Teori dan Proses Pembentukan Minyak Bumi

Proses pembentukan minyak bumi harus diketahui dengan baik agar bisa dimanfaatkan serta diolah dengan tepat.

Seperti yang diketahui, bahwa minyak bumi merupakan sumber daya alam berharga yang harus terus dilestarikan karena akan terus dibutuhkan.

Jika tidak diolah dengan baik, maka generasi selanjutnya mungkin akan kekurangan sumber daya alam dan kesulitan untuk bertahan hidup.

Untuk itu sejak dini pelestarian sumber daya alam harus dilakukan secara optimal.

Proses pembentukan minyak bumi

Pengertian Minyak Bumi

Minyak bumi merupakan elemen alam yang berbentuk cairan kental berwarna hitam atau agak kehijauan. Material ini mudah terbakar dan berada pada lapisan atas dari kerak bumi.

Minyak bumi juga merupakan hasil tambang yang memiliki peranan sangat penting sebagai sumber energi dan sering dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan seperti bensin, elpiji dan lain sebagainya.

Hampir seluruh kegiatan manusia di zaman modern seperti sekarang ini membutuhkan minyak bumi sebagai bahan dasar.

Sehingga tak heran jika minyak bumi dan gas alam merupakan sumber energi terbesar yang dibutuhkan oleh manusia. Proses pembentukan minyak bumi terdiri dari beberapa tahap dan harus dilakukan secara bertahap hingga selesai.

Pembentukan minyak bumi yang memerlukan proses dan waktu lama tersebut membuat sumber daya alam ini dikelompokkan sebagai elemen yang tidak dapat diperbaharui.

Untuk itulah manusia harus dapat menggunakannya dengan hemat dan tepat. Indonesia memiliki beberapa wilayah yang menjadi sumber deposit minyak bumi yang harus terus dijaga. Berikut beberapa wilayah tersebut:

  • Daerah Kepala Burung, lebih tepatnya di wilayah Papua.
  • Kalimantan bagian timur di Kota Tarakan, Balikpapan.
  • Sumatera bagian utara dan timur di wilayah Aceh dan Riau.
  • Pantai Utara Jawa di daerah Cepu, Wonokromo, Cirebon.

Teori dalam Proses Pembentukan Minyak Bumi

Minyak bumi mempunyai karakteristik cairan yang kental dan berwarna hitam. Hasil tambang ini sangat mudah terbakar sehingga harus dijauhkan dari sumber panas.

Terdapat 3 teori yang digunakan untuk menjelaskan proses pembentukan minyak bumi.

Simak penjelasannya sebagai berikut.

1. Teori Biogenetik (Organik)

Teori biogenetik menyebutkan bahwa gas alam dan minyak bumi terbentuk dari aneka ragam jasad organik seperti tumbuhan dan hewan yang telah mati. Jasad yang tertimbun tersebut akan mengendap dan bercampur dengan lumpur dan pasir.

Endapan lumpur tersebut akan menghanyutkan senyawa pembentuk minyak bumi dari sungai menuju ke laut dan mengendap pada dasar lautan selama jutaan tahun.

Akibat adanya pengaruh temperatur, tekanan lapisan batuan di atasnya serta waktu maka akan menyebabkan organisme tersebut berubah menjadi bintik-bintik minyak maupun gas.

2. Teori Anorganik

Teori ini menyebutkan bahwa minyak bumi dapat terbentuk akibat adanya aktivitas yang dilakukan oleh bakteri.

Aktivitas bakteri mampu membuat beberapa zat terkubur. Unsur alam seperti belerang, nitrogen dan oksigen yang berasal dari aktivitas bakteri mampu berubah menjadi zat minyak yang berisikan hidrokarbon.

3. Teori Duplex

Ini merupakan teori yang paling banyak digunakan oleh kalangan luas karena konsep kerjanya yang menggabungkan teori anorganik dengan biogenetik.

Teori ini menjelaskan bahwa minyak bumi dan gas alam terbentuk dari berbagai jenis organisme laut, baik tumbuhan maupun hewan.

Akibat adanya pengaruh tekanan, temperatur dan waktu membuat endapan lumpur lama kelamaan akan berubah menjadi batuan sedimen.

Batuan lunak yang dihasilkan dari lumpur yang mengandung bintik minyak dikenal dengan nama batuan induk.

