Selain Bumi, Beberapa Tempat Luar Angkasa Ini Alami Hujan, Salah Satunya Matahari?

Hujan merupakan fenomena yang lumrah terjadi di bumi. Namun, apakah hujan juga terjadi di luar angkasa? Jawabannya adalah “ya”.

Loading...

Di luar angkasa memang terjadi hujan. Tapi, jangan dibayangkan hujan tersebut sama seperti yang terjadi di bumi, ya! Berikut tempat-tempat di luar angkasa yang mengalami hujan.

Tempat Luar Angkasa yang Mengalami Hujan

image via canva.com

1. Venus

Venus merupakan planet yang memiliki kala revolusi 225 hari. Planet yang memiliki posisi paling dekat kedua dari matahari ini mempunyai suhu permukaan hingga mencapai 460 derajat celcius, loh.

Selain memiliki suhu yang ekstrem, permukaan planet venus yang padat dan dipenuhi asam sulfat membuat planet ini mengalami hujan sulfat yang panas.

Sebelum berubah wujud menjadi gas, hujan ini hanya akan turun hingga ketinggian 25 kilometer saja dari permukaan venus. Itu artinya, hujannya tidak jatuh sampai ke permukaan planet.

2. Mars

Jika dilihat dari kondisi geologi, mars adalah planet yang paling mirip dengan bumi. Di sana juga terdapat kawah dan lembah, loh.

Sebuah penelitian menyatakan, dulu hujan deras pernah terjadi di mars. Meski hingga saat ini ada bukti keberadaan air di sana, akan tetapi sekarang hujan tidak lagi turun.

Hujan deras di planet mars berdampak pada kawah dan pola aliran sungai di permukaannya sejak miliaran tahun lalu.

Peneliti dari Smithsonian Institution dan John Hopkins University Applied Physics Laboratory menunjukan, perubahan di atmosfer mars membuat hujan semakin deras dan berdampak mirip dengan apa yang ada di permukaan bumi.

3. HD 189773 B

HD 189773 B adalah planet di luar tata surya yang memiliki tekanan dan suhu yang cukup tinggi. Suhunya mencapai lebih dari 1.000 derajat celcius. Akibatnya, planet ini sebagian besar terdiri atas silikat yang merupakan bahan alami dalam pembuatan kaca.

Karena banyaknya kandungan silikat pada planet ini, silikat tersebut dapat turun sebagai hujan kaca.

Para ilmuwan menemukan bahwa permukaannya selalu dihujani pecahan kaca dengan kecepatan angin 7.000 kilometer per jam. Pantulan dari kaca tersebut menyebabkan planet ini tampak biru dari luar.

4. WASP-76b

WASP-76b merupakan planet yang terletak 640 tahun cahaya di konstelasi pisces. Planet gas raksasa ini memiliki lingkungan yang unik, karena satu sisi planet ini selalu menghadap ke arah bintangnya, sementara sisi lainnya selalu berada di dalam kegelapan.

Kedua sisi planet ini juga memiliki sifat yang berbeda, loh. Sisi siang harinya memiliki suhu 2.400 derajat celcius. Suhu yang cukup panas untuk menguapkan logam di atmosfernya.

Sementara pada sisi malam hari, para ahli menemukan keberadaan zat besi di atmosfer yang bergerak cukup cepat, kemungkinan besar disebabkan oleh angin dan rotasi planet.

Namun, saat para ahli melihat terminator pagi hari, ternyata mereka menemukan bahwa zat besi itu menghilang. Hal ini diduga bahwa suhu yang lebih dingin di sisi malam membuat zat besi mengembun di awan dan jatuh dalam bentuk hujan di malam hari.

5. Matahari

Beberapa waktu lalu, ilmuwan NASA pernah mendeteksi adanya hujan plasma terjadi di permukaan matahari. Jika hujan di bumi jatuh berupa air, maka hujan pada matahari bentuknya lebih mirip roda berputar dan berupa tetesan plasma panas yang jatuh dari atmosfer luar matahari (korona) ke bawah menuju permukaan bintang.

NASA menunjukkan bahwa hujan plasma di korona mempunyai cara kerja yang mirip dengan hujan di bumi. Bedanya, hujan plasma matahari memiliki suhu yang sangat panas, hingga mencapai jutaan derajat celcius.

Itulah lima tempat di luar angkasa yang mengalami hujan. Tentunya hujan tersebut sangat berbeda dengan yang terjadi pada bumi, ya!