Majas Metafora: Pengertian, Ciri, Jenis dan 70 Contohnya

Majas Metafora

image via canva.com/goodminds.id

Pengertian majas metafora ialah suatu gaya bahasa dalam karya sastra yang bermakna kiasan untuk menggambarkan suatu objek dengan perbandingan langsung serta tepat atas dasar sifat yang sama atau hampir sama dengan objek lain.

Loading...

Dengan kata lain, majas metafora merupakan suatu ungkapan secara langsung yang berupa perbandingan analogis antara frasa atau kata yang dipakai bukanlah makna yang sesungguhya, akan tetapi untuk menggambarkan persamaan atau perbandingan sebuah objek dengan objek lain.

Majas ini kerap digunakan sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan pilihan kata serta bentuk ekspresi penulis.

Ciri-Ciri Majas Metafora

Gaya bahasa metafora merupakan gaya bahasa yang tidak menggunakan kata sebenarnya melainkan dengan gambaran berdasarkan perbandingan atau persamaan.

Ciri lain dari majas metafora adalah:

  • Memakai frasa atau kata yang mempunyai makna kiasan untuk menyamakan ataupun membandingkan sebuah objek dengan objek lain.
  • Membandingkan sebuah objek atau keadaan dengan menggunakan perbandingan lain serta tanpa memakai kata pembanding seperti kata laksana, bak, bagaikan dan lain sebagainya.
  • Tidak memakai konjungsi atau kata penghubung dalam kalimat-kalimatnya.

Jenis-Jenis Majas Metafora

Dalam pengelompokannya, majas metafora dibagi dalam 2 jenis, yaitu:

1. Metafora in Praesentia

Metafora in Praesentia ialah jenis majas yang mana objek yang akan dibandingkan disampaikan bersama dengan objek pembandingnya, sehingga makna yang dihasilkan bersifat eksplisit.

Contoh: Nadia adalah kembang desa yang menarik banyak perhatian pria desa Sendang.

Dari kalimat tersebut terdapat kata ‘kembang desa’ yang artinya adalah Nadia merupakan gadis yang begitu cantik.

2. Metafora in Absentia

Metafora in Absentia ialah majas yang mengungkapkan sesuatu dengan implisit, sehingga kadang disalah artikan oleh pendengar atau pembacanya, sebab bisa terjadi penyimpangan makna.

Contoh: banyak pemuda di desa Sendang yang ingin memperistri mawar desa itu.

Dari kalimat tersebut terdapat kata ‘mawar desa’ yang artinya cukup beragam, bisa gadis cantik atau wanita yang belum menikah.

Contoh Majas Metafora

Untuk lebih mengenal majas metafora berikut ini adalah beberapa contoh kalimat yang menggunakan gaya bahasa kiasan tersebut.

