Zaman Arkaekum

Deskripsi: Pengertian Zaman Arkaekum, ciri-ciri kehidupan dan peninggalan.


Jauh sebelum masa kini, bumi pernah mengalami sebuah periode yang bernama zaman Arkaekum. Kondisi bumi saat itu masih sangat mengerikan karena kadar oksigen hanya sedikit, sehingga suhu bumi terasa panas.

Oleh sebab itulah tidak ada spesies makhluk hidup yang dapat bertahan.

Zaman Arkaekum

Pengertian Era Arkaekum

Periode Arkeozoikum yang lebih dikenal dengan nama Arkaekum atau Arkean merupakan sebuah periode eon geologi dan terjadi tepatnya sebelum Proterozoikum.

Arkaekum berakhir sekitar 2.5 miliar tahun lalu, dan pada saat tersebut di bumi belum ada tanda-tanda kehidupan. Zaman Arkaekum merupakan periode tertua kehidupan di bumi.

Masa tersebut adalah awal pembentukan batuan kerak bumi yang di kemudian hari berkembang jadi protokontinensia.  Proses tersebut terjadi setelah balon bumi atau calon bumi masa depan mengalami pendinginan.

Di era Arkaekum, bumi masih berbentuk berupa bola gas panas dan berputar di porosnya sehingga tidak ada kehidupan di permukaannya. Pada balon bumi / bakal calon bumi, lempeng tektonik yang mengakibatkan gempa terbentuk pada era tersebut.

Beberapa bukti peninggalan dari zaman Arkeozoikum adalah batuan yang ditemukan di berbagai belahan bumi. Batu-batu dari masa Arkaekum dikenal dengan nama perisai benua atau kraton.

Sementara itu, batuan tertua diperkirakaan telah berumur sekitar 3.800.000.000 tahun.

Arkaekum merupakan periode awal pembentukan atmosfer dan hidrosfer, serta awal mulai munculnya kehidupan primitif di pedalaman samudra, dimana makhluk hidup seperti bakteri dan ganggang menjadi penghuni bumi yang pertama.

Sedangkan fosil tertua dari zaman Arkeozoikum yang ditemukan oleh peneliti adalah berupa fosil Cyanobacteria dan Stromatolit, dan berusia sekitar 3.500.000.000 tahun.

Ciri Ciri Zaman Arkeozoikum

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri dari periode Arkaekum:

1. Zaman Tertua

Masa Arkaekum adalah periode purba pertama yang berlangsung di bumi, dan diperkirakan berlangsung pada 2500 juta tahun silam.

2. Tidak Terdapat Tanda Kehidupan

Pada masa awal pembentukan bumi, belum ada 1 spesies makhluk hidup yang menghuni bumi. Hal tersebut disebabkan tingginya suhu di bumi sehingga tidak ada spesies mampu bertahan hidup.

Peristiwa ini terjadi kurang lebih 500 juta tahun setelah periode Arkaekum.

3. Sebagian Besar Batuan Bersifat Magmatik

Aktivitas erupsi gunung berapi yang seolah tiada henti pada masa Arkeozoikum membuat batuan dari era tersebut bersifat magmatik.

4. Suhu Bumi Sangat Tinggi

Ledakan Big Bang (Bintang terbesar di luar angkasa) merupakan faktor penyebab terbentuknya bumi. Pasalnya, bintang tersebut mengandung zat, berupa gas, helium, hidrogen, dan metana bersuhu tinggi. Oleh sebab itulah bumi terasa sangat panas.

5. Proses Awal Pembentukan Kerak Bumi

Di zaman Arkaekum kerak bumi mulai terbentuk. Proses pembentukan tersebut disebabkan pembekuan lava sehingga kemudian lapisan kerak bumi terbentuk.

Berikut ini adalah beberapa teori pembentukan kerak bumi yang santer berkembang:

  • Teori Dua Benua

Bumi hanya terdiri dari dua benua, yaitu Gondwana dan Laurasia. Benua tersebut lalu bergerak sebelum akhirnya pecah menjadi beberapa bagian.

  • Teori Konveksi

Terjadi arus konveksi menuju ke arah kerak bumi, lalu membawa lava sampai ke permukaan bumi, kemudian bergerak mengganti lapisan lempeng yang lebih tua.

  • Teori Pengapungan Benua

Bumi memiliki 1 benua saja, dan benua itu bergerak lalu pecah disebabkan rotasi yang terjadi di dasar lautan, kemudian membentuk beberapa benua kecil.

  • Teori Kontraksi

Semakin lama bumi mengalami penyusutan sehingga terjadi pendinginan serta pembentukan relief, dan kemudian membentuk lautan, gunung, lembah, dsb.

