Ingat Perjuangan RA Kartini Dengan Kumpulan Puisi Kartini Ini

Puisi Kartini

image via canva.com/goodminds.id

Salah satu pahlawan wanita yang memiliki jasa yang sangat luar biasa bagi wanita adalah RA kartini. Wanita yang lahir di Jepara. Beliau juga disebut sebagai tokoh emansipasi wanita.

Karena jasa yang beliau berikan kepada bangsa ini, maka setiap tanggal 21 April dirayakan sebagai hari Kartini.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengenang jasa RA Kartini adalah dengan membuat puisi Kartini. Berikut ini adalah beberapa kumpulan puisi tentang RA Kartini yang bisa Kamu simak.

#1. Raden Ajeng Kartini

Engkaulah putri sejati

Sang putri yang harum namanya

RA Kartini

Cita-citamu sungguh sangat luhur

Tak gentar untuk memerdekakan kaum wanita

Tak takut meski dihadang senjata

Demi kebangkitan dari kaummu

Kau rela berkorban tumpahkan jiwa dan raga

Kau sejajarkan kami di mata dunia

RA Kartini

Kau adalah cerminan bagi kami

Dunia kami menjadi lebih indah karena mu

Menjadi lebih cerah karena perjuangan mu

Kami bangga sebagai seorang wanita karenamu

Kami berjanji padamu

Memajukan negeri ini meski kami adalah wanita

Kami ingin mengikuti jejak mu

Tak takut dengan kejamnya dunia

Demi melanjutkan citamu yang luhur untuk bangsa

 

#2. Penerang di Kegelapan

Hidup kami kala itu gelap dan tak tahu arah

Seperti seekor kerbau yang tunduk dengan tuannya

Dibawa kemanapun kami bersedia

Meksi hati nurani kami menolak

Namun, kami tak bisa berbuat apa-apa

Jangankan untuk menjadi wanita pekerja

Belajar membaca saja sudah bagai neraka

Karena kala itu kami tak diperbolehkan

Namun…

Berkat jasa dan perjuangan mu

Kami wanita yang selalu ditindas

Menatap ke depan pun tak sanggup

Jangankan memiliki cita-cita

Membayangkan nya saja kami tak bisa

Namun…..

Berkat jasa dan perjuangan mu

Kau setarakan kami di mata dunia

Kau jadikan kami wanita pemberani yang bisa menggapai cita tanpa takut

Demi untuk memajukan bangsa

Terima kasih Kartini ku

Jasamu

Pengorbananmu

Akan ku ingat selalu

 

#3. Di kala Mentari Tampakkan Sinarnya

Di kala mentari tampakkan sinarnya

Menandakan hari ini sudah berubah

Kami bukan wanita dulu yang bisa ditindas

Kini kami adalah wanita yang baru

Wanita yang penuh dengan keberanian

Wanita yang ingin terus belajar dan menggapai masa depan

Kami adalah kartini muda

Yang siap berjuang untuk bangsa

Tanpa rasa takut

Tanpa nyali yang ciut

Karena kami setara di mata dunia

Jika kalian berani menindas kami

Kami siap melawan di garis paling depan

Karena kami bukan wanita yang dulu

Berkat perjuangan ibu Kartiniku

 

#4. Kami Kartini Muda

Jika dahulu perempuan hanya diam di huniannya

Atau hanya menjadi budak di istananya sendiri

Maka kali ini semua sudah berubah

Semenjak kau perjuangkan hak-hak kami di dunia

Kau bosan melihat ketidak adilan pada kaummu sendiri

Yang dahulu hanya dipandang sebelah mata

Sosok mu lah yang berhasil mengubah segalanya

Menciptakan kartini-kartini muda penerus bangsa

Karena perjuangan mu dahulu

Kini kami masih bisa merasakannya

Terima kasih ku ucapkan padamu

Berkat jasamu

Kini kami bisa bernapas lebih lega

 

#5. Ibu Kartini

Meski kau kini telah tiada

Namun jasamu akan selalu dikenang

Semangatmu masih terus berkobar

Membekas di hati kaum wanita Indonesia

Ibu Kartini

Lihatlah kini kartini-kartini modern masa kini

Mereka bisa seperti ini berkat perjuangan mu

Ingin kurasakan kembali hadir mu

Yang memberikan semangat bagi jiwa

Yang memberikan keadilan kepada wanita

Dan yang selalu mengingatkan kami kembali akan

Habis gelap terbitlah terang

 

