Hewan Ovipar

Pada umumnya, cara perkembangbiakan hewan dibagi menjadi beberapa macam, yaitu hewan ovipar, vivipar dan ovovivipar.

Jika Anda sudah memahami bahwa vivipar adalah beranak atau melahirkan, lalu bagaimana dengan ovipar? Mari simak pembahasan lengkapnya di bawah ini!

Pengertian Hewan Ovipar

ayam bertelur

Pengertian Hewan Ovipar

Pertama-tama yang akan dibahas adalah pengertian dari ovipar, yaitu perkembangbiakan hewan yang dilakukan melalui cara bertelur. Ovipar sendiri berasal dari kata ovum yang artinya adalah telur.

Setelah dikeluarkan dari rahim, sang induk mengeraminya selama beberapa waktu. Jika sudah tiba masanya, ia akan menetas.

Pengertian lain dari ovipar adalah hewan yang embrionya belum berkembangbiak secara sempurna.

Embrio tersebut mendapatkan asupan dari cadangan makanan yang ada dalam telur itu sendiri. Perkembangan dimulai ketika ia sudah berada di luar tubuh sang induk.

Selama sang induk tidak mengerami telurnya, maka tidak akan menetas. Namun seiring dengan perkembangan zaman, sudah ada metode terbaru untuk membuat embrio tetap menetas tanpa harus dierami oleh sang induk, yaitu dengan memasukkannya ke dalam oven bersuhu tertentu.

Nah jadi itu dia beberapa pengertian tentang hewan ovipar. Salah satu contohnya Anda bisa melihat burung, ia akan bertelur dan mengeraminya selama periode tertentu.

Jika sudah tiba masanya, telur tersebut akan menetas dengan bentuk tubuh anak yang sudah sempurna.

Ciri-Ciri Hewan Ovipar

Setelah memahami pengertiannya, selanjutnya Anda harus mengetahui ciri-ciri yang melekat pada hewan yang bertelur. Apa saja ya kira-kira?

1. Telur Berada di Luar Tubuh Sang Induk

Ciri pertama yang bisa dilihat adalah telur berada di luar tubuh sang induk, hanya beberapa waktu saja berada di dalam. Kehamilan atau keberadaannya pun juga tidak bisa dideteksi secara pasti, tidak ada tanda tertentu untuk mendeskripsikan keberadaannya.

Namun bisa dilihat dari perilaku atau ciri fisik sang induk.

Contohnya adalah ayam, jika ia bertelur maka terdapat cairan lembab yang ada di bagian kolakanya, jengger terlihat pucat, tulang pubis menjadi lentur dan bagian abdomen terasa dalam apabila disentuh oleh tangan.

2. Tidak Mempunyai Daun Telinga

Ciri kedua, hewan yang bertelur tidak mempunyai daun telinga, berbeda dengan vivipar (beranak). Namun bukan berarti ia tidak bisa mendengar ya.

Masih sama contohnya, yaitu pada hewan ayam ia memiliki tiga bagian telinga yaitu tengah, luar dan dalam.

Sehingga tetap bisa mendengar, hanya saja tidak memiliki daun. Berbeda dengan manusia yang melahirkan atau macan dan singa. Nah sampai sini paham kan?

3. Tidak Menyusui Anaknya

Mayoritas hewan ovipar tidak menyusui  anaknya karena tidak memiliki kelenjar susu, namun tidak semuanya.

Terdapat beberapa hewan yang bertelur namun menyusui anaknya di antaranya adalah merpati, kecoa, kalajengking dan ikan discus.

4. Induk Mengerami Telur Hingga Menetas

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwasanya induk akan mengerami telur hingga menetas. Ciri ini adalah yang paling mudah untuk diketahui karena telur sudah berada di luar tubuh.

5. Bukan dari Keluarga Mamalia

Ovipar bukanlah termasuk keluarga mamalia karena tidak memiliki kelenjar susu seperti yang telah dibahas sebelumnya. Walaupun pada kenyataannya tidak semua mamalia menyusui anaknya.

Jadi itu dia beberapa ciri hewan yang bertelur, selanjutnya Anda juga harus tahu apa saja sih contoh dan penjelasan lengkapnya.

Contoh Hewan Ovipar

Pada pembahasan di atas, sudah disinggung sedikit tentang contoh hewan yang berkembangbiak dengan cara bertelur yaitu ayam, merpati, burung dan lain-lainnya. Tapi jangan salah, ada juga yang lainnya lho, apa saja ya?

