Kumpulan Contoh Puisi untuk Guruku Tercinta, Pahlawanku Tanpa Tanda Jasa

Puisi untuk Guru

image via canva.com/goodminds.id

Guru merupakan salah satu profesi yang dimiliki oleh seseorang. Keberadaan guru dianggap penting, bahkan ia dijuluki sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Bagaimana tidak, guru membimbing, mendidik, dan mengajarkan muridnya untuk menjadi orang yang pandai.

Tanpa adanya guru tidak akan ada presiden, dokter, bidang, perawat dan lahir guru-guru lainnya. Ya, karena semua kepandaian, ilmu pengetahuan didapatkan dari seorang guru.

Nah, untuk membalas jasa-jasa guru kita, yuk berikan mereka sedikit puisi guru yang sederhana namun berharga.

Kumpulan Puisi Guru

Sebab, guru tidak pernah mengharapkan apa-apa dari murid-muridnya. Ketika muridnya sukses, maka guru juga akan merasa senang dan menganggap dirinya telah berhasil dalam mendidik.

Untuk itu, yuk simak contoh-contoh puisi guru di bawah ini.

#1. Kaulah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Kau cerdaskan anak bangsa ini

Mengabdi, tinggalkan keluarga tercintamu

Berangkat ketika semua orang masih sibuk mengurusi keluarganya

Kau berjuang untuk mengurusi anak orang lain

Mungkin memang pantas jika engkau disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa

Sebab, kau ikhlas cerdaskan anak bangsa tanpa meminta balasan

Bahkan, kau bahagia ketika melihat anak didikmu sukses dan menjadi orang

Meskipun mereka tak ingat akan jasa-jasamu

Tugasmu memang mulia

Jasamu memang tiada duanya

Aku tak bisa membalas apa-apa untuk mu

Semoga engkau, selalu dibalas dengan kebahagiaan yang berlipat ganda dari Tuhan wahai guruku

 

#2. Senyum Indah Guruku

Aku heran, mengapa kau selalu tersenyum di hadapan kami

Mendengar keluh kesah kami

Melerai kami yang bertengkar

Menenangkan kami yang ribut di kelas

Apakah kau tak punya kesedihan?

Atau engkau tutupi semua kesedihan di hadapan kami?

Entah apa itu,

Yang pasti, senyum indahmu yang membuat hari-hariku di kelas semakin semangat

Tutur lembutmu yang membuatku ingin selalu belajar

Sifat sabarmu yang membuatku berjuang untuk menggapai cita

Ya, seperti lah engkau wahai guruku sayang

 

#3. Kapur dan papan hitam saksi hidupmu

Masihkah ingat engkau

Dengan goresan kapur yang kau ukir di papan hitam itu

Tangan putih penuh debu kapur

Aroma kapur yang sudah menjadi sahabat

Ya, kau bergulat dengan semua itu setiap hari

Mengajarkan kami mulai dari a hingga kami bisa membaca

Mengajarkan kami angka 1 hingga kami mampu berhitung

Menjelaskan banyak hal tentang dunia

Mengukir kebahagiaan angan dan cita

Semua itu kau lakukan dengan tulus tanpa balasan

Bahkan, kau tidak pernah meminta sepeser pun dari kami

Hanya melihat anak-anakmu ini bahagia dan menggapai cita

Kerja kerasmu akan terasa hingga ke sanubari

Terima kasih guruku

Tanpamu, mungkin aku yang seperti ini tidak akan pernah lahir

 

