Taman Nasional Tanjung Puting

Taman Nasional Tanjung Puting merupakan sebuah cagar alam dan suaka margasatwa di Provinsi Kalimantan Tengah. Taman nasional satu ini diresmikan pada tanggal 25 Oktober tahun 1996 lalu. Tanjung Puting ini menjadi salah satu taman nasional terbesar yang dimiliki Indonesia.

Luas wilayahnya mencapai 415.040 ha yang terbagi atas beberapa zona. Sejauh ini Tanjung Puting dikelola oleh BTNTP atau Balai TN Tanjung Puting.

Balai satu ini merupakan unit pelaksana teknis yang dinaungi oleh Kementerian Kehutanan melalui Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA).

Taman Nasional Tanjung Puting

Sejarah Taman Nasional Tanjung Puting

Awalnya taman nasional satu ini adalah Suaka Margasatwa Sampit. Peresmiannya dilakukan oleh kolonial Belanda melalui SK Gubernur Jenderal Belanda saat itu. Dalam SK No. 39 tanggal 18 Agustus 1937 tersebut, luas Suaka Margasatwa Sampit ini mencapai 205.000 ha.

Tahun 1941, suaka margasatwa ini digabung dengan suaka alam Kotawaringin sehingga luasnya mencapai 305.000 ha. Tahun 1971, Pemerintah Republik Indonesia merubah nama suaka margasatwa tersebut menjadi Tanjung Puting.

Tanggal 25 Oktober 1996 melalui SK No. 687/Kpts-II/1996, Menteri Kehutanan Republik Indonesia  resmi menunjuknya sebagai taman nasional dengan perluasan hutan konsesi seluas 90.000 ha serta pelebaran kawasan perairan di sekitarnya yang mencapai 25.000 ha.

Lokasi TN. Tanjung Puting

Secara administratif, taman nasional satu ini berada di dalam wilayah Kotawaringin Barat, tepatnya di Kecamatan Kumai. Namun ada juga beberapa daerahnya yang masuk ke dalam wilayah administratif Kecamatan Hanau dan Kecamatan Seruyan Hilir di wilayah Kabupaten Seruyan.

Dari sudut pandang geografis, taman nasional kebanggan Provinsi Kalimantan Tengah ini berada pada koordinat 2°35′-3°20′ Lintang Selatan dan 111°50′-112°15′ Bujur Timur. Wilayahnya meliputi perairan, dataran rendah dan dataran tinggi.

Kota terdekat adalah Kota Pangkalan Bun. Taman nasional satu ini berbatasan dengan Sungai Kumai, Sungai Sekoyer dan Laut Jawa di sisi sebelah Barat.

Sedangkan di sebelah utara terdapat batas buatan yang sengaja dibentuk oleh pihak pengelola. Di sisi selatan, Laut Jawa kembali menjadi pembatas alami dari Taman Nasional Tanjung Puting ini.

Zonasi Tanjung Puting

Di dalam kawasan Tanjung Puting ini ada beberapa zonasi yang sengaja dibuat oleh pihak pengelola. Tujuannya tentu saja agar memudahkan dalam pengelolaan itu sendiri.

Secara detail zonasi pada kawasan Tanjung Puting terbagi menjadi empat.

1. Zona Inti

Zona pertama adalah zona inti di mana di dalamnya terdapat banyak sekali hewan yang dikonservasi dan dilindungi. Zona ini memiliki luas total sekitar 229.088 ha. Tidak ada pengunjung yang boleh memasuki zona ini kecuali atas izin dari pihak pengelola.

2. Zona Rimba

Zona selanjutnya yang bisa Anda kunjungi di Tanjung Puting adalah zona rimba. Di dalamnya terdapat berbagai jenis ekosistem alami dengan berbagai jenis hewan buas. Sama seperti sebelumnya, zona ini tidak boleh sembarangan dikunjungi kecuali dengan izin. Luasnya mencapai 81.552 ha.

3. Zona Pemanfaatan

Zona berikutnya adalah zona pemanfaatan dengan luas wilayah mencapai 15.211. Zona satu ini digunakan sebagai wilayah konservasi buatan.

Wilayahnya juga terbagi tiga menjadi zona pemanfaatan intensif yang mencapai 1.000 ha, zona pemanfaatan khusus dengan luas 4.250 ha, dan zona pemanfaatan tradisional dengan luas 9.961 ha.

4. Zona Rehabilitasi

Zona terakhir yang ada di dalam Taman Nasional Tanjung Puting ini adalah zona rehabilitasi. Luas zona rehabilitasi ini mencapai 89.189 ha. Tentu saja di dalamnya banyak dilakukan rehabilitasi terhadap jenis flora dan fauna yang terancam punah.

