Contoh Pantun Agama Beserta Makna dan Penjelasannya

Pantun Agama

image via canva.com/goodminds.id

Sudah menjadi keharusan sebagai umat beragama untuk menjalankan kewajiban-kewajiban agama serta menjauhi larangan-larangan dari yang Kuasa.

Loading...

Sebagai manusia kita juga diwajibkan untuk saling menasehati dalam hal kebaikan. Cara orang menasehati ini juga berbeda-beda satu sama lainnya, ada yang menggunakan kalimat-kalimat tegas atau dengan cara yang lembut.

Menasehati dalam cara yang biasa mungkin sudah terdengar bosan dan wajar, tapi bagaimana jika menasehati bab-bab agama dengan menggunakan pantun agama?

Sepertinya terdengar lebih menarik bukan? Sudah tahukah Kamu bagaimana caranya membuat pantun agama? Langsung saja, berikut contoh pantun agama terbaik yang sangat rekomendasi untuk dijadikan bahan menasehati secara bijak dan menarik.

Dalam artiannya, pantun merupakan suatu karya yang dapat mendidik sekaligus menegur bagi orang yang membacanya.

Selain itu, pantun juga dapat digunakan sebagai media atau perantara seseorang dalam mengungkapkan isi hatinya kepada seseorang secara lebih menarik dan tidak membosankan.

Banyak kita jumpai berbagai acara komedi dan lainnya menyajikan rangkaian pantun-pantun cantik untuk semakin memeriahkan suasana.

Banyak orang yang memang menyukai sebuah pantun, selain indah, pantun juga sangat menghibur dan menyenangkan. Pantun juga bisa digunakan dalam bahasa komunikasi sehari-hari agar semakin menarik dan seru.

Pengertian secara globalnya, pantun merupakan sebuah karya puisi lama yang memuat keindahan kata dengan sebuah aturan tertentu.

Pengertian Pantun Agama

Seperti yang Kamu tahu, pantun terdiri dari beberapa jenis pantun dengan ciri khas isi yang berbeda, seperti pantun agama, pantun jenaka, pantun anak, pantun cinta, dan sebagainya.

Pantun agama merupakan salah satu jenis pantun yang memuat isi seputar bab-bab agama dan nasehat-nasehat bijak untuk melakukan kegiatan keagamaan dan perbuatan-perbuatan baik lainnya.

Ketika membaca pantun agama seseorang akan merasa termotivasi untuk melakukan kegiatan-kegiatan agama yang mungkin telah lama dilupakannya.

Menasehati dengan menggunakan pantun agama juga lebih menarik daripada memberikan nasehat secara langsung yang terdengar membosankan.

Salah satu cara terbaik yang sangat efektif dan menyenangkan untuk dipahami adalah memberikan nasehat menggunakan sebuah pantun.

Terutama disampaikan kepada anak-anak yang sedang pada tahap mengamati dan mengenali lingkungannya. Anak akan merasa jauh lebih tertarik dinasehati dengan cara yang tidak biasa dan menarik perhatian.

Ciri Pantun secara Umum

Membuat karya pantun tidak boleh sembarangan. Pantun memiliki aturan-aturan yang harus digunakan. Adapun ciri-ciri umum sebuah pantun adalah sebagai berikut;

  • Setiap pantun memiliki bait dan dalam setiap bait tersusun dari beberapa baris. Umumnya bait dalam pantun terdiri dari empat baris, dua baris sebagai sampiran dan dua baris sebagai isi atau pokok.
  • Tiap barisnya terdiri dari 8 hingga 12 suku kata
  • Tiap baris terdiri atas 4 sampai 6 kata
  • Tiap bait pantun mengandung sampiran dan isi pantun. Baris pertama dan kedua merupakan bagian sampiran dan baris ketiga dan keempat merupakan isi.
  • Pantun bersajak abab dan tidak diperkenankan mengubah aturan yang sudah ada sejak dulu.

Ciri Pantun Agama

Sebenarnya, pantun agama juga memiliki ciri yang sama dengan ciri-ciri pantun pada umumnya seperti setiap bait terdiri dari empat baris, setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, bersajak abab dan sebagainya.

Namun ada beberapa hal yang membedakan dan menciri khas dari sebuah pantun agama. Berikut penjelasannya:

1. Berisi Tentang Nasehat Agama

Pantun agama merupakan salah satu jenis pantun nasehat, khususnya nasehat yang berkaitan dengan bab-bab agama.

Tidak diperkenankan sebuah pantun memuat hal-hal yang tidak baik atau mengarah pada hal yang menyimpang dan menyesatkan, apalagi pantun agama yang memuat isi tentang kaitannya langsung dengan petunjuk Tuhan.

