Upacara Adat di Indonesia, Tujuan dan Jenis-Jenisnya

Deskripsi: Upacara adat di Indonesia, pengertian, tujuan, serta jenis-jenisnya.


Apabila Indonesia memiliki terdiri dari ribuan pulau, hal itu pasti mempunyai hubungan erat pada masyarakatnya.

Masing-masing masyarakat atau suku yang mendiami suatu daerah pasti mempunyai kekhasan masing-masing, seperti pada upacara adat di Indonesia.

Apa itu Upacara Adat?

Upacara Adat secara etimologi terdiri atas 2 kata yaitu berupa upacara dan adat. Upacara sendiri adalah rangkaian suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh sekelompok orang dengan aturan-aturannya sesuai tujuan.

Sedangkan adat berarti merupakan perwujudan dari kebudayaan, fungsinya sebagai pengaturan pada tingkah laku. Adat sendiri juga merupakan kebiasaan bersifat magis yang religius, berasal dari kehidupan sebuah penduduk asli.

Penduduk asli tersebut meliputi norma, aturan-aturan, serta kebudayaan yang saling berhubungan.

Kemudian hungan itu menjadi kesatuan dalam sistem atau bisa dikatakan menjadi pengaturan secara tradisional.

Upacara adat juga bisa diartikan sebagai salah satu tradisi yang dimiliki masyarakat tradisional, dimana mempunyai nilai yang kental dan relevan untuk kebutuhan masyarakat yang mendukung akan upacara tersebut.

Selain sebagai usaha dari seorang manusia untuk berhubungan dengan arwah-arwah para leluhur, hal tersebut juga menjadi wujud dari kemampuan beradaptasi secara aktif terhadap lingkungan atau alamnya dalam artian yang luas.

Pengertian Upacara Adat Menurut Ahli

1. Ghazali (2011)

Ghazali (2011) berpendapat bahwa upacara adat mempunyai hubungan erat dengan berbagai ritual keagamaan, atau bisa juga disebut dengan ritus. Ritus sendiri merupakan suatu alat bersifat religius untuk melaksanakan adanya perubahan.

Ia bahkan juga mengatakan upacara adat sebagai sebuah simbol agama, atau ritual dalam bentuk tindakan dan agama.

2. Marzuki (2015)

Upacara adat di Indonesia atau ritual keagamaan lainnya menurut Marzuki tahun 2015 dilaksanakan atas dasar keberadaan kekuatan gaib yang masih tetap dilaksanakan oleh sebagian kelompok.

Hal itu baik berupa ritual selametan atau syukuran, tolak bala, ruwatan dan sebagainya.

Tujuan Pelaksanaan Upacara Adat di Indonesia

Upacara adat di Indonesia mempunyai beberapa tujuan sebagai berikut:

  • Untuk menghormati Sang Pencipta Tuhan yang Esa dan para leluhurnya, sekaligus juga sebagai wujud dalam melestarikan budaya dari generasi ke generasi yang lain. Selain itu,sebagai bentuk keselamatan keluarga serta dirinya sendiri.
  • Upacara adat di Indonesia mempunyai tujuan sosial yang bisa dilihat di dalam kehidupan berbagai masyarakatnya. Tujuan tersebut di antaranya seperti sosial pengendalian sosial media, norma sosial, sosial, dan pengelompokkan sosial.
  • Untuk pengintegrasian di antara pandangan hidup dan etos. Etos yang dimaksudkan adalah sistem pada nilai budayanya.

Jenis-Jenis Upacara Adat di Indonesia

Ada beberapa jenis yang ada pada upacara adat di Indonesia berdasarkan waktu pelaksanaannya.

Upacara itu pun telah dilaksanakan secara turun temurun, biasanya dilakukan berdasarkan kepercayaan daerahnya masing-masing.

Tujuan dilaksanakan upacara adat di Indonesia pun ada beragam, seperti ketika pernikahan sepasang pengantin, kelahiran seorang anak, atau bahkan seperti kematian.

Adapun beberapa jenis contohnya di Indonesia adalah seperti di bawah ini.

1. Kelahiran Anak

a. Upacara Jatakarma Samskara dari daerah Bali

Upacara adat ini adalah upacara untuk kelahiran bayi yang dilaksanakan oleh masyarakat Bali.

Berbagai doa akan dilantunkan ketika pelaksanaan upacara adat Jatakarma Samskara, supaya bayi mempunyai suatu kebaikan untuk masa depannya.

Biasanya ayah sang bayi akan diminta untuk menyentuh atau mencium bayinya, sekaligus membacakan suatu mantra pemberkatan pas di telinga buah hati.