Minyak dan gas yang ada akan bermigrasi menuju ke tempat yang memiliki tekanan rendah dan akhirnya akan menumpuk di suatu tempat yang disebut dengan perangkap.

Dalam suatu perangkap, umumnya akan mengandung air, gas dan minyak dengan komposisi yang berbeda.

Jika gas bertemu dengan minyak bumi disebut dengan associated gas. Sedangkan jika hanya gas yang terdapat pada perangkat maka akan disebut dengan non associated gas.

Perbedaan berat jenis membuat gas selalu berada di atas, minyak di bagian tengah dan air para bagian bawah.

Proses pembentukan ini membutuhkan waktu yang sangat lama sehingga minyak bumi digolongkan sebagai sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, sehingga harus digunakan dengan bijak dan hemat.

Selain membutuhkan waktu yang lama, proses penambangan juga harus dilakukan secara hati-hati dengan alat khusus sehingga tidak merusak area deposit minyak bumi.

Pemanfaatan sumber daya alam yang tepat menjadi salah satu cara untuk menjaga kualitas serta melestarikan minyak bumi untuk jangka waktu yang lama.

Proses Pembentukan Minyak Bumi

proses pembentukan minyak bumi

Setelah mengetahui teori yang mendasarinya, selanjutnya yang perlu diketahui dengan baik adalah bagaimana proses pembentukannya.

Berikut penjelasannya.

1. Fotosintesa Ganggang

Minyak bumi terbentuk secara alami dan dihasilkan dari ganggang yang berfotosintesis.

Untuk itulah ganggang menjadi salah satu biola terpenting yang harus dilestarikan karena bisa menghasilkan minyak bumi.

2. Pembentukan Batuan Induk

Proses yang selanjutkan terjadi adalah pembentukan batuan ini. Batuan tersebut terbentuk dari ganggang yang sudah mati, kemudian mengendap pada cekungan sedimen sehingga membentuk batuan induk.

Batuan induk merupakan jenis batuan yang mengandung karbon dalam jumlah tinggi.

Namun tidak semua cekungan dapat membentuk batuan induk, sehingga proses ini sangat spesifik dan membutuhkan analisa terlebih dahulu.

3. Pengendapan Batuan Induk

Dalam jutaan tahun, batuan induk akan tertimbun oleh batuan lain dan mengalami pengendapan. Salah satu batuan yang menimbun batuan induk disebut dengan batuan sarang.

Batu sarang umumnya terbentuk dari batu gamping, batu vulkanik atau pasir yang tertimbun bersama sehingga terdapat ruangan yang memiliki pori.

Semakin lama proses penumpukan terjadi, maka akan semakin dalam tekanan dasar permukaannya sehingga suhu di dalamnya akan semakin bertambah.

Minyak bumi biasanya terbentuk saat suhu di dalam telah mencapai 50 – 180 derajat celcius.

Namun puncak terbaik atau kematangan terbaik saat suhu mencapai 100 derajat celcius. Ketika suhu di dalam terus bertambah maka cekungan akan semakin menurun.

Kondisi ini juga akan membuat batu penimbun akan semakin bertambah. Suhu tinggi yang ada pada lapisan tersebut akan memasak karbon yang ada dan mengubahnya menjadi gas.

4. Tahapan Akhir

Karbon yang terkena panas dan bereaksi dengan hidrogen akan membentuk hidrokarbon. Minyak yang dihasilkan oleh batuan induk yang sudah matang berupa minyak mentah.

Meskipun berupa cairan, ciri fisik minyak bumi mentah tentu akan berbeda dengan air. Salah satu perbedaan yang paling terlihat adalah pada kekentalan dan berat jenisnya.

Kekentalan minyak bumi mentah jauh lebih tinggi dibandingkan dengan air. Sedangkan berat jenis minyak bumi mentah jauh lebih kecil daripada air.

Minyak bumi yang memiliki berat jenis lebih kecil dari air cenderung akan berada di atas permukaan cairan.

Ketika minyak telah sampai dan tertahan pada sebuah batuan berbentuk mangkok terbalik, artinya minyak tersebut telah siap ditambang.

Proses pembentukan minyak bumi yang cukup rumit dan panjang, membuat kita semua sadar bahwa sumber daya alam ini tidak bisa dibuat dalam waktu singkat.

Sehingga manusia harus bisa memanfaatkannya dengan baik dan hemat agar bisa terus memenuhi kebutuhan.

Baca juga: Pemanfaatan Energi Alternatif

  • Add Your Comment

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close