2. Berisi Larangan Agama

Sebuah agama tentunya memiliki larangan khusus yang tidak diperkenankan untuk melakukannya. Misalnya larangan menyakiti hati orang tua, larangan berbuat tindak kejahatan dan sebagainya.

Pantun agama juga memuat sebuah larangan tentang hal-hal buruk yang dapat melanggar hukum dan ketentuan agama.

3. Berisi Perintah Agama

Pantun agama selain berisi tentang larangan, pantun agama juga bisa diisi dengan perintah agama seperti perintah mengasihi orang tua, menuntut ilmu, berbuat baik kepada sesama manusia dan sebagainya.

Contoh Pantun Agama untuk Umum Beserta Maknanya

#1.

Sekedar singgah sementara,

Menangkap ikan di tengah rawa,

Kuat sempurna insan manusia,

Saat bisa taklukkan hawa.

Maknanya:

  • Kekuatan utama manusia terletak ketika seorang manusia dapat mengendalikan hawa nafsunya

 

#2.

Saat melati mekar di taman,

Banyak orang akan terkesan,

Jika hati dipenuhi keimanan,

Membaca Al Qur’an tiada bosan

Maknanya:

  • Orang yang beriman akan ringan melakukan amal kebaikan termasuk salah satu amalannya adalah membaca Al-Qur’an. Sedangkan jika seseorang kuat imannya pasti akan berat untuk beramal dan beribadah.

 

#3.

Ikan rawa di ambil bu bidan,

Ikan sepat teramat lebarnya,

Kekuatan jiwa bukan di badan,

Semakin kuat semakin hebat kesabarannya,

Maknanya:

  • Kekuatan yang besar adalah kesabaran. Kesabaran bisa mengalahkan hal-hal keras yang sulit diluluhkan dengan berbagai cara.

 

#4.

Makan ketupat di pagi-pagi,

Untuk sarapan para jawara,

Kasih tak dapat ditukar ganti,

Dan tak berbanding uang dan harta,

Maknanya:

  • Tidak ada yang bisa menggantikan ketulusan cinta dan kasih sayang sekalipun harta berlimpah sekalipun.

 

#5.

Biarkan laut terbentang luas,

Bergulung-gulung ombak yang menggelombang,

Cinta berlandas rasa yang ikhlas,

Karena kasih Tuhan bertandang,

Maknanya:

  • Mencintai seseorang sebaiknya karena Allah. Dengan begitu, kasih sayang pun akan mendapat ridho.

 

#6.

Penyair cinta suka mengembara,

Tak jarang hati juga terluka,

Luas surge tiada terkira,

Dengan keimanan pintu terbuka,

Maknanya:

  • Tuhan telah mengabarkan bahwa surga sangatlah luas dan menyenangkan. Manusia yang dapat masuk dan menikmatinya hanyalah manusia yang beriman kepadaNya.

 

#7.

Angan-angan berkilan-kilan,

Tapi tetap harus ditahan,

Jika kasih retak di jalan,

Sabar membimbing kembali jalan Tuhan,

Maknanya:

  • Ketika cobaan dalam hubungan rumah tangga menghampiri dan menguji keimanan, hendaklah bersabar dan tetap berada di jalan Tuhan.

 

#8.

Daun talas hijau warnanya,

Saat ditumis enak rasanya,

Jika ikhlas hilang di jiwa,

Segala amal akan sia-sia,

Maknanya:

  • Ikhlas adalah syarat utama diterimanya suatu amal. Jika keikhlasan tidak lagi dimiliki saat beramal maka perbuatan tersebut hanyalah sia-sia dan tidak mendapat pahala dari Tuhan.

 

#9.

Sarang lebah di pohon tebu,

Ambillah sarang dengan tangga,

Di bawah telapak kaki sang ibu,

Di situlah terletak surga,

Maknanya:

  • Hormatilah ibu dan berbuat baiklah kepada ibu. Karena ridho Allah tergantung ridho ibu yang akan membawa ke surga.

 

#10.

Tumbuh rumput di tengah rawa,

Rawa hijau banyak ikannya,

Carilah ridha dari orang tua,

Ridha Tuhan pun ada padanya,

Maknanya:

  • Keridhaan Allah ada pada keridhaan orang tua, maka berbuat baiklah kepada kedua orang tua dan carilah ridho dari kedua orang tua.

 

#11.

Seorang petani menangkap kancil,

Kancil lepas lincah larinya,

Bantu ibu smenjak engkau kecil,

Sayangi ibu di masa tuanya,

Maknanya :

  • Kita harus berbakti kepada ibu sepanjang masa mulai dari kanak-kanak hingga dewasa dan bahagiakan orang tua di masa tuanya.

