Kumpulan Puisi Rindu yang Menyentuh Kalbu

Puisi Rindu

image via canva.com/goodminds.id

Rindu adalah suatu kondisi dimana seseorang merasa ingin bertemu. Rasa rindu ini sudah biasa muncul setiap hari, baik rindu seorang anak kepada orang tua, orang tua kepada anak maupun rindu kepada sang kekasih.

Rindu adalah hal yang manusiawi bagi seseorang. Hal ini dianggap sebagai hal yang wajar untuk mengekspresikan isi hati. Zaman dahulu untuk meluapkan rasa rindu harus bersapa dengan mengirimkan surat.

Apalagi jika jarak semakin jauh, maka menunggu balasan surat akan membuat seseorang semakin rindu. Dalam surat rindu biasanya bertuliskan puisi rindu yang sangat menyentuh hati.

Membuat orang yang membacanya ingin segera berjumpa walaupun hanya sekejap mata.

Namun, saat ini untuk mengutarakan kerinduan sangatlah mudah. Orang bisa mudah melepas rindu dengan menelepon, sms atau mengirimkan email. Ya, berkembangan memang mengubah jalan seseorang dalam menyampaikan rindu.

Namun, perkembangan zaman tidak akan pernah bisa mengubah rasa rindu itu sejauh apapun jarak memisahkan. Bagi Kamu yang sedang rindu, entah dengan orang tua atau kekasih, sampaikan rindu tersebut dengan puisi rindu.

Dengan menggunakan puisi, seseorang bisa mencurahkan semua yang ada di hati dengan bebas. Dengan puisi rindu, maka Kamu bisa melupakan rasa rindu dengan menorehkan kata-kata yang indah untuk sang pembaca.

Tujuannya adalah agar sang pembaca bisa merasakan rindu yang Kamu rasakan.

Kumpulan Puisi Rindu

Nah, untuk Kamu yang bingung dalam membuat puisi rindu, kali ini akan diberikan beberapa contoh puisi rindu yang melegakan.

Sebuah kata yang bisa mengungkapkan sejuta harapan di dalam dada. Mau tahu seperti apa puisi ini? berikut adalah selengkapnya.

#1. Sajak Pena Temani Rinduku

Ku ayunkan penaku di selembar kertas

Kutuliskan bait demi bait keluh kesahku

Ungkapan rasa rinduku untuk bertemu

Kita memang terpisahkan oleh jarak dan waktu

Terpisah karena perjuangan

Terpisahkan oleh penantian

Rinduku teramat besar

Sebesar cintaku padamu

Namun aku mampu untuk bertahan

Karena rindu ini akan mekar pada waktunya

Biarkan rindu ini semakin menggebu

Agar dipertemukan kita nanti

Biarkan rinduku dan rindumu bersatu

Penuh cinta

Penuh kasih sayang

Penuh kebahagiaan

Dan abadi selamanya

Biarkan kali ini rinduku

Bersama dengan sajak penaku

 

#2. Bulan, Sedang Apa dia?

Ku tatap rembulan di malam itu

Indah, sangat indah

Cahayanya sangat terang

Membuatku teringat akan canda dan tawamu

Teringat dengan senyum polos di bibir itu

Mata yang berbinar memancarkan cinta

Untaian kata lembut yang kudengar setiap harinya

Kalimatmu yang berisik

Aku rindu semua itu

Aku rindu padamu

Bulan, sedang apa dia?

Apakah dia merindukanku juga?

Apakah dia baik-baik saja?

Jarak kita memang sangat jauh

Bahkan, aku mungkin tidak bisa menggapaimu lagi

Namun, ijinkan aku untuk merindumu

Menerka kabar dan kehadiranmu di malam ini

Selamat malam kasih, sampai bertemu di mimpi

 

#3. Salam rindu untuk dia

Tuhan….

Rindu ini menyakitkan tuhan

Apakah aku pantas untuk memiliki rindu ini?

Apakah aku pantas memiliki rindu untuk dia?

Gerimis melanda hati

Tak sanggup lagi aku harus menanti

Rindu ini terlalu menyakitkan

Sedangkan jarak kita semakin panjang

Kau juga semakin jauh

Dan aku terus tertinggal

Akankah rindu ini bisa bersatu?

Merajut asa untuk kita kembali bertemu?

Mengukir masa depan yang kita citakan?

Ataukah mungkin ini hanya menjadi sebuah kenangan menyakitkan?

