Sejarah Hingga Kejayaan Dua Kerajaan Islam di Maluku, Ternate dan Tidore

Maluku Utara memiliki kisah dua kerajaan Islam yang cukup berpengaruh pada kehidupan di masa sekarang, khususnya persebaran Islam di tanah Maluku.

Dua kerajaan tersebut adalah Kerajaan Ternate dan Tidore. Keduanya pernah mengalami kejayaan hingga

kerajaan ternate dan tidore

Sejarah Kesultanan Ternate dan Tidore

Kesultanan Ternate dan Tidore sudah berdiri sejak abad ke-9. Pendirinya adalah sosok Baab Manshur Malamo.

Tidak beberapa lama kemudian, di sebelah selatan Kerajaan Ternate, berdirilah Kerajaan Tidore yang dibangun oleh Muhammad Naqil.

1. Puncak Kejayaan Ternate dan Tidore

Puncak kejayaan Kesultanan Tidore terjadi ketika tahun 1780 M hingga 1805 M dalam masa pemerintahan Sultan Nuku.

Sedangkan Kerajaan Ternate sudah berada di puncak kejayaan tahun 1471 M.

Kerajaan Ternate lebih dahulu berada di puncak karena waktu berdirinya juga jauh lebih dulu dibandingkan Kerajaan Tidore.

Namun, ketika keduanya berada di puncak kejayaan, semua aspek kehidupan di Maluku berjalan sangat lancar.

Aktivitas perdagangan mampu menghasilkan perekonomian yang baik, sehingga kehidupan masyarakat Maluku terbilang cukup dan makmur.

Selain itu, wilayah kekuasaan kedua kerajaan ini juga semakin luas mulai dari Pulau Seram hingga Papua Barat.

2. Keruntuhan Kesultanan Ternate dan Tidore

Kerajaan Islam di Pulau Maluku ini mulai goyah ketika terjadi adu domba di antara Ternate dan Tidore.

Pihak yang mengadu domba adalah Portugis dan Spanyol dengan mengandalkan kondisi perbedaan agama di antara rakyat sekaligus sistem ekonomi yang sedang dijalankan.

Namun, Raja Ternate dan Tidore tidak bisa membiarkannya begitu saja, sehingga mulai melakukan perlawanan dan bersatu untuk melawan penjajah.

Kerajaan Ternate dan Tidore akhirnya mampu meredam konflik antar rakyatnya.

Kemenangan tidak berlangsung lama, karena ketika Belanda datang dan VOC menguasai sistem ekonomi Ternate dan Tidore, kerajaan pun menjadi porak poranda dan akhirnya berhasil dikuasai penuh oleh Belanda.

Sultan Ternate dan Tidore

1. Ternate

NoSultan/RajaTahun JabatanNoSultan/RajaTahun Jabatan
1.Baab Mashur Malamo1257 – 127725.Said Barakat Syah1583 – 1606
2.Jamin Qadrat1277 – 128426.Mudaffar Syah I1607 – 1627
3.Komala Abu Said1284 – 129827.Hamzah1627 – 1648
4.Kalabata Bakuku1298 – 130428.Mandarsyah1648 – 1650
5.Komala Ngara Malamo1304 – 131729.Manila1650 – 1655
6.Patsaranga Malamo1317 – 132230.Mandarsyah (per 2)1655 – 1675
7.Sidang Arif Malamo1322 – 133131.Sibori1675 – 1689
8.Panji Malamo1331 – 133232.Said Fatahullah1689 – 1714
9.Syah Alam1332 – 134333.Amir Iskandar Z.S1714 – 1751
10.Tulu Malamo1343 – 134734.Ayan Syah1751 – 1754
11.Abu Hayat I/Kie Mabiji1347 – 135035.Syah Mardan1755 – 1763
12.Ngolo Macahaya1350 – 135736.Jalaluddin1763 – 1774
13.Momole1357 – 135937.Harunsyah1774 – 1781
14.Gapi Malamo I1359 – 137238.Achral1781 – 1796
15.Gapi Baguna I1372 – 137739.Muhammad Yasin1796 – 1807
16.Komala Pulu1377 – 143240.Muhammad Ali1807 – 1821
17.Gapi Baguna II/Marhum1432 – 148641.Muhammad Sarmoli1821 – 1823
18.Zainal Abidin1486 – 150042.Muhammad Zain1823 – 1859
19.Sultan Bayanullah1500 – 152243.Muhammad Arsyad1859 – 1876
20.Hidayatullah1522 – 152944.Ayanhar1879 – 1900
21.Abu Hayat II1522 – 153345.Muhammad Ilham1900 – 1902
22.Tabariji1533 – 153446.H.Muh.Usman Syah1902 – 1915
23.Khairun Jamil1535 – 157047.Iskandar Muh Djabir1929 – 1975
24.Babullah Datu Syah1570 – 158348.H. Mudaffar Syah1975 – 2015

