Ini Dia 10 Senjata Tradisional Indonesia, Sudah Tahu Semuanya?

Senjata merupakan piranti yang ampuh untuk mempertahankan diri dari ancaman. Namun, di samping perannya yang cukup diandalkan oleh manusia, senjata juga menempati posisi yang signifikan dalam menentukan sebuah kemenangan dalam peperangan. Hal ini bisa dilihat dari bagaimana terciptanya senjata tradisional indonesia yang ampuh.

Loading...

Ya, perjuangan nenek moyang mewariskan alat ajaib untuk bertahan hidup memang patut diacungi jempol.

Terlebih kalau menilik banyak diantara senjata besutan mereka yang mengandung nilai estetika tinggi. Seperti beberapa senjata di nusantara berikut ini.

1. Karambit, Minangkabau

Kerambit, Minangkabau

https://www.pinterest.ch

Eksistensi senjata asli Indonesia ini semakin menjadi setelah tayang dalam Film The Raid. Tontonan bergenre laga yang diperankan oleh Iko Uwais ini berhasil membawa nama Karambit mencuat di kalangan masyarakat ini.

Dibekali dengan ketajaman yang luar biasa, Karambit atau Karambiak ini punya kekuatan besi yang mampu meluluhlantakkan pertahanan musuh. Tak heran jika keberadaan senjata tradisional Indonesia ini banyak dicari.

Senjata ini punya bentuk yang mirip dengan cakar macan. Karena ketajamannya, karambit sering dimanfaatkan sebagai alat pencabut akar dan menanam.

Karambiak juga kondang sebagai senjata bela diri yang dapat menimbulkan luka serius jika mengenai tubuh seseorang.

Baca juga : Kerajaan terbesar di indonesia

2. Belati, Papua

Belati, Papua

https://www.travellink-indonesia.com

Wilayah bagian barat Indonesia ini rupanya menyimpan kekayaan budaya yang istimewa dari nenek moyangnya, Belati misalnya.

Senjata tradisional yang didukung dengan kekuatan pisau berbahan dasar tulang tersebut punya kekuatan yang mengagumkan. Terlebih kalau menilik tulang yang dipakai dalam proses pembuatan alat ini adalah tulang kaki burung kasuari.

Sama halnya dengan panah dan busur, belati menjadi alat yang sangat diandalkan oleh masyarakat Papua. Hal ini bahkan menjadi tradisi sampai saat ini.

Panah sendiri dirancang menggunakan bambu, tulang kanguru, atau kayu yang memiliki serat kuat. Sementara untuk busur, masyarakat Papua memakai rotan yang mereka ambil dari hutan.

3. Klewang, Sumatera Selatan

Klewang, Sumatera Selatan

https://www.pinterest.cl

Senjata tradisional Indonesia yang selanjutnya berasal dari Sumatera Selatan. Sebetulnya, Klewang pada zaman dahulu digunakan sebagai senjata perang Aceh.

Senjata ini terbilang sangat efektif untuk mengincar lawan dalam jarak yang dekat. Tak ayal dengan keampuhan yang terdapat dalam klewang, Belanda menjadi ciut nyali.

Fungsi utama klewang sendiri ialah alat untuk berjaga-jaga agar tidak diserang. Dengan mengandalkan pedang bermata satu yang panjang, klewang sedikit menyerupai golok dan kampilan.

Seiring dengan berjalannya waktu, ukuran klewang semakin bervariasi. Begitu juga dengan modelnya yang dibuat melengkung dan lurus.

4. Rencong, Aceh

Rencong, Aceh

https://id.wikipedia.org

Siapa yang tak kenal dengan kepopuleran senjata tradisional Indonesia yang satu ini?. Familiar berkat ketajaman yang ditawarkan, rencong juga memainkan peranan penting bagi kelangsungan hidup masyarakat Aceh.

Hal ini terbukti dari penggunaan rencong oleh masyarakat untuk mengusir Belanda, hingga rencong yang ditetapkan sebagai lambang kejantanan pada masanya.

Rencong memiliki bentuk yang hampir mirip dengan pisau dengan bentuk yang panjang. Sampai saat ini rencong dijadikan senjata beladiri oleh masyarakat Aceh. Beberapa diantaranya bahkan disimpan sebagai jimat dan pusaka.

Baca juga : Permainan tradisional tahun 90 an

5. Parang, Maluku

Parang, Maluku

https://travel.detik.com/

Keberadaan di masa lampau salah satunya memegang peran untuk mengusir penjajah. Hal ini lantaran senjata tradisional Indonesia dibekali dengan kekuatan pisau, batu, hingga tulang yang mampu melumatkan nyawa manusia. Sejalan dengan prinsip ini, masyarakat maluku menggunakan parang untuk mengalahkan Belanda.

Parang punya ukuran yang besar. Hampir serupa dengan salawaki namun mempunyai ukuran yang lebih kecil.

