Awan Mendung Berwarna Abu-abu, tapi Air Hujan Warnanya Bening. Kok Bisa?

Awan terdiri dari kumpulan titik-titik air yang terbentuk melalui proses tertentu. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa warna air adalah bening. Tapi saat menjadi awan sebelum turun hujan, mengapa warna awan tersebut berubah menjadi abu-abu?

Loading...
Awan Mendung Berwarna Abu-abu, tapi Air Hujan Warnanya Bening

image via canva.com

Sebelum langsung membahas lebih dalam, kita pahami dulu yuk bagaimana awan terbentuk dan apa saja faktor pembentuknya.

Faktor Pembentuk Awan

Terdapat tiga faktor yang bisa memengaruhi terbentuknya awan, antara lain:

  • Angin. Dengan angin yang tinggi terjadi evaporasi yang besar, sehingga dapat mempercepat terbentuknya awan.
  • Tekanan udara. Dengan adanya pergerakan tekanan udara yang ditimbulkan, maka akan memengaruhi pergerakan awan.
  • Kelembapan udara. Semakin tinggi kelembaban udara, awan akan terlihat semakin mendung.

Terbentuknya Awan

Udara pada dasarnya mengandung uap air. Uap air ini jika meluap akan berubah menjadi titik-titik air dan terbentuklah awan. Berikut ini adalah beberapa cara terbentuknya awan.

  • Udara yang panas akan mengandung banyak uap di udara. Udara panas tersebut akan naik tinggi hingga berada di satu lapisan dengan suhu yang lebih rendah. Uap tersebut mencair dan terbentuklah awan.
  • Jika awan sudah terbentuk, titik air dalam awan menjadi lebih besar dan awan akan semakin berat. Perlahan daya tarikan bumi menarik awan ke bawah, hingga sampai pada satu peringkat, titik-titik tersebut jatuh ke bawah dan jadilah hujan.
  • Jika titik-titik air bertemu dengan udara panas, maka titik air akan menguap dan awan tersebut akan hilang. Hal inilah yang membuat bentuk awan selalu berubah-ubah. Air dalam awan akan bergantian menguap dan mencair.

Warna Awan Sebenarnya Putih

Secara sederhana, awan berwarna putih karena mendapatkan warna asli dari matahari, yaitu putih. Saat melewati awan, cahaya matahari akan berinteraksi dengan uap air yang ada di awan dan sinar ini akan tersebar oleh tetesan air yang jauh lebih besar.

Karena tersebar ke tetesan air yang ada di awan, maka kumpulan uap air yang ada di awan akan menyimpan semua warna sinar matahari, yaitu putih. Ketika semua warna tadi disatukan, maka akan membuatnya tetap berwarna putih seperti warna asli cahaya matahari.

Akan tetapi, saat mendung, mengapa awan berubah warnanya menjadi abu-abu? Sebenarnya, saat akan hujan, warna awan tetap sama, loh. Warna abu-abu yang biasa kita lihat pada awan mendung hanya masalah perspektif (sudut pandang) saja.

Awan menjadi berwarna putih karena adanya interaksi dengan air di awan yang memantulkan cahaya tadi ke sisi bagian atas awan. Hal ini akan menyebabkan bagian atas awan menjadi berwarna lebih putih.

Namun saat mendung, awan akan menyimpan lebih banyak uap air dan tetesan air berukuran besar yang nantinya turun menjadi hujan. Banyaknya jumlah air yang disimpan oleh awan dan besarnya butiran air menyebabkan lebih banyak cahaya yang tersebar di awan bagian atas.

Akibatnya, cahaya matahari yang mencapai awan bagian bawah akan menjadi lebih sedikit dan menyebabkan awan sebelum hujan terlihat berwarna abu-abu. Tapi, jika kita melihat awan mendung dari bagian atas, saat naik pesawat terbang misalnya, maka warnanya akan tetap terlihat putih.

Jadi, itulah pembahasan tentang bagaimana awan mendung berwarna abu-abu. Semoga bisa menambah wawasan dan mengobati rasa penasaran kamu, ya!

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close