17 Puisi Ibu yang Mampu Membuatnya Menjadi Lebih Spesial

Puisi tentang Ibu

image via canva.com/goodminds.id

Ibu’, merupakan sosok yang paling indah nan agung di dunia ini. Bagaimana tidak, ia yang mengandung selama 9 bulan, melahirkan dengan penuh perjuangan dan bertaruh nyawa, sampai mendidik dan membesarkan.

Loading...

Lalu, bagaimanakah bentuk kita untuk mengucapkan terima kasih dan rasa cinta terhadapnya?

Salah satu bentuk yang terindah yang mengungkapkan betapa berterimakasihnya terhadap sosok ibu adalah melalui puisi.

Yaps, dengan untaian kata indah dan penuh makna yang tulus, tentu sudah membuat ibu bahagia, sebab apa yang ia lakukan selama ini dihargai oleh kita.

Bagi beberapa orang, menulis puisi memang bukan hal yang mudah, sebab kiasan, makna dan diksinya harus tepat agar mampu menyajikannya dengan sempurna.

Nah, bagi Kamu yang belum pandai menulis puisi, maka berikut ini cara menulis puisi tentang ibu yang mudah!

Cara Menulis Puisi Tentang Ibu

Secara umum, hal pertama yang harus dilakukan ialah menulis apa saja daftar ide yang dapat menarik inspirasi Kamu. Dalam hal ini, cobalah memikirkan apa memori yang terbaik bagi ibumu?.,

Misalnya apa yang membuat ia mengingat sesuatu tentang kalian, atau juga bisa membandingkan ibumu dengan hal lain yang sama indahnya.

Misalnya membandingkan dengan matahari sebagai sumber kehidupan, atau bagaikan berlian yang sangat berharga.

Nah, untuk lebih mudahnya, berikut ini langkah-langkah membuat puisi ibu

1. Bentuk Puitis yang Hendak Digunakan?

Setelah Kamu menentukan tema apa yang akan dibuat, maka langkah berikutnya ialah adalah meneliti secara online, dengan melihat contoh bagaimana gaya puitis yang menjadi inspirasimu.

Dalam hal ini, Kamu bisa melihat bagaimana contoh format yang baik atau yang diinginkan.

Selain itu, mencari inspirasi secara online ini juga diperlukan agar mengetahui bagaimana teknik membuat puisi, mulai dari yang sederhana hingga yang paling rumit.

Mengingat, menulis puisi memang harus menggunakan teknik tertentu, sebab harus menggunakan kiasan, diksi, konotasi, serta tata bahasa yang baik, agar mudah dipahami.

2. Mulai Menulis Puisi Ibu

Setelah mengetahui tema serta gagasan puisi ibu yang akan ditulis, maka sekarang mulailah untuk menulis.

Untuk mendapatkan inspirasi yang baik agar dapat merangkai kata, maka pilihlah tempat yang benar-benar tenang dan menjadi sumber inspirasimu.

Misalnya duduk di taman, atau juga bisa menegarkan musik sembari melihat foto-foto tentang ibu yang penuh dengan kenangan.

Dalam hal ini,  kuncinya adalah pilih tempat yang paling tenang dan jangan sampai ada yang mengganggu. Setelah mendapatkannya, maka langsung bisa mulai merangkai kata untuk membuat puisi.

3. Mengedit, agar Puisi Menjadi Sempurna

Bila telah selesai menulis, cobalah untuk membaca dan mengeditnya kembali. Baca bait demi bait, hingga puisi menjadi sempurna.

Perlu diketahui, bahwa mengedit puisi merupakan hal yang normal dalam hal kreativitas. Sebagai saran lagi, mengedit puisi ini jangan dilakukan di waktu yang sama, atau tepat setelah Kamu selesai menulis.

Melainkan, esok atau lusa baru Kamu mengeditnya kembali. Memberikan jeda hari dalam mengedit puisi bertujuan, agar inspirasi atau pikiran Kamu menjadi fresh kembali.