#4. Pena Guruku

Darimu aku mengenal indahnya nilai 100

Darimu aku tahu indahnya coretan pena A di bukuku

Darimu pula aku tahu 0 di kertasku

tak pernah bosan kau ajarkan aku banyak ilmu

menuliskan semua hal tentang dunia ini

mengajarkan bagaimana cara menyentuh bahkan menggapai dunia

ya, pena yang engkau tuliskan di kertasku

mengajarkan banyak hal

banyak hal tentang perjuangan

banyak hal tentang keputusasaan

banyak hal tentang kebanggaan

banyak hal tentang cinta dan kasih sayang

penamu pula yang mengantarkan ku ke jalan kesuksesan

tanpamu, mungkin aku bukanlah aku saat ini

bisa saja aku adalah manusia yang tak tau apa-apa

manusia yang hanya tahu gelapnya dunia

namun, dengan cinta dan perjuangan mu yang tulus

kau ajarkan aku, betapa indah dan terangnya dunia

dengan ilmu yang engkau ajarkan padaku

semoga jasamu akan selalu dikenang guruku

#5. Sang inspirator

Tahukah kau…

Kau adalah inspirator ku

Kau tampak hebat saat mengajar kami di depan kelas

Kau tampak sangat luar biasa hingga diriku merasa sangat kagum

Aku tak pernah menemukan sosok sepertimu di luar sana

Hanya dirimu yang bisa memahami aku

Memaklumi sifat nakalku

Memaklumi sifat cengengku

Bahkan, kau juga selalu sabar mengajarkan ku hingga aku bisa

Ya, seperti itulah caramu menjadi inspirator dalam hidupku

Kini tugasmu sudah usai

Perlu kau tahu

Aku ingin menjadi seperti dirimu

Meskipun hal sepele yang kau lakukan

Namun dampaknya sangat luar biasa bagi masa depanku

Tak ada bisa yang aku ucapkan untukmu

Selain rasa bangga karena engkau pernah memberikan ku banyak ilmu tentang dunia

 

#6. Guru Dalam Sandera

(oleh La Jumadin)

Guru….

Sosok insan yang begitu mulia

Ia rela menghabiskan waktunya demi anak bangsa

Tak kenal lelah,

Hanya semangat, asa dan doa yang keluar dari bibirnya

Demi kecerdasan anak bangsa

Kini ia telah disandera

Disandera akan beribu administrasi

Ia jarang bercengkrama dengan siswa siswanya

Ia hanyut bahkan tenggelam akan administrasi

Demi kesejahteraan yang ingin diraihnya

Kini ia telah disandera disandera akan berbagai aturan

Hingga ia segan untuk mendidik anak bangsa

Ketika nurani berbisik untuk mendidik dengan ikhlas

Hati kecilnya pun berkata

“tak takutkah engkau dengan jeruji besi?”

Oooohhh guru

Sampai kapankah engkau akan tetap disandera

 

#7. Sang Pengabdi

Setiap pagi kau tinggalkan anak dan suamimu

Berpacu demi waktu untuk kami

Tak menghiraukan dinginnya embun pagi yang menusuk

Atau panasnya terik matahari yang membakar

Kau bagaikan sebuah cawan air

Mengairi setiap gelas demi gelas yang kosong agar bisa penuh

Berjuang untuk mencerdaskan anak bangsa

Tanpa budi dan imbalan

Kau pantas untuk dijadikan sebagai pahlawan

Pengabdian tulus dan cintamu kepada kami

Tak akan pernah bisa terbalaskan

Ruang persegi kelas ini menjadi saksi bisu akan perjuangan kerasmu

Mengabdi untuk bangsa

Berjuang untuk cita-cita yang mulia

Entah berapa banyak tinta dan kapur yang tergores di papan sana

Entah berapa jumlah suara yang engkau keluarkan setiap harinya

Namun, kau tak pernah mengeluh

Bahkan kau selalu tunjukkan senyum dan cintamu kepada kami

Namun, dengan ilmu yang engkau berikan

Mereka akan tumbuh menjadi tunas-tunas yang berkualitas dan bisa engkau banggakan

Guruku, engkaulah sang pengabdi sejati

 

#8. Guruku

Guruku

Engkaulah guruku

Guru yang rela mengabdi setiap hari

Berangkat setiap hari di saat yang lain masih sibuk dengan anak-anaknya

Kau begitu luar biasa guruku

Mendidik anakmu

Mendidik orang lain untuk bisa menjadi orang yang berhasil

Ketulusanmu dalam mendidik kami bagaikan sebuah danau di tengah padang pasir

Ya, kau menghilangkan rasa dahaga

Menjawab semua kegalauan di dunia

Denganmu

Aku tahu banyak hal tentang dunia ini

Bahkan hal-hal yang tak pernah kupikirkan sebelumnya

Hal-hal baru yang sangat menarik untuk dipelajari

Guruku

Lembut suaramu

Lantangnya sifat tegasmu

Semua itu demi apa

Demi kami

Kau tak pernah menguntungkan dirimu dengan melakukan semua itu

Namun, karena niat baik untuk mencerdaskan bangsa

Kau menjadi inspirasi yang sangat berharga

Wahai kawanku

Sesukses apapun dirimu

Hal itu tidak akan pernah terjadi tanpa campur tangan dari guru

Untuk itu

Mari kita persembahkan sebuah ucapan yang teramat sangat mendalam

Sebuah cinta dan kasih sayang yang tulus

Meskipun tak ada secuil kuku bagimu

Namun, kami ucapkan terima kasih akan hal itu guruku

Atas pengorbananmu yang besar

Cinta kasihmu yang sangat luar biasa

Terima kasih ku ucapkan

Wahai engkau pahlawan tanpa tanda jasa

 

