Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Biografi Ir. Soekarno, Bapak Proklamator Indonesia

Biografi Ir. Soekarno

image via canva.com/goodminds.id

Pahlawan reformasi ini mungkin menjadi salah satu sosok yang paling berperan dalam kemerdekaan Indonesia 1945 silam. Terkenal sebagai bapak proklamasi Indonesia, Ir Soekarno juga merupakan presiden pertama Indonesia yang telah membawa negara ini bebas dari masa penjajahan.

Biografi Ir Soekarno dan perjuangannya dalam membela Indonesia sangatlah menarik untuk dibahas. Bahkan hingga kehidupan pribadinya pun Ir Soekarno banyak menyimpan sisi menarik yang patut untuk disimak lengkap.

Profil Ir Soekarno

  • Nama lengkap
: Ir. Soekarno
  • Nama panggilan
: Bung Karno
  • Nama kecil
: Kusno
  • Tempat, tanggal lahir
: Blitar, 6 Juni 1901
  • Agama
: Islam
  • Nama Isteri
: Fatmawati, Hartini dan Ratna Sari Dewi
  • Nama Anak
:
  1. Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, Guruh (dari Fatmawati)
  2. Taufan, Bayu (dari Hartini)
  3. Kartika (dari Ratna Sari Dewi)
  • Pendidikan
:
  1. HIS di Surabaya
  2. Hoogere Burger School (HBS)
  3. Technische Hoogeschool (THS) di Bandung
  • Meninggal
: 21 Juni 1970
  • Dimakamkan
: Blitar, Jawa Timur.

Pria yang juga akrab disapa Bung Karno ini lahir pada 6 Juni 1901 di Blitar, Jawa Timur. Perjuangannya untuk Indonesia bukan hanya ketika ia berhasil memimpin Indonesia, namun jauh sebelum itu bahkan ketika masih dalam masa penjajahan Belanda.

Bersama dengan Mohammad Hatta ia menjadi Proklamator Kemerdekaan Indonesia tepat 17 Agustus 1945. Ir. Soekarno juga merupakan pencetus konsep Pancasila pertama kali yang hingga saat ini menjadi dasar negara Indonesia.

Pada tanggal 11 Maret 1966, Soekarno menandatangani Supersemar yang kontroversial. Isi dari surat tersebut menurut versi Markas Besar Angkatan Darat ialah menugaskan Letnan Jenderal Soeharto utuk mengamankan serta menjaga keamanan negara dan juga institusi kepresidenan.

Supersemar juga menjadi dasar bagi Letnan Jenderal Soeharto untuk membubarkan PKI atau Partai Komunis Indonesia serta mengganti anggota parlemen.

Namun setelah pertanggungjawabannya ditolak oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) tepat ketika sidang umum keempat di tahun 1967, Soekarno diberhentikan sebagai Presiden.

Di tahun yang sama pada Sidang Istimewa MPRS, Soeharto diangkat untuk menggantikan Soekarno sebagai presiden RI kedua.

Masa Kecil Ir Soekarno

Meskipun terlahir di Blitar, namun masa kecil Soekarno tidak dihabiskan di tanah kelahirannya. Beliau tinggal bersama dengan kakeknya Raden Hardjoko di Tulungagung, Jawa Timur. Awal pendidikannya di mulai di Tulung Agung namun tidak sampai tamat lantara Soekarno kembali ikut bersama kedua orangnya di Mojokerto.

Pendidikan Ir Soekarno

Lahir dari ayam seorang guru tentunya menjadikan Soekarno tidak luput dari pendidikan. Awalnya beliau bersekolah di tempat ayahnya mengajar, namun kemudian dipindahkan ke ELS agar nantinya bisa melanjutkan pendidikan di HBS Surabaya.

Tamat sekolah di HBS pada tahun 1915, ia kemudian tinggal di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto yang merupakan teman dari Ayahnya. H.O.S Cokroaminoto juga merupakan pendiri Serikat Islam, dan dari sinilah Soekarno mulai belajar politik.

Perjalanannya tak terhenti disini, pada tahun 1921 beliau pindak ke Bandung kemudian tinggal bersama Haji Sausi dan melajutkan pendidikan di THS (kini ITB) jurusan Teknik Sipil dan tepat pada 15 Mei 1926 Soekarno mendapatkan gelar Insinyur atau Ir.

Soekarno Berjuang pada Masa Penjajahan Jepang

Jepang mulai masuk ke Indonesia pada tahun 1942, dan pada saat itu pejuang Indonesia masih belum begitu gencar mengusahakan kemerdekaan. Perjuangan rakyat belum begitu terpenuhi lantaran berbagai gerakan yang dilakukan belum membuahkan hasil.

Namun setelah Jepang cukup lama menjajah Indonesia, beberapa pejuang mulai membentuk organisasi seperti Ir Soekarno, Moh Hatta, Ki Hajar Dewantara, K.H Mas Mansyur serta tokoh lain.

Para tokoh inilah yang kemudian mencetuskan ide untuk bekerja sama dengan Jepang untuk mendapatkan Kemerdekaan Indonesia. Meski demikian, namun tidak sedikit pula pejuang yang melakukan akse bawah tanah lantaran menganggap Jepang fasis yang berbahaya, seperti Amir Sjariduffin dan Sutan Syahrir.

Soekarno di Masa Perang Revolusi

Menjelang persiapan hari besar proklamasi Indonesia, segala persiapan mulai kencang dilakukan. Usia sidang BPUPKI, terbentuklah panitia kecil yang berisikan 8 anggota serta panitia Sembilan yang berhasil menelurkan piagam Jakarta serta PPKI.

Ketika hendak membacakan teks proklamasi berdasarkan Pancasila beserta UUD 1945, Soekarno dengan tegas menuturkan jika kemerdekaan RI merupakan hasil kerja keras rakyat sekalipun beberapa pejuang melakukan kerja sama dengan pihak Jepang.

Sebelum terjadinya peristiwa bersejarah ini, Ir Soekarno bersama MOh Hatta sempat mengalami peristiwa yang disebut dengan Rengasdengklok. Bersama dengan anggota PETA lain, Soekarno membujuk agar kedua pemimpin ini segera melakukan proklamasi lantaran Indonesia sedang vakum kekuasaan.

Kevakuman kekuasaan ini terjadi karena Jepang sudah mengaku kalah dan pasukan sekutu kala itu belum tiba. Tibanya pada 17 Agustus 1945 dimana saat itu bertepatan bulan Ramadhan, Soekarno menggemakan proklamasi kemerdekaan RI.

Satu hari setelahnya, PPKI mengangkat Ir. Soekarno sebagai Presiden pertama RI dan Moh Hatta sebagai wakil presiden RI pertama.

Setibanya sekutu di Indonesia, mereka mengakui kemerdekaan Indonesia dan sebelumnya telah melaksanakan pertemuan dengan Ir Soekarno tentunya. Presiden RI pertama ini pun masih mendapati berbagai macam masalah, salah satunya yakni masalah krisis yang terjadi di Surabaya.

Tak hanya masalah internal, Belanda yang ternyata juga membonceng sekutu juga menjadi musuh yang kembali datang ke Indonesia. Perjuangan rakyat Indonesia bersama para pemimpinnya pun belum usai hingga saat itu.

Namun dengan kegigihan dan perjuangan tanpa menyerah, Belanda pun mengakui kedaulatan Indonesia.

Selanjutnya perjuangan Indonesia dalam membentuk negara yang kuat dan mampu bertahan dalam segala kondisi. Salah satunya diupayakan dengan aktif dalam dunia internasional.