Entahlah

Aku tak tahu

Yang perlu kulakukan hanya terus merindu

Meskip rindumu kini

Bukan lagi untukku

Jarak kita memang panjang

Tapi hatiku selalu di sisimu

Kuharap engkau pun begitu

Memiliki rindu yang masih menggebu untukku

Sebuah rindu yang akan mekar nanti

Sampai kita bertemu nanti

Tuhan…

Sampaikan rindu ini untuk dia

Sampaikan dan pertemukan rindu ini kembali

Agar rinduku dan rindunya bisa bertemu kembali

#4. Sayang, aku rindu

Sayang

Aku rindu

Sayang

Rinduku sangat besar

Sayang

Kapan kita berjumpa

Sayang

Akankah kita bisa bersama

Sayang

Aku  rindu

Rasa ingin bertemu ini begitu menggebu

Rasa ingin berjumpa

Memadu kasih

Merangkai cerita bahagia

Sayang

Kapan kau akan pulang?

Akankah kau rasakan rindu yang sama?

Ataukah hanya aku di sini yang merindu?

Sayang

Aku rindu

Sapalah rinduku ini

Rindu tulus untuk bertemu

Rindu seorang istri

Kepada suami yang sedang mengabdi pada negeri

 

#5. Salam Rindu Dari Sudut Kota

Dingin

Angin malam ini terasa sangat dingin

Sama halnya dengan diriku yang sendirian di sudut kota ini

Menanti jawaban

Menanti sebuah kepastian

Menahan rindu yang teramat dalam

Sebuah rindu yang tak akan pernah dimengerti oleh siapapun

Ya, rindu ini hanya untukmu

Untukmu yang tak akan pernah kembali lagi

Untukmu yang jauh di sana bersama bintang

Aku tahu rinduku ini berlebihan

Namun, bolehkah aku masih terus merindu

Karena kehadiranmu tak akan pernah tergantikan

Biarkan sudut kota ini menjadi saksi

Saksi cintaku untukmu

Saksi rinduku untukmu

Yang tak akan pernah usai meski termakan maut yang menghalangi

Selamat tinggal kekasihku

Tenanglah disana

Damailah di sana

Dan ijinkan aku untuk terus merindu

Semoga kelak kita

Ditemukan di keabadian

 

#6. Sampaikan rinduku untuk dia

Bulan malam sampaikan padanya

Betapa diriku sangat ingin bertemu

Walau hanya sekejap saja

Biarkan rindu ini temukan rindunya

Aku tak minta banyak hal

Yang kuingin hanya bertemu denganmu

Walau mungkin hanya sekejap mata

Namun biarkan rindu ini tetap membara

Bulan malam sampaikan padanya

Rinduku ini sudah tak terbendung lagi

Kapankah kiranya kita dapat berjumpa

Meskipun hanya lewat mimpi

Angin

Sampaikan rinduku untuk dia

Hembuskan kata-kata indahmu untuk dia

Agar ia tahu betapa diriku sangat merindu

 

#7. Takkan terganti

Awalnya semuanya terasa indah

Candamu, tawamu, manis senyum bibirmu membuat duniaku berbeda

Namun, kini semuanya telah berubah

Sejak kau pergi tinggalkanku tanpa sebait kata pun

Aku tak tahu apa yang kau fikirkan

Apa maksud dari semua perlakuanmu dulu

Aku tak mengerti dengan perasaan ini

Yang kutahu kini

Hatiku terus merindu

Merindu akan hadirmu datang kembali

Menemaniku, mencintaiku

Bersamaku, meskipun semua itu kini tinggal berbekas rindu

Tak apa

Mungkin jalanku memang seperti ini

Aku terima saja

Karena jika memang rinduku bersambut

Kau pasti akan kembali lagi denganku

Percayalah

Dirimu di hatiku takkan pernah terganti

Sejuta wanita yang datang menghampiri

Menawarkan kebahagiaan untkku

Tak tahu

Dirik terus saja merindu

Merindukan kehadiranmu

Yang entah kapan kita akan kembali bertemu

 

#8. Rinduku Hanya Milikmu

Kau tahu….