2. Tidore

NoSultan/RajaTahun JabatanNoSultan/RajaTahun Jabatan
1.Kolano Syahjati/Muhammad Naqil bin Jaffar Assidiq21.Sultan Mole Mangnyau/Malikiddin1653 – 1657
2.Kolano Bosamawange22.Sultan Jou Kota1657 – 1674
3.Kolano Syuhud/Subu23.Sultan Hamzah F.1674 – 1705
4.Kolano Balibunga24.Sultan Abdul Fadhil1705 – 1708
5.Kolano Duko Adoya25.Sultan Hasanuddin1708 – 1728
6.Kolano Kie Matiti26.Sultan Amir Bifodhil Aziz Malikul Manan1728 – 1757
7.Kolano Seli27.Sultan Mashud J1757 – 1779
8.Kolano Matagena28.Sultan Patra Alam1780 – 1783
9.Kolano Nuruddin1334 – 137229.Sultan Hairul A.K.A1784 – 1797
10.Kolano Hasan Syah1372 – 140530.Sultan Syaidul Jehad1797 – 1805
11.Sultan Djamaluddin1494 – 151231.Sultan Zainal Abidin1805 – 1810
12.Sultan Al Mansur1512 – 152632.Sultan Motahuddin Muhammad Tahir1810 – 1821
13.Sultan Amiruddin Iskandar Zulkarnain1526 – 153533.Sultan Achmadul Mansur Sirajuddin1821 – 1856
14.Sultan Kyai Mansur1535 – 156934.Sultan A. Syaifuddin1856 – 1892
15.Sultan Iskandar Sani1569 – 158635.Sultan A. Fatahuddin1892 – 1894
16.Sultan Gapi Baguna1586 – 160036.Sultan A. Kawiyuddin1894 – 1906
17.Sultan Zainuddin1600 – 162637.Sultan Zainal A. Syah1947 – 1967
18.Sultan Alaudin Syah1626 – 163138.Sultan Djafar Syah1999 – 2012
19.Sultan Saiduddin1631 – 164239.Sultan Husain Syah2012 – saat ini
20.Sultan Saidi1642 – 1653

Sistem Pemerintahan Kerajaan Ternate dan Tidore

1. Sistem Sosial

Meskipun Kerajaan Ternate dan Tidore ini berdasar atas ajaran Islam, tetapi untuk kawasan tertentu yang sudah dikuasai bangsa Portugis lebih banyak memeluk agama Katholik. Setelah Portugis hengkang dari Nusantara, penjajah Belanda pun masuk.

Rakyat di sekitar Halmahera, Ambon dan Ternate yang awalnya menganut agama Katholik mulai berpindah ke Protestan seperti ajaran yang dibawa Belanda.

Perbedaan agama inilah yang memicu berbagai konflik hingga runtuhnya Kesultanan Ternate dan Tidore.

2. Sistem Politik

Kesultanan Ternate dan Tidore terbagi menjadi 2 yakni Uli Lima dan Uli Siwa. Uli Lima ini terdiri atas  gabungan dari Pulau Ternate, Bacan, Ambon, Obi dan Seram. Sedangkan Uli Siwa terdiri atas Pulau Halmahera, Makayan, Irian Barat dan 6 pulau lainnya.

Pada awalnya politik di kedua kerajaan ini berjalan secara seimbang. Namun, ketika Portugis datang, suasana politik mulai memanas dan saling memperebutkan wilayah satu sama lain.

Pada masa ini sempat terjadi perjanjian Saragosa antara rakyat pribumi dengan pemerintah Portugis.

3. Sistem Ekonomi

Pada masa puncak kejayaan Kerajaan Ternate dan Tidore, kehidupan masyarakatnya dalam bidang ekonomi sangat berkembang pesat. Hal ini disebabkan rempah-rempah yang dihasilkan berkualitas bagus hingga laku keras di pasaran.

Peninggalan Kesultanan Ternate dan Tidore

Kerajaan Islam Ternate dan Tidore tidak hanya memiliki cerita sejarah yang menarik, tetapi juga meninggalkan beberapa warisan seperti:

1. Ternate

  • Makam Sultan Baabullah
  • Benteng Kerajaan Ternate
  • Masjid Ternate
  • Istana Kesultanan Ternate

2. Tidore

  • Benteng Perjuangan Tidore
  • Istana Kesultanan Tidore

Kerajaan Ternate dan Tidore merupakan kerajaan yang paling berpengaruh di Maluku terhadap perkembangan budaya Islam untuk masyarakatnya hingga saat ini.

Jika Anda ingin menggali informasi lebih dalam mengenai sejarah Islam, Anda bisa berkunjung ke Kesultanan Ternate dan Tidore.

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close