1. Angsa

Perlu Anda ketahui bahwasanya tidak semua hewan yang bertelur ada di darat, angsa adalah salah satunya.

Hewan ini berasal dari genus Cygnus yang merupakan burung terbesar dari famili Anatidae. Angsa memiliki kemampuan berenang dan terbang.

Angsa yang sudah dewasa memiliki ciri khusus di antaranya adalah paruh dan mata yang tidak ditutupi oleh bulu. Perbedaan yang menonjol, tubuh jantan lebih besar daripada betina.

Ketika sudah memasuki masa kawin mereka akan secara otomatis melakukan pembuahan, hingga mengandung telur dan mengeluarkannya dalam jangka waktu tertentu. Sangat jarang manusia yang mencoba menetaskan telur angsa.

2. Bebek

Berbeda dengan angsa, bebek adalah golongan burung yang memiliki tubuh lebih kecil. Ia mampu hidup di darat dan dipermukaan air tawar, namun tidak bisa berlama-lama seperti halnya angsa. Berkembangbiak dengan cara bertelur.

Banyak sekali yang mencoba membudidayakannya karena keuntungan yang tidak sedikit. Telur yang sudah dikeluarkan oleh sang induk akan dimasukkan ke dalam oven dengan suhu yang sama ketika dierami.

Tunggu beberapa hari maka ia akan menetas dengan sendirinya. Syaratnya harus dibolak-balik setiap beberapa jam sekali agar perkembangannya merata. Nah bagaimana apakah Anda sudah paham?

3. Ikan

Ikan adalah masuk ke dalam golongan vertebrata poikilotermik. Habitat ikan adalah di air, baik di tawar ataupun laut. Alat pernapasan utamanya adalah insang. Terdapat sekitar 27.000 spesies yang terbesar di seluruh dunia.

Ikan berkembang biak dengan cara bertelur. Contohnya adalah ikan nila yang meletakkan telur pada mulutnya dan akan menetas jika sudah waktunya.

Ciri yang menandai ikan sedang mengeram telur adalah tidak terlalu bernafsu untuk makan.

Baca juga: 10 Jenis Ikan Hias Air Tawar

4. Katak

Katak memang masuk ke dalam hewan amphibia, tapi ia berkembangbiak dengan cara bertelur. Makanan utamanya adalah serangga dan hewan kecil yang ada di sekitar tempat tinggalnya.

Katak memiliki keahlian berenang yang sangat baik dan melompat ketika di daratan.

5. Penyu

Penyu berbeda dengan kura-kura yang hidup di laut, tersebar di semua samudra. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan bahwasanya penyu sudah ada sejak zaman dinosaurus yaitu sekitar 15-208 juta tahun yang lalu. Wah lama sekali ya.

Siklus bertelur pada penyu sangat beragam. Sang induk akan menepi ke pantai untuk mengeluarkan telurnya, mereka memilih pantai yang sepi dengan pasir yang belum terkontaminasi apapun.

Indonesia juga mempunyai tempat penangkaran penyu lho.

6. Capung

Selanjutnya adalah capung yang masuk dalam bangsa donata. Capung lebih banyak menghabiskan waktunya di daerah yang lembab, selain untuk mencari makanan juga menyimpan telurnya.

Tersebar luas di beberapa tempat seperti hutan, sawah, kebun, pekarangan rumah hingga di perkantoran. Beberapa jenis tertentu memiliki habitat di tempat yang sempit.

7. Cicak

Anda pasti sudah mengetahui jika cicak adalah hewan yang berkembangbiak dengan cara bertelur. Biasanya diletakkan di tempat yang tidak bisa dijangkau oleh manusia. Namun ada juga yang tidak sengaja jatuh ketika ia sedang berada di atas.

Cicak memiliki kelebihan memutus ekornya ketika ia merasa terancam. Makanannya adalah nyamuk, laron dan hewan kecil lainnya yang menempel di dinding.

Penjelasan tentang pengertian, ciri-ciri dan contoh hewan ovipar di atas harus Anda pahami dengan baik. Besaran telur hewan di atas sangat bervariasi, tergantung bentuk tubuh sang induk.

Contohnya adalah telur cicak lebih kecil dibandingkan dengan telur penyu.

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close