#9. Guru

Di gugu lan ditiru

Itulah peribahasa yang diberikan kepadamu dalam bahasa jawa

Ya, engkau mengajarkan banyak kebaikan

Kemudian kami menirunya

Engkau ajarkan kami hal yang baru

Lalu kami memahaminya

Engkau ajarkan sesuatu yang indah

Lalu kami merasa terpesona

Engkau ajarkan kesabaran

Lalu kami memahaminya

Ya, seperti itu

Apapun yang kau ajarkan

Selalu kami lakukan

Karena bagi kami

Kau lebih hebat dibandingkan dengan super hero di luar sana

Kau lebih hebat dari Gatot Kaca si otot kawat tulang besi

Karena apa?

Karena kau ajarkan banyak ilmu kepada kami

Ilmu yang tidak bisa mereka ajarkan

Ilmu yang berguna untuk menatap masa depan

Menciptakan harapan baru

Menciptakan semangat untuk menggapai cita

Sungguh mulia tugasmu guruku

Hingga tak ada hal yang bisa membalasnya

 

#10. Sang Guru

Masih ingatkah engkau

Saat aku terbata-bata mengeja aksara

Saat mulutku terasa kaku untuk mengucapkan A

Saat tubuhku gemetaran saat kau suruh aku maju ke depan

Kau terangkan kehidupan ku yang gelap

Kehidupan yang masih kosong tanpa isi

Dan engkau mengisinya dengan hal-hal baru

Penuh kejutan

Penuh kebahagiaan

Penuh derai air mata

Masih ingatkah engkau dengan tangisku

Tangis ingin pulang karena dijahili teman

Tangis karena malu pipis di celana

Ya itu memang memalukan

Namun dari itu aku belajar banyak hal

Belajar akan kesabaran seseorang yang memahami karakter ribuan anak di dunia ini

Karakter ku tentunya berbeda dengan temanku

Begitupun sebaliknya

Namun

Kau sungguh hebat

Kau satukan karakter kami yang berbeda menjadi satu

Untuk bisa belajar mendapatkan ilmu

Kau juga tidak pernah membedakan kami

Kamu sama ratakan ilmu yang kau miliki untuk dibagi

Sayangnya, kamilah yang menerimanya dengan setengah-setengah atau semuanya

Jasamu akan selalu ku ingat guruku

Dan bahkan aku ingin menjadi sepertimu

Sebuah cita-cita yang sangat mulia

Mencerdaskan bangsa tanpa budi dan jasa

 

#11. Pahlawan yang Terabaikan

Ia adalah pahlawan yang tak ingin disebut pahlawan

Padahal ia memiliki jasa yang sangat besar bagi negeri ini

Tebaklah siapakah pahlawan ini

Sosok yang sering terabaikan

Sosok yang sering terlupakan

Dan bahkan sosok yang keberadaannya tidak dianggap

Ia adalah pahlawan yang tak ingin disebut pahlawan

Ingatlah apa kira-kira jasa yang dilakukan

Ia bukan pahlawan yang menggenggam senjata

Ia juga tak mahir dalam berperang

Yang ia miliki hanya cinta dan kesabaran

Ilmu yang luar biasa

Dan juga harapan besar untuk kita semua

Siapakah ia?

Ia adalah pahlawan yang tak ingin disebut pahlawan

Keberhasilan yang kau dapatkan saat ini

Tak pernah luput dari jasa dan cinta kasihnya

Kecerdasan yang kau miliki saat ini

Kau dapatkan semata-mata hanya darinya

Siapakah ia?

Ia adalah pahlawan yang tak ingin disebut pahlawan

Dapatkah kau mengingat siapa ia?

