Sejarah Pakaian Adat Madura dan Karakteristiknya

Deskripsi: Ciri khas Pakaian Adat Madura dan Sejarahnya.


Indonesia yang dikenal sebagai negara kepulauan membuatnya kaya akan suku, bahasa, agama, dan lain sebagainya.

Pada masing-masing daerahnya pun pasti mempunyai berbagai keunikannya tersendiri, misalnya seperti baju adat. Salah satu contohnya yaitu pakaian adat suku Madura.

Keunikan yang dimiliki itu pun dijadikan sebagai simbol atau ciri dari daerah Madura yang berada di Provinsi Jawa Timur.

Terdapat empat kabupaten yang berada di Pulau Madura, yaitu Sampang, Bangkalan, Sumenep, serta Pamekasan.

Sejarah Penentu Pakaian Adat Madura

Perlu diketahui bahwa Madura mempunyai sejarah yang panjang sebagai suatu wilayah yang berada di negara Indonesia.

Keraton pertama tercatat didirikan ketika tahun 1969 oleh Arya Wiraraja, seorang adipati pertama pada kawasan Madura saat itu.

Pulau Madura pada awalnya menjadi satu kesatuan dengan Pulau Jawa. Hal tersebut pun telah tercatat di dalam kitab bernama Negarakertagama.

Sehingga menunjukkan bahwa Pulau Jawa dan Madura berada dalam suatu komunitas budaya sama.

Masyarakat Madura dikenal sebagai penduduk yang mudah mengeluarkan isi pikirannya secara terbuka, berani tegas, dan apa adanya.

Bahkan mereka tidak akan merasa segan untuk mengutarakan ketidaksukaannya akan sesuatu pada orang bersangkutan tersebut.

Selain itu, budaya yang ada di daerah Madura pun turut berperan serta dalam sejarah atau pakaian adat di Madura yang saat ini dikenal luas.

Namun tidak hanya Madura saja, daerah lain pun juga demikian. Hal tersebut karena daerah lainnya memiliki peran budayanya tersendiri.

Berbagai jenis sejarah kebudayaan itu pun menjadikan salah satu dari asal usul pakaian adat Madura yang kita kenal pada saat ini.

Pakaian adat tersebut akan diuraikan secara garis besar melalui penjelasan di bawah ini.

Ciri khas Pakaian Adat Madura

Pakaian adat Madura pastinya mempunyai ciri khas yang kaya akan makna, unik, dan mengandung filosofi.

Pulau yang diberikan julukan Pulau Karapan Sapi tersebut memiliki pakaian adatnya sendiri yang tidak kalah menarik dibandingkan dengan pakaian adat daerah-daerah lainnya.

Adapun pakaian adat Madura di antaranya terdiri dari:

1. Pakaian Adat Madura untuk Laki-Laki

Baju Sakera Pakaian Adat Madura untuk Laki-Laki

berbol.co.id

Para laki-laki akan memakai atasan berupa kaos stripes warna merah hitam atau merah putih sebagai pakaian adatnya, dilengkapi dengan celana berwarna hitam dan lengan baju longgar.

Pakaian tersebut sering dikenakan sebagai pakaian harian oleh laki-laki Madura. Pakaian adat Madura yang dikenakan oleh masyarakat laki-lakinya disebut dengan baju pesa’an.

Selain itu, pakaian tersebut juga dilengkapi dengan odheng (penutup kepala berbahan dasar dari kain), sarung motif kotak-kotak, disertai sabuk katemang.

Ternyata di balik baju adat Madura untuk para laki-laki, Anda dapat mengetahui bahwa terdapat makna secara filosofis tersendiri.

Misalnya seperti motif garis-garis 2 warna pada kaos yang dikenakan memiliki arti bahwa laki-laki Madura mempunyai sosok yang pemberani, dan sebagainya.

Berikut adalah arti dari pakaian adat yang dikenakan oleh para laki-laki masyarakat Madura untuk lebih lengkapnya:

  1. Baju berwarna hitam yang longgar menandakan bahwa masyarakat di Madura menghargai suatu kebebasan bagi seluruh orang.
  2. Arti filosofi pada kaos motif stripes adalah masyarakat Madura merupakan sosok yang tegas, pemberani, dan mempunyai semangat mental untuk menjadi pejuang.
  3. Odheng yang dikenakan di pakaian adat Madura menunjukkan tentang tingkat kebangsawanan pada seseorang. Derajat kebangsawanan seseorang akan semakin tinggi jika ditandai dengan semakin tegaknya kelopak pada odheng

2. Pakaian Adat Madura bagi Perempuan

Pakaian Adat Madura bagi Perempuan

risnanitofan.gurusiana.id

Para perempuan masyarakat Madura mengenakan pakaian adat yang juga memiliki kesan sama seperti para laki-laki, yaitu terkesan sederhana untuk desain dan motifnya.

