Musim Gugur Tiba, Saatnya Daun Berubah Warna

Apakah kamu pernah merasakan berada di tengah-tengah musim gugur? Kalau pernah, berarti saat itu kamu sedang berada di luar negeri, ya? Yups, karena musim gugur tidak terjadi di Indonesia.

Loading...

Musim gugur terjadi di belahan bumi bagian utara pada bulan September-November. Sedangkan di bumi bagian selatan, musim gugur berlangsung pada Maret-Mei. Pada musim ini, dedaunan pada tumbuhan mengalami perubahan warna.

Saat musim panas berganti menjadi musim gugur, suhu udara menjadi lebih dingin dari sebelumnya. Meski ada pohon yang daunnya masih tetap berwarna hijau, tapi kebanyakan pepohonan mengalami perubahan warna pada daunnya di musim ini.

Apa sebabnya, ya? Lalu, dari mana warna tersebut berasal?

Mengapa Daun Berubah Warna Saat Musim Gugur

image via canva.com

Daun Mengandung Klorofil

Saat mempelajari biologi di bangku sekolah dasar, kita tentu masih ingat bahwa daun memiliki zat yang memberikannya warna hijau. Benar, zat hijau daun itu disebut klorofil. Klorofil ini memiliki tugas membantu terjadinya proses fotosintesis.

Saat musim panas berlangsung, sinar matahari melimpah. Sehingga, klorofil pada daun akan memanennya yang kemudian digunakan untuk memproduksi glukosa dan sumber karbohidrat lainnya.

Ketika musim panas berakhir, sinar matahari menjadi sedikit, jumlah energi yang tersedia untuk proses fotosintesis pun berkurang.

Maka dari itu, tumbuhan mengurangi produksi klorofilnya. Kandungan nutrisinya pun didistribusikan kembali ke bagian lain pohon, seperti batang dan akar.

Ini dilakukan untuk menghemat energi dalam proses pembuatan klorofil. Karena proses pembuatan klorofil itu sendiri membutuhkan energi yang besar.

Daun Berubah Warna

Tidak hanya klorofil, ada pigmen lain yang berasal dari beberapa kelas senyawa, yang terkandung dalam daun. Misalnya seperti carotenoid yang berwarna kuning atau oranye dan flavonoid yang berwarna oranye atau merah.

Pada musim panas, meskipun daun-daun tersebut memiliki berbagai macam pigmen, tapi karena kandungan klorofilnya sangat besar, warna lainnya pun tertutupi. Sehingga warna yang terlihat oleh mata kita adalah warna hijau.

Saat musim gugur tiba, produksi klorofil berkurang dan klorofil yang ada mengalami degradasi.

Klorofil yang masih terdapat di dalam daun akan dipecah menjadi komponen-komponen yang lebih kecil, sehingga pigmen lain yang ada pada daun mulai terlihat. Warna kuning terjadi karena adanya kandungan pigmen karotenoid pada daun.

Seiringin dengan berubahnya suhu, pigmen krotenoid pun berkurang dan pigmen warna merah yang disebabkan oleh antosianin akan terlihat.

Ketika semua pigmen tersebut sudah terdegradasi, daun akan berubah menjadi berwarna cokelat, yang disebabkan karena pigmen tannin yang tersisa.

Karena daun tersebut tidak berguna lagi bagi pohon, maka secara alami pohon akan membuang bagian yang tidak diperlukan tersebut. Oleh karena itu, daun-daun tersebut akhirnya jatuh berguguran.

Mekanisme Unik di Musim Gugur

Gimana, sudah paham, kan, bagaimana daun berubah warnanya saat musim gugur? Oh iya, saat daun beserta tangkai berguguran, ternyata pohon-pohon ini memiliki mekanisme yang unik loh supaya mereka tidak mudah terkena serangan hama.

Saat ada bagian pohon yang gugur, secara otomatis akan ada bagian lain dari pohon yang terbuka. Bagian yang terbuka ini bisa menjadi celah bagi hama dan penyakit untuk masuk. Namun, berkat suatu zat yang diproduksi, hal demikian bisa dihindari.

Zat tersebut bertugas sebagai pemisah sebelum daun berguguran. Zat ini melapisi dan memisahkan tangkai daun dengan batang pohon, sehingga aliran nutrisi ke daun terputus.

Dengan begitu, serangan hama dan penyakit pun daoat dihindari. Benar-benar mekanisme yang menakjubkan, ya!

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close