Sejarah Tarian Andun, Tarian Cari Jodoh dari Bengkulu

Deskripsi: Pengertian dan sejarah Tarian Andun, asal daerah, dan makna filosofinya.


Kaya akan seni dan budaya seperti seni tari, seni musik, seni pertunjukan dan lain sebagainya, menjadi kebanggaan tersendiri sebagai warga Indonesia.

Begitu pula Anda yang berasal dari daerah Bengkulu, harus bangga karena memiliki seni tari Andun yang dahulu dilakukan sebagai media untuk mencari jodoh.

Meskipun pada awalnya dilakukan oleh pemuda dan juga pemudi untuk mencari jodoh, tarian ini sekarang lebih banyak ditampilkan pada upacara seperti upacara adat, upacara penyambutan, dan acara pagelaran budaya.

Tarian Andun Bengkulu

garudacitizen.com

Sejarah Adanya Tari Andun

Daerah Bengkulu, lebih tepatnya Bengkulu Selatan merupakan daerah yang menjadi asal dari tumbuh dan kembangnya tarian Andun ini.

Awalnya, pertama kali tarian ini ditampilkan atau dipentaskan adalah pada saat upacara pernikahan di Kerajaan Dang Tuanku Limau Serumpun.

Pernikahan tersebut merupakan pernikahan antara Dangku Rajau Mudau dengan istrinya yaitu Putri Bungsu Sungai Ngiang Pagar Rayung.

Sebelum pernikahan, Putri Bungsu diculik oleh Imam Jaya dari Kerajaan Sangkalawi.

Atas kembalinya Putri Bungsu dari penculikan, ibu Rajau Mudau yang bernama Dayang Remuni mempertunjukkan tarian ini sebagai bentuk dari rasa syukur.

Selama tujuh hari tujuh malam, upacara pernikahan (Bimbang) tersebut dilaksanakan dengan penuh suka cita.

Tarian yang ditampilkan oleh Dayang Remuni merupakan cikal bakal dari tarian yang sekarang dikenal sebagai tari Andun.

Dalam bahasa Suku Serawai, Andun berarti berbondong–bondong atau juga dapat diartikan sebagai datang beramai–ramai.

Maka tarian Andun merupakan tarian yang dilakukan oleh masyarakat yang datang berbondong–bondong kemudian menari bersama satu sama lain.

Makna yang Disampaikan oleh Tari Andun

Karena pertama kali tarian ini ditampilkan adalah sebagai bentuk rasa syukur terhadap Tuhan, makna atau tujuan tarian ini kemudian berkembang menjadi bentuk penghormatan, baik pada Tuhan maupun pada berbagai macam pihak, seperti orang tua.

Tarian ini juga dilakukan sebagai simbol kekompakan dan solidaritas yang dimiliki oleh warga masyarakat, karena dilakukan secara bersama dan juga kompak.

Berdasarkan makna tersebut, tarian ini kemudian memiliki fungsi di antaranya adalah:

  1. Tarian hiburan yang ditampilkan pada upacara adat Bimbang (upacara adat pernikahan).
  2. Tarian hiburan yang ditampilkan pada upacara adat kayak nari (upacara adat kelahiran bayi).
  3. Tarian pelengkap adat yang ditampilkan pada upacara adat, contohnya pada upacara nundang (upacara pembenihan) padi.
  4. Tarian pergaulan dan juga media pencari jodoh bagi pemuda dan pemudi Bengkulu Selatan.
Jenis Tarian Andun

instagram/afrinmeyriana

Macam–Macam atau Jenis Tari Andun

Tarian Andun ini memiliki berbagai macam formasi yang berbeda.

Perbedaan formasi ini disesuaikan dengan rangkaian acara dari upacara adat Bimbang atau pernikahan yang biasanya dilakukan dan berlangsung selama tujuh hari tujuh malam.

Perbedaan formasi tersebut yang kemudian menyebabkan perkembangan dari tarian Andun sehingga menghasilkan 2 jenis tarian, yaitu Andun Kebanyakan dan juga Andun Lelawan.

1. Tari Andun Kebanyakan

Seperti namanya, jenis tarian Andun ini dilakukan oleh banyak orang sebagai kelompok dan bahkan bisa mencapai lebih dari sepuluh orang.

Tidak ada batasan mengenai siapa yang dapat mengikuti tarian ini, namun ada satu hal yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan.

Hal tersebut adalah tarian Andun Kebanyakan ini harus dilakukan oleh penari dengan jenis kelamin yang sama.

Jika pengantin laki–laki menari, pengiringnya juga diharuskan merupakan laki–laki dan begitu pula berlaku untuk pengantin perempuan.