Bunga itu indah

Ia juga mengeluarkan aroma yang indah

Karenanya, bunga disukai oleh banyak orang

Sama halnya dengan dirimu

Kau itu indah

Tutur katamu indah

Sikapmu indah

Hingga membuatku jatuh terlena denganmu

Mungkin bukan aku saja

Namun ada banyak orang di luar sana yang demikian

Tapi, mereka tak memiliki rindu seperti diriku

Rindu yang hanya milikmu

Rindu untuk dipertemukan kembali

Rindu untuk merangkai keindahan

Seperti halnya rindu kupu-kupu dengan bunga

Rinduku memang sederhana

Caraku juga sederhana

Namun, percayalah

Rinduku ini hanya milikmu

Tak ada yang lain

Semua itu hanya milikmu seorang

 

#9. Menunggu Pulang

Jalanmu masih panjang

Banyak tugas yang harus kau pikul

Banyak pengorbanan yang sudah kau keluarkan

Demi membahagiakan anak dan istri

Aku rela sayang

Meski kau tak kunjung pulang

Kuyakin rinduku dan rindumu akan bersatu

Mengukir asa yang selalu kita angan-angankan

Merangkai kebahagiaan yang kita idamkan

Aku sabar menunggumu pulang sayang

Karena kutahu saat ini kau sedang berjuang

Berjuang untuk banyak hal

Tentang cinta dan sebuah kebahagiaan

Hariku dan harimu masih panjang

Semoga kita masih bisa dipertemukan

Dihari kepulanganmu nanti

Selamat berjuang sayang

Rinduku padamu akan terus abadi

 

#10. Rindu yang Terpendam

Berat rasanya memendam rindu ini

Karena cintaku yang begitu besar

Selalu teringat siang dan malam

Hanya bisa mendengar suaramu di telepon

Untuk obat rasa rinduku

Karena jarak yang memisahkan kita sangatlah jauh

Rindu ini sangat berat

Semakin berat karena hanya bisa mendengar suara di telepon

Rindu ini sangat berat

Karena sangat ingin bertemu

Tuhan…

Pertemukanlah

Meskipun hanya sebentar saja

Ijinkan aku untuk bertemu dengannya

Untuk melepaskan rindu ini di dada

 

#11. Rindu

Pagi sudah berganti petang

Menandakan bahwa hari sudah berganti lagi

Rasanya baru kemarin kau tinggalkan aku di sini

Dengan kata pisah yang sangat memberatkan

Kurindu hari kemarin

Dimana aku dan Kamu masih bisa saling bertemu

Menyaksikan cerahnya hari ini

Menyambut masa depan bahagia

Namun,

Saat ini semua itu hanya tersisa kenangan saja

Kenangan yang entah kapan akan kusimpan

Karena dirimu kini telah tiada

Namun,

Rinduku tak akan pernah sirna

Sama halnya dengan cintaku

Karena aku yakin

Kelak rinduku dan rindumu akan bersatu

 

#12. Kerinduan

Langkah demi langkah kulalui

Stapakan ini bahkan hampir habis

Namun dirimu tak kunjung datang

Padahal dahulu kau berjanji

Bahwa kita akan bertemu kembali di penghujung setapak ini

Aku masih menunggumu

Menunggu dengan kerinduanku

Kerinduan yang semakin menggebu

Menunggu kehadiranmu yang hanya untukku

Kulalui kembali setapak ini

Berkali-kali namun aku tak ingin menghabiskannya kini

Akan kutunggu hingga waktu itu tiba

Waktu dimana rindumu akan bersambut hanya untukku

Di penghujung stapak jalan ini

Pulanglah sayang

Aku menanti kehadiranmu

Apa kau tidak merindukanku?

Cepatlah

Sebelum langkah ini habis

Sebelum aku bosan menunggu

Pulanglah sayang

Aku rindu dirimu

 

#13. Ada Senja Terbingkai Rindu

Warna jingga di langit itu menjadi saksi

Saksi dimana saat engkau pergi dan berjanji akan kembali

Setiap hari kunantikan saat itu datang kembali

Sambil menyaksikan senja di si sore ini

Senjaku terbingkai akan rindu

Rindu ingin bertemu kembali

Melanjutkan kisah kasih yang sempat tertunda karena kepergianmu

Namun, hari itu tak kunjung datang

Dan aku masih sabar terus menunggu

Meski kabarmu tak pernah kudengar lagi

Namun aku yakin rindumu terbingkai senja di sana

Hatiku sebenarnya teriris

Karena penantian yang kulakukan entah kapan akan berakhir

Hingga saat ini hanya senja yang selalu kurindukan

Karena senjaku terbungkus rindu

..