Ia adalah pahlawan yang tak ingin disebut pahlawan

Ia adalah gurumu

 

Puisi Guru

image via canva.com/goodminds.id

#12. Cinta Haus Akan Ilmu

Aku haus akan ilmu

Sebuah hal baru yang dapat mengubah segalanya

Aku haus akan ilmu

Ilmu yang bermanfaat yang bisa berguna

Aku haus akan ilmu

Ilmu penuh cinta dan kesabaran di dalamnya

Ilmu-ilmu ini hanya aku dapatkan darimu

Sebuah kesederhanaan

Sebuah cinta yang tulus

Sebuah ilmu yang sederhana namun mengena

Aku haus akan ilmu

Hingga kau tak pernah lelah ajarkan banyak hal kepadaku

Hal-hal yang sederhana

Hingga hal-hal yang rumit

Aku haus akan ilmu

Sebuah ilmu yang akan aku gunakan untuk masa depanku

Sebuah ilmu yang akan mengubah hidupku

Sebuah ilmu yang akan membawaku ke jalan penuh kesuksesan

Aku haus akan ilmu

Ilmu-ilmu yang kau miliki

Aku haus akan ilmu

Ilmu-ilmu yang bermanfaat hingga sampai akhir hayatku nanti

 

#13. Sang Pencetak Presiden

Kau belum pernah menjadi presiden

Namun Kamu bisa menciptakan presiden

Kau belum pernah tahu bagaimana rumitnya menjaga negara

Rumitnya mengurusi negara

Mengurusi bagaimana permasalahan negara

Namun, Kamu bisa menciptakan orang yang dapat memimpin negara

Itulah hebatnya dirimu

Yang dianggap oleh banyak orang bukan siapa-siapa

Namun, tanpa dirimu

Tidak akan pernah lahir seorang presiden hebat di dunia ini

Tidak akan pernah lahir tokoh penting di dunia ini

Meskipun dirimu bukan siapa-siapa

Namun kau adalah sang pencetak presiden

 

#14. Super Hero Pendidikan

Apakah kau tahu ada banyak super hero di dunia ini

Mulai dari superman, iron man, hulk, dan masih banyak lainnya

Ya mereka dianggap sebagai super hero di dunia ini

Layaknya dirimu

Kau juga seorang super hero

Namun, kau tidak bertarung melawan kejahatan

Namun kau bertarung dengan kebodohan

Kau singkirkan semua sifat malas kami

Kau ajarkan kedisiplinan

Kau ajarkan banyak hal baru yang berharga

Hal baru tentang dunia

Hal baru tentang alam

Hal baru tentang masa depan yang belum sempat kutahu sebelumnya

Kau adalah super hero pendidikan

Berjuang untuk mencerdaskan anak bangsa

Tanpa lelah dan penuh dengan semangat di dada

Tujuanmu hanya satu

Untuk mengubah negeri ini menjadi lebih baik

Sebuah negeri yang aman

Tentram, bahagia dan sejahtera

Kau berikan banyak keterampilan kepada kami

Agar kami siap untuk menatap dunia yang lebih kejam

Terima kasih super heroku

Wahai engkau guruku

 

#15. Guruku Engkau Pelitaku

Saatku berada di ambang kegalauan

Kau hadir menawarkan harapan yang sangat indah

Saatku di ambang kesedihan

Kau tawarkan semangat yang menggelora

Semangat untuk terus belajar

Menuntut ilmu hingga aku bisa

Guruku engkau pelitaku

Pelita hidupku

Lentera di kegelapan

Bulan di malamku

Tanpamu

Entah seperti apa aku saat ini

Mungkin aku taka akan pernah melihat cahaya

Kehilangan harapan

Kehilangan semangat untuk terus berjuang

Guruku

Kau ajarkan aku banyak hal

Ajarkan aku tentang cinta

Tentang kesabaran

Tentang ketulusan

Tentang rasa tak kenal pamrih

Tentang cinta untuk bangsa

Cinta untuk ilmu

Dan cinta untuk anak didikmu

Terima kasih guruku

Engkau adalah pelita di hidupku

..

 

Ada banyak sekali puisi guru yang bisa Kamu simak di atas. Sebuah puisi yang sangat menyentuh.

Dari puisi-puisi di atas kita juga menjadi paham bahwa pengorbanan guru itu sangat besar. kasih sayang dan cinta yang diberikan sangat luar biasa.

Bahkan, mereka rela mencerdaskan anak bangsa meskipun jasanya tak pernah dipandang. Mereka adalah pencetak orang-orang yang sukses.

Orang-orang yang andal dan penuh dengan semangat untuk berjuang.

Dengan puisi guru ini, semoga dapat mewakili rasa terima kasih kita kepada seluruh guru yang ada di dunia, tanpa jasanya, mungkin kita saat ini bukanlah siapa-siapa.

Baca juga : Kumpulan Puisi Pendidikan

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close