Sebab merangkai kata indah puisi memang membutuhkan waktu yang cukup lama agar menciptakan puisi yang sempurna.

Perlu diingat, bahwa menulis puisi untuk ibu bersifat sangat pribadi, sehingga harus ditulis dengan penuh makna dan ketulusan.

Setelah selesai menulis, maka saatnya puisi diberikan pada ibu, dan ketika memberikannya jangan lupa mengucapkan terima kasih.

Kumpulan Contoh Puisi Tentang Ibu

Setelah Kamu mengetahui bagaimana cara membuat puisi yang baik, maka berikut ini contoh puisi ibu yang penuh makna.

#1. “Di Dekat Tanjung, Ibu Berdoa”

Wahai ibu, wajahmu bagai luasnya tanjung

Saat langit dan tanganmu terkhatub oleh sujud

mendoakan segala jarak yang membentang sekalipun

bumi bagaikan perutmu ketika lapar

mengharap anak baru

supaya kau tak kesepian lagi untuk menemani laut

sebab, anak kandungmu ini telah menjadi batu karang

diam dan mengeram dosa

dengan deretan doa yang menanjak jauh

memukul-mukul dengan keras dinding dari rumah Tuhan

berharap agar ia melepas hujan yang lebat

serta mendinginkan segala amarah nan usia keringmu

Puisi ibu ini, menggambarkan sosok ibu bagaikan laut yang terbentang luas. Namun menjadi kesepian, sebab anak-anaknya telah tumbuh besar dan mencari jalannya masing-masih.

Sehingga dalam puisi ini juga dituliskan, bahwa ia membutuhkan anak baru untuk menemani kesepiannya.

~0 ~

 

#2. “Terima Kasih Ibu, Bapak”

ibu..

Kau bagaikan peri dunia yang sangat indah

Cintamu yang begitu tercurah..

Kasih sayangmu  yang sangat melimpah..

Bapak..

Kau bagaikan ksatria berkuda yang paling sakti..

Sungguh besar pengorbananmu bahkan terperi

Semua tenaga kau korbankan

Demi masa depanku yang cemerlangnya nanti

Terima kasih ibu, terima kasih bapak..

Puisi ini tak hanya diperuntukkan untuk ibu saja, namun juga untuk bapak yang telah berjuang mencari nafkah demi masa depan anak-anaknya.

Yaps, dalam hidup ini, yang patut dihargai tak hanya ibu saja, melainkan juga bapak.

~0 ~

#3. “Bahagia Untuk Ibu dan Bapak”

Aku berpikir..

Bahwa bahagia telah kudapatkan..

Namun ternyata ku terjatuh lagi sebab ketidakpastian..

Tuhan..

Janganlah engkau biarkan debu untuk halangi langkahku..

Janganlah engkau biarkan angin untuk membawa mimpiku..

Namun, biarkanlah aku untuk merengkuh banggaku..

Supaya ibu dan bapakku dapat tersenyum haru..

Puisi tentang ibu dan bapak ini, memiliki makna yang dalam. Dimana sosok anak ini meminta pada sang pencipta agar ia bisa membahagiakan kedua orang tua yang telah mendidik dan merawatnya sejak kecil.

~ 0 ~

 

#4. “Syair untuk Bunda”

Sepetik syair yang kunyanyikan

Hanya untukmu yang penuh dengan kasih sayang

Dengan nada yang penuh dengan syukur ini

Serta atas segala tetesan kasihmu padaku

Kau mampu menghapus sedihku

Bahkan kau memberiku mimpi yang indah

Dengan segala doa

Kau ajari aku budi pekerti

Namun, nyatanya apalah yang dapat kuberi untukmu

Bahkan, seribu bintang pun tak sanggup untuk balas segala cinta dan pengorbananmu

Yang dapat kuberi hanyalah, sebuah tangis nan kecewa saja bagimu

Bunda, dengarkanlah syair yang tak seberapa ini

Sampai ku mendapatkan ampun darimu

Sampai ku bisa katakan

Bahwa aku sangat mencintaimu

Ungkapan rasa bangga dan bahagia karena memiliki ibu yang sangat sempurna. Sebab apapun pasti akan dilakukan ibu, demi kebahagiaan anaknya.