Vegetasi dan Ekosistem Taman Nasional Tanjung Puting

Di dalam kawasan taman nasional satu ini terdapat beberapa jenis ekosistem yang bisa Anda temui. Berdasarkan vegetasi yang ada ekosistem di taman nasional satu ini terbagi menjadi:

  • Hutan Tropika Dataran Rendah
  • Hutan Tanah Kering atau Hutan Kerangas
  • Hutan Sekunder
  • Hutan Rawa Gambut
  • Hutan Rawa Air Tawar
  • Hutan Pantai
  • Hutan Mangrove atau Hutan Bakau

Setiap jenis ekosistem yang kami jelaskan di atas tentunya memiliki vegetasi dan keragamannya masing-masing. Ada banyak sekali jenis flora dan fauna yang berkembang biak di dalamnya.

Keragaman Flora dan Fauna

Di Taman Nasional Tanjung Puting ini Anda bisa menemukan banyak sekali jenis flora dan fauna. Ada yang dilindungi, namun ada juga yang bisa dieksploitasi dengan bebas.

Untuk memudahkan Anda dalam memahaminya bisa dilihat pada pembahasan di bawah ini.

1. Jenis Flora di Kawasan Tanjung Puting

Yang pertama kali akan kita bahas adalah berbagai jenis flora yang ada di dalam kawasan Tanjung Puting. Berikut ini daftarnya:

  • Gaharu (Aquilaria)
  • Jelutung (Dyera costulata)
  • Kantong semar (Nepenthes sp)
  • Kayu lanan
  • Keruing (Dipterocarpus sp)
  • Makrofita (Bakung)
  • Meranti (Shorea sp.)
  • Nipah (Nypa fruticans)
  • Ramin (Gonystylus bancanus)
  • Sengkuang (Dracontomelon sp.)
  • Ulin (Eusideroxylon zwageri)

Tentu saja itu bukan semua list flora yang ada di dalam taman nasional satu ini, masih banyak berbagai jenis tanaman lain yang bisa Anda lihat di dalamnya.

2. Jenis Fauna di Kawasan Tanjung Puting

Selain ragam flora yang melimpah, di dalam kawasan taman nasional satu ini juga terdapat berbagai jenis fauna yang eksotik baik yang dilindungi ataupun tidak.

List selengkapnya bisa Anda lihat di bawah ini:

a. Hewan Mamalia

  • Bekantan (Nasalis larvatus)
  • Beruang madu (Helarctos malayanus)
  • Duyung (Dugong dugong)
  • Lumba-lumba
  • Orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus)
  • Owa Kalimantan (Hylobates agilis)
  • Pelanduk kancil (Tragulus javanicus)
  • Babi janggut (Sus barbatus)
  • Rusa sambar atau kijang muncak (Muntiacus muntjak)

b. Hewan Reptil

  • Buaya muara (Crocodylus porosus)
  • Buaya senyulong (Tomistoma schlegelii)
  • Labi-labi (Trionyx cartilagineus)

c. Jenis Burung

  • Anhinga melanogaster
  • Ardea purpurea
  • Egretta alba
  • Sandang lawe (Ciconia stormi)

Itulah berbagai jenis flora dan fauna yang bisa Anda temukan di Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Tentu saja hewan dan tumbuhan tersebut masih berada dalam perlindungan konservasi alam Tanjung Puting. Jadi jangan sembarangan memperlakukannya.

Baca juga: Mengenal Pakaian Adat Kalimantan Tengah yang Menarik Perhatian

Daya Tarik Tanjung Puting

Aaa banyak sekali daya tarik yang dimiliki oleh Tanjung Puting. Sebagai salah satu ekowisata terpopuler di negeri ini, tentu saja pihak pengelola mencoba memanfaatkan potensi yang ada untuk dijadikan sumber devisa negara. Ini dia daya tariknya.

1. Berinteraksi Langsung dengan Satwa Langka

Hal pertama yang bisa Anda lakukan saat berkunjung ke Taman Tanjung Puting ini adalah interaksi langsung dengan berbagai jenis satwa langka. Namun hal ini hanya bisa dilakukan di zona pemanfaatan, bukan hewan langka di zona inti.

2. Melakukan Eksplorasi Hutan

Selain berinteraksi dengan berbagai jenis satwa langka, Anda juga bisa melakukan eksplorasi hutan yang ada di dalam kawasan Taman Nasional Tanjung Puting itu sendiri. Tentunya ini akan menjadi perjalanan tak terlupakan bagi Anda.

3. Mengunjungi Titik Pariwisata

Selain beberapa daya tarik di atas, Taman Tanjung Puting ini memiliki beberapa destinasi wisata yang tidak kalah wajib untuk Anda kunjungi seperti Tanjung Harapan, Pondok Ambung, Pondok Tanggui dan Camp Leakey.

Untuk Anda yang berkunjung, pastikan untuk selalu menjaga kelestarian berbagai jenis flora dan fauna yang ada di dalam kawasan Taman Nasional Tanjung Pinang ini.

Jangan buang sampah sembarangan dan pastikan untuk selalu mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh pihak pengelola Taman Nasional Tanjung Puting ini.

  • Add Your Comment

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close