Biasanya tarian Andun jenis ini lebih dahulu dilakukan oleh pengantin laki–laki dengan pengiringnya dan kemudian dilanjutkan oleh pengantin perempuan ditemani oleh pengiringnya.

Gerakan yang dilakukan adalah tujuh putaran ke kiri dan tujuh putaran ke kanan, kemudian diulang.

2. Tari Andun Lelawan

Berbeda dengan tarian Andun Kebanyakan yang hanya dapat dilakukan oleh penari dengan jenis kelamin yang sama, jenis tarian Andun ini dilakukan oleh penari dengan jenis kelamin yang berlawanan yaitu antara laki–laki dengan perempuan.

Namun masih ada aturan yang harus diikuti pada tarian ini, yaitu bahwa penari yang sudah menikah tidak diperkenankan untuk menarikan tarian Andun jenis ini.

Penari Andun Lelawan harus merupakan laki–laki yang masih bujang dengan seorang gadis.

Tarian Andun jenis Lelawan ini ditampilkan oleh tiga pasang bujang dan gadis dengan sang laki–laki yang memimpin gerakan.

Hal ini dilakukan sebagai simbol bahwa laki–laki harus menjadi imam atau pemimpin yang memulai dan mengakhiri sesuatu.

Namun jangan lupa, meskipun dipimpin oleh pihak laki–laki, pihak perempuan yang mengikuti juga merupakan perwujudan dari simbol bahwa pihak perempuan harus mengikuti dan juga menuruti pimpinan dari sang laki–laki.

Tari Andun

instagram.com/jejakrayya

Waktu Ditampilkannya Tari Andun

Seperti sebelumnya yang sudah disampaikan, tarian Andun ada dalam upacara adat Bimbang yang berlangsung selama tujuh hari tujuh malam.

Adapun waktu di mana tarian Andun tersebut ditampilkan di antaranya adalah:

1. Malam Gegerit

Pada saat pasangan pengantin sudah melakukan ijab qabul dan sudah sah menjadi sepasang suami istri, malam hari setelah acara tersebut disebut dengan Malam Gegerit.

Pada Malam Gegerit ini ditampilkan tarian Andun sebagai pembukaan.

Tarian Andun yang ditampilkan merupakan jenis Andun Kebanyakan, ditampilkan oleh berbagai macam kalangan mulai dari yang sudah tua, muda, dan juga bahkan anak–anak yang hadir.

Setelah ditampilkannya Andun Kebanyakan, tari Andun Lelawan kemudian ditampilkan.

Karena dilakukan untuk mencari jodoh, penari yang menampilkan tarian Andun Lelawan tidak boleh memiliki hubungan darah atau dalam satu keluarga yang sama dan juga tidak boleh berasal dari kampung yang sama.

3. Acara Nari Numbak Kebau

Setelah Malam Gegerit, keesokan paginya pada sekitar pukul 7 hingga 8 pagi dilaksanakan acara Numbak Kebau, yang menjadi simbol akan penyelamatan Putri Bungsu dari penculikan dengan pemberian hadiah kerbau jantan.

Saat upacara berlangsung, seekor kerbau akan ditempatkan pada tengah arena, kemudian pengantin ditemani dengan penari Andun lainnya akan menari dan mengelilingi kerbau yang berada di tengah tersebut sebanyak tujuh putaran.

Setelah menampilkan tarian, kerbau yang ditempatkan di tengah arena kemudian disembelih dan dimasak untuk kemudian disajikan pada acara yang selanjutnya.

4. Acara Nari Palak Tanggau

Palak dapat diartikan sebagai pangkal, sedangkan tanggau merupakan tangga. Acara Nari Palak Tanggau ini dilaksanakan saat kedua mempelai akan berjalan dan naik ke pelaminan untuk melaksanakan resepsi pernikahan.

Bunting atau mempelai perempuan beserta dengan keluarga menampilkan tarian Andun di depan rumah mempelai laki–laki yang digunakan sebagai tempat berlangsungnya resepsi.

Tarian selesai saat bunting berhasil ditangkap dengan selendang oleh pihak keluarga laki–laki.

Setelah itu, resepsi dilaksanakan dan disajikan masakan yang berasal dari kerbau yang sebelumnya sudah disembelih. Tarian Andun sekali lagi ditampilkan sebelum penutupan pada akhir acara.

Tari Andun yang merupakan salah satu tarian tradisional ini sampai saat ini masih dilestarikan dan masih banyak ditampilkan pada acara–acara Bimbang di daerah Bengkulu Selatan. Apakah Anda tertarik untuk mencobanya?

Baca juga: Pakaian adat Bengkulu

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close