Mengetahui Bagaimana Proses Terjadinya Gerhana Bulan

Proses terjadinya gerhana bulan merupakan salah satu fenomena alam yang ingin diketahui oleh banyak orang. Cahaya bulan yang biasanya dilihat merupakan hasil pantulan sinar matahari terhadap permukaan bulan yang berwarna abu-abu.

Ketika gerhana bulan terjadi, bumi akan berada di antara bulan dan matahari sehingga sinar matahari akan terhalang dan jatuh ke bulan.

Bayangan bumi yang jatuh bisa mengenai semua permukaan atau sebagian. Fenomena ini membuat banyak orang terkagum hingga merasa ketakutan ketika bulan merah.

Pengertian Gerhana Bulan

Sebelum mengetahui bagaimana proses terjadinya gerhana bulan, pertama yang harus dipahami terlebih dahulu adalah apa sebenarnya gerhana bulan tersebut.

Gerhana bulan merupakan fenomena alam di mana posisi bulan tertutup oleh bayangan bumi sehingga tampilannya terlihat samar dan terkikis.

Gerhana bulan merupakan fenomena alami yang jarang terjadi pada suatu wilayah di bumi. Fenomena ini terjadi saat posisi bumi, bulan dan matahari berada pada sebuah garis lurus. Posisi tersebut bisa dikatakan sangat unik dan tidak terus terjadi.

Hal inilah yang membuat fenomena gerhana bulan sangat langka dan hanya terjadi beberapa kali dalam kurun waktu tertentu.

Gerhana bulan terjadi saat malam hari sehingga memiliki nilai keindahan serta estetika tersendiri. Tak heran jika fenomena ini sering dijadikan sebagai objek fotografi yang indah dan menawan.

Proses Terjadinya Gerhana Bulan

Proses Terjadinya Gerhana Bulan

Proses terjadinya gerhana bulan terjadi saat bayangan bumi menghalangi sebagian besar sinar matahari untuk secara langsung menerangi permukaan bulan secara sebagian maupun keseluruhan. Bumi akan menghasilkan dua bayangan berbentuk kerucut.

Bagian tengan yang agak gelap disebut dengan umbra. Sedangkan bagian luar yang tersebar disebut dengan penumbra.

Saat fenomena ini terjadi penumbra akan membungkus umbra. Kedua kerucut ini nantinya akan dihalau dari balik sisi planet yang diterangi oleh matahari.

Hal inilah yang membuat gerhana bulan hanya terjadi selama fase bulan purnama, yaitu ketika bulan dan matahari berada pada bagian bumi yang berseberangan.

Perlu diketahui bahwa gerhana bulan tidak terjadi setiap saat selama bulan purnama marena berkaitan dengan variasi dalam bidang orbit bumi, matahari dan bulan. Bulan purnama tentu berbeda dengan gerhana bulan.

Gerhana bulan dapat terjadi tergantung pada apakah bulan telah berada dalam fase bulan purnama saat mencapai suatu simpul.

Tidak heran jika gerhana bulan termasuk dalam fenomena langka yang jarang terjadi.

Anda bisa melihat gerhana bulan hanya pada periode tertentu saja. Setiap beberapa tahun sekali mungkin gerhana bulan akan terjadi dalam jenis yang berbeda-beda tergantung dari posisi matahari, bumi dan bulan pada saat itu.

Fase- Fase Bulan

Secara umum, bulan akan mengalami siklus revolusi dalam rentang kurun waktu selama 30 hari dan mengalami beberapa fase.

Fase bulan merupakan perubahan bentuk bulan yang terjadi secara bertahap dan membentuk bentuknya terus berubah-ubah jika dilihat dari bagian bumi.

Fase ini dipengaruhi oleh kedudukan bulan terhadap matahari jika dilihat dari bagian bumi. Kedudukan posisi bulan terhadap matahari dan bumi terbagi atas 3 fase.

Berikut penjelasannya:

1. Konjugasi

Pada fase ini bulan akan searah dengan matahari sehingga bagian bulan yang menghadap ke bumi akan terlihat lebih gelap atau lama kelamaan tidak tampak.

Saat fase ini dapat terjadi gerhana matahari karena cahaya matahari yang mengarah ke bumi akan terhalang oleh bulan. Kondisi ini membuat bulan tidak dapat terlihat dan menjadi lebih bercahaya.

2. Oposisi

Fase ini terjadi saat kedudukan bulan berlawanan arah dengan matahari jika dilihat dari bagian bumi. Pada aspek oposisi, bulan akan terlihat sebagai bulan purnama atau dalam kondisi bulat penuh.

