Mengapa Air Laut Berwarna Biru?

Apakah kamu termasuk orang yang hobi pergi ke pantai? Entah untuk menghabiskan waktu senggang bersama orang tercinta, atau sekadar untuk menyegarkan pikiran, memilih pantai sebagai destinasi dinilai sebagai pilihan yang tepat.

Loading...

Angin laut yang bertiup sepoy-sepoy membuat suasana menjadi syahdu. Ditambah birunya warna air yang membentang luas dipercaya dapat menghilangkan penat setelah seharian bekerja.

Tapi, pernahkah kamu bertanya mengapa air laut berwarna biru? Di balik dari itu, ternyata ada penyejalasan ilmiahnya, loh. Ini dia tiga hal yang melatarbelakangi warna biru pada lautan.

Mengapa Air Laut Berwarna Biru?

image via canva.com

Air Laut Menyerap Sinar Matahari

Sudah barang tentu menjadi pengetahuan umum, bahwa air laut memiliki warna biru. Tapi sebenarnya, apa yang menjadi penyebabnya?

Mengapa warna air laut berbeda dari warna air yang pada umumnya adalah bening? Daripada makin penasaran, yuk kita simak ulasannya.

Menurut National Oceanic and Atmosperic Administration (NOAA), air laut terlihat berwarna biru karena menyerap sinar matahari. Intensitas sinar matahari inilah yang menyebabkan adanya perubahan warna pada air laut.

Saat cahaya matahari mengenai permukaan laut, air akan menyerap warna merah (gelombang panjang), violet, dan ultraviolet. Selanjutnya, warna cahaya yang tersisa usai penyerapan adalah panjang gelombang biru.

Selain itu, cahaya matahari yang paling banyak berhamburan adalah cahaya berwarna biru, jika dibandingkan dengan warna lainnya.

Ahli Fisika University of Missouri Michael Kruger menyebutnya sebagai “Hamburan Rayleigh”. Efek ini terjadi saat partikel yang berhamburan bentuknya lebih kecil dari panjang gelombang cahaya.

Jika memang air berwarna biru akibat dari penyerapan sinar matahari, mengapa air kolam ikan di depan rumah tidak terlihat demikian?

Perlu kita ketahui, bahwa tingkat warna biru pada air dipengaruhi oleh seberapa banyak air yang tersedia untuk menyerap cahaya.

Begitu pula dengan tingkat kebersihan air. Itulah mengapa, pantai yang airnya keruh akibat pencemaran lingkungan, akan mustahil jika airnya berwarna biru.

Salinitas Tinggi

Jika dibandingkan dengan kondisi perairan lainnya, air pada laut mengandung kadar garam. Itulah mengapa air laut rasanya asin.

Selain menyebabkan rasa asin, kadar garam (salinitas) ini juga mempengaruhi warna pada air laut. Semakin tinggi tingkat salinitasnya, maka akan semakin biru warna air pada laut.

Dan tahukah kamu, kalau lautan di daerah khatulistiwa memiliki kadar garam yang tinggi? Jadi, jangan heran kalau sebagian besar laut di negeri kita tercinta ini panoramanya begitu memukau dengan warna birunya yang terbentang luas.

Sungguh kekayaan alam yang tiada duanya, bukan?

Terdapat Fitoplankton

Lautan diketahui memiliki banyak sekali partikel, seperti ikan, karang, plankton, dan lainnya. Nah, partikel-partikel ini ternyata menyebabkan adanya penyerapan cahaya matahari, sehingga air laut berwarna biru.

Selain itu, adanya partikel laut seperti tanaman mikroskopis (berukuran kecil) yang disebut fitoplankton juga turut berkontribusi dalam hal ini.

Fitoplankton umumnya berwarna hijau dan biru, sehingga memengaruhi penampakan air pada lautan. Namun, warna yang dihasilkan fitoplankton tidak hanya hijau dan biru saja, tetapi juga warna merah, cokelat, dan kuning.

Itulah sebabnya, kita pernah menjumpai media yang memberitakan adanya laut yang airnya berwarna merah. Itu bukan karena lautnya berdarah, seperti mitos yang sempat beredar, namun karena adanya si fitoplankton tadi.

Ngomong-ngomong, adanya berbagai tanaman mikroskopis ini bisa menunjukkan bahwa suatu perairan itu sehat dan kaya akan nutrisi, loh. Karena, fitoplankton tidak akan tumbuh pada daerah perairan yang telah tercemar airnya.

Selain itu, jenis tanaman laut ini juga turut berkontribusi terhadap ketersediaan oksigen bagi makhluk hidup lainnya. Tahu kenapa?

Karena fitoplankton mampu mengubah air serta karbon dioksida menjadi senyawa organik dengan menggunakan klorofil untuk menangkap energi dari matahari.

Dari hasil fotosintesis yang dilakukan, maka fitoplankton akan mengasilkan sekitar setengah dari oksigen yang kita hirup.

Keren sekali ya si fitoplankton ini. Biar kecil bentuknya, tapi mampu memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan makhluk sekitarnya.

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close