Contoh 21 Puisi Sedih yang Bakal Bikin Kamu Nangis

Puisi Sedih Banget

image via canva.com/goodminds.id

Dikala sedih, salah satu media yang digunakan untuk mencurahkannya adalah puisi. Yaps, rasa sedih terkadang membuat penyakit pada rohani, hingga menimbulkan sakit fisik seperti pusing atau lainnya.

Nah, salah satu metode terapi yang cukup efektif untuk mengatasinya adalah dengan membuat puisi.

Meski hanya sebuah kata-kata, pencurahan rasa kesedihan melalui puisi sedih mampu membuat hati sedikit tenang. Sebab secara tak langsung, sedikit beban terlepas.

Tak hanya itu saja, kata-kata yang digunakan dalam puisi biasanya menggunakan diksi dan susunan kata yang indah, sehingga tak hanya melepas sedikit beban berat saja, melainkan juga menghibur diri agar kembali bahagia.

Contoh Puisi Sedih Bisa Bikin Nangis

Nah, untuk Kamu yang sedang sedih, coba baca puisi sedih ini, dijamin rasa sedih Kamu akan berkurang!

~0~

#1. “Rasa Sakit”

Ketika mereka mulai menjauhi diriku

Aku hanya bisa menatap punggungnya

Lalu berkata, “Bertahanlah”

berapa lama lagi aku bisa bertahan?

Sebab semakin lama membuatku semakin sakit

Semakin sulit untuk ku sembunyikan

Layaknya ditarik hingga ke dasar samudera

Hingga nafasku pun habis sudah

 

Terpikir, untuk ku menyerah

Sebab seberapa pun besar usaha yang ku lakukan

Tetap mereka tak akan lagi memandang ku

Diriku layaknya udara

Yang ada namun tak dapat terlihat

Puisi sedih ini mengungkapkan kesedihan seseorang yang pergi ditinggal sahabatnya. Bahkan usaha dan kerja kerasnya agar teman-temannya tak menjauh telah dilakukan, namun usahanya tak berhasil.

~ 0 ~

 

#2. “Merindukanmu”

Tahukah Kamu ombak yang deras itu bisa apa?

Ya, dapat menghapus segala benih-benih cinta bersama serpihan rindunya….

Namun, ternyata tak denganku

Sebab, disini aku tetap merindukanmu yang jauh disana

Sehingga ku tak yakin, bila ombak deras itu dapat menghapus serpihan rindu ini

Untuk puisi sedih ini menggambarkan kegundahan seseorang pada kekasihnya yang jauh disana. Nah, puisi ini tentu cocok bagi Kamu yang sedang LDR.

~ 0 ~

 

#3. “Hujan di sore itu”

Kala hujan di sore itu..

Ketika kita sedang bersama

Tertawa dengan riang, serta menikmati rintikan demi rintikannya

Hingga membuat perasaan ini menjadi tenang

Hujan di sore itu….

Mampu menghapus air mata yang jatuh pada kita

Hingga mengubahnya menjadi kebahagiaan

Kebahagiaan yang sangat indah

Pada setiap rintikannya begitu sangat bermakna

Maknanya begitu dalam

Hingga sangat sulit untuk dikatakan

Seseorang yang rindu akan sosok kekasihnya. Dan ingat dengan masa-masa ketika mereka bersama di tengah hujan. Namun hujan kali ini, ia hanya sendirian dan berteman rintikan hujannya saja.

~ 0 ~

#4. “Risau”

Saat sang angin mulai membisikkan tentangnya

Namun aku tak pernah tahu apa maksudnya

Seakan menyentuh, sampai menusuk relung kalbu

Hingga membuat hati ini menjadi bisu

Namun, entah apa isi bisikan angin itu

Yang ku harap hanyalah berita kesenangan

Tanpa disertai dengan kedukaan dalam hati

Namun, nyatanya bukan itu maksud dari sang angin

Hingga rasa gelisah pun mulai tertanam pada hati dengan seketika

Dan membuat penat bertanya

Menggunakan majas atau kata kiasan ‘angin’, puisi ini merupakan pengungkapan harapan bahwa akan datang berita yang membahagiakan. Namun, kenyataan yang didapatkan malah berita yang membuat hatinya hancur dan gelisah.

~ 0 ~

 

#5. “Penyesalan”

Bagaikan angin malam yang berhembus dengan kencangnya…

Seakan telah menyapa diriku yang tengah kesepian..

Dimana dia, dia yang sungguh aku cinta..

Ku sangat merindukannya, meski kini kita tak bersama..

Maafkanlah diriku, semua ini memang salahku..