Mantra itu berisi harapan buah hatinya kelak supaya berumur panjang dan menjadi anak pintar.

b. Upacara Brokohan dari daerah Jawa

Masyarakat Jawa memang dikenal dengan serangkaian upacara adat yang berkaitan dengan bayi baru lahir, salah satunya yaitu Brokohan.

Upacara tersebut dilaksanakan ketika sehari setelah sang buah hati lahir ke dunia.

Hal itu dilakukan untuk memberikan sambutan atas kelahiran bayinya. Brokohan sendiri sebenarnya berasal dari kata barokah disertai imbuhan –an, yang artinya yaitu memohon atas keberkahan serta keselamatan bayi tersebut.

2. Saat ada Kematian

a. Upacara Rambu Solo di Toraja

Rambu Solo merupakan suatu upacara pemakaman yang dilakukan oleh masyarakat di Toraja, dilaksanakan untuk menyempurnakan kematian pada para jenazah.

Tujuan diadakannya Rambu Solo adalah arwah jenazah dari sanak saudara atau keluarga diantarkan, yaitu supaya kembali serta berkumpul dengan arwah-arwah dari nenek moyang dalam satu daerah peristirahatan setelah meninggal.

Pada saat praktiknya, upacara adat di Indonesia dari Toraja itu menjadi salah satu upacara terbesar bagi masyarakat Toraja.

Keluarga jenazah tersebut akan menyembelih kerbau berjumlah banyak sebagai bentuk perayaan. Bahkan mereka membuat perayaannya secara besar-besaran.

b. Upacara Ngaben di Daerah Bali

Mungkin Anda sudah pernah mendengar salah satu upacara adat di Pulau Dewata itu. Apabila belum, anda harus tahu bahwa Ngaben adalah suatu upacara adat berhubungan dengan kematian.

Upacara dilaksanakan dengan melakukan pembakaran pada jenazah, kemudian abunya dihanyutkan ke sungai atau laut.

Baca juga: Kebudayaan dan Tradisi Suku Bali

3. Sebagai Wujud Memohon Ampun kepada Sang Pencipta

a. Upacara Kasada di Tengger, Jawa Timur

Upacara adat di Indonesia dari Suku Tengger tersebut dinamakan Kasada yang dimiliki oleh masyarakat pemeluk ajaran agama Hindu.

Upacara pun dilaksanakan dengan tujuan untuk memohon ampun kepada Dewa Pencipta atau Brahma.

Suku Tengger biasanya akan melempar sesuatu, yaitu berupa beberapa sesajen menuju ke kawah dari Gunung Bromo. Sesajen tersebut misalnya seperti hasil ternak, buah-buahan, sayuran, bahkan hingga uang.

b. Upacara Metatah dari Bali

Upacara adat Metatah atau yang dikenal dengan Mepandes oleh masyarakat Bali, merupakan suatu tradisi tentang pemotongan gigi.

Hal itu ditujukan untuk seorang perempuan maupun laki-laki yang telah beranjak dewasa atau akil baligh.

Upacara pun dilakukan dengan cara mengikir atau merapikan 6 gigi pada rahang atas, 2 gigi taring, serta 4 gigi seri.

Hal itu dilakukan sebagai simbol dari seseorang yang sudah beranjak menjadi dewasa, juga sebagai bentuk bakti anak kepada orang tua.

4. Sebagai Bentuk dari Rasa Syukur

a. Upacara Mekikuwa dari Masyarakat Sulawesi Utara

Masyarakat Manado di Provinsi Sulawesi Utara dilakukan oleh para peserta sebagai bentuk dari ungkapan rasa syukur atas pemeliharaan oleh Tuhan Yang Maha Esa pada sepanjang tahun.

Mereka juga bahkan memohon supaya Tuhan memberi berkah dan jalan.

b. Upacara Ngebali dari Daerah Lampung

Upacara adat di Indonesia berupa Ngebali merupakan upacara yang digelar karena bentuk syukur atas pembukaan rumah baru.

c. Upacara Pesta Bakar Batu Berasal dari Papua

Upacara adat berupa bakar batu merupakan suatu acara sebagai ungkapan syukur sekaligus bertujuan untuk silaturahmi.

Proses upacara adatnya pun dilaksanakan dengan cara membakar babi serta memakannya bersama-sama.

Baca juga: Kebudayaan Suku Dani Papua

Upacara adat Indonesia sendiri memang sangat beragam, terlebih Indonesia mempunyai wilayah mulai dari ujung Pulau Sumatera sampai dengan Merauke di Papua.

Hal itu pun semakin membuktikan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, bahasa, pulau, dan lain-lain.

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close