#5. Harum Namanya

Sehebat apapun wanita di dunia ini

Tak ada yang lebih hebat dibandingkan dengan dirimu

Secantik apapun wanita saat ini

Tak ada yang melebihi cantik mu

Karena cantik mu itu tulus

Karena hebat mu itu luar biasa

Kami sebagai wanita bukanlah apa-apa jika tanpa dirimu

Mungkin saja kami masih di rumah dan tak bisa kemana-mana

Namun lihatlah

Berkatmu

Berkat usahamu

Berkat kerja kerasmu

Kini semua wanita bisa melakukan apa saja yang diinginkan

Bisa menggapai cita seperti apa yang diinginkan

Bahkan negara ini juga sempat dipimpin oleh wanita

Lihatlah Ibu Kartini

Meskipun engkau telah tiada

Namun harum namamu akan abadi selamanya

***

#6. Sang Inspirasi

Habis gelap terbitlah terang

Itulah semboyanmu

Tanpa ada sekat antara kita dan mereka

Kau menghapus semua sekat itu

Kau tunjukkan pada dunia

Tak ada beda antara wanita dan pria

Kau korbankan jiwa dan raga

Hidup dan mati demi keadilan kaummu

Dengan penuh semangat yang membara

Kau tunjukkan bahwa kami ini bisa

Usaha da semangatmu yang tak pernah padam

Meskipun cacian yang terus menerjang

Dengan semangat kau terus bertahan

Untuk menghancurkan sekat pembatas

Untuk selamanya

Kini hasilmu berbuah manis

Kini kaummu lebih dihargai

Kaummu memperoleh keadilan yang kau inginkan

Karena hal itulah kau menjadi inspirasi setiap perempuan

Kau adalah inspirasi bagi wanita di seluruh negeri

Kau adalah ibu kita

Terima kasih atas jasamu

Yang menjadikan kami wanita yang lebih kuat

Menjadikan kami wanita yang lebih hebat

Terima kasih Ibu Kartini

Doa kami selalu menyertai

 

#7. Ksatria Wanita

Hujan belum berhenti

Kabut tebal masih menyelimuti

Budaya pilih kasih di negeri ini

Menjadikan hak wanita dibatasi

Tangsi selalu mengalir di pipi

Tak ada satupun yang peduli

Meski menangis merintih

Mereka menutup telinga seolah tuli

Wanita dikurung

Wanita dilarung

Wanita dikungkung

Wanita tempurung

Lemah tak memiliki daya

Melawan pun tak akan bisa

Pasrah menerima semua yang ada

Menerima berbagai macam tubian siksa

Kini semua itu telah sirna

Karena hadirnya sosok ksatria

Seorang Kartini yang Mulia

Berjuang untuk kaumnya

Kini perempuan terlepas

Bebas tanpa ada batas

Setara dan telah merdeka

Kini tak ada luka lagi

Duka tak akan kembali

Semuanya kini telah sirna

Tergantikan dengan senyum di pipi

Inilah hasilnya

Hasil jerih payahnya

Jerih payah yang menggelora

Kaulah ksataria wanita

Raden Ajeng Kartini

 

#8. Kami Penerus mu

Keluargamu terpandang, raden

Hidupmu gemerlap, Ajeng

Kau pun bahkan dikenal, Kartini

Layaknya warna lukisan kehidupan

Untuk perempuan Indonesia

Bukumu mengubah pola pikir kami

mengubah takdir wanita saat ini

mengubah kejamnya masa lalu

hingga wanita terbebas dan tak lagi terbelenggu

masa lalu kelam wanita kau tulis

untukmu dalam bentuk kisah ini

sebuah dunia yang kau impikan

saat ini sudah hadir di depan mata

kini perempuan sudah maju

tak lagi terbelenggu seperti kala itu

tak lagi terikat aturan yang menyiksa

meskipun wanita saat ini masih penuh emosi

dengan mata yang merah

berderai air mata

dan senyum pun perlahan sirna

dari indahnya wajahmu itu

dipaksa untuk menjadi kekasih orang

namun kau tetap memberontak dari kegelapan

namun, karenamu

namamu saat ini semakin dikenang

revolusi wanita juga ini terciptakan

kini kami telah setara

kami adalah penerusmu

matahari sudah terbit

senyum perempuan Indonesia sudah tersungging

kini kau selalu diingat

dan Kamu adalah penerusmu

 

