Yuk Ketahui Pengertian Pantun Secara Umum Beserta Ciri-ciri dan Penjelasannya

Pengertian Pantun Secara Umum

image via canva.com/goodminds.id

Sebelumnya, simak dulu yuk beberapa informasi penting seputar pantun yang menarik untuk Kamu.

Loading...

Pengertian Pantun

Secara umum, pantun adalah jenis puisi lama yang terdiri dari empat baris dalam setiap baitnya. Pantun sering digunakan sebagai cara seseorang menyampaikan sebuah pesan yang dikemas dalam bahasa yang lebih menarik dan mengundang perhatian.

Misalnya, mengungkapkan perasaan cinta lewat sebuah pantun atau pantun gombal yang biasanya digunakan dalam acara stand up komedi agar lebih seru dan semakin menghidupkan suasana.

Pantun ini juga ada yang digunakan untuk menasehati seseorang atau yang dikenal dengan pantun nasehat.

Menasehati seseorang dengan sebuah pantun akan terdengar lebih menarik dan tidak membosankan daripada sebuah nasehat yang secara runtun dengan bahasa yang monoton. Lalu apa saja sih ciri dari sebuah pantun ? Simak sampai bawah ya !

Ciri-Ciri dan Struktur Pantun :

Sebuah pantun baik pantun cinta, pantun jenaka, pantun nasehat ataupun pantun gombal memiliki ciri-ciri tertentu yang harus dimiliki. Adapun ciri-ciri dari pantun sendiri adalah sebagai berikut.

1. Setiap Bait Terdiri dari Empat Baris

Ciri yang utama dari sebuah pantun adalah setiap bait pantun terdiri dari empat baris. Tiap bait pantun ini biasanya berisi tentang rangkaian kata-kata yang membicarakan tentang satu gagasan atau satu ide pokok.

2. Setiap Baris Terdiri dari 8-12 Suku Kata

Jika dalam satu bait pantun terdiri dari empat baris, maka dalam setiap baris pantun ini memiliki 8 sampai 16 suku kata.

Itulah mengapa kata-kata dalam pantun tidak boleh terlalu panjang dan bertele-tele. Membuat pantun harus dengan kata-kata yang singkat namun memiliki isi yang bermakna.

3. Memiliki Sampiran

Seperti yang telah dikatakan tadi, bahwa setiap bait pantun terdiri dari empat baris. Nah, dua baris pertama dalam sebuah pantun disebut sebagai sampiran.

Dalam sampiran ini biasanya hanya berisi tentang kata-kata biasa saja dan tidak ada kaitannya dengan isi pantun. Hanya digunakan sebagai pemancing atau menyerasikan irama dalam pantun saja.

4. Memiliki Isi

Jika tadi dikatakan dua baris pertama dalam bait pantun disebut dengan sampiran, maka dua baris terakhir yaitu baris ketiga dan keempat inilah yang disebut isi dari sebuah pantun.

5. Bersajak a-b-a-b

Pantun juga memiliki aturan rima atau sajak yang harus dipenuhi. Sebuah pantun harus bersajak a-b-a-b, apa maksudnya? Rima atau sajak merupakan kesamaan bunyi yang terdapat pada akhir nada vokal dalam baris pantun.

Yang dimaksud sajak a-b-a-b adalah vokal terakhir dalam baris pertama harus sama dengan bunyi nada vokal baris ketiga, dan bunyi nada vokal pada baris kedua harus sama dengan bunyi nada vokal nada ke empat.

Aturan dan ciri ini digunakan dalam segala jenis pantun, baik pantun jenaka, pantun agama, pantun nasehat atau pantun cinta sekalipun sebaiknya menggunakan aturan ini.

Jenis-Jenis Pantun

Pantun terdiri dari berbagai jenis yang difungsikan dalam situasi dan kondisi yang berbeda. Misalnya, pantun anak biasanya digunakan sebagai pembelajaran anak sedangkan pantun cinta biasanya digunakan sebagai bahasa orang dewasa.

Sama halnya seperti pantun jenaka biasanya digunakan sebagai hiburan semata namun pantun nasehat selain sebagai untuk hiburan juga memiliki manfaat untuk menyampaikan petuah bijak yang bermanfaat.

Adapun jenis-jenis pantun adalah sebagai berikut;

1. Pantun Jenaka

Sesuai dengan namanya, pantun jenaka memiliki kandungan isi yang lucu dan menghibur. Tentunya tujuan pantun ini hanyalah sebagai sarana hiburan dan kurang memiliki makna yang nyata.

Terkadang, pantun jenaka juga berisi tentang hal yang tidak ada dalam kenyataan, misalnya;

“Mau sekolah tas lupa dibawa”

‘’Sampai sekolah kepentok papan’’

“sungguh tak tahan menahan tawa”

“melihat tikus membawa senapan”

2. Pantun Nasehat

Pada dasarnya pantun ini dibuat untuk memberikan himbauan atau nasehat kepada individu ataupun masyarakat.

Pantun jenis ini bertujuan untuk menyampaikan pesan moral yang dikemas dengan sajian yang berbeda dan lebih menarik.

3. Pantun Cinta

Sesuai dengan namanya, pantun ini berisi tentang kata-kata mutiara yang berkaitan dengan perasaan hati seseorang, terutama bagi orang yang sedang kasmaran atau sedang dirundung pilu dari sebuah kisah asmara.

Pantun cinta sering kali digunakan seseorang untuk mengungkapkan isi hati ataupun menyampaikan pesan rindu yang menggebu.

Bagi para kaula muda pasti sangat tidak asing dengan yang namanya pantun cinta ini. Apalagi bagi yang suka menggombal, pantun cinta sudah seperti makanan sehari-hari yang tidak pernah terlewatkan.

4. Pantun Agama

Hampir sama dengan pantun nasehat, pantun agama juga berisi tentang petuah-petuah bijak dalam kehidupan.

Jika dalam pantun nasehat ini maka lebih luas lingkupannya, sedangkan dalam pantun agama ini lebih spesifik menjurus tentang bab-bab keagamaan.

Contoh-contoh Pantun Bisa kamu Lihat di Daftar List di Bawah ini..

Semoga mencerahkan dan bermanfaat.