Taman Nasional Gunung Leuser

Deskripsi: Taman Nasional Gunung Leuser, Sejarah, Lokasi, Persebaran Flora & Fauna.


Tepat di ujung barat Indonesia, ada sebuah taman nasional yang sangat luas dan terkenal. Namanya adalah Taman Nasional Gunung Leuser.

Lokasinya ada di Provinsi Aceh. Taman nasional ini memiliki kekayaan alam, flora, dan juga fauna yang sangat beragam.

Wisatawan bisa berkunjung masuk ke TNGL. Biasanya mereka datang untuk mendaki gunung atau menikmati keindahan alam sambil berpetualang.

Apa saja keunikan dari TNGL ini? Apakah TNGL menyimpan banyak satwa dan tanaman langka endemik Indonesia?

Taman Nasional Gunung Leuser

Sejarah Singkat Taman Nasional Gunung Leuser

TNGL secara administratif berada di 2 provinsi yaitu Aceh dan Sumatra Utara. Luas wilayahnya melingkupi beberapa kabupaten seperti Aceh Barat Daya, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Gayo Lues, Langkat, dan Kabupaten Karo. Luas wilayahnya mencapai 830.268,95 hektar.

Dari luas wilayah tersebut, 75% berada di Provinsi Aceh sedangkan 25% sisanya ada di Sumatra Utara. Sedangkan secara astronomis lokasi TNGL ada di antara 96o 35” – 98o 30” BT dan 2o 50” – 4o 10” LU. Kondisi topografi di TNGL ini cukup beragam mulai dari pantai hingga pegunungan.

Topografi kawasan ini mayoritas berupa area perbukitan dengan kontur miring lebih dari 40o. Anda bisa menjumpai area dengan ketinggian mulai dari 0 sampai 3000 mdpl. Topografi yang beragam inilah yang membuat TNGL dihuni banyak flora dan fauna berlainan jenis.

Secara singkat, terbentuknya Taman Nasional Gunung Leuser bisa dijelaskan lewat kronologi berikut:

  • Pada masa kolonial Belanda (1920) wilayah ini sudah ditetapkan sebagai wilayah konservatif (perlindungan alam).
  • Pada tahun 1980 pemerintah Indonesia menetapkan wilayah ini sebagai kawasan taman nasional. Keputusan ini ditetapkan oleh pemerintah pusat lewat SK Menteri Pertanian No. 811/Kpts/UM/11/1980.
  • Tahun 1980 TNGL juga ditetapkan sebagai Cagar Biosfer.
  • Pada tahun 1984 TNGL mendapatkan gelar internasional sebagai “Asean Heritage Park”.
  • Tahun 2004 TNGL kembali mendapatkan sebutan sebagai “Tropical Rainforest Heritage of Sumatra” dan dianggap sebagai salah satu situs warisan dunia.
  • Tahun 2008 pemerintah menetapkan TNGL sebagai Kawasan Lindung Nasional (KLN).

Kekayaan Flora dan Fauna di Taman Nasional Gunung Leuser

Secara umum lokasi TNGL ada di wilayah Indonesia bagian barat. Artinya keanekaragaman hayati yang dimilikinya juga cenderung menunjukkan flora fauna Asiatis. Tumbuhan dan juga hewan yang berkembang biak di TNGL mirip dengan yang ada di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.

Agar Anda lebih paham dengan apa saja biodiversitas yang ada pada TNGL, berikut ini adalah rincian persebaran flora dan faunanya:

1. Persebaran Flora

Peta Taman Nasional Gunung Leuser

https://gunungleuser.or.id/flora/

Secara umum kondisi vegetasi yang ada di TNGL dibagi menjadi 4 zona karena memiliki ketinggian yang berbeda-beda. Berikut ini zona vegetasi yang didasarkan pada penelitian tahun 1937 yaitu:

a. Zona Tropis/Colline

Pada bagian zona ini dipenuhi dengan hutan lebat dan banyak kayu tegak yang tumbuh. Kayu besar bahkan bisa mencapai diameter 40 meter. Pohon besar ini digunakan untuk media tumbuh berbagai tanaman paku atau epifit misalnya paku-pakuan dan anggrek.

b. Zona Peralihan

Zona ini adalah area peralihan antara colline menuju ke sub-montane. Zona ini ditandai dengan adanya tanaman yang berbunga indah dan warna-warni. Jenis tanaman juga cukup beragam karena ketinggian tempat yang berbeda.