#9. Pejuang wanita

Entah apa jadinya aku

Jika engkau tak berjuang dahulu

Entah apa jadinya aku

Jika keadilan tak kau perjuangkan

Mungkin aku masih menjadi wanita yang tertindas

Wanita yang menunggu istana rumahnya tanpa tahu apa-apa

Mungkin aku juga tidak akan pernah bisa melihat indahnya kehidupan

Atau bahkan aku masih terbelenggu dengan banyaknya aturan yang menyakitkan

Jalan ini masih panjang

Namun berkat perjuanganmu aku bisa melaluinya dengan tenang

Denganmu pula aku bisa menggapai cita

Mencapai keinginan dan harapan

Terima kasih ibu Kartini

Engkau memang pejuang wanita sejati

 

#10. Wanita Sejuta Harapan

Jika dahulu wanita hanya bungkam

namun banyak orang yang menganggapmu membangkang

membangkang karena tak ingin menjadi wanita yang hanya bungkam saja

kau memiliki sejuta harapan dan cita

untuk menjadi wanita yang luar biasa

namun, berkat harapan dan perjuanganmu dahulu

kini penersumu sudah bahagia

mereka bebas untuk mengenyam dunia pendidikan

tanpa takut harus melawan senjata dan orang tua

berkat jasamu

wanita di Indonesia kini setara dan memiliki hak yang sama

tak ada lagi wanita yang ditindas dan hanya menjadi penunggu istananya sendiri

banyak wanita yang bisa menggapai cita setinggi langit kini

mengenyam asa

menciptakan harapan-harapan baru untuk terus bahagia

terima kasih Ibu Kartini

dengan sejuta harapanmu

diriku kini bisa bernapas lega

 

#11. Putri Bangsa

Jiwa-jiwa yang dimuliakan Tuhan

Sosok putri yang lahir dari sebuah pandangan

Menentang ada untuk kemajuan wanita

Engkau adalah putri bangsa

Ibu Kartini

Ibu yang mengangkat kesetaraan

Seorang Ibu yang memperjuangkan derajat wanita

Tak bisa dipandang lemah

Karena Ibu Kita menginginkan kemandirian

Ibu Kartini

Engkau Ibu yang bijak dalam kehidupan

Menjalani hidup dengan penuh cita dan impian

Agar putri bangsa tak sekedar menjadi penghias negara

Agar putri bangsa tak sekedar pemandangan

Namun, putri bangsa adalah perubah bangsa

 

#12. Puisi Kartini

21 April 1964 engkau dilahirkan

Bayi kecil nan mungil lahir dengan paras nan ayu

Bayi kecil yang tumbuh menjadi gadis cantik dengan penuh kecerdasan

Akal budimu nan lugu

Ternyata mampu membawa perempuan untuk membuka dunia

Membawa dunia di tangan hawa

Agar bisa sejajar dengan para kaum adam

Hai Kartini

Di hari lahirmu ini

Dimana Tuhan mengutusmu untuk menjadi pahlawan perempuan di seluruh negeri

Untuk mengubah hal yang tak pasti

Menjadi sepercik harapan yang bisa kita nikmati saat ini

Hai Kartini

Selamat Ulang Tahun

Saksikanlah kami perempuan masa kini

Untuk bisa menjadi perempuan sejati

Perempuan yang masih bisa terus mengabdi

Tanpa ada batasan dan aturan yang menyayat hati

 

#13. Bagimu Srikandi

Tanah Jiwa sang tanah para pujangga

Tak lekang mengais kata

Untuk sang Srikandi pejuang wanita

Untuk sang kartini pahlawan bangsa

Tabir kecantikan menghiasi wajahnya

Menghela cinta di balik pasrah

Perempuan kau jadikan anugerah

Bukan sebagai alat pemuas nafsu belaka

Wahai Srikandi,

Kau berjuang dari balik keayuan

Menuang keagungan di antara impian

Untuk kebebasan dan kesejahteraan perempuan

 

#14. Perempuan Aset bangsa

Masihkah kau temukan wanita yang hanya di rumah saja saat ini?