 

#12.

Pergi ke pasar membuka lapak,

Menjual kain murahlah harga,

Jangan lupa sayangi ibu dan bapak,

Niscaya Tuhan beri jalan ke surga,

Maknanya :

  • Hormatilah bapak dan ibu karena dengan menghormati kedua orang tua dan menyayanginya akan mengantarkan kita ke surga.

 

#13.

Selat sunda banyak bendera,

Berkumpul para saudagar kaya,

Anak durhaka kepada orang tua,

Pasti sengsara dimana saja,

Maknanya:

  • Durhaka kepada orang tua akan mendatangkan siksa di dunia maupun di akhirat kelak.

 

#14.

Mawar merah mawar berduri,

Dipetik orang malam hari,

Hilang kasih dapat dicari,

Hilang iman susahlah diri,

Maknanya:

  • Kehilangan apapun masih bisa didapatkan kembali, namun jika iman telah hilang maka rusaklah diri.

 

#15.

Gadis kecil berbaju jingga,

Menari riang suka gembira,

Indahnya kasih dalam keluarga,

Membuat tenang jiwa dan raga,

Maknanya:

  • Jika dalam keluarga dipenuhi kasih sayang maka keharmonisan dalam keluarga akan selalu terasa indah.

 

#16.

Habis padi tinggallah jerami,

Ikan dipancing lalu mati,

Bila istri taat pada suami,

Suami sayang sepenuh hati,

Maknanya:

  • Kasih sayang yang paling menggembirakan adalah saat hubungan penuh dengan kasih sayang dan ketulusan sejati.

 

#17.

Tiada bumi tanpa udara,

Dimana tempat kita berada,

Tiada Tuhan selain Dia,

Nabi Muhammad Rasul utasanNya

Maknanya :

  • Tidak ada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah SWT

 

#18.

Percuma mengoleksi liontin emas,

Bila emasnya emas palsu,

Percuma punya otak cerdas,

Bila sembahyang saja tidak mau,

Maknanya :

  • Sekalipun memiliki jabatan yang tinggi dan kepKamuian yang luar biasa serta harta yang melimpah ruah, semua itu akan sia-sia jika tidak mau beribadah kepada Tuhan dan melupakanNya.

 

#19.

Hanyalah padi satu-satunya,

Yang bisa menjadi sepiring nasi,

Hanya Allah satu-satunya,

Yang harus selalu kita imani,

Maknanya:

  • Hanya Allah Tuhan kita yang wajib kita sembah dan kita percaya.

 

#20.

Jangan menunggu daun lebat,

Untuk tertarik pada dahan,

Jangan menunggu ajal mendekat,

Baru mau bertobat pada Tuhan,

Maknanya :

  • Beribadah itu seumur hidup bukan di penghujung maut baru mau mengingat Tuhan. Jangan tunggu sampai usia rentah baru mau beribadah.

 

#21.

Sejak kecil menanam biji,

Tumbuh besar jadilah pepohonan,

Dari kecil rajin mengaji,

Sudah besar teguhlah iman,

Maknanya :

  • Mengajilah sejak masih kecil agar saat dewasa kelak memiliki iman yang kuat dan tidak mudah goyah.

 

#22.

Pisah tak akan tajam selalu,

karena itu perlu diasah,

Tuhan akan tak mungkin meninggalkanmu,

Saat dirimu dirundung masalah,

Maknanya:

  • Semua orang mungkin saja pergi saat Kamu mendapatkan musibah dan masalah, namun selalu ada Tuhan yang menemani dan tidak akan melepaskan kasih sayangNya.

 

#23.

Keluarnya engkau di pagi hari,

Niscaya engkau dapat kesejukannya,

Ingatlah Tuhan dalam hatimu,

Niscaya engkau tak kan gelisah,

Maknanya :

  • Selalu ingat Tuhan dimanapun dan kapanpun berada serta dalam keadaan apapun. Niscaya hati akan tetap tenang dan terbebas dari rasa resah gelisah.

 

#24.

Tak mungkin ada seekor ikan,

Jika tak ada air disitu,

Tuhan tak mungkin memberi cobaan,

Di luar batas daya tahanmu,

Maknanya:

  • Tuhan tidak mungkin memberikan cobaan di luar batas kemampuan hambaNya. Yakinlah semuanya mampu dilalui dengan selalu bertawakal dan percaya pada Tuhan.

 

#25.