  1. Anak-anak adalah tunas bangsa yang akan menjadi agen perubahan untuk negeri ini.
  2. Si jago merah berhasil melahap hampir semua perumahan yang ada di Magelang.
  3. Salah satu sikap baik adalah memiliki perasaan yang rendah hati.
  4. Perlu usaha keras untuk menjadi anak emas di kelas, yaitu dengan belajar.
  5. Ayah dan Ibu sangat menyayangi buah hatinya.
  6. Kehidupan yang sangat keras menuntut perempuan itu menjadi kupu-kupu malam untuk menambah penghasilan.
  7. Kita harus mampu belajar untuk berlapang dada dalam menerima setiap ujian hidup.
  8. Orang yang memakai kacamata sering dijuluki kutu buku.
  9. Senyumannya seindah embun pagi yang menyegarkan.
  10. Debat pendapat dengan orang yang kepala batu itu percuma karena dia akan tetap bersikukuh dan sulit menerima pendapat dari orang lain.
  11. Pengetahuan adalah jendela dunia, penerang untuk seluruh penjuru dunia.
  12. Guru adalah seorang pahlawan tanpa tanda jasa yang bertugas mencerdaskan bangsa.
  13. Internet merupakan gudang ilmu masa kini yang membantu konsumennya lebih mudah mengakses informasi.
  14. Seorang anak adalah harta karun bagi orang tuanya yang akan selalu mereka jaga sampai kapanpun.
  15. Selesai jalan–jalan wajib hukumnya untuk membawa buah tangan untuk orang – orang yang disayangi.
  16. Kecantikan si Risa membuatnya menjadi bunga desa.
  17. Seorang ayah bekerja keras menjadi tulang punggung untuk keluarganya.
  18. Si Gilang menjadi bintang kelas karena prestasinya yang luar biasa dalam olimpiade nasional.
  19. Koruptor adalah sampah masyarakat yang seharusnya diperlakukan lebih buruk dari seorang pencuri.
  20. Anis malam ditemani oleh bintang-bintang menghiasi langit malam.
  21. Hati-hati dengan tikus berdasi yang berada disekitar Anda.
  22. Belajarlah yang rajin agar menjadi bunga bangsa yang membanggakan.
  23. Pelaku kejahatan selalu mencari kambing hitam untuk terhindar dari jerat hukum.
  24. Kamu adalah belahan jantung hatiku yang takkan tergantikan oleh siapapun.
  25. Raja malam mulai mengintai mangsanya.
  26. Raja hutan sedang menandai wilayah kekuasaannya.
  27. Tangisan awan tak pernah berhenti di langit Bandung.
  28. Raja siang terik dari sisi Timur.
  29. Saat kekasih kamu terpergok bersama orang lain, Dia pasti mati kutu.
  30. Wanita adalah tulang rusuk lelaki.
  31. Lisa menjadi buah bibir karena kecantikannya.
  32. dalam menyelesaikan masalah tidak boleh menjadi orang yang ringan tangan.
  33. Hati – hati terhadap tangan panjang yang ada disekitar Anda.
  34. Boyband Korea bernama EXO sedang naik daun.
  35. Tipe orang yang tidak disukai adalah orang yang bermuka dua.
  36. Ketika tanggal tua, makanan wajib anak kos adalah mi instan.
  37. Bulan pertama menjadi anak bawang di kantor sangat berat.
  38. Seorang Ibu berat hati berpisah dengan anaknya.
  39. Pasti ada teman kamu yang suka cari muka di depan guru.
  40. Kalian harus tutup mulut agar masalah tidak semakin besar.
  41. Tina hanya bisa gigit jari melihat tiket konsernya hangus.
  42. Laki–laki hidung belang itu perlu diberi pelajaran.
  43. Pak Sulaeman terkesan cuci tangan terhadap kasus penipuan ini.
  44. Kasus kopi sianida akhirnya dibawa ke meja hijau.
  45. Si Agung unjuk gigi kemampuannya bermain basket.
  46. Bisnisnya tidak berjalan lancar sampai gulung tikar.
  47. Janganlah berkecil hati jika menerima kegagalan.
  48. Sosok berjiwa besar itu adalah ayahku.
  49. Mereka hidup sebatang kara di jalanan tanpa orang tua.
  50. Aisyah masih mempunyai keturunan darah biru.
  51. Manusia menjadi gelap mata saat melihat harta.
  52. Warga mendengar kabar angin yang meresahkan.
  53. Angin puting beliung itu membabi buta tanpa ampun.
  54. Hati – hati terhadap buaya darat yang suka merayu wanita.
  55. Orang jahat masuk dalam daftar hitam.
  56. Ketika seseorang menjadi orang sukses, alangkah baiknya jika tidak lupa daratan.
  57. Orang kaya seringkali tebal hati.
  58. Seorang pengusaha bermain mata demi memenangkan proyeknya.
  59. Adam adalah tangan kanan kyai di padepokannya.
  60. Pahlawan Indonesia gugur di medan perang.
  61. Orang yang bertanggung jawab tidak sepantasnya berpangku tangan.
  62. Kejadian itu membuat ayah Tata naik darah.
  63. Orang yang bermulut harimau pasti tidak disukai teman-temannya.
  64. Wanita bermurah hati sangat mengagumkan.
  65. Rike angkat bicara dalam persidangan kakaknya.
  66. Akal bulus seseorang bisa menyesatkan orang di sekitarnya.
  67. Pendeta mempunyai buku putih yang tidak boleh dibuka oleh siapapun.
  68. Julukan kepala udang diberikan kepada Mufid.
  69. Persidangan dalam film itu menunjukkan bahwa hakim bersikap berat sebelah.
  70. Aliran-aliran yang menyesatkan telah mencuci otak anggotanya.

70 contoh kalimat di atas mempunyai kata kiasan yang memiliki arti menyamakan atau membandingkan suatu objek dengan objek lain. Penerapan majas ini pun cukup fleksibel, seperti para puisi.