~0~

 

#5. “Dia…..Ibuku”

Ketika purnama yang sempurna

Benderang dengan cahayanya yang mampu menyinari samudera

Saat itu, terlihat seorang wanita yang sedang menderita

Bahkan teriakannya mampu mengguncangkan nusantara

Hanya demi sang buah cinta yang tercinta

Dia begitu meradang

Ia begitu mengerang dengan bangganya

Wahai dunia, apakah engkau tahu

Siapakah wanita yang hebat itu

Dia adalah ibuku

Sosok ibu memang tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Pengorbanannya sungguh besar dan amat sangat penuh dengan perjuangan.

Puisi ini menggambarkan bagaimana kuatnya sosok ibu dalam mendidik anaknya.

~ 0 ~

 

#6. “Dari Kartini Buat Ibuku”

Raga Kartini sudah lama pergi menuju pangkuan sang Ibu Pertiwi

Namun, tetap jiwa yang ambisi Kartini bukan berarti gugur dengan jasad

Tetapi bersemayam dalam sesosok diri

Diri seorang ibu yang bukan dari golongan darah biru ia susui

Dengan membawa pesan nan amanah dari sang Kartini

Padaku ia telah berjanji …

Agar menghantarkanku menuju gemilang prestasi

Bahkan ia juga telah menjadi benteng untuk diri ini

Di tengah gurun pasir tiada air

Puisi ibu ini, menjelaskan bahwa sosok kartini yang telah tiada digambarkan dari sosok ibu yang telah melahirkannya. Yaps, sosok semangat, pejuang, serta kebaikannya ada dalam diri ibu sang penyair puisi tersebut.

~ 0 ~

 

#7. “Betapa Berartinya”

Kecil nan mungil…

Terlihat sangat lembut ketika Kamu mengusapnya,,,

Jemari-jemari nan lembut,,,

Telah menampakkan keceriaannya ketika matahari menjulang tinggi,,,

Memandang dari jauh disana yang terlihat sangat terang

Yang tak nampak gelap gulita lagi,,,

Kini telah mulai tampak dan mengucapkan kata-kata,,,

Dan Si mungil pun telah mulai memanggilnya,,

Yang pertama serta nan tama yang di lantunkan

Lantunan hanya untuk sang pejuang,

Ya, pejuang kehidupannya

Sekarang lafalnya pun telah semakin

Serta sosoknya pun kian mulai hangat

Puisi ibu ini menggambarkan sosok ibu yang penuh dengan kasih sayang. Bahkan sosok ibu ini mampu menjadi penerang di kala gelap.

~ 0 ~

 

#8. “Pada Ibu”

Ketika adzan telah berkumandang,

Untuk memanggil semua umat,

Tenang jua alunan nada suara sang imam,

Melontarkan alunan untuk mengingatkan insan kepada pencipta,

Secara perlahan suara memasuki ke telinga,

Seolah tak ingin untuk menyinggung segala rasa,

Tenang dan seolah tak terjadi apa pun,

Namun ketika kata telah tersusun dalam minda,

Nyata ucapannya itu mampu menusuk masuk ke dasar jiwa,

Tanpa dipinta oleh air yang mengalir

Puisi ibu ini, menggambarkan sosok ibu yang mencintai dengan penuh kasih sayang. Bahkan ketika ada masalah pun, ia tetap tak mengabaikan anaknya.