Sehelai daun ujungnya basah,

Basah karena embun padanya,

Awali hari dengan basmalah,

Akhiri tugasmu dengan hamdalah,

Maknanya:

  • Jangan lupa berdoa sebelum dan  setelah mengerjakan sesuatu. Minimal membaca basmalah saat akan memulai dan membaca hamdalah setelah selesai melakukannya.

 

#26.

Tukang bakso menggelar tikar,

Rasa ngantuk tiada tertahan,

Barang siapa selalu bersabar,

Akan selalu disayang Tuhan,

Maknanya:

  • Orang yang sabar akan selalu disayang Tuhan. Maka jadilah orang yang sabar dalam menerima segala macam cobaan.

 

#27.

Jalan-jalan berjumpa jalak,

Jangan lupa diberi makan,

Jika punya rejeki banyak,

Jangan lupa disedekahkan,

Maknanya:

  • Jika punya rejeki lebih jangan lupa bersedekah kepada orang lain yang membutuhkan agar semakin berkah dan barokah.

 

Manfaat Membaca Pantun Agama

Lain dengan membaca jenis pantun lainnya, membaca pantun agama memiliki beberapa manfaat khusus yang didapatkan. Berikut manfaat membaca pantun agama yang harus Kamu tahu;

1. Sebagai Penggugah Jiwa

Pantun agama tentunya memuat petuah-petuah tentang hal agama.

Nasehat agama yang santun ini tentunya akan dapat menggetarkan jiwa seseorang yang membacanya untuk melakukan apa yang dinasehatkan.

Jiwa yang telah lama mati dan hampir lupa diri akan ingat kembali bahwa kepada Tuhan kita akan kembali.

2. Memberikan Motivasi Kebaikan

Motivasi dan dorongan bisa datang darimana saja, termasuk dengan membaca petuah-petuah bijak yang ada dalam pantun agama.

Hidup yang terkadang penuh dengan problematika yang rumit membuat pikiran lelah dan rasa ingin menyerah.

Dengan membaca pantun agama ini dapat membuat pembacanya termotivasi untuk bangkit kembali dan melakukan hal-hal kebaikan yang masih bisa dilakukan.

Mengingat anugerah Tuhan yang telah memberi kesempatan kehidupan yang sangat indah dan wajib untuk selalu disyukuri.

3. Menghibur Diri

Selain memiliki manfaat sebagai petuah dan nasehat bijak, membaca pantun agama juga bermanfaat untuk menghibur pembacanya.

Rangkaian kata-kata yang unik pada bagian sampiran pantun dan dijelaskan maksud sebenarnya dalam bagian isi pantun. Ini dapat membuat otak Kamu melakukan pemikiran dan berimajinasi secara langsung saat membacanya.

4. Media Penasehat

Selain untuk sekedar menghibur, pantun agama berisi tentang nasehat-nasehat bijak khususnya hal-hal yang berkaitan dengan agama dan ketuhanan.

Kelebihan Menggunakan Pantun Agama Untuk Menasehati

1. Lebih Menarik Perhatian

Kelebihan yang pertama saat menasehati anak menggunakan sebuah pantun adalah lebih menarik perhatian anak anak antusias untuk mendengarkannya.

Seperti yang Kamu tahu, nasehat sudah merupakan makanan sehari-hari bagi anak yang terkadang sangat membosankan untuk didengar.

Sehingga orang tua atau guru harus pKamui-pKamui menggunakan cara yang kreatif dan menarik agar nasehat yang diberikan mau didengar oleh anak dan dijalankannya.

2. Mudah Dipahami

Selain caranya menyenangkan, anak juga akan lebih mudah memahami nasehat yang diberikan lewat sebuah pantun. Mengapa demikian?

Saat anak mendengarkannya dengan penuh perhatian dan rasa yang senang, anak akan lebih mudah menangkap apa yang disampaikan.

Kalaupun anak merasa hal itu kurang dapat dipahaminya, anak akan merasa penasaran akan maksudnya dan terpancing untuk menanyakannya.

3. Menyenangkan

Selain mudah dipahami, anak juga akan merasa gembira saat dinasehati bab-bab agama menggunakan pantun agama.

Sebab hal ini bukan cara yang biasa didapatkan dari orang tuanya, sehingga lebih merangsang rasa ingin tahunya untuk mendengarkannya sampai ujung pantun.

Itulah informasi terlengkap tentang pantun agama beserta contoh dan maknanya yang rekomendasi bagi Kamu. Semoga bermanfaat dan jangan lupa budayakan bijak dalam berpantun.

Meski bukan hal baru, namun tidak ada salahnya lo untuk mulai menggunakan pantun sesekali dalam obrolan dengan teman.

Rekomendasi buat kamu baca : Pantun Nasehat

Selamat bermanfaat!