Pakaian adat tersebut disebut dengan baju agungan dan kebaya rancongan pada pakaian adat Madura.

Kebaya khas dari Madura biasanya memakai warna biru, hijau, maupun merah yang pas body atau pas pada bentuk tubuh si pemakai.

Hal tersebut pun menandakan bahwa para wanita Madura sangat menghargai kecantikan dan bentuk tubuhnya.

Perempuan Madura sudah diberikan jamu tradisional sejak masih gadis remaja. Hal itulah yang menunjang kecantikan wajah serta keindahan dari bentuk tubuh yang dimiliki.

Selain itu, kebayanya akan dipadukan dengan sarung batik motif lasem, tabiruan, maupun storjan berwarna kontras.

Adapun aksesoris tambahan yang dikenakan pada pakaian adat tersebut di antaranya seperti cucuk dinar dan cucuk sisir sebagai hiasan rambut yang terbuat dari emas.

Leng oleng sendiri adalah penutup kepala yang sering dikenakan oleh para wanita Madura yang terbuat dari sebuah kain.

Tidak lupa ada kalung brondong atau suatu kalung emas dengan bentuk rentengan biji jagung. Selain itu ada juga anting-anting atau giwang emas, yang biasa disebut dengan shelter penthol yang pada umumnya dikenakan pada telinga.

Cincin dan gelang emas pun biasa dilingkarkan di tangan para wanita sebagai aksesoris pakaian adat Madura.

Berbagai aksesoris yang dikenakan tersebut pasti membuat wanita-wanita Madura terlihat semakin cantik dan menawan pada saat mengenakan pakaian adatnya.

Pakaian adat bagi anak-anak perempuan Madura juga sama seperti pada pakaian dewasa, yang membedakannya adalah ukurannya lebih kecil termasuk berbagai jenis aksesoris-aksesoris lainnya.

3. Pakaian Adat Madura Modern

Pakaian Adat Madura Modern

selasar.com

Pakaian adat Madura yang modern banyak dikenakan pada saat acara festival atau acara lainnya.

Warna dan corak pakaian adat dari Madura terkenal sangat kontras, selain itu juga terdapat aksesoris dari emas untuk hiasan rambut sampai dengan kaki para perempuan Madura.

Sehingga mereka akan lebih mudah untuk dikenali, hal itu karena aksesoris yang menempel di tubuh serta paras cantiknya.

Perlu diketahui jika aksesoris para laki-laki untuk pakaian adat tidak berasal dari bahan dasar emas, namun berbeda dengan aksesoris para perempuan Madura dari emas.

Hal tersebut berdasarkan pada ajaran agama Islam bahwa Allah SWT melarang laki-laki mengenakan emas sebagai perhiasannya maupun hal-hal yang lain. Pemakaian pakaian pesa’an pada saat ini dapat digunakan untuk segala jenis aktivitas.

Pemakaian Pakaian Adat Madura di Daerah Lain

Baju pesa’an pada umumnya dipakai oleh para tukang sate, terutama di luar Pulau Madura sendiri. Hal itu dikarenakan sate khas Madura sangat terkenal, alasannya karena rasanya yang enak.

Sehingga untuk mendukung penampilan ketika berjualan sate, mereka memilih pakaian pesa’an.

Pakaian itu pun dipilih sebagai identitas dari yang dijualnya. Bahkan setelan pesa’an dapat Anda temukan dengan mudah di berbagai daerah lain jika tertarik untuk memilikinya.

Baca juga: Bukan Cuma Sate Aja, Inilah 10 Makanan Khas Madura yang Mesti Kamu Coba!

Kaos stripes khas Madura serta aksesoris lainnya bahkan sering dijadikan pilihan anak-anak ketika hendak karnaval.

Pakaian adat suatu suku memang dipengaruhi oleh kebudayaan suku tersebut, sehingga menjadi ciri khas tersendiri bagi daerah tersebut.

Apalagi Indonesia sebagai negara kepulauan mempunyai banyak daerah dari Sabang hingga Merauke.

Hal itu pun bisa menjadi pengaruh akan wujud motif dan bentuk pakaian adat yang bisa dilihat maupun Anda kenal pada saat ini.

Selain itu, pengaruh kebudayaan di masyarakat juga dibuktikan dengan adanya berbagai jenis pakaian adat di Indonesia.

  • Add Your Comment

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close