6. Bumi Berputar Sangat Cepat

Tingginya suhu di bumi mengakibatkan perputaran atau rotasinya menjadi cepat. Pada saat itu, 1 kali rotasi bumi cuma membutuhkan waktu sekitar 6 jam.

Jadi, pada era Arkaekum 1 hari hanya berlangsung 6 jam, dan perputarannya 4 kali lebih cepat dibandingkan zaman ini.

7. Terbentuknya Gunung Berapi

Pembentukan gunung berapi masih jauh dari kata stabil. Hal tersebut dikarenakan pada zaman ini gunung-gunung mengeluarkan lahar terus-menerus.

Kegiatan erupsi tersebut mempercepat proses pembentukan bagian kerak bumi.

8. Bumi Masih Berbentuk Bola Gas Panas.

Istilah bola gas disebabkan banyaknya gas di langit. Gas tersebut memenuhi seluruh permukaan bumi sehingga membentuk sebuah lapisan, yang dikenal dengan nama atmosfer.

9. Material Dunia Paling Awal Adalah Mineral

Mungkin tidak banyak yang mengetahui akan hal ini, namun bahan duniawi pertama yang eksis di bumi bukanlah bebatuan, melainkan mineral yang dihasilkan dari ledakan Big Bang.

10. Oksigen Mulai Muncul

Di zaman ini, eksistensi oksigen mulai tampak di bumi, dan dimulai dengan atmosfer yang bernama anoxic, kemudian didominasi cyanobacteria anaerob.

11. Emisi Karbon Dioksida Berkembang Pesat.

Letusan gunung berapi mengakibatkan karbon dioksida semakin berkembang secara drastis.

Pembagian Zaman Arkaekum

Era Arkeozoikum dibagi menjadi 4 periode, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Zaman Neoarchean

Periode ini berlangsung sejak 2,8– 2,5 miliar tahun lalu. Zaman Neoarchean didominasi oleh cyanobacteria, dan bumi mulai memproduksi oksigen berjumlah besar. Hal tersebut menyebabkan bencana oksigen sehingga kehidupan di bumi terpapar sinar matahari.

Selain itu, terjadi pula pergerakan di antara lempeng-lempeng kerak bumi dan mengakibatkan aktivitas vulkanik, serta aliran lava yang mengelilingi seluruh bagian kerak bumi.

Zaman tersebut menjadi tanda berakhirnya Arkeozoikum sekitar 2,5 juta tahun lalu.

2. Zaman Paleoarchean

Paleoarchean adalah suatu periode pada zaman Arkeozoikum yang terjadi sejak 3,6 – 3,2 miliar tahun lalu, dan berlangsung sekitar 400 juta tahun silam. Pada era Paleoarchean, eubacteria mulai berkembang, serta menjadi pendukung dalam sejarah kehidupan bumi,

Di samping itu, cyanobacteria merupakan kelompok bakteri yang hidup, dan juga menghasilkan oksigen di bumi. Jadi, perannya dalam perkembangan bumi memang besar.

3. Zaman Mesoarkean

Periode ini berlangsung mulai 3,2 – 2,8 miliar tahun lampau. Pada zaman ini terjadi ekspansi benua utama yang mulai berkembang. Di samping itu, kehidupan bakteri juga mulai berevolusi, serta melepaskan oksigen ke atmosfer. Meskipun masih dalam jumlah kecil.

4. Zaman Cyanobacteria

Meskipun bakteri di masa ini telah mampu menghasilkan oksigen, namun membutuhkan waktu lama bagi oksigen untuk menyebar ke seluruh bagian bumi. Apalagi, sebagian besar oksigen di kerak bumi sudah teroksidasi.

Peninggalan Era Arkaekum

Zaman Arkeozoikum tidak meninggalkan sesuatu apapun selain cerita. Hal tersebut sudah pasti dikarenakan pada masa tersebut belum ada kehidupan yang berlangsung di atas permukaan bumi. Selain itu, di era Arkaekum, bumi masih belum terbentuk secara sempurna.

Setelah berakhirnya Arkeozoikum, barulah mulai tampak tanda-tanda kehidupan di bumi. Selanjutnya, di era Mesozoikum, reptil raksasa mulai mendominasi kehidupan di bumi, namun belum ada manusia saat itu.

Salah satu penyebabnya adalah karena iklim yang masih tidak menentu. Pada zaman Neozoikum dan Kenozoikum, dimulailah awal kehidupan manusia di bumi.

Di era kehidupan baru ini pula, kondisi bumi menjadi semakin membaik sehingga menjadi sebuah tempat yang ideal untuk dihuni oleh manusia. Terlebih lagi, hewan berukuran besar telah punah di masa ini.

Dari sudut pandang sejarah, zaman Arkaekum menceritakan tentang proses pembentukan bumi. Setelah era Arkeozoikum berakhir, lalu digantikan dengan zaman Paleozoikum, dan seterusnya.

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close