Bagaimana Kipas Angin Mengeluarkan Udara Dingin?

Apakah kamu merasa kalau akhir-akhir ini cuaca begitu panas? Cuaca panas ditambah aktivitas di luar ruangan yang padat membuat keringat kita jatuh bercucuran.

Saat terasa panas dan kegerahan, memang paling enak duduk santai di depan kipas angin, ya. Udara dingin yang keluar dari kipas seketika membuat kita menjadi terasa segar.

Dapat dipastikan, hampir setiap rumah memiliki alat elektronik berbaling-baling ini.

Selain harganya yang terjangkau jika dibandingkan dengan air conditioner (AC), ada sejumlah orang yang kondisi tubuhnya tidak cocok saat terlalu lama terkena udara AC, sehingga mereka lebih memilih menggunakan kipas angin untuk mengusir rasa gerah.

Dan yang paling penting, kipas angin tidak membuat tagihan listrik menjadi bengkak.

Tapi, pernahkah kamu berpikir, bagaimana kipas angin bekerja dalam menghasilkan udara dingin? Dari mana udara dingin itu berasal? Ternyata, ada penjelasan ilmiahnya, loh.

Secara umum, ada dua faktor (internal dan eksternal) yang menyebabkan kipas angin memproduksi udara dingin.

Kipas Angin Mengeluarkan Udara Dingin?

image via canva.com

Saat Tubuh Mengeluarkan Panas

Saat kita menyalakan kipas angin, udara dingin yang dirasakan oleh kulit sebenarnya tidak semata-mata diproduksi oleh alat tersebut.

Selama ini kita mungkin meyakini bahwa seolah-olah udara dingin itu keluar dari tubuh atau baling-baling kipas, ya. Padahal bukan itu jawaban sebenarnya.

Sebelum membahas lebih dalam, kita perlu mengetahui terlebih dahulu bagaimana tubuh mengeluarkan panas. Tubuh manusia bisa mengeluarkan panas melalui dua cara:

  • Pertama, melalui konveksi. Proses konveksi menyebabkan tubuh kita mengeluarkan panas, dan memindahkan panas tersebut ke udara.
  • Kedua, melalui keringat. Saat berkeringat, titik-titik air akan keluar dari kulit dan menyerap panas dari tubuh. Setelah itu, air keringat tersebut menguap ke udara bersamaan dengan panas dari tubuh kita.

Panas yang diproduksi melalui dua cara tersebut kemudian menciptakan lapisan udara lembab yang tidak bergerak. Lama-lama, udara lembab itu mengumpul di sekitar tubuh kita.

Sehingga, kumpulan udara yang tak bergerak itu menghambat proses konveksi dan penyerapan panas melalui keringat. Akhirnya, kita pun merasa kepanasan.

Merasakan Udara Dingin

Saat baling-baling dari kipas angin berputar, gerakan dari baling-baling tersebut mampu mengibaskan dan mengusir lapisan udara lembab dari sekitar tubuh.

Proses konveksi dan penguapan keringat pun bisa diteruskan kembali. Sehingga, tubuh kita jadi merasakan lebih dingin dan tidak kepanasan lagi.

Kalau dipikir-pikir, sama seperti saat kita bernapas, ya. Bayangkan saat kita berada di ruangan kecil dan tertutup.

Jika berlama-lama di ruangan tersebut, kita pasti akan merasa sesak karena ruangan akan dipenuhi dengan karbon dioksida (CO2) yang kita produksi.

Namun, begitu pintu dibuka, oksigen masuk menggantikan CO2. Akhirnya, kita pun bisa kembali bernapas lega.

Agar Tak Salah Langkah Gunakan Kipas Angin di Musim Panas

Kipas angin memang bisa menjadi solusi saat kita merasa kepanasan. Namun, ketika cuaca terasa begitu panas, kita perlu bijak dalam menggunakannya. Alih-alih merasa sejuk, udara yang kita rasakan justru membuat kita merasa semakin kepanasan. Kok bisa gitu?

Kipas angin dapat membuat perbedaan besar pada suhu dalam ruangan. Namun, kenyataannya, penyejuk udara ini bisa membuat hawa bertambah panas bila diletakkan pada ruangan bersuhu lebih dari 35 derajat celcius.

Seperti yang telah dijelaskan, kipas angin membantu menggerakan partikel-partikel yang semula menumpuk di sekitar tubuh kita.

Jika gerakan ini berlangsung terus-menerus, maka partikel-partikel tersebut akan saling bertumbukan (bergerak semakin cepat) dan bergesekan. Akhirnya, proses tersebut dapat menyebabkan kenaikan suhu.

Cobalah menempatkan kipas angin dalam jarak tertentu atau tidak langsung mengarahkannya ke tubuh. Cuaca ekstrem membuat tubuh kita memproduksi lebih banyak keringat dan mengeluarkan panas.

Semakin sering udara ditiupkan secara langsung ke tubuh, semakin sering tubuh memproduksi panas, dan semakin sering pula terjadi gesekan antar molekul.

Jadi, bijaklah dalam menggunakan kipas angin, terutama di musim panas, ya.

Terimakasih sudah berkunjung dan membaca artikel ini.

Klik star berikut untuk memberikan dukungan pada kami 😀

Average rating 4 / 5. Vote count: 1

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close