Kapiten Pattimura sewaktu penjajahan berlangsung juga mengandalkan parang sebagai senjata untuk melumpuhkan Belanda.

6. Kujang, Sunda

Kujang, Sunda

https://sdnsatubojonglopang.wordpress.com

Kujang juga kondang dengan julukan bedok. Sebuah piranti yang bisa dikatakan menempati posisi signifikan bagi masyarakat Sunda. Serupa golok, kujang ini merupakan senjata khas orang Sunda yang memiliki desain unik.

Keistimewaan ini dapat ditemukan melalui bentuknya yang nyaris mirip dengan golok. Selain dijadikan senjata, Bedok juga kerap dipakai oleh petani lantaran lebih praktis. Beberapa masyarakat Sunda menyimpan Bedok sebagai koleksi.

Sementara yang lain memang sengaja menggunakan senjata tradisional Indonesia ini sebagai pelindung diri. Sampai saat ini, kujang menjadi senjata yang digunakan oleh masyarakat Jawa Barat.

7. Clurit, Madura

Clurit, Madura

https://berbol.co.id

Ketangkasan alat perang yang satu bisa dikatakan tiada duanya. Bagaimana tidak? menyuguhkan ketajaman yang tanpa tandingan, clurit rupanya menjadi piranti perang yang mudah dibawa bahkan disembunyikan dalam tas kecil. Tak ayal, jika alat ini kerap digunakan oleh pelaku tindak kriminal.

Terlepas dari ketenaran clurit di nusantara, senjata asal Maluku ini punya sisi yang menarik untuk digali. Bentuknya mirip bulan sabit, dan awalnya digunakan untuk memotong rumput oleh para petani.

Namun berkat ketenarannya dalam menanggalkan segala benda, senjata tradisional Indonesia ini berubah fungsi sebagai alat untuk merampok dan melukai orang lain. Sungguh miris sekali bukan?.

8. Badik, Sulawesi

Badik, Sulawesi

http://sulselku.com

Bentuknya terbilang identik dengan rencong yang berasal dari Aceh. Meskipun begitu, alat tajam yang berasal dari Sulawesi ini bukanlah jiplakan rencong.

Badik yang didesain dengan pisaunya yang tajam ini merupakan alat Kamulah masyarakat Bugis-Makassar. Tak heran jika Kamu mengunjungi tempat ini, Kamu bisa dengan mudah menemukan Badik.

Senjata tradisional Indonesia ini sangat populer sejak zaman kerajaan dimana Badik difungsikan sebagai senjata untuk mempertahankan diri.

Orang Bugis selalu membawa badik di pinggangnya atau di tubuh bagian belakang. Hal ini tidak hanya berlaku untuk orang tua di wilayah Makassar, tetapi juga kalangan kawula muda yang ada disana.

Baca juga : Tokoh filosofis pewayangan jawa

9. Golok, Betawi

Golok, Betawi

https://tkardinpisau.co.id

Pendekar asli Betawi yang bernama Pitunglah yang mengenalkan senjata ini. Ketidakmakmuran yang menghampiri masyarakat Betawi saat itu menggugah hati si Pitung untuk berperang melawan Belanda.

Cerita kepahlawanan ini terus berkembang sampai sekarang. Tak terkecuali dengan golok yang selalu dibawa oleh pitung kemanapun dia pergi.

Senjata tradisional Indonesia ini pun tidak mengalami perubahan drastis sejak pertama kali ditampilkan.

Sampai saat ini golok masih menduduki peran penting. Dimana oleh masyarakat Betawi golok dipakai untuk alat beladiri.

Bahkan golok sudah mendarah daging di kehidupan orang betawi. Mereka sering membawa golok kemanapun pergi, biasanya diselipkan di pinggang dan digunakan untuk melatih ilmu pencak silat.

10. Keris, Jawa

Keris, Jawa

https://www.lempertz.com

Keberadaan keris sering digunakan sebagai benda sakti, serta barang suci yang dijadikan sebagai jimat. Tak jarang jika banyak orang jawa yang menyimpan keris untuk koleksi, dan koleksi.

Adapun panjang keris berbeda-beda, sama halnya seperti pisau. Hanya saja untuk desainnya, keris dibuat bereglombang. Di Jawa Tengah, keris digunakan sebagai tanda penghormatan, terutama untuk kehidupan kerajaan.

Bagi masyarakat Jawa, senjata tradisional Indonesia ini sudah sangat familiar dan kerap dipakai oleh masyarakat Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Saking kondangnya, beberapa museum menampilkan keris sebagai pusaka yang dimiliki raja terdahulu, dan dibuat oleh Empu yang kondang pada masanya.

Itulah 10 senjata ampuh di nusantara. Apapun kelebihan yang ditawarkan, jangan sampai Kamu menyalahgunakannya untuk kepentingan yang tidak baik ya.

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close