~ 0 ~

 

#9. “Terima Kasih, Ibu”

Ibu

Adalah sosok wanita yang ayu nan perkasa

Sebagai pengharum dari langkah yang menggapai asa

Bagaikan bintang yang bersinar terang

Yang menghiasi langit begitu indah ketika malam hari

Ibu,

Kau sangat kokoh nan sekuat benteng

Kau sangat lembut nan sehalus sutra

Meskipun kau penuh dengan luka nan tersiksa

Kau, tetap selalu tersenyum dan menabur kasih sayang

Ibu,

Tempatku untuk berkeluh kesah

Tempatku untuk mengadu rasa kesakitan

Tempatku untuk bersandar ketika lelah

Kau selalu ada di setiap aku membutuhkan

Puisi tentang ibu ini mengungkapkan bahwa ibu merupakan tempat segalanya untuk mencurahkan perasaan anak.

Namun ingat! Bahwa ibu bukan hanya tempat mengadu kesusahan saja, namun juga tempat berbagi kebahagiaan.

Jadi, jangan hanya mengingat ibu ketika sedang susah saja, melainkan juga datang pada ibu ketika mendapat kebahagiaan.

~0 ~

 

#10. “Ibuku”

Ibu,

Pengorbananmu begitu sangat suci,

Segala pengorbanan yang kau berikan,

Dibandingkan hati yang murni ,

Yang sangat tulus untuk kami.

Ibu,

Segala  rintangan berhasil kau hadapi,

Segala dugaan berhasil kau tempuhi,

Tanpa disertai rasa mengeluh meski sekali,

Engkaulah inspirasi untukku.

Ibu,

Engkau sangat tabah untuk menabur jasa,

Meski ragamu tersiksa,

Meski hatimu terluka,

Demi segenap keluarga yang tercinta kau cintai.

Ibu,

Aku sungguh mengagumi ketabahanmu,

Aku sangat mencintaimu

Sosok ibu, memang menjadi sosok yang paling hebat dalam kehidupan. Segalanya dapat ia berikan demi kebahagiaan anak-anaknya.

Dan dalam puisi cinta ini, mengungkapkan rasa terima kasih atas segala hal yang telah ia berikan.

~ 0 ~

 

#11. “Setitik Kebahagiaan”

Aku dilahirkan atas dasar penuh perjuangan

Dibesarkan oleh penuh kasih sayang

Dididik oleh cinta nan kelembutan

Sebab itu…..

Sebelum segala pergi

Sebelum segalanya sirna

Sebelum segalanya berpulang

Aku hanya ingin memberikan setitik kebahagiaan

Kebahagiaan, layaknya pernah aku terima.

Terima Kasih Ibu .

Bagi Kamu yang masih memiliki ibu, maka bahagiakanlah ia sebelum benar-benar pergi jauh ke surga. Sebab jika ia telah tiada dan kau belum sempat membahagiakannya, maka Kamu akan menyesal.

~ 0 ~

 

#12. “Kerinduan”

Kami sangat sedih untuk melepasmu pergi,

Namun bagaimana lagi, sebab kami pun tak kuasa

Untuk menahanmu agar kau tak pergi…

Sungguh yang tersisa saat ini, hanyalah sebuah kehampaan,

Kedukaan yang sangat meranggas buas,

Yang menyisakan sayatan-sayatan luka

Yang kian menganga nyata…

Ibu,

Hanyalah ratap nan harap yang kami miliki

Salah satu kesedihan yang paling mendalam, bahkan separuh jiwa menghilang adalah ketika ibu meninggal dunia. Dan salah satu hal yang akan terus dirasakan anaknya adalah rindu terhadap kehadirannya.

~ 0 ~

 

#13. “Kerinduan”

Gerimis telah turun membasahi tubuh

Rinainya yang jatuh jadi tangisan pada mataku

Rasa ini menjadi membeku…

Membantu untuk mengingat tentang kisah lalu

Ketika aku masih lincah nan lugu,

Waktu aku masih kecil..