Salahku yang tak mampu menjaga dirimu…

Kuatkanlah hatiku, sebab suatu hari mungkin Kamu kembali…

Bila semua ini memang takdirnya,

Jarak diantara kita, kurelakan

Namun, asal Kamu bahagia

Salah satu bentuk kebahagiaan yang dirasakan seseorang adalah LDR atau hubungan jarak jauh. Nah, puisi ini merupakan ungkapan kekasih yang sedang LDR, namun tak ada kepastian pada salah satu pihak.

~ 0 ~

 

#6. “Hati yang Menunggu”

Bagiku, kau layaknya bunga tidur yang ada di sepanjang hariku

Sebab kau menutup hati untuk diriku

Untukmu yang selalu menemani

Namun, saatku tersadar, semua itu hanya suatu mimpi

Aku yang tak pernah tau

Tahu tentang isi hati dirimu

Hatimu yang selalu membeku

Padaku yang hanya bisa menunggu

Lalu, sampai kapan lagi aku perlu menunggu

Menunggu akan hadirnya dirimu disini

Disini, di dalam hatiku

Entah merindukan orang yang dicintainya atau kekasihnya yang jauh disana, puisi ini mampu menggambarkan akan kesedihannya.

~ 0 ~

 

#7. “Siapa Aku Sebenarnya?”

kala itu segalanya menjadi berubah

Ketika apa yang tak diharapkan masuk

dan disitulah aku mulai merasakan

merasa bahwa aku bukan siapa-siapa untuk kalian

Bila membalikkan waktu kembali

Dimana 10 tahun silam sosok ibu tak aku rasakan lagi

Bahkan, 6 tahun lalu pun aku baru mengenal siapa yang menafkahiku

Hingga, rasanya raga ini layaknya tak bertuan

Sebab beranjak dewasa, mereka seperti menghilang

Bisa Kamu pahami apa arti puisi sedih ini? Yaps, curahan hati seorang anak yang telah ditinggal ibunya pergi ke surga. Bahkan, bapaknya telah lama merantau dan baru saja kembali 6 tahun lalu.

~ 0 ~

 

#8. Kamu sudah bersamanya

Jai, bila besok pagi terbangun

Lihatlah ke arah kaca jendelamu..

Ia akan nampak basah…

Namun, itu bukan karena embun

Sebab yang turun adalah air mataku

Yang tumpah karena dirimu

Dirimu yang telah bersamanya

Mengharukan, puisi ini menggambarkan seseorang yang sedih karena orang yang dicintainya bersama yang lain, dan lebih bahagia.

~ 0 ~

 

#9. “Menerkam Asa”

Aku sungguh rela…

Bila harus memandangimu,

meski tak pernah melihat sedikitpun senyum di sudut bibirmu.

Aku sungguh sanggup..

Bila harus berkali-kali tertampar

Tertampar oleh kata-kata mu

yang sedikitpun mau menerimaku..

Aku sungguh terima..

Bila Kamu harus terus-menerus menyuruh ku

Menyuruh agar pergi meninggalkanmu

Bahkan tak pernah kembali lagi

Tak hanya sekedar memutuskan, gambaran dari puisi sedih ini mengisahkan kekasih yang tak mau ingin bersama lagi, dan meminta agar kekasihnya itu pergi tak kembali lagi.

~ 0 ~

 

#10. “Kebenaran cinta”

Sungguh putih kulitmu

Harummu pun sungguh wangi

Hingga membuat setiap orang membisu dan terpana

Rambutmu yang panjang nan lurus itu

Pun tak menghalangi kecantikan wajahmu

Bila memang benar warna kulit tak mampu menyatukan kita

Namun, apakah cinta mampu menghapus itu semua?

Puisi sedih yang satu ini mengisahkan tentang wanita yang sangat cantik. Namun sayangnya, ia tak bisa didapatkan, hingga seseorang itu harus melupakannya.

~ 0 ~

 

#11. “Badai”

Badai yang sangat besar itu menghampiri tanpa ku panggil sama sekali..

Asaku menjadi luluh lantak..

Ketika ku melihat bidadariku menjadi marah..

Pun pondasi cintaku menjadi runtuh hanya dalam sekejap saja..

Hanya menyisakan puing penyesalan yang sungguh amat dalam..

Wahai bidadariku..

Dengarlah lirih harapan yang ada dari sisa keyakinanku..

Yang Ku inginkan hanya cinta kita layaknya karang yang kuat..

Jadi, biarkan rindu ini semakin terkikis..

Namun jangan biarkan harapan ini menipis..

..

Puisi sedih ini menggambarkan penyesalan seseorang karena kekasihnya marah dan meminta untuk berpisah.

Dalam puisi ini juga mengungkapkan perasaannya yang terus berjuang agar kekasihnya itu tak marah lagi.

~ 0 ~

 

#12. “Memendam Selamanya”

Yang aku tahu

aku hanya mencintai..