Puisi Rindu

image via canva.com/goodminds.id

#14. Rindu

Rindu ini terasa sangat menyakitkan

Menanti kabar yang entah kapan akan datang

Menunggumu adalah air mataku

Kesepian dan ketakutan yang meresahkanku

Rindu ini semakin lama semakin dalam

Tersiksa di bibir tak mampu untuk diucapkan

Terpisah jarak yang memisahkan

Terpagar batas waktu yang tak menyatukan

Rindu ini terasa sangat menyakitkan

Entah sampai kapan rinduku ini berujung

Karena kini kau tak lagi berkunjung

Dan cintaku padamau tak lagi kau sanjung

Rindu ini terasa sangat menyakitkan

Tolong lepaskan

Biarkan rindu ini berakhir

Karena cintamu padaku juga sudah berakhir

 

#15. Masih Merindu

Senja sore ini menjadi saksi

Pertemuan kita yang sangat indah tadi

rasanya tak ingin berpisah denganmu

ingin rasanya selalu bertemu

membicarakan banyak hal

merencanakan angan-angan masa depan

di sini aku masih merindu

bolehkah esok kita bertemu kembali

melanjutkan rindu yang belum terbalas semua

bolehkah esok kita bertemu kembali

karena di sini aku masih sangat merindu

merindu berada di pelukanmu

 

#16. Dunia dan rinduku

Semua tampak berbeda

Padahal semua orang menganggapnya sama

Semua tampak berbeda

Padahal semua orang menikmatinya

Sama halnya dengan dunia dan rinduku

Mungkin duniaku dan duniamu sama

Namun rinduku dan rindumu berbeda

Rinduku teramat besar

Sedangkan rindumu tidak

Cintaku teramat dalam

Sedangkan cintamu tidak

Dunia memang sekejam itu

Membiarkan diriku merindu sendirian

Sedangkan dirimu asyik merindukan seseorang

Tapi aku sadar

Duniaku dan rinduku memang berbeda

 

#17. Secangkir kopi rindu

Secangkir kopi ini masih panas

Menandakan bahwa kopi ini masih lama untuk dinikmati

Sama halnya dengan rinduku

Rinduku padamu masih menggebu

Menunggu untuk kita kembali bertemu

Masih lama, namun aku masih siap untuk menanti

Karena kopi yang dengan sabar ditunggu

Akan menghasilkan rasa yang luar biasa

Sama halnya dengan rinduku

Semakin sabar aku menunggumu

Maka akan semakin besar pula rasa rinduku

Semakin besar pula rinduku akan terbalaskan

Kopi, cepatlah kau dingin

Agar rinduku cepat untuk bertemu

Sama halnya denganmu yang ingin segera dinikmati

Aku juga ingin segera bertemu dengan rinduku

 

#18. Salam rindu dari puncak Merbabu

Tak mudah untuk sampai ke ujung

Ada banyak hal yang harus ditaklukkan

Jalur yang terja

Suhu udara yang semakin membuat tubuh menggigil

Namun,

Saat kugapai puncakmu

Kutemukan kebahagiaan di sana

Sebuah keindahan alam yang sangat luar biasa

Ciptaan Tuhan yang memang tidak ada habisnya

Tuhan memang begitu maha kuasa

Diciptakannya gunung merbabu yang sangat menawan

Dipandang dari kejauhan indah

Semakin dekat semakin mempesona

Namun,

Kini aku harus kembali pulang

Menyusuri jalan yang kulewati tadi

Melanjutkan kehidupanku selanjutnya

Namun, rinduku tak akan pernah padam

Karena suatu saat kita akan bertemu kembali

Di puncak merbabu yang indah ini

Aku berjanji

Untuk mempertemukan rinduku dan rindumu agar bisa bersatu kembali

 

#19. Jika

Jika kita bertemu lagi

Aku pasti sangat bahagia

Kita kita bertemu lagi

Akankah aku bisa bersamamu?

Jika kita bertemu lagi

Masihkah engkau mau menemuiku

Jika kita bertemu lagi

Kuharap rinduku untukmu menyatu

Jika kita bertemu lagi

Aku akan terus mencintaimu

..

 

Menyampaikan rindu adalah hal yang tidak mudah, namun sedikit melegakan jika ditulis dalam bentuk puisi.

Ungkapkan kerinduan Kamu kepada dia yang terkasih pada puisi rindu ini. buat ia merasa bahagia bahwa dia memiliki rindu yang sangat luar biasa.

Rindu yang tak akan pernah ditemukan pada kekasih manapun. Karena sejatinya rindu adalah perkara menunggu untuk bertemu.

Puisi

image via canva.com/goodminds.id

Masih merindu? Baca juga : Kumpulan Puisi Romantis untuk Kekasih Hati

Dan saat kedua insan bertemu, maka rindu akan menjadi satu. Semoga adanya puisi rindu di atas bisa mengobati sedikit kerinduan Kamu.

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close