Biarlah aku untuk nafasku dan bercerita tentangmu

Bersajak indah untuk memanggil namamu

Ibu..

Aku sangat merindukanmu

Aku sangat-sangat rindu..

Rindu akan masa itu..

Rindu ketika kau ibu menimangku..

Serta berbisik untuk merajut doa dalam sanubariku..

Semoga engkau disana selalu tersenyum bahagia..

Doa anakmu ini akan selalu menyertaimu..

Puisi cinta ini, juga mengungkapkan rasa cinta yang amat dalam untuk seorang ibu yang telah meninggal dunia. Terisyaratkan, harapan nan doa agar beliau selalu bahagia di surga.

~0 ~

 

#14. “Ibu yang Hebat Untukku”

Tuhan  telah menciptakan ibu yang sungguh hebat,,

ibu yang tak pernah akan menua,,

Sebab senyumannya layaknya cahaya ,,

Bahkan hatinya bagaikan emas,,

Pada matanya terpancar akan sinar bintang nan berkilau,,

Pada wajahnya ada sejuta bunga yang sangat indah,,

Tuhan telah menciptakan ibu terhebat,,

Yang ia berikan untukku,,

Puisi ibu ini, menggambarkan sosok ibu yang sangat sempurna. Bagaikan cahaya yang menerangi, serta wajahnya yang selalu bercahaya.

~ 0 ~

 

#15. “Berjuang Untuk Ibu”

Aroma rerumputan,,

Telah mengantarkan pada pagi yang hening,,

hening sangat hening,,

sampai kemudian matahari pun mengeluarkan kekuatannya,,

semua sinarnya yang bebas nan liar,,

jalan panjang pun menjadi amat terasa,,

dan terkadang berliku,,

terkadang jua curam,,

tetapi aku pun terus berjuang,,

demi menggapai masa depan dan ibuku,,

Puisi ibu ini mengungkapkan bahwa segala perjuangan anaknya, hanya demi ibu tercinta.

~ 0 ~

 

#16. “Ibuku”

Angin telah menerpa,,

Jauh berada dari dasar batin,,

Dengan menggenang haru,,

kusematkan sebagai tanda kasihmu,,

sampai aku mati,,

diriku kan selalu mendoakanmu,,

sebab segala yang telah kau lakukan tidak sebanding,,

itukah yang membuat diriku kesal,,

aku ingin mampu untuk membalas segala kebaikanmu,,

aku pun ingin sekali untuk bisa membahagiakanmu,,

jadi, bahagialah wahai ibuku,,

Jika dibandingkan dengan apa yang telah kita berikan pada ibu, maka itu tak ada apa-apanya  dibandingkan dengan apa yang telah diberikan oleh ibu.

~ 0 ~

 

#17. “Guru Samudera”

Kita bagaikan tuna muda yang berada di tengah samudera,

Tak tahu apa pun melainkan koloni saja,

Spesies luar yang begitu sangat asing,

Dunia telah ramai nan kejam, serta selalu bising,

Kau membuka dengan sebuah pena,

Tabir misteri dari generasi kita,

Kau kata itu semuanya adalah cakrawala,

Luasnya ilmu dari Sang Pencipta,

Jubahmu sudah memudar wahai bu,

Namun jasamu bagiku, menjadi jalan kemakmuran hidupku.

Selamanya

..

Puisi ibu ini mengungkapkan bahwa ibu adalah segalanya bagi anak. Bahkan kunci sukses dari anak adalah tergantung ibunya.

Ya, ibu adalah sosok yang paling penting dalam kehidupan. Ia, menyerahkan segalanya demi anaknya.

Bagus buat kamu tahu :

Namun terlepas dari hal tersebut, ingat bahwa ayah pun turut andil dalam kehidupanmu. Jadi, ketika membahagiakan ibu, jangan lupa untuk membahagiakan ayah juga.

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close