Namun, kau hanya menganggap sebagai teman saja..

Yang ku rasa

Terdapat getar pada jiwa..

Namun, mengapa kau tak sedikitpun merasakan..

Lalu, haruskah aku terus teriakan rasa ini?..

Ataukah..

Aku pendam saja untuk selamanya?..

Cinta yang tak terbalaskan pada orang yang dicintainya. Hingga timbul kebimbangan dalam dirinya apakah harus terus mencintainya atau harus melupakannya, seperti itulh kisah puisi sedih ini.

~ 0 ~

 

#13. “Tega”

Pak, sejatinya kau harus kukagumi..

Sudah sepatutnya bila kau aku idolakan..

Namun mengapa malah kau hujani kami akan pukulan..

Bahkan kau pun rampas senyum hingga menjadi tangisan..

Pak, harusnya kau menjadi imam dalam rumah tangga ini..

Namun, mengapa harus hanya membuat kami menjadi tak berdaya

Kisah seorang anak yang tak mendapatkan kasih sayang dari ayahnya. Dimana ayah yang seharusnya mengayomi, malah hanya bisa menyakitinya.

~ 0 ~

 

#14. “Terpendam”

Tentu Kamu tahu apa yang telah aku katakan?

Dengan sangat pongah aku berbicara akan kejujuran..

Padahal aku hanya menyimpan sejuta kebohongan..

Ku sembunyikan segala romansa dengan bidadariku..

Jadi, biarkanlah purnama yang kumiliki tertutup awan..

Sebab mengakuinya dengan mengundang amarah,

Menghujamkan luka, pada hati banyak orang

Yang kami cinta..

Apakah Kamu paham dengan puisi sedih ini? Yaps, puisi ini menggambarkan seseorang yang hanya bisa menyembunyikan cintanya tanpa bisa mengungkapkannya.

~0~

 

Puisi Untuk Menggambarkan Kesedihan

Sebenarnya, sedih bisa memberi warna dalam kehidupan kita, jadi sudah sepantasnya bila kehadirannya dijadikan sebagai esensi dalam kehidupannya.

Meski untuk menghadapinya penuh tantangan, namun bila bisa melewatinya akan menjadi kebanggaan dan pengalaman yang paling berbahagia.

Untuk menguatkan Kamu yang sedang sedih, maka puisi ini akan sedikit meringankannya:

#15. “Bersembunyi”

Jangan pernah bertanya mengapa kami bersembunyi..

Sebab sebenarnya kami pun tak menginginkan ini..

Jangan pernah mencemooh mengapa kami terus berlari..

Sejatinya kami pun tak ingin menampilkan diri..

Kami sungguh terpaksa..

Kami pun sungguh terluka..

Namun kami tak pernah lupa untuk berdo’a..

Supaya hubungan ini menjadi nyata..

Kamu sedang backstreet? Nah, puisi sedih ini bisa menggambarkannya. Sejatinya bukan karena takut orang lain mengetahuinya, namun sedang mempersiapkan agar hubungannya bisa lebih serius lagi.

~ 0 ~

 

#15. “Cerita Kita”

Ini adalah cerita kita..

Cerita tentang rasa yang sangat sederhana..

Tentang romansa yang menginginkan kebahagiaan..

Namun mengapa, harus terbentur oleh nestapa..

Apakah mungkin kita harus berpeluh..

Namun yang ku harapkan kau jangan mengeluh..

Supaya cinta kita tetap mulia..

Hingga kita dapatkan restu..

dari mereka..

mereka yang sangat kita cinta..

..

Puisi sedih ini menggambarkan kisah sepasang kekasih yang selalu diterpa oleh kesedihan. Namun salah satu pasangannya menguatkan, agar mereka bisa mendapatkan restu dari orang tua.

~ 0 ~

 

#16. “Bidadariku Terluka”

Ketika aku membanggakan..

Namun nyatanya..

Separuh dari rasaku sangat tersiksa..

Ketika ku melihat bidadariku sedang terluka..

Wahai sang bulan purnama

Janganlah kau berurai air mata

Dan janganlah kau biarkan pesona senyummu menjadi tiada

Sebab itu membuat aku tak berdaya

Puisi sedih ini mengungkapkan semangat seseorang pada kekasihnya agar tidak merasa sedih. Sebab kesedihannya akan membuat dirinya tak berdaya atau bahkan ikut merasa sedih.

~ 0 ~

 

#17. “Kata Maaf Bapak”

Pak..

Kau sungguh tangguh, setangguh beruang..

Bahkan sekeras batu karang..

Kau sering membuat aku takut..

Kau membuat hatiku semakin ciut..

Namun..

Bila hari ini aku melihat air matamu..