Pada kedudukan ini, bulan terbit pada saat matahari terbenam dan bulan akan terbenam saat matahari sudah terbit.

3. Kuarter

Saat masuk pada fase ini, posisi bulan akan berada tegak lurus dengan garis penghubung antara matahari dengan bumi.

Aspek kuarter ini akan memperlihatkan fase perbani di mana setengah bulan akan terlihat lebih terang. Dalam satu bulan, biasanya terjadi 2x fase kuarter pada bulan.

Pada kuarter pertama bulan akan tambah lebih besar. Sedangkan pada kuarter kedua bulan akan terlihat lebih kecil.

Jenis-Jenis Gerhana Bulan

Terdapat beberapa jenis gerhana bulan yang umumnya terjadi. Dalam interval waktu tertentu, gerhana bulan yang terjadi tidak selalu sama karena dipengaruhi oleh berbagai faktor sehingga terlihat sangat berbeda.

Simak penjelasannya sebagai berikut.

1. Gerhana Bulan Parsial

Gerhana bulan parsial terjadi ketika bumi bergerak di antara matahari dan bulan tetapi tidak membentuk garis lurus di ruang angkasa.

Selama fase ini, matahari, bumi dan bulan tidak sepenuhnya berada di posisi selaras sehingga bayangan bumi terlihat seperti menggigit bulan.

Ketika fase ini terjadi, sebagian kecil permukaan bulan akan ditutupi oleh bagian tengah yang paling gelap dari bayangan bumi dikenal dengan sebutan umbra.

Sisa bagian bulan ditutupi oleh bagian luar dari bayangan bumi yang disebut dengan penumbra.

2. Gerhana Bulan Penumbral

Pada posisi ini, bulan akan secara halus ditutupi oleh bayangan bumi sehingga efeknya tidak terlalu terlihat. Gerhana bulan penumbral terjadi ketika posisi matahari, bulan dan bumi disejajarkan secara tidak sempurna.

Ketika fenomena ini terjadi, bumi akan menghalangi sebagian cahaya matahari sehingga tidak langsung mencapai permukaan bulan.

Permukaan yang ditutupi bisa hanya sebagian atau keseluruhan dengan bagian luar bayangan yang disebut dengan penumbra.

Bagian penumbra lebih redup daripada inti gelap bayangan bumi sehingga saat gerhana bulan ini terjadi seringkali sulit dibedakan dengan fenomena bulan purnama biasa.

3. Gerhana Bulan Total

Fenomena ini terjadi ketika bumi berada di antara matahari dan bulan sehingga bayangan bumi menutupi bagian bulan secara sempurna.

Saat fenomena ini terjadi, bulan bisa berubah warna menjadi merah yang dikenal dengan julukan bulan berdarah.

Sinar matahari yang melewati atmosfer bumi akan tersebar dan dibiaskan kembali ke bulan sehingga menghasilkan cahaya redup.

Ketika sebuah objek berdiri di bulan dan melihat ke matahari maka akan terlihat cakram hitam bumi yang menghalangi seluruh matahari.

Anda juga akan melihat cincin cahaya yang dipantulkan dan bersinar di bagian sekitar tepi bumi. Begitulah proses cahaya yang akan jatuh pada bulan saat gerhana bulan total terjadi.

Cara Melihat Gerhana Bulan Total

Gerhana bulan total bisa dilihat oleh semua orang dengan mata telanjang dan tidak membutuhkan alat bantuan apapun.

Semua orang bisa menyaksikan gerhana bulan total pada malam di mana posisi bulan, matahari dan bumi membentuk sejajar yang sempurna.

Meskipun gerhana bulan total dengan gerhana matahari total umumnya memiliki interval yang sama, namun peluang melihat gerhana bulan total lebih besar karena aman dilihat dengan mata telanjang.

Sekitar 35% gerhana bulan yang terjadi dalam satu tahun merupakan jenis gerhana bulan total.

Umumnya gerhana bulan total bisa dilihat dari beberapa lokasi tertentu setiap 2,5 tahun. Fenomena ini sangat unik dan patut untuk disaksikan.

Pengetahuan proses terjadinya gerhana bulan membuktikan bahwa fenomena alam yang satu ini sangat menakjubkan dan wajib disaksikan. Semoga artikel yang kami sajikan bermanfaat.

Baca juga: Macam-Macam Teori Pembentukan Tata Surya

Terimakasih sudah berkunjung dan membaca artikel ini.

Klik star berikut untuk memberikan dukungan pada kami 😀

Average rating 4.9 / 5. Vote count: 225

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close