Masihkah kau temukan wanita menderita karena tidak memiliki kebebasan

Masihkah kau melihat wanita yang tidak bisa mengenyam pendidikan

Tentunya saat ini kau tidak akan menemukan lagi

Yang bisa kau temukan hanyalah

Wanita yang pemberani

Wanita dengan penuh cita

Wanita dengan penuh semangat

Dan wanita yang berpendidikan

Semua itu terjadi berkat kerja kerasmu

Dengan perjuanganmu

Kini semua wanita dapat sejahtera dan memiliki kesetaraan

Berkat usahamu

Kini wanita tak lagi dibelenggu

Kini wanita bebas untuk memilih jalan hidup seperti apa

Untuk menjadi wanita yang cerdas

Dan tidak hanya dijadikan sebagai pemuas nafsu belaka

 

#15. Kartiniku Pahlawanku

Oleh: Rifky Nur Ahdini

Tak henti-hentinya aku mengucap syukur karena telah memiliki sosok ibu sepertimu

Kau rela memperjuangkan hidup dan matimu untuk melahirkanku ke dunia ini

Rela menjagaku selama 9 bulan

Meksi amsih di dalam kandungan

Dan rela menyitakan waktumu

Hanya untuk membesarkan dan mendidikku

Ibu…. kasih sayangmu tak kan bertepi

Kepedulianmu selalu di hati

Kau pelipur lara yang abadi

Jiwaku hilang jika tanpamu

Baktiku hanya untukmu

Ketulusan hatiku kan ku lakukan hanya untuk membuatmu tersenyum

Meski laguku selalu membuatmu sedih

Namun kau selalu mendoakan ku

Dalam setiap doa yang kau panjatkan

Kasih sayangmu takkan bisa dibayar dengan uang

Kehadiranmu tak kan bisa digantikan

Kebahagiaanmu adalah obat untuk langkah hidupku

 

#16. Perjuangan Kartini

Dulu Kartini Sama seperti perempuan lainnya

Terikat, terkekang dan memiliki derajat yang rendah

Seperti terkurung dalam jeruji besi dan penuh dengan keterpurukan

Namun, kini Kartini berhasil merubah derajat perempuan menjadi lebih baik

Kau buat perempuan memiliki derajat yang sama dengan laki-laki

Bebas untuk berbuat apa

Bebas pula untuk menyerukan pendapatnya

Bahkan, berkat perjuangan Kartini

Kini perempuan juga bebas untuk bekerja

Bahkan, banyak pula perempuan yang dapat menginspirasi pendapat

Kini perjuanganmu tidak sia-sia

Saat ini perempuan sudah sama derajatnya dengan lelaki

Tak lagi dipandang hina

Tak lagi dipandang sebelah mata

Terima kasih atas perjuanganmu

Saat ini wanita telah merdeka

Tinggal merasakan hasil kerja keringatmu yang bercucuran kala itu

 

#17. RA Kartini, Namamu Abadi

Namamu Abadi dikenang oleh bangsa

Atas jasa yang kau lakukan selama kau hidup

Untuk membawa kaum wanita menuju ke kemerdekaaan

Engkaulah sang putri bangsa

Yang harum namanya

Tak memiliki rasa takut

Rela melawan adat

Demi kesetaraan kaum wanita

Kau adalah pahlawan bangsa ini

Jasamu kini indah tertulis

Di setiap jiwa wanita di seluruh negeri

Namamu akan dikenang

Untuk selamanya wahai RA Kartini

 

#18. Emansipasi Wanita

Raden Ajeng kartini

Kau adalah wanita yang lahir di masa penjajahan

Seorang gadis cantik yang tumbuh dengan penuh perjuangan

Kau perjuangkan nasib wanita di negeri ini

Kini perjuanganmu telah berbuah manis

Coba kau lihat saat ini

Tak ada lagi wanita yang menderita

Tak ada lagi wanita yang tidak boleh bekerja

Karena sekat pembatas itu telah kau robohkan

Kini semua wanita bahagia

Karena mereka bebas untuk meraih cita

Bahkan wanita kini memiliki peran utama di mata dunia

Terima kasih RA kartini

Engkau memang tokoh emansipasi wanita sejati

..

 

Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari sosok Raden Ajeng kartini. Beliau sama seperti wanita Indonesia umumnya yang lugu dan berparas ayu.

Namun, pola pikirnya lebih maju dimana beliau menuntut kesetaraan agar wanita tidak hanya di rumah saja

Berkat kerja keras dan perjuangannya, kini semuanya telah terbayarkan. Banyak wanita yang sudah merdeka dan bisa menggapai cita.

Semoga dengan kumpulan puisi Kartini di atas dapat menginspirasi wanita lain yang ada di seluruh dunia. mari sebagai wanita, kita teruskan perjuangan RA kartini agar perjuangannya tidak pernah sia-sia.

Terimakasih sudah berkunjung dan membaca artikel ini.

Klik star berikut untuk memberikan dukungan pada kami 😀

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close