Bahkan sampai Kau menghadirkan kata maaf..

Hingga dengan sekejap saja kau berhasil menyatukan retak..

Menyiram hati yang sedang luluh lantak..

Ketika sang kekasih merasakan sedih, maka ia pun akan sedih. Dan sebaliknya, bisa sang kekasih merasa bahagia, maka dirinya pun sangat bahagia. Seperti itulah gambaran dari puisi sedih ini.

~ 0 ~

 

Puisi Sedih Banget

image via canva.com/goodminds.id

#18. “Rasa”

Lalu, biarkanlah untuk sementara seperti ini

Lebih tepatnya akan kubiarkan begini

Sebab hati ini butuh waktu agar menghapusnya

Sesungguhnya keberadaanmu telah untuk terbiasa

Dan sesungguhnya terdapat rindu yang kian tertata Karena dirimu,

Dan kini diriku telah benar-benar tak mampu lagi untuk mengelabui rasa

Sebab hanya dirimu yang ada dalam hatiku

Sepertinya LDR membuat siapa saja tak bahagia bahkan menderita. Salah satunya tergambarkan dalam puisi ini, bahwa kerinduan dalam dirinya telah membuatnya kehilangan rasa.

~0~

 

#19. “Isyarat Yang Entah”

Tepat di undakan anak tangga yang kedua

Seorang yang sedang merindu tampak menatap awan senja

Ia terlihat sangat tabah untuk menunggu isyarat yang entah

Namun ternyata itu salah …

Sebab, justru ia sedang tak sanggup untuk menahan rindu

Dengan begitu, aku senantiasa selalu mencurahkannya dalam aksara

Sedangkan untuk sementara pada keningnya

waktu membuatnya melukis kerut secara perlahan

..

Puisi sedih ini menggambarkan seseorang yang sedang termenung dan teringat akan kekasihnya.

Termenungnya itu sekilas terlihat bahwa dirinya sanggup, namun nyatanya ia sedang merasakan terpuruk-terpuruknya.

~0~

 

#20. “Lebih Dari Hancur”

Seperti sebilah pisau yang tajam dan menusuk hati

Yang tak pernah dapat terlepas lagi

Hingga menusuk ke relung hati nurani

Dimana tempat namamu terbingkai

Ya, hanyalah serpihan rapuh yang dirasa hati ini

Teringat akan kehancuran ini

Tak ada satu pun yang peduli

Sampai aku tak mampu satukan kepingan hati..

Bagaikan tertusuk oleh pisau hitam dan tak bisa diambil dari tubuhnya. Seperti itulah kiranya gambaran hati yang ditolak cinta. Apakah Kamu pernah merasakannya?

 

#21. “Cukup Aku Saja”

Terangkai dengan kata indah dari jutaan maaf

Bahkan hingga hafal persisi sampai ke tanda baca

Bila aku ujian pidato, mungkin telah sempurna pengucapannya

Bahkan, ribuan peserta akan menjerit akan keindahan yang kusampaikan

Namun, kini hanya giliran rindu yang mendesak akal sehat

Hingga terbit dan menyesal

Lalu, untuk apa penyesalan?

Karena masa lalu tanpa ada keistimewaan

Puisi sedih ini menggambarkan penyesalan akan sikapnya, hingga ia ditinggal sang kekasih. Bahkan, meski ribuan kali kata maaf disampaikan, tetap ia ditinggal pergi dan haraannya hilang.

Sampai Kapankah Penyesalan Ini?

Bahkan ku tak menemukan mu lagi

Di bawah sinar matahari pun aku tak melihatmu

Bahkan bulan sebagai penunjuk tak dapat menemukanmu

Ribuan kali ku berdoa agar kau datang kembali

Namun sudah terlambat untuk semuanya

Wujudmu tak dapat ku lihat lagi

Suaramu tak dapat kudengar lagi

Kau pergi meninggalkanku entah kemana

Ku hanya menyisihkan rindu di dadaku

Apakah kau benar-benar tak akan kembali lagi?

Kembali hanya untukku..

..

Puisi pendek ini mengungkapkan kegundahan dan penyesalan seseorang karena ditinggal kekasihnya pergi. Mungkin kepergiannya karena sikap orang tersebut yang tak baik pada kekasihnya.

Puisi memberikan kesan tersendiri pada pembuatannya. Sebab, ketika sedih memang terpikir kata-kata bermakna yang menggambarkannya perasaannya.

Terlepas dari semua itu, rangkaian kata sedih puisi ini, terkadang sedikit meringankan beban sang pembuatnya.

Note : Ini cuma puisi, anggaplah seni sastra keindahan, jangan begitu di masukkan hati, kamu layak bahagia 😀

Baca juga : Kumpulan Puisi Cinta

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close