Semakin tinggi, pohon besar makin berkurang. Begitu juga dengan bunga-bungaan seperti anggrek dan paku-pakuan semakin berkurang. Vegetasi ini semakin ke atas mulai tergantikan oleh tanaman jenis rotan yang berduri.

c. Zona Montane

Zona ini ada di wilayah dengan ketinggian 1000 – 1500 mdpl. Pada zona ini ada beberapa kayu dengan ketinggian 10 – 20 meter saja. Tanaman anggrek dan paku-pakuan sudah tidak tumbuh lagi dan digantikan oleh keberadaan lumut.

d. Zona Sub-Alpine

Berada pada ketinggian 2900 – 4200 mdpl membuat hanya sedikit tumbuhan yang bisa bertahan hidup. Pada zona ini hanya ada pohon kerdil, semak, dan juga pohon dengan bentuk payung. Ada juga beberapa anggrek jenis tertentu dan lumut.

2. Persebaran Fauna

Fauna yang ada di TNGL paling bervariasi pada ketinggian 0 – 1000 mdpl. Pada area yang lebih tinggi dari 1000 mdpl, jenis fauna dan jumlahnya mulai terbatas. Uniknya persebaran fauna ini dibatasi oleh rintangan alami berupa Pegunungan Bukit Barisan dan Sungai Wampu.

Balai Besar pengelola TNGL sendiri kini lebih fokus pada upaya pelestarian 4 jenis satwa langka yaitu:

a. Badak Sumatra

Menurut riwayat penuturan masyarakat lokal, konon pada zaman dulu badak Sumatra mudah sekali dijumpai di setiap sudut TNGL. Tapi sejak tahun 1930, keberadaannya sudah langka. Kini diketahui masih ada sekitar 39 badak dewasa dan 12 anak badak.

b. Harimau Sumatra

Sudah jadi pengetahuan umum bahwa satwa ini masuk dalam kategori terancam punah. Satwa ini ternyata juga ada di TNGL pada area hingga ketinggian 000 mdpl. Pihak pengelola TNGL ekstra hati-hati dalam menjaga harimau yang paling banyak diburu ini.

c. Gajah Sumatra

Gajah yang berkembang biak di TNGL ternyata adalah sub-spesies gajah Asia. Gajah di TNGL berjenis Elephas maximus sumatranus. Persebaran hewan ini ada di zona kurang dari 1000 mdpl. Mereka hidup di hutan tropis dengan cadangan makanan yang cukup.

d. Orang Utan

Ternyata spesies orang utan bukan hanya ada di Kalimantan. Taman Nasional Gunung Leuser ternyata juga menjadi habitat alami dari orang utan ini. Persebarannya ada di 7 area yang ada di bagian barat, timur, dan juga utara TNGL. Populasinya sendiri masih ribuan.

Kegiatan Wisata di Taman Nasional Gunung Leuser

 Penjelajahan dan mendaki adalah 2 hal yang umum dilakukan wisatawan di TNGL. Mereka banyak menghabiskan waktu untuk menikmati keindahan alam. Pecinta satwa juga bisa berburu objek foto langka di TNGL ini.

Jika Anda berminat, Anda bisa datang dengan ketentuan berikut:

1. Rute

Bagi orang luar Aceh, Anda bisa berangkat dari spot awal di Kota Medan. Pintu masuk TNGL lebih dekat jika Anda naik pesawat sampai bandara Medan, kemudian meneruskan perjalanan darat dengan bus ke Kabupaten Bukit Lawang.

2. Musim yang Tepat

Ada baiknya Anda memilih musim kemarau untuk menjelajah atau mendaki di TNGL. Cuaca hujan bisa menyebabkan berbagai kesulitan mulai dari medan yang licin, kabut, hingga banjir kecil. Sedangkan musim kemarau Anda bisa lebih leluasa berpetualang.

3. Penginapan

Ternyata sudah ada beberapa penginapan yang tersedia di sekitar TNGL. Di antaranya adalah Jungle Trible, Jungle Inn, Bukit Lawang Cottages, Indra Inn Hostel, dan lain sebagainya. Anda bisa pilihan penginapan yang paling terjangkau sesuai budget.

4. Jalur Pendakian

Gunung Leuser menjadi salah satu primadona pendakian di Indonesia. Anda bisa berangkat dari titik keberangkatan di Desa Angasan. Kemudian Anda akan memerlukan waktu antara 10 – 14 hari untuk bisa sampai di puncak Gunung Leuser.

5. Mendaftarkan Diri

Meskipun dibuka untuk umum, tapi semua pengunjung harus lapor ke LPT Pusat Pengunjung Kawasan Ekowisata. Data ini yang akan menjadi pedoman bagi tim SARS jika seandainya ada pengunjung yang tersesat atau cedera di tengah perjalanan.

Taman Nasional Gunung Leuser menyajikan keindahan alam dan menjadi surga bagi banyak hewan. Kawasan yang membentang luas ini sudah dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan pengetahuan, penelitian, perlindungan satwa, hingga pariwisata.

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close