Ciri khas Pakaian Adat Bengkulu dan Jenis-jenisnya

Pakaian adat Bengkulu secara umum hampir sama dengan pakaian melayu daerah lain, yaitu dibagi untuk pakaian untuk perempuan dan laki-laki.

Desain dan motifnya terpengaruhi oleh budaya Melayu sebagai suku mayoritas yang bertempat tinggal di sana. Penasaran bagaimana bentuk dan penjelasannya? Langsung saja yuk!

Kain Khas Bengkulu

Sebelum membahas lebih jauh, Anda harus tahu bahwasanya ada dua kain yang memiliki corak dan unik di Bengkulu.

Kain inilah yang digunakan sebagai bahan pembuatan baju adat atau yang dijual di pasaran sebagai cindera mata. Motif yang dimiliki menggambarkan kebudayaan setempat.

1. Kain Besurek

Kain Besurek khas Bengkulu

tokopedia.com

Pertama adalah kain besurek yang sudah menjadi warisan budaya sejak tahun 2015.

Berdasarkan sejarah yang beredar, kain besurek ini memiliki keterkaitan dengan datangnya Sentot Alibasya di masa lalu. Beliau merupakan panglima perang Diponegoro.

Kain ini sangat kaya akan motif kaligrafi Arab yang dulunya sering dipakai ketika ada upacara adat.

Seiring dengan perkembangan zaman, kain ini mulai dipakai untuk acara resmi pemerintahan hingga keseharian.

Begitupun dengan motifnya, tidak hanya kaligrafi Arab saja tetapi juga ada yang lainnya seperti motif rembulan, kembang melati, pohon hayat burung kuau, kembang cengkeh, cempaka dan paku burung punai.

2. Kain Kaganga

Kain Kaganga Bengkulu

shopee.co.id

Kain khas yang kedua dari Bengkulu adalah kaganga, yang sedikit berbeda dengan kain besurek.

Pertama kali diciptakan pada tahun 1985 hingga 1990, yang mana saat itu pemerintah Bengkulu juga sedang gencar mempromosikan kain adat.

Lebih tepatnya, kaganga dibuat di Tanah Rejang, yaitu salah satu suku yang ada di Bengkulu. Oleh karena itu, tak heran jika motifnya adalah aksara rejang.

Namun ada juga yang menyoroti keindahan alam Indonesia seperti Raflesia Arnoldi yaitu flora langka dari Bengkulu.

Karena keindahannya, para masyarakat kalangan menengah ke atas sangat meminati kain ini. Selain itu harganya juga dibanderol cukup fantastis karena pembuatannya masih dilakukan secara tradisional.

Bengkulu tidak hanya menyimpan kekayaan benda saja tapi juga tak benda. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk melestarikannya adalah dengan membeli dan memakainya.

Keunikan Pakaian Adat Bengkulu

Setelah Anda mengetahui jenis kain apa saja yang dikenakan, selanjutnya adalah keunikan yang bisa ditemui dalam pakaian tradisional Bengkulu.

Pertama adalah jas hitam yang selalu berbahan dasar wool dan beludru serta penutup kepala yang selalu meruncing ke atas.

Kedua yaitu sulaman benang emas memenuhi hiasan di seluruh bagian baju. Motif dan alurnya tidak sembarangan lho, hanya orang setempat dan profesional saja yang bisa membuatnya.

Warna yang dipilih selalu merah, hitam dan biru tua. Pastinya ada beberapa pertimbangan memilih warna tersebut.

Ketiga, baju adat Bengkulu juga memadukan kain songket dan sutera yang apabila dikenakan menjadi sangat elegan dan menarik.

Jika dilihat secara seksama, mirip dengan putra dan putri kerajaan di masa lampau. Lalu apa saja sih pakaian adat Bengkulu?

Pakaian Adat Bengkulu

Pakaian Adat Bengkulu

facebook.com/bujanggadisbengkulu

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, baju adat Bengkulu dibedakan menjadi dua jenis yaitu laki-laki dan perempuan.

Warna mayoritasnya adalah hitam dan merah yang masing-masing memiliki maknanya tersendiri.

Dahulu, di Bengkulu terdapat 3 pakaian adat yang berbeda berdasarkan suku yaitu Melayu, Rajang dan Pasemah.

Warna khas suku Melayu adalah merah, suku Rajang kuning serta ungu dan hitam untuk suku Pasemah.

Namun sekarang sudah mengalami banyak modifikasi yang membuatnya terlihat semakin indah tanpa mengurangi makna yang terkandung di dalamnya.

Ini dia lengkapnya:

1. Baju Adat Pria

Seperti yang Anda lihat pada gambar di atas, pakaian tradisional Bengkulu pria adalah jas berwarna hitam dengan hiasan sulaman emas yang membuatnya terlihat mewah.

Tak ketinggalan juga celana panjang berwarna sama yaitu hitam.

Namun di bagian bawahan ini biasanya dilengkapi dengan kain songket. Cara memakainya pun cukup mudah yaitu dikaitkan di pinggang dengan panjang selutut.

Aksesorisnya yaitu penutup kepala berbentuk runcing, rantai emasnya dikaitkan pada kancing baju dan saku.

Para pria di Bengkulu biasanya juga mengenakan alas kaki berupa sandal hitam. Namun yang lebih sering digunakan adalah sepatu, selain terlihat formal juga membuat tampilan semakin bagus.

Nah untuk wilayah Bengkulu bagian selatan, selain memakai jas, para pria juga mengenakan kemeja putih dengan hiasan sekuntum bunga dan rantai kecil yang dimasukkan ke dalam saku.

Terdapat aksesoris peci lancip yang disebut dengan gitar untuk memperindah penampilan.

2. Baju Adat Perempuan

Anda bisa lihat kembali gambar di atas, untuk perempuan pakaian yang dikenakan adalah baju kurung berlengan panjang berbahan dasar kain beludru.

Corak warna yang sering diterapkan adalah biru, hitam dan merah.

Hampir sama dengan pria, baju untuk perempuan juga dilengkapi dengan sulaman emas yang bertabur dari atas hingga bawah. Tak ketinggalan juga songket pada bagian bawahan yang terbuat dari kain sutera.

Tak heran walaupun desain dan bentuknya simpel namun tetap terlihat elegan jika dipandang.

Aksesoris untuk perempuan lebih kompleks yaitu tapak sangko burung, pending, hiasan pinggang, teratai bagian bahu dan masih banyak lagi yang lainnya.

Tak ketinggalan juga gelang keroncong yang berbunyi ketika digerakkan.

Biasanya para wanita di Bengkulu memakai sandal selop berwarna hitam atau kuning keemasan untuk menyempurnakan tampilannya.

Bagaimana keren, kan?

3. Baju Adat Bengkulu untuk Pengantin

Baju Adat Bengkulu untuk Pengantin

sharingconten.com

Selain yang dipakai ketika acara atau upacara resmi, Bengkulu juga memiliki pakaian khusus untuk pengantin lho.

Anda bisa melihatnya pada gambar di bawah ini lengkap dengan penjelasannya;

  • Untuk Pengantin Wanita

Pengantin wanita di Bengkulu selalu mengenakan baju berwarna merah, hitam atau biru sesuai dengan selera, ditambah dengan sulaman benang bertabur emas. Bahan utamanya sama dengan pakaian tradisional yaitu kain beludru.

Bawahannya adalah kain songket berwarna merah muda. Terdapat aksesoris tambahan seperti ikat pinggang, kalung bertingkat, gelang dan mahkota megah, lengkap dengan sepatu selop berwarna kuning keemasan yang membuat tampilan lebih mewah.

  • Untuk Pengantin Pria

Berbeda dengan pakaian adat Bengkulu untuk acara dan upacara pemerintahan, busana untuk pernikahan mayoritas menggunakan warna merah, namun ada juga yang biru dan hitam. Desainnya adalah jas yang dihiasi dengan sulaman emas.

Untuk bawahannya sama yaitu celana panjang dengan kain songket yang diikat di pinggang. Aksesoris yang dikenakan juga tidak kalah dengan pengantin perempuan lho, di antaranya adalah pending, gelang, keris, kalung sri bulan dan emping.

Bagaimana apakah Anda sudah mengetahui dan melihat detail lengkapnya? Pakaian tersebut harus tetap dikenakan sebagai bentuk penghargaan untuk para pendahulu sekaligus melestarikan budaya Indonesia sebelum diakui negara lain.

Oleh karena itu, walaupun saat ini lebih banyak pakaian modern yang lebih menarik dan bagus, jangan pernah melupakan pakaian adat Bengkulu ini.

Apalagi saat ini, desain, warna dan motif sudah mengalami pembaruan yang membuatnya terlihat semakin indah dan elegan.

Baca juga: Sejarah Kerajaan Malaka

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close