebut memang tinggal di bagian hutan bawah. Namun ada juga beberapa di antaranya yang tinggal di kawasan hutan tinggi. Berikut ini list lengkapnya:

  • Anjing ajag (Cuon alpinus)
  • Bajing terbang (Hylopetes bartelsi)
  • Bajing-tanah bergaris-tiga (Lariscus insignis)
  • Biul slentek (Melogale orientalis)
  • Burung anis hutan (Zoothera andromedae)
  • Burung cabak gunung (Caprimulgus pulchellus)
  • Burung celepuk Jawa (Otus angelinae)
  • Burung ciung-mungkal Jawa (Cochoa azurea)
  • Burung elang Jawa (Spizaetus bartelsi)
  • Burung pelatuk kundang (Reinwardtipicus validus)
  • Burung serak bukit (Phodilus badius)
  • Burung walet gunung (Collocalia vulcanorum)
  • Celurut gunung (Crocidura orientalis)
  • Jelarang hitam (Ratufa bicolor)
  • Katak merah (Leptophryne borbonica)
  • Kelelawar (Glischropus javanus)
  • Lutung budeng (Trachypithecus auratus)
  • Lutung surili (Presbytis comata)
  • Macan tutul (Panthera pardus)
  • Monyet (Macaca fascicularis)
  • Owa Jawa (Hylobates moloch)
  • Pelanduk Jawa (Tragulus javanicus)
  • Sesilia (Ichthyophis hypocyaneus)
  • Teledu sigung (Mydaus javanensis)
  • Tikus babi (Hylomys suillus)
  • Tikus kadarsanomys (Pithecheir melanurus)
  • Tupai akar (Tupaia glis)
  • Tupai kekes (T. Javanica)
  • Ular gunung (Pseudoxenodon inornatus)

Jika ditotalkan ada lebih dari 100 jenis mamalia dan 250 jenis spesies aves yang tinggal di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini.

Inilah alasan kenapa kawasan ekowisata satu ini sangat recommended untuk Anda kunjungi.

Pengelolaan Kawasan TNGGP

Secara hierarki, taman nasional satu ini berada di bawah naungan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem. Yang berarti pengelolaan tertinggi dari taman nasional satu ini berada di bawah tangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Pihak Kementerian kemudian memercayakan pengelolaan ini kepada Kantor Balai Besar TNGGP yang berkantor pusat di wilayah Cibodas, Bogor. Secara operasional KBB ini dibagi menjadi tiga bagian Pengelolaan Taman Nasional atau PTN. Berikut ini detailnya:

  • Bidang PTN Wilayah I Cianjur
  • Bidang PTN Wilayah II Sukabumi
  • Bidang PTN Wilayah III Bogor

Setiap PTN ini terbagi kembali menjadi 15 cabang resort pengelolaan. Tugas utama mereka adalah melakukan pengamanan dan perlindungan terhadap